PRASASTI BEBETIN Prasasti Bebetin adalah sebuah prasasti yang ditemukan di Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Prasasti ini tidak disebutkan siapa raja yang membuatnya tetapi terdapat nama keratonnya. Pr asasti ini berisi keterangan tentang suatu desa (banwa) bharu, atau secara lengkapnya kuta di banwa bharu, yang bermakna desa bharu yang berbenteng dan berbahasa Bali Kuno. ISI PRASASTI BEBETIN Dalam prasasti diceritakan tentang desa itu yang diserang atau dirusak oleh perampokdan banyak penduduk mati terbunuh atau terluka, serta banyak pula yang mengungsi ke desa-desa tetangga. Setelah keadaan aman, penduduk lalu kembali ke desa bharu. Kemudian raja menyuruh pejabat nayakan pradhana, yaitu kumpi ugra dan bhiksu Widya Ruwana untuk memimpin pembangunan kuil Hyang Api, dengan tujuan untuk melengkapi desa tersebut dalam bidang spiritual, pada batas-batas wilayah yang telah ditentukan. Desa bharu diperkirakan terletak di pesisir pantai u...
Gender Wayang adalah salah satu instrumen yang berasal dari Bali dan termasuk Gamelan Bali. Gender Wayang biasanya digunakan pada saat mengiringi wayang kulit Bali, upacara potong gigi, upacara ngaben, ataupun upacara adat Bali lainnya. Dalam pembuatan gender digunakan berbagai bahan: bilahnya terbuat dari perunggu, tempat resonansinya terbuat dari bambu, pelawahnya terbuat dari kayu Dalam permainan lengkapnya. Gender Wayang biasa dimainkan oleh 4 orang, dimana ada sepasang Gender Wayang yg berukuran lebih besar yang disebut Pemade dan sepasang Gender Wayang yang berukuran kecil yang disebut Kantil. Biasanya Gender Wayang dimainkan dengan cara berpasangan, dimana 1 orang sebagai polos dan 1 orang lainnya sebagai sangsih. Musik yang paling sering dimainkan adalah Merak Angelo yang digunakan untuk mengiringi Tri Sandya (sembahyang yang dilakukan umat Hindu). Karena lagu tersebut termasuk lagu dengan melodi dan tempo yang bervariasi serta lembut untuk mengiringi Tri Sandya In...
Okokan adalah alat musik khas Bali yang berupa kalung (keroncong) dari kayu yang digantungkan dileher sapi. Okokan dimainkan beramai-ramai sebagai sarana hiburan masyarakat agraris. Okokan mengeluarkan suara yang keras dan bergemuruh jika dimainkan secara beramai-ramai. Menurut cerita dari sesepuh, acara dimulai dengan "tetekan" (kentongan bambu atau kayu yang dibunyikan beramai-ramai). Acara tetekan diadakan jika dimasyarakat merasakan ada sesuatu merana / mala misalnya gagal panen, atau ada wabah. Masyarakat percaya untuk mengatasi atau mengusir merana ini dengan membunyikan tetabuhan tetekan (kentongan) , kemudian ditambah "okokan", yang semakin membuat suara terasa magis. Awal tahun 1950 sd tahun 2005, okokan jarang dimiliki masyarakat. Pentas okokan dari masing-masing banjar yang ada di Desa didapat dengan meminjam dari teman di wilayah utara dekat pegunungan Batu Karu, seperti milik warga Desa di Kecamatan Penebel, Kecamatan Marga atau kabupaten lain. Desa Kediri setiap...
“Topeng Werda Lumaku” Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya yang sangat tinggi. Bali sangat terkenal dimata masyarakyat, tidak hanya masyarakat indonesia tetapi juga masyarakat dunia. Ada berbagai jenis kesenian di Bali, salah satunya yaitu kesenian tari topeng. tariannya biasanya diambil dari karakter topeng. Topeng Werda Lumaku atau yang lebih dikenal sebagai Topeng Tua merupakan salah satu contoh kesenian tari. Tari Topeng Orang Tua, biasanya dilakukan oleh seorang penari laki-laki, adalah salah satu dari beberapa tarian topeng di pulau bali. Tari Topeng Orang Tua dan beberapa orang lain seperti dulu hanya dilakukan sebagai bagian dari ritual keagamaan, seperti Odalan (ritual Kuil) dan upacara sakral lainnya. Namun saat ini, koreografi singkat dan sederhana dari Topeng Tua d...
Joged Bumbung merupakan tari pergaulan di Bali. Biasanya dipentaskan dalam acara-acara sosial kemasyarakatan di Bali, seperti acara pernikahan. Tarian ini ditarikan oleh penari wanita, yang kemudian mencari pasangan pria dari para penonton untuk diajak menari bersama. Tarian ini awalnya adalah sebuah tarian pergaulan yang diciptakan oleh para petani kala itu untuk menghibur dikala sedang istirahat setelah bekerja di lumbung. Tarian ini pun banyak diminati oleh masyarakat dan menjadi sebuah kelompok-kelompok seni. Persaingan yang bain dan sehat mengakibatkan para kelompok-kelompok tari berinovasi dengan berbagai hal termasuk memasukkan unsur goyangan mengajak pengibing menarik dan seni yang sangat menarik kedalam tariannya. Biasanya ada suara gamelan bedug di pertengahan yang menandakan pengibing dan penari siap siap melakukan candaan walau sedikit unsur erotis. Tarian ini biasanya diiringi dengan seperangkat musik dari bambu. Tarian joged jumbung berasal dari Kabupaten Bulel...
Rindik adalah alat musik tradisional khas Bali. Alat musik ini terbuat dari potongan-potongan bambu, bambu yang digunakan pun bukan cuma sekedar bambu, melainkan bambu-bambu pilihan yang tidak mudah pecah, dan juga dapat menghasilkan suara yang baik. Bambu yang sudah dipilih kemudian dipotong-potong sesuai ukurannya. Jumlah potongan bambu tersebut biasanya terdiri dari 11 sampai 13 buah. Semakin besar ukuran bambu, maka semakin rendah nada yang dihasilkan. Sebaliknya, semakin kecil ukuran bambu, maka semakin tinggi nada yang dihasilkan. oleh karena itu, agar pemain lebih mudah memainkannya, potongan bambu-bambu tersebut ditata diatas tempat atau yang dinamakan pelawah, kemudian diurutkan berdasarkan ukurannya, dimulai dari yang paling kecil, ke yang paling besar. #OSKMITB18
Kisah ini terjadi ketika para raksasa dan para Dewa bekerja sama mengaduk lautan susu untuk mencari “Tirtha Amertha” atau Tirtha Kamandalu. Konon siapa saja yang meminum tirtha itu maka dia akan abadi (tidak bisa mati). Maka setelah tirtha itu didapatkan kemudian dibagi rata. Tugas membagi tirtha adalah Dewa Wisnu yang menyamar menjadi gadis cantik, lemah gemulai. Dalam kesepakatan diatur bahwa para Dewa duduk dibarisan depan sedangkan para Raksasa dibarisan belakang. Syahdan ada Raksasa bernama “Kala Rahu” yang menyusup dibarisan para Dewa, dengan cara merubah wujudnya menjadi Dewa. Namun penyamarannya ini segera diketahui oleh Dewa Candra atau Dewa Bulan. Maka ketika tiba giliran Raksasa Kala Rahu mendapatkan “Tirtha Keabadian”, disitulah Dewa Candra berteriak. “Dia itu bukan Dewa, dia adalah Raksasa Kala Rahu”. Namun sayang tirtha itu sudah terlanjur diminum. Maka tak ayal lagi Cakra Dewa Wisnu menebas leher Sang Kala Rahu. Maka...
smansaipa4.blogspot.com/2013/04/lagu-dan-alat-musik-tradisi-nusantara.html Gamelan Bali, Cengceng
https://qlapa.com/blog/info-lengkap-alat-musik-bali Menurut beberapa sumber sejarah, Gamelan Bali sudah ada sejak zaman dahulu di nusantara. Hal tersebut bisa dilihat dari Prasasti Bebetin, di mana prasasti ini menyebutkan bahwa gamelan sudah ada sejak tahun 896 masehi. Sekitar masa pemerintahan Raja Ugrasena di Bali. Namun pada masa itu gamelannya sedikit lebih sederhana daripada sekarang. Alat musik Gamelan dikelompokan menjadi tiga: Gamelan tua (misal gambang, saron, selonding kayu, gong besi, gong luwang, selonding besi, angklung kelentang dan gender wayang). Gamelan madya (contohnya pengambuhan, semarpagulingan, pelegongan, bebarongan, joged pingitan, gong gangsa jongkok, babonangan, dan ringdik gandrung). Gamelan baru (seperti pengarjaan, gong kebyar, pejangeran, angklung bilah 7, joged bung-bung, dan gong suling).