Budaya Indonesia
1.364 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asal Usul nama kota "Semarang"
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Semarang, ya tak asing lagi kita dengar sebuah kata itu sebab semarang merupakan salah satu nama kota yang ada di indonesia, semarang terletak di pulau jawa dan hebatnya semarang merupakan ibukota jawa tengah loh!, berdasarkan geografinya kota semarang terbagi menjadi 2 yaitu semarang atas yang meliputi kecamatan Gunung Pati, Tembalang, Banyumanik,dll dan semarang bawah yang dimana isinya terdapat banyak sekali tempat wisata yang tidak hanya menawarkan tempat berekreasi tetapi juga menawarkan wisata budaya serta sejarahnya.  Adapun tempat tempat wisata yang di tawarkan di kota semarang yaitu antara lain Kampung pelangi dimana di kampung ini kalian akan disuguhkan pemandangan rumah rumah ber-cat tembok warna warni menghiasi seluruh tembok rumah, atap dan bahkan konblok-konblok tempat kita berpijak kabarnya menurut salah satu pemilik rumah disana, dahulu rumah rumah disini tidak di cat  warna-warni seperti sekarang, tetapi pemerintahan kota semarang membiayai penduduknya...

avatar
OSKM18_19818173_Adela Damika Putri
Gambar Entri
Tradisi Keba
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Keba atau acara tujuh bulanan dimaknai sebagai tradisi untuk meminta keselamatan dan pertolongan kepada Yang Maha Kuasa. Keba atau yang biasanya dikenal dengan acara tujuh bulanan merupakan salah satu tradisi adat jawa. Keba merupakan prosesi adat Jawa yang ditujukan untuk wanita yang sedang hamil pada masa tujuh bulan. Selain meminta doa akan keselamatan dan prtolongan, acara ini disertai pula dengan doa agar si anak menjadi pribadi yang baik dan sesuai yang diharapkan. Prosesinya dimulai dengan siraman dengan tujuan meminta keselamatan untuk si ibu dan bayi yang sedang dikandungnya. Air yang digunakan diambil dari tujuh sumber. Yang melakukan siraman pun adalah orang tua dari kedua belah pihak Dalam acara tersebut, si ibu pun membuat rujak untuk dibagikan kepada para tamu. Konon katanya semakin pedas rujak tersebut menandakan si bayi berjenis kelamin laki-laki. Keluarga si ibu juga membuat bubur, yaitu bubur merah dan bubur putih, yang nantinya bubur itu akan dibagik...

avatar
OSKM18_16518348_Sulis Tiana
Gambar Entri
Selat Solo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Selat Solo. Salah satu kuliner terkenal di Surakarta ini merupakan bentuk akulturasi sekaligus buah penjajahan dari kolonialisme Belanda. Mengapa namanya Selat Solo? Hal ini dikarenakan pada masa lampau porsi daging mendominasi dalam penyajiannya, namun bagi orang Belanda kuliner yang satu   ini dirasa berbeda dengan bistik yang   biasa mereka santap. Komposisi sayuran yang seharusnya tidak ada, kini kian banyak hingga membuat ‘stik Jawa’ ini lebih cocok disebut ‘salad dengan daging asap’. Oleh karena itu, makanan ini kini lebih dikenal sebagai Selat (hasil alih-penyerapan bahasa) khas Solo. Pertama kali saya merasakannya adalah pada saya kelas 6 SD.Ketika itu kami sekeluarga sedang berjalan jalan di kota Solo lalu Ayah saya mengajak saya dan adik adik saya untuk makan Selat Solo di salah satu gerai yang tidak jauh dari Stasiun Balapan yaitu Selat Vien’s.Hanya dengan uang Rp. 15.000 saya sudah mendapatkan satu porsi penuh Selat...

avatar
OSKM_16618187_Muhammad Rifni Dary Dharmawan
Gambar Entri
Festival Barikan Kubro
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Festival Barikan Kubro lebih dikenal dengan istilah Barikan. Festival ini dilakukan oleh masyarakat Karimunjawa secara turun temurun sebagai wujud syukur masyarakat Desa Karimunjawa atas hasil bumi dan laut yang mereka peroleh. Selain itu, tradisi barikan juga sebagai wadah berbagi kepada sesama makhluk hidup yang ada di Karimunjawa. Festival Barikan Kubro ini diikuti oleh sejumlah suku dan etnis yang ada di daerah tersebut. Selain itu, Festival Barikan ini juga dimaksudkan untuk menyambut musim baratan atau musim ombak besar dan angin kencang. Acara Barikan ini juga bertujuan untuk lebih memperkenalkan wisata budaya Karimunjawa sebagai potensi pariwisata Pulau Karimunjawa. Acara barikan ini dilakukan dengan mengarak satu tumpeng besar ke pelabuhan ikan Karimunjawa, dan mengarak delapan tumpeng lainnya ke tengah alun-alun Karimunjawa. Tumpeng yang dibuat untuk acara Barikan ini tidak hanya berisi makanan hasil bumi, tetapi juga makanan hasil Laut karena masyarakat Karimunjaw...

avatar
OSKM18_16018216_Hana Amalia Kushandini
Gambar Entri
Kecap THG Khas Kudus
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Berjalan-jalan santai di kota Kudus, menyusuri jalan yang sepi ditemani oleh aroma khas kota Kudus yang mengundang para pelancong untuk bernostalgia akan kisah lama yang dibalut akan keramahtamahan kota kretek ini. Jika anda berjalan-jalan mengunjungi kota ini, sempatkanlah untuk sekedar mencicipi berbagai makanan khas kota Kudus yang lezat. Di kota kretek ini, tersedia berbagai macam pilihan makanan yang dapat membuat anda akan teringat makanan khas rumahan. Beberapa di antaranya adalah soto kudus, lentog tanjung, dan nasi pindang. Makanan lezat tersebut dibumbui oleh cita rasa yang khas, bukan lain adalah kecap khas kudus THG. Kecap yang didirikan oleh Tan Hwie Gong pada tahun 1950an ini sudah berakar ke dapur-dapur di Pulau Jawa, terutama di kota Kudus. Kecap yang diproduksi di pabrik yang berlokasi di alan Lingkar Selatan, Desa Tanjung karang, Kecamatan Jati, Kudus ini dapat dibeli di warung-warung tempat membeli oleh-oleh khas kudus. Jika anda berminat untuk membelikan...

avatar
OSKM18_16418043_Muhammad Akbar Sighab
Gambar Entri
Tari Ebeg, tarian asal Banyumas
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Ebeg merupakan suatu budaya yang berasal dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Ebeg ialah boneka berbentuk kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan ijuk sebagai bagian dari kepala kuda, yakni rambutnya. Ebeg juga biasa disebut kuda kepang. Kalau bagi orang yang tidak terlalu mengenal properti tari Ebeg, propertinya seperti kuda lumping, namun asal Banyumas. Tarian Ebeg menunjukkan kegagahan prajurit penunggang kuda dalam segala atraksi yang ada dalam tarian tersebut. Tari Ebeg diperkirakan sudah ada sejak dahulu kala karena tarian ini menganut animisme dan dinamisme. Dalam tarian ini, para penari juga akan kesurupan sehingga membuat tarian ini bersifat magis. Saat para penari kesurupan, kadangkala mereka melakukan hal-hal yang cukup berbahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan , namun mereka tidak merasa sakit karena mereka sedang dimasuki oleh indang atau roh lain. Dalam kesenian ini harus menggunakan sesaji untuk para arwah sehingga dapat mendukung pementasan, namun efek sampi...

avatar
OSKM18_16518270_Sabrina adeline lukita
Gambar Entri
Seni Cekokan
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

           Awal Mei 2018 lalu, masyarakat Cilacap berkesempatan menikmati berbagai kesenian tradisional pada Gelar Budaya Cilacap yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Cilacap. Salah satu kebudayaan Indonesia yang mengisi kegiatan tersebut adalah seni cokekan. Kesenian Jawa ini sempat menjadi favorit masyarakat Indonesia pada era tahun 1960 hingga 1970, namun mulai dilupakan oleh generasi muda Indonesia.              Pada masa lalu, seni cokekan banyak terdengar di daerah Cilacap yang merupakan daerah agraris. Suara pukulan alu, sejenis alat tumbuk tradisional, dan lesung mengiringi lagu-lagu yang dibawakan oleh sejumlah perempuan paruh baya. Beberapa lagu diantaranya adalah ‘Jaran Kepang’, ‘Kopat Kopet’, dan ‘Dawet Ayu’. Cokekan acap kali dimainkan sebagai seruan untuk berangkat ke sawah, ketika masa panen ataupun seusai panen, dan seruan berkumpul untuk meme...

avatar
Oskm18_16718383_Jovanka
Gambar Entri
Cahkwe
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Cahkwe adalah salah satu penganan tradisional Tionghoa. Di Indonesia, cahkwe dijual di toko atau dijajakan oleh pedagang kaki lima di beberapa daerah di tanah air. Cara penyajian pun beragam seperti di daerah Solo, Jawa Tengah, penyajiannya disertai susu kedelai. Sedangkan di daerah lain, Cahkwe disajikan dengan sambal asam cair. Cahkwe di China sendiri dimakan dengan cara mencelupkannya ke dalam bubur panas atau dimakan bersama susu kedelai manis maupun asin. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16618288_Hansel Filbert
Gambar Entri
Ruwatan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Apa itu Ruwatan? Ruwatan adalah salah satu upacara adat Jawa yang bertujuan untuk membebaskan orang dan/atau komunitas yang wilayahnya rawan marabahaya. Inti upacara ini adalah berdoa, meminta perlindungan dari Gusti Allah dari ancaman bahaya mulai dari bencana alam hingga pengampunan dosa-dosa dan kesalahan yang telah dilakukan hingga mengakibatkan bencana.   Upacara yang berasal dari ajaran budaya Jawa ini bersifat sinkretis yang sekarang diadaptasikan sesuai ajaran agama.   Apa makna dari Ruwatan? Ruwatan berarti ‘mengembalikan kepada keadaan sebelumnya’—jika keadaannya yang sekarang kurang baik, maka dikembalikan ke keadaan sebelumnya yang baik. Ruwatan bisa juga dianggap upacara adat untuk menolak bala, hingga membuang sial.   Apa sejarah dari Ruwatan? Upacara adat ini berasal dari cerita Bathara Kala, yaitu buto  (raksasa) yang doyan memakan manusia.   Sesajen Sesajen ya...

avatar
OSKM18_16818109_ Tiara