Budaya Indonesia
1.693 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sejarah Desa Tugu, Indramayu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Satu legenda yang umum diketahui masyarakat Tugu adalah tokoh tunggal Nyi Lapda Kriya. Konon pusaka beliau adalah selendang, yang apabila dikibaskan maka muncullah nyala api. Berangkat dari versi itu, baik adanya kita urai kembali sejarah Tugu. Konon, Tersebutlah tiga pendekar, Ki Maya, Ki Nampa Subaya, dan Nai Lapda Kriya. Tiga pendekar seperguruan ini, setelah dirasa cukup memiliki ilmu. Merekapun ingin mengamalkan ilmunya di timur Kali Cimanuk, yang disebut juga Alas Kedung Penjalin. Ki Maya dan Ki Nampa Subaya dikarenakan seorang laki-laki maka dibekalilah perkakas seperti golok, pedang, wadung. dan lainnya. Nai Lapda Kriya ditugaskan hanya membantunya. Nantinya digunakan sebagai alat membabad alas. Lantas mereka bertiga pamit undur diri kepada sang guru. Setelah beberapa hari babad alas, satu persatu pohon pun bertumbangan, dan menjadi kering. Nai Lapda Kriya pun tak mau hanya berdiam diri. Pikirnya, kenapa daun yang kering ini tidak dibakar saja, supaya lebih cepet dan meringa...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sejarah Desa Sumuradem, Sukra, Indramayu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Pada zaman dahulu, saat cerita Legenda Asal Mula Desa Sumuradem berlangsung, daerah sumuradem dan sekitarnya merupakan daerah yang belum terjamah oleh kecanggihan teknologi. Contoh konkret, sumur merupakan satu-satunya alat yang digunakan sebagai penanganan sir bersih. Tidak ada listrik, pam, dan sejenis alat yang digunakan untuk menghasilkan air bersih. Saat ini berbagai peralatan teknologi super canggih yang biasanya hanya ditemukan di daerah perkotaan, sudah mulai menyentuh salah satu daerah terpencil kabupaten indramayu ini, sebagai alat penunjang kehidupan. Jika pada zaman dahulu, penduduk indramayu termasuk desa sumuradem merupakan penduduk yang memiliki kestabilan ekonomi merata. Tidak ada penduduk sangat kaya atau sangat miskin, semuanya penduduk berpenghasilan hampir sama. Namun, pada saat ini, keadaan tersebut berbalik arah. Sebagian besar penduduk indramayu termasuk desa sumuradem adalah seorang petani dan nelayan, baik sebagai pemilik maupun pekerja (buruh). Petani yang...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Tradisi Munjungan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Dari tinjauan kebahasaan, istilah munjung atau ngunjung memiliki arti mengunjungi, menghadiri atau dalam bahasa agama berziarah. Munjung secara bahasa berarti juga memuja atau melakukan persembahan. Istilah lain yang juga merupakan perkembangan makna dan memiliki arti sama adalah sedekah makam. Namun, bagi masyarakat Leuwimunding, Majalengka, istilah yang telah lazim penyelenggaraan ritual ini disebut munjung. Ritual munjung secara teknis dilakukan dengan melakukan ziarah ke makam para leluhur. Karena kondisi geografis pemakaman di desa ini memiliki lima area pemakaman, penyelenggaraan munjung dipusatkan di lima tempat tersebut. Istilah pemakaman di desa ini banyak juga yang menyebut maqbaroh, sebuah istilah serapan dari bahasa Arab yang memiliki arti sama dengan tempat kubur atau pemakaman. Kelima tempat itu adalah kompleks pemakaman Jagakerti, Cibatur, Caruy, Karamat, dan Pengkeur Masjid (di sebelah belakang masjid).   Semua tempat yang men...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kraton Kasepuhan Cirebon
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Cirebon merupakan salah satu kota yang ada di wilayah Jawa Barat. Letaknya berada di pesisir pantai utara bagian ujung timur, dan lebih dekat ke wilayah Jawa Tengah  ketimbang  ke arah ibu kota Provinsi Jawa Barat, Bandung karena memang letaknya berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sehingga, di Cirebon tidaklah mengherankan bila di daerah tersebut ditemui sejumlahnya masyarakatnya ada yang menggunakan bahasa Sunda maupun bahasa Jawa. Inilah salah satu yang membentuk kekhasan Cirebon sesuai dengan istilah Cirebon itu sendiri.   Istilah Cirebon, yang termaktub dalam naskah  Carita Purwaka Caruban   Nagari  yang disusun oleh Pangeran Arya Carbon pada tahun 1720, disebutkan berasal dari kata Caruban kemudian Carbon dan akhirnya menjadi Cirebon. Awalnya Cirebon hanya merupakan sebuah tempat pemukiman beberapa keluarga yang dikenal dengan nama Tegal Alang-alang, yang kini menjadi Lemahwungkuk. Karena letaknya yang tidak begitu jauh dari la...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
KISAH PUTRI DINASTI MING, TAN HONG TIEN NIO - 陈凤珍娘, ISTRI SUNAN GUNUNG JATI
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Seorang putri muda yang elok, pernah berlayar jauh dilautan, memburu kekasih hatinya dari Cina ke Nusantara. Dia pernah meninggalkan kisah indah romantis sebagai istri ulama tinggi di Tanah Jawa, SUNAN GUNUNG JATI, yang menjadikannya NYI ONG TIEN dengan gelar PUTRI LARAS SUMANDING di Keraton Kasepuhan Kesultanan Pakungwati Cirebon sekitar 600 tahun yang silam. PUTRI LIE ONG TIEN - 李凤珍 ATAU PUTRI TAN HONG TIEN NIO -陈凤珍娘   merupakan putri dari salah satu kaisar dari DINASTI MING . Kisah Cinta Putri Ong Tien telah melegenda sehingga masuk dalam lingkaran keluarga kesultanan Cirebon dan menjadi bagian penyebaran Islam di Jawa Barat.   Sebelum Dinasti Ming berdiri, banyak pejabat tinggi muslim asal Arab dan Asia Tengah yang duduk di pemerintahan Dinasti Yuan, antara lain SAI DIAN CHI atau SAYIDINA SYAMSUDDIN...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
KISAH KI RANGGA GADING DARI KARANGNUNGGAL
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Karangnunggal adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Dahulu kala, ketika Tasik masih merupakan “dayeuh” (kota) Sukapura, ada seorang bernama Ki Rangga Gading. Ia sangat sakti. Tapi ke saktiannya disalahgunakan untuk merampok dan mencuri. Ki Rangga Gading tidak pernah tertangkap, karena ia bisa mengubah badannya menjadi binatang, pohon, batu, atau air.   Suatu ketika,  Ki Rangga Gading  mencuri kerbau lima ekor. Pencurian itu sengaja dilakukan di siang hari untuk pamer kesaktian. Warga sekampung pun beramai-ramai memburunya. Karena ketinggian ilmu Ki Rangga Gading, ia mengubah kaki-kaki kerbau menjadi terbalik, sehing ga jejak telapak kaki kerbau berlawanan arah. Warga yang mengikuti jejak itu tertipu. Mereka semakin menjauh dari kerbau-kerbau itu.   Warga memutuskan mengejar ke pasar. Sebab Ki Rangga Gading pasti akan menjual kerbau itu ke pasar. Tetapi dasar Ki Rangga Gading, ia men...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Tugu Ploklamasi Karawang
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Tugu Proklamasi Rengasdengklok   berdasarkan catatan sejarah sangat erat kaitannya dengan Peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945. Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Teks Proklamasi disusun di Rengasdengklok, tepatnya di rumah seorang Tionghoa yang bernama Djiaw Kie Siong. Sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok pada Kamis tanggal 16 Agustus 1945. Monumen Kebulatan Tekad Tugu Perjuangan Rengasdengklok  dibangun pada tahun 1950....

avatar
Oskm_16018016_m.luthfi ibrahim
Gambar Entri
Budaya jaringan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Indramayu memang memiliki tradisi yang unik, terutama di daerah Pamanukan, Lebak, dan Parean Bulak, sangat akrab dengan tradisi mencari jodoh. Tradisi mencari jodoh ini biasa disebut Jaringan. Biasanya di daerah ini terdapat pasar jodohnya. Pasar jodoh ini selalu ramai oleh muda-mudi, hingga janda dan duda pun ikut berkumpul mencari jodoh. Jika merasa ada kecocokan, mereka akan mulai pacaran dan kemudian berlanjut pada proses lamaran untuk menikah. Uniknya lagi di prosesi Jaringan ini, pihak lelaki menggunakan sarung untuk menggaet wanita yang diinginkannya. Siapapun boleh ikut dalam prosesi Jaringan ini, siapa tahu bisa bertemu jodoh disana. Sebab, biasanya banyak pasangan mendapat jodoh dalam tradisi Jaringan ini. Jika berminat, Jaringan ini diadakan pada malam bulan purnama. Pasalnya bagi warga, jika melaut pada malam purnama biasanya ikan sulit didapatkan, sehingga tidak ada yang melaut, dan itu waktu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul di pasar jodoh. Sum...

avatar
Jiyadfauzan
Gambar Entri
Lepet Kuningan - Makanan Khas Tanah Sunda
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Lepet adalah sejenis makanan khas Jawa Barat. Lepet ini sendiri berasal dari Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Sumedang. Lepet terbuat dari beras ketan yang ditambahkan kacang tanah sebagai isian, biasanya dibungkus dengan daun janur. Selain menggunakan kacang, isian lepet juga dapat divariasi dengan mengganti kacang tanah menjadi jagung atau jenis kacang-kacangan yang lain. Lepet masih dapat kita jumpai di seluruh daerah Jawa Barat, walaupun umumnya banyak dijual di daerah Kuningan dan Sumedang. Konon, orang Sumedang biasa memakan lepet ini dengan didampingi dengan tahu Sumedang yang juga makanan khas dari daerah tersebut.   Berikut merupakan resep lepet yang dapat dijumpai di tanah Sunda. Bahan: Beras ketan putih 1/2 kg Parutan kelapa 1/2 butir Kacang tanah atau kacang tolo (optional) 1 sendok teh garam Daun janur Tali pengikat (bambu tali / rafia)   Cara Membuat: Beras ketan dicuci bersih dan dan rendam...

avatar
OSKM18_16018060_Jessica Belicia Cahyono