MASJID SOKO TUNGGAL Masjid Soko Tunggal merupakan salah satu tempat ibadah umat Muslim yang memiliki keunikan tersendiri. Nama Soko tunggal berasal dari bahasa Jawa. Soko yang berarti penyangga dan Tunggal yang berarti satu. Jadi Masjid Soko Tunggal adalah masjid yang memiliki satu tiang penyokong di dalamnya. Masjid Soko Tunggal sendiri terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, lebih tepatnya terletak di dalam kawasan kesultanan Yogyakarta. Masjid Soko Tunggal ini berada satu kompleks dengan objek wisata TamanSari. Jadi Anda bisa ke masjid ini sekaligus juga menikmati keindahan bangunan dari kompleks wisata Tamansari Masjid Soko Tunggal pertama kali dibangun pada tahun 1967. Dan pembangunan masjid berakhir pada 1972. Bangunan ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Masjid ini dirancang oleh R.Ngabehi Mintobudoyo. Bangunan Masjid Soko Tunggal mengambil gaya arsitektur yang bernama tajug. Tajug send...
Pengertian dan Sejarah Kuda Sembrani Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul termasuk desa yang paling selatan di D.I. Yogyakarta. Jarak dari pusat Kota Yogyakarta yaitu 20 km. Sebagai kecamatan yang cukup maju di daerah Kabupaten Bantul, akses transportasi mudah dijangkau. Kemudahan transportasi mendorong meningkatnya mobilitas sosial. Komposisi penduduk mayoritas orang Jawa asli. Sehingga, mereka masih menjaga warisan-warisan dari leluhur atau nenek moyang. Warisan tersebut berupa pusaka peninggalan yang diwariskan turun temurun. Semua yang diwariskan dijaga dengan baik sesuai tuntunan nenek moyang terdahulu. Kuda Sembrani adalah salah satu warisan nenek moyang yang diturunkan dari nenek moyang sejak berabad-abad lalu. Kuda Sembrani ini dijaga dan dirawat oleh Simbah Sayat. Ada dua macam Kuda Sembrani yang dirawat yaitu kuda betina yang berwarna merah dan kuda jantan yang berwarna hitam. Kuda Sembrani terbuat dari lulang atau kulit kuda asli dengan kara...
Indonesia terkenal dengan kekayaan kuliner tradisonalnya. Oleh karena itu, banyak masakan khas Indonesia yang disukai oleh masyarakat mancangera. Seiring dengan perkembangan makanan luar negeri yang menjamur di Indonesia, ada salah satu kuliner tradisonal asal Jawa Tengah yang tidak kalah menarik, yakni gudeg. Dengan tampilan sedikit lebih beda membuat gudeg menarik untuk dicoba. Sejarah gudeg berawal pada masa pembangunan kerajaan Mataram Islam. Dikarenakan membutuhkan lahan yang luas, maka pohon nangka dan kelapa yang mendominasi saat itu harus ditebang. Banyaknya nangka muda dan juga kelapa membuat para pekerja mencoba untuk mengolahnya menjadi masakan. Kala itu, buah nangka dan kelapa dimasak pada sebuah tungku besar yang terbuat dari logam. Teknik memasak waktu itu dinamakan “Hangudek”. Dari kata itulah nama gudeg dipakai. Salah satu pelopor gudeg di Yogyakarta adalah Ibu Djum. Beliau adalah tokoh yang dinilai telah mengangkat gudeg...
Wayang Suket adalah sebuah permainan tradisional yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas pada masa kini. Permainan tradisional ini sebenarnya sudah ada sejak zaman nenek moyang. Tetapi seiring perkembangan zaman, permainan tradisional tersebut sudah mulai ditinggalkan oleh anak-anak karena banyaknya teknologi canggih yang dijual di pasar dunia dengan berbagai macam jangkauan harga untuk masyarakat dari latar belakang ekonomi yang berbeda. Jadi, masyarakat Indonesia khususnya kalangan anak-anak tentunya lebih tertarik untuk memilih menggunakan handphone, laptop atau televisi sebagai sarana hiburan mereka setiap hari karena permainannya lebih mudah dioperasikan dan menyenangkan dibandingkan bermain sesuatu yang sudah kuno. Hal ini karena adanya efek globalisasi dari budaya asing juga sifat manusia yang tidak ingin merasa ketinggalan zaman dimana teknologi sudah berkembang secara pesat. Pada dasarnya, Wayang Suket ini terbuat dari bahan-bahan yang sangat mudah ditemui di s...
Kadipaten Pakualaman adalah satu dari empat kerajaan Jawa yang masih ada sampai hari ini. Menariknya, Puro Pakualaman terbentuk melalui sejarah yang panjang. Dibentuk oleh Inggris untuk memecah keraton Yogyakarta, lama kelamaan keraton Yogyakarta tidak memandang hal tersebut sebagai politik memecah belah lagi dikarenakan komitmen yang mereka miliki untuk menyatukan dinasti Mataram. Pada tahun 1755, setelah kalah melawan VOC, kerajaan Mataram terbagi menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Pada masa itu, Kasunanan Surakarta terpecah dengan adanya Mangkunegara. Sementara, di Kesultanan Yogyakarta, Pangeran Notokusomo diangkat oleh Raffles sebagain pangeran merdiko, "pangeran yang merdeka di dalam Keraton Yogyakarta, dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Paku Alam I. Dari situ, Puro Pakualaman diberi wilayah kekuasaan di wilayah Kulon Progo. Selain itu, Kadipaten Pakualaman juga diberikan hak untuk membentuk tentara dan prajurit. Dari sana, Paku Ala...
Yogyakarta Selain dikenal sebagai kota pelajar, Yogyakarta juga dikenal sebagai kota batik. Banyak sekali batik khas yogyakarta, yg sudah tersebar di seantero nusantara. Sebut saja, batik kawung, truntum, dan sido asih. Masing-masing batik tersebut, memiliki filosofinya sendiri-sendiri. Sebut saja Truntum, yg memiliki filosofi sebagai simbol cinta yang tulus tanpas syarat, abid, dan semakin lama semakin subur (Tumaruntum). Disini, kita akan membahas Batik Pamiluto. Apa sih Batik Pamiluto itu? Batik Pamiluto biasa dikenal sebagai batik pengantin, yang biasanya digunakan oleh ibu dari pihak mempelai wanita. Batik pamiluto biasa digunakan untuk kain panjang pada saat pertunangan. Batik Pamiluto sendiri menggunakan zat warna yang berasal dari soga alam. Batik Pamiluto merupakan perpaduan motif Parang, Ceplok, Truntum, dan lainnya. Batik Pamiluto sendiri mempunyai filosofi dari asal kata "pulut", yang artinya adalah perekat, atau dalam bahasa jawa bisa berarti "kepilut", yang artinya...
Pada tahun 1872 di Banjarnegara lahirlah seorang putera dari KH Syuhada yang diberi nama Ibrahim. Diusia remaja Ibrahim telah belajar pencak silat dan kelak ia dikenal aktif menggunakan ilmu pencaknya untuk menentang penjajah belanda. Hal ini kerap membuatnya menjadi buronan belanda. Dalam statusnya yang sering menjadi buronan belanda, ia kerap berkelana dari satu tempat ke tempat lainya. Selain bersembunyi,ia juga mendalami dan mengasah ilmu pencaknya. Ia pernah singgah ke batavia, pada seorang kerabatnya disana. Namun di sana ia juga sering membuat onar terhadap belanda hingga akhirnya ia berangkat ke tanah suci Mekah. Setelah menikah dengan puteri KH Ali, ia mendirikan pondok pesantren Binorong di Banjarnegara. Sepulang dari tanah suci ia berganti nama menjadi KH Busyro Syuhada. Pondok pesantren Binorong semakin berkembang pesat. Diantara santri-santrinya antara lain : Achyat (H Burhan) adik misan Ibrahim, M Yasin (Abu Amar Syuhada) adik kandung, dan Sudirman (Pang...
Saya sendiri adalah keturunan dari HB 7 Yogyakarta, jadi ayah saya masih mewarisi Keris dari Kraton, dan berikut pendapat dari ayah saya mengenai pencucian Keris. Keris itu kalo buat para milenial udah gak cocok kalo di kesankan punya kekuatan magis yg akhirnya harus di cuci setiap bulan suro. Jadi di simple kan aja, bahwa keris itu sama kayak hasil karya seni yg di buat dng pashion yg tinggi, makannya dia bisa mengeluarkan aura tertentu, perkara teknis nya emang njlimet itu emang karena di bikin dng pashion bukan karena mistis nya. Dan keris itu di bikin dengan ilmu metalurgi yg mumpuni, ada beberapa logam yg di campur dan di tempa berbarengan dan di bakar dengan teknik tertentu yg itu bikin hasil akhir nya jadi besi yg sangat kuat dan sangat tajam, dan campuran mineral besi nya ini dan teknik produksi nya yg khusus yg memang menghasilkan aura yg bisa terpancar dari keris itu, dan karena di buat dengan passion yg besar hasil nya secara estetika juga sangat indah. Nah proses members...
Kita belum terlalu mengenal makanan keraton jogja, tentunya sangat unik bukan?, ya, makanan ini dihidangkan khusus sultan-sultan jogja. makanan ini sangat unik karena diracik langsung oleh abdi dalem sultan dan kadang sultan sendiri yang meraciknya.Sebagai seorang Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono sangat dihormati dan diperlakukan dengan istimewa oleh rakyat, keluarga hingga abdi dalem-nya. Dalam hal makanan, Sri Sultan juga mendapat berbagai hidangan yang spesial dan tentunya lezat. Makanan yang disajikan untuk Sri Sultan dimasak oleh para abdi dalem di pawon atau dapur khusus yang berada di dalam keraton. Hidangan yang sudah dimasak selanjutnya dihantarkan oleh abdi dalem ke lokasi tempat makan Sri Sultan. Dalam menyajikan makanan untuk Sri Sultan ada tata caranya tersendiri yang disebut tata cara ladosan dhahar dalem. Namun tata cara ini tetap disesuaikan dengan kebiasaan makan Sri Sultan masing-masing. Mungkin kalian bingung, apakah makanan ini dapat kita coba?...