Soto Bathok adalah makanan asal Daerah Istimewa Yogyakarta. Soto ini banyak digemari oleh penduduk lokal maupun turis yang berkunjung. Walaupun tidak seterkenal Gudeg, namun Soto Bathok tidak kalah dalam segi cita rasa. Soto ini memiliki cita rasa yang gurih dan disajikan dengan kuah bening. Isi dari soto ini sendiri adalah nasi, daging sapi, tauge, daun seledri, dan bawang goreng. Makanan ini lebih lengkap bila disantap dengan sate usus, sate telur puyuh, atau tempe goreng. Mengapa dinamakan Soto Bathok? Makanan ini dinamakan Soto Bathok karena mangkuk penyajiannya adalah tempurung kelapa atau biasa orang Jawa sebut “Bathok”. Pengunjung gemar mencicipi soto ini bukan hanya karena cita rasanya tetapi juga karena keunikan mangkuk dan pemandangan desa sekitar. Biasanya, tempat berjualan soto ini terdapat di tengah sawah sehingga pengunjung dapat menikmati indahnya pemandangan sawah sambal menikmati semangkuk Soto Bathok hangat. ...
Jika pada biasaya kopi di warung-warung disajikan dengan biji kopi biasa yang dapat ditemui di toko-toko pada umumnya. Tidak seperti Kopi Joss disajikan secara berbeda, karena dari jenis kopinya saja merupakan biji kopi tradisional yang didatangkan dari daerah Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sehingga cita rasa yang dibawa juga khas dari kawasan tersebut. Kopi disangrai dan ditumbuk secara halus. Cara itu dilakukan untuk menjaga cita rasa Pada saat masak air juga berbeda dengan umumnya. Biasanya penjual kopi lainnya lebih memilih untuk memasak air menggunakan panci dan kompor gas, penjual Kopi Joss justru menggunakan Ketel (sejenis teko besar sebagai wadah dan memasaknya menggunakan arang). Ini dilakuan juga untuk menjaga cita rasa yang berbeda Ciri yang paling mencolok adalah saat penyajiannya, yaitu dengan mencelupkan arang kedalam gelas kopi yang akan kita minum. Arang yang telah membara didalam tungku api, diambil dan diketuk-ketuk untuk memastikan debu...
Daerah Istimewa Yogyakarta memang terkenal dengan kekayaannya akan kain batik. Salah satu batik DIY dari Kabupaten Sleman yaitu Batik Sinom Parijotho Salak. Pada tahun 2012, Kabupaten Sleman mengadakan lomba desain batik yang dimenangkan oleh desain batik Parijotho karya Susilo radi Yuniarto. Batik Parijotho tersebut kemudian dikombinasi dengan batik salak dan pada akhirnya munculah Batik Sinom Parijotho Salak yang diklaim sebagai batik khas Sleman. Motif Batik Sinom Parijotho Salak terinspirasi dari tanaman parijotho yang merupakan tanaman dedaunan yang banyak tumbuh dikawasan lereng gunung merapi, tanaman ini juga memiliki banyak manfaat dan khasiat. Sehingga makna motif parijotho dalam batik Sinom Parijotho Salak ini melambangkan kemakmuran. Sedangkan slak pondoh sendiri merupakan tanaman asli Kabupaten Sleman. Motif utama Batik Sinom Parijotho Salak ini yaitu elemen tangkai, daun, bunga parijotho, daun salak, serta bunga salak. Sedangkan latar belakang diisi cecek yaitu titi...
Wedang cengkeh adalah salah satu minuman tradisional yang berasal dari Kota Yogyakarta. Bertahun-tahun yang lalu, minuman ini sering dijadikan minuman untuk menyambut tamu. Bahan yang diperlukan untuk membuat minuman ini tidak terlalu banyak dan mudah dijumpai di dapur. Bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut: 250 gr jahe, bakar sebentar 3 batang serai 100 gr cengkeh 2 liter air 150 gr gula jawa 100 gr gula pasir 1/4 sdt garam Sama mudahnya dengan bahan-bahan yang diperlukan, langkah-langkah pembuatannya pun tidak sulit. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Pertama, cuci bersih jahe, serai, dan cengkeh. Tiriskan hingga kering. Kemudian, memarkan jahe dan serai. Kedua, rebus air bersama seluruh bahan. Masak hingga gula larut. Angkat, saring saat akan disajikan. Di atas adalah resep yang dimiliki ibu saya untuk membuat 8 gelas wedang cengkeh. Wedang cengkeh adalah minuman yang sering dihidangk...
Rebo Pungkasan adalah tradisi masyarakat desa Wonokromo yang diselenggarakan pada hari rabu terahir bulan sapar (Nama bulan kedua dalam kalender jawa) dengan simbol utama Lemper ( Makanan tradisional ) raksasa dengan panjang 2,5 meter dan diameter 90 cm yang diarak setelah pembacaan doa oleh bupati Bantul menuju Balai Desa Wonokromo yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer.Lemper raksasa tersebut diangkat oleh 4 orang menggunakan tandu dan diiringi oleh prajurit Bregade Lombok Abang ( prajurit kraton yogyakarta, namun dalam perayaan ini hanya masyarakat yang menyerupai bregade lombok abang ), kemudian dibelakangnya disusul oleh pasukan oncor ( orang yang membawa obor tradisional ), lalu dibelakangnya ada gunungan yang berisi hasil bumi masyarakat, dan paling belakang ada iring-iringan kesenian tradisional dari masyarakat seperti drum band prajurit kraton, drum band masyarakat, hadroh, dan lain-lain.Setelah Lemper Raksasa sampai di Balai Desa Wonokrom...
Taman Sari adalah salah satu bangunan bersejarah di Yogyakarta. Bangunan ini merupakan peninggalan dari Kraton Yogyakarta. Lokasinya tidak jauh dari Malioboro dan masih berada dalam kompleks Kraton Yogyakarta. Untuk menuju tempat ini, dapat dengan berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit dari Kraton Yogyakarta melalui Pasar Ngasem. Taman Sari terdiri dari bangunan dan kolam-kolam. Bagian dalam Taman Sari dikelilingi tembok menyerupai kastil. Bentuknya yang menyerupai kastil dan terdiri dari unsur-unsur perairan membuat Taman Sari dalam bahasa Inggris sering disebut sebagai Taman Sari Water Castle. Bagian dalam Taman Sari terdiri dari kolam-kolam yang dikelilingi bangunan. Pada bagian atas bangunan tersebut terdapat bilik yang digunakan raja zaman dahulu untuk melihat permaisurinya yang sedang mandi. Selain itu, terdapat juga bilik yang dalamnya terdapat dipan berlubang-lubang. Di bawah dipan tersebut terdapat semcam tungku yang diisi wewangian sehingga dapat mengharumkan o...
Ambarketawang adalah sebuah kelurahan yang terletak di kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Nama Ambarketawang memiliki arti bau harum yang memenuhi angkasa. Nama ini diambil dari nama pesanggrahan Sultan Hamengkubuwana I, yang terletak di desa ini. Menurut sejarah, akibat perjanjian Giyanti pada tahun 1755 yang memecah Kerajaan Mataram Islam menjadi Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunana Surakarta, dibangunlah Kraton Yogyakarta. Saat proses pembangunan kraton, untuk sementara Sultan Hamengkubuwana I dan keluarganya tinggal di sebelah barat kota Yogyakarta yang dikenal sebagai pesanggrahan Ambarketawang. Maka setelah pembangunan Kraton Ngayogyakarta selesai, Kraton Ambarketawang ditinggalkan, dan hanya dijaga oleh seorang Demang. Situs bekas Kraton itu dianggap keramat, sehingga setiap Kamis Pahing diadakan tirakatan. Pada bulan Jawa Sapar, diadakan upacara Saparan dengan acara pokok menyembelih bekakak, untuk memperingat...
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu dari 34 provinsi di Indonesia, Yogyakarta menyandang status sebagai daerah istimewa berkenaan dengan sejarah berdirinya provinsi ini pada masa lampau. Menurut Babad Gianti, Yogyakarta atau Ngayogyakarta (bahasa Jawa) adalah nama yang diberikan Paku Buwono II (raja Mataram tahun 1719-1727) sebagai pengganti nama pesanggrahan Gartitawati. Yogyakarta berarti Yogya yang kerta, Yogya yang makmur , sedangkan Ngayogyakarta Hadiningrat berarti Yogya yang makmur dan yang paling utama. Sumber lain mengatakan, nama Yogyakarta diambil dari nama (ibu) kota Sanskrit Ayodhya dalam epos Ramayana. Dalam penggunaannya sehari-hari, Yogyakarta lazim diucapkan Jogja(karta) atau Ngayogyakarta (bahasa Jawa). Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta sudah mempunyai tradisi pemerintahan karena Yogyakarta adalah Kasultanan, termasuk di dalamnya terdapat juga Kadipaten Pakualaman. Daerah yang memp...
Jika kalian pernah mengunjungi kota seni dan budaya, Daerah Istimewa Jogjakarta, kemungkinan besar kalian tidak akan asing lagi dengan transportasi tradisional bernama andong. Andong adalah alat transportasi beroda empat dengan dua roda belakang lebih besar dibandingkan dua roda depan. Alat tranportasi berupa kereta kuda ini tentunya memakai tenaga kuda untuk beroperasi. Andong memang dapat dijumpai di beberapa daerah lain dengan nama yang berbeda seperti dokar, bendi, delman atau sado. Namun, andong dari DI Yogyakarta ini memiliki sejarah tersendiri. Menurut asal-usul yang terdengar di antara masyarakat, andong ini dibuat dengan meniru kereta kencana. Jika kereta kencana (dalam bahasa daerah disebut kereto kencono ) dibuat hanya untuk raja-raja Mataram pada saat itu, maka andong dibuat untuk rakyat. Meskipun dibuat dengan meniru kereta kencana, andong memiliki penampilan dan bahan-bahan yang disesuaikan dengan kemampuan rakyat. Bahan utama andong ialah kayu dan besi. Dahulu, a...