Malang, merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terkenal akan apelnya yang khas. Masyarakat disana sangat beragam mulai dari masyarakat modern hingga masyarakat tradisional. Malang sendiri menyimpan banyak tradisi dari berbagai macam elemen budaya, salah satunya adalah elemen budaya ritual. Malang sebagai kampung halaman ayahku memiliki beberapa ritual khusus salah satu contohnya ialah budaya tahlilan saat ada yang meninggal. Di Malang sendiri, setiap kali ada warganya yang meninggal, satu kampung langsung riuh, kabar meninggal yang sangat cepat menyebar, warga yang berdatangan untuk mengunjungi keluarga yang ditinggalkan, ada yang menyediakan keperluan-keperluan jenasah, seperti kursi, meja, keranda, kain kafan, sembako dll. Para warga disana melakukan apapun yang mereka bisa untuk meringankan beban dari keluarga yang ditinggalkan seakan akan yang wafat tersebut merupakan keluarga mereka juga. Apabila memungkinkan proses pemandian dan penguburan akan dilakuka...
Menjes adalah makanan berbahan dasar kedelai yang lazim ditemukan di Jawa Timur, khususnya di daerah Malang. Di daerah Malang, biasanya ditemukan menjes bertekstur kasar yang disebut menjes kacang. Menjes ini terbuat dari kedelai hitam atau ampas tempe. Rasanya sangat unik, berbeda dengan tempe pada umumnya. Menjes biasanya diolah dengan cara dicelupkan di air garam lalu digoreng atau digoreng dengan tepung, lalu dimakan dengan sambal bawang maupun sambal kacang atau dengan cabai rawit.
Keripik Tempe Keripik Tempe merupakan salah satu makanan khas yang cukup terkenal di Indonesia. Berasal dari Jawa Timur, banyak wisatawan yang menjadikannya buah tangan. Bentuknya yang sangat tipis, sehingga menghasilkan tekstur yang empuk dan sangat renyah. Selain itu, karena terbuat dari tempe kedelai, keripik tempe memiliki cita rasa gurih yang sangat khas. Di Indonesia sendiri, Keripik Tempe ini biasanya diolah dengan berbagai rasa maupun bentuk yang berbeda-beda, sehingga setiap daerah bisa memiliki ciri khasnya masing-masing. Berikut komposisi yang diperlukan untuk membuat keripik tempe : -Tempe Kedelai -Tepung Beras -Tepung Terigu -Telor Ayam -Bawang Putih -Rempah Rempah -Garam -Gula -Penyedap Rasa -Minyak Nabati Proses pengolahannya hampir sama seperti tempe mendoan. Yang membedakannya adalah alat pemotong khusus supaya tempe tidak mudah hancur. Jadi setelah terpotong tipis tipis, tempe dimasukan ke adonan tepung yang telah di bumbui. Kemudian, di goreng hingga kering...
Kerupuk Upil adalah makanan khas daerah Kediri Jawa Timur. Berdasarkan namanya kerupuk, biasanya kerupuk dibuat camilan saat makan ataupun diluar makan. Kerupuk ini memiliki rasa asin dan renyah, kerupuk upil ini berbeda dengan krupuk yang lain karena kerupuk upil ini tidak digoreng dengan minyak melainkan digoreng dengan pasir yang tentunya pasir khusus bahan makanan dimana pasir ini bisa berasal dari pasir sungai yang bersih dan tentunya dengan goreng pasir ini kerupuk upil dapat dikonsumsi oleh kalangan anak-anak karena menyehatkan. Berikut alat bahan yang perlu disiapkan dan cara membuatnya. Bahan : 1. Tepung tapioka secukupnya 2. Bawang putih 3. Garam secukupnya 4. Air 5. Pasir sungai yang telah steril atau bersih Cara Membuat : 1. Siapkan alat untuk membuat kerupuk upil, diantaranya pisau, timbangan, dan baskom sebagai wadah 2. Haluskan bawang putih dan tepung tapioka. Campur kedua bahan dengan rata dan jangan lupa tambahkan garam secu...
jalan - jalan ke gresik rasanya tidak lengkap jika tidak membawa buah tangan. Terdapat banyak sekali kuliner khas dari kabupaten Gresik. namun yang paling banyak diserbu yaitu pudak. Makanan khas ini terbuat dari tepung beras yang dibungkus dalam suatu wadah dari daun pinang,dan memiliki rasa yang gurih dan manis. bagi anda yang suka manis, mungkin kue ini wajib anda coba. Perlu diketahui bahwa kue pudak itu memiliki 3 jenis, kue pudak merah, kue pudak putih, dan kue pudak sagu.yang membedakan yaitu pudak putih menggunakan gula pasir, pudak merah mengunakan gula jawa, dan pudak sagu menggunakan sagu. Namun dari ketiga jenis pudak tersebut hampir mempunyai rasa yang sama dan tentunya enak. Cara membuatnya sedikit rumit namun dengan bahan bahan yang dibutuhkan tidak banyak. ada tepung beras, santan, gula pasir, daun pinang , daun padan dan vanilla sedukupnya. Untuk mengukusnya pun tidak memerlukan waktu yang lama. Kurang lebih hanya 50 menit sampai 1 jam. pudak lebih sedap ke...
Memang tidak akan ada habisnya jika kita membahas tentang kuliner di Indonesia. Kenaekaragaman makanan dari seluruh Indonesia, membuat siapapun akan selalu penasaran dengan beragam kuliner nusantara. Kaldu, kuliner khas Madura, Jawa Timur. Mungkin yang terbayang di benak saat mendengar "kaldu" adalah sup ayam dengan kaldunya, atau kaldu sapi yang biasa ditambahkan sebagai penyedap masakan. Tapi lain untuk kaldu yang satu ini. Makanan yang dapat dijumpai di daerah Sumenep ini memiliki keunikan tersendiri. Satu porsi kaldu ini terdiri dari kaki sapi atau iga serta kuah yang gurih. Akan tetapi ada yang berbeda dengan kuahnya. Jika kebanyakan kuah akan memadukan kaki sapi dengan sayuran , kuah kaldu justru memadukannya dengan taburan kacang hijau. Kaldu ini biasa dikenal dengan nama Kaldu Kokot. Kokot sendiri memiliki arti kaki sapi dalam bahasa Madura. Perpaduan rempah dan gurihnya kaki sapi menjadi citarasa tersendiri. Kaldu Kokot ini bisa dijumpai di daerah Pa...
Muluk Maka n adalah satu urusan terpenting dalam hidup, cara makan juga merupakan satu budaya. “Setiap bangsa di dunia ini punya budaya tersendiri.” . Masing-masing bangsa memiliki budaya mereka masing masing bagaimana cara mereka makan. Contohnya orang Barat terbiasa makan menggunakan sendok dan garpu, sedangkan orang Cina makan menggunakan sumpit. Setiap tindakan atau cara selalu ada tujuannya, tentu saja ada alasan kenapa mereka makan dengan cara yang beragam tersebut. Ada pula cara makan orang Indonesia yang lebih praktis dan sederhana yaitu memakai tangan saja , tidak perlu repot memakai sendok , garpu , ataupun sumpit. Dalam istilah Jawa-nya cara makan ini disebut dengan muluk . Cara ini sangat praktis dan Indonesia benget . Cara untuk makan dengan muluk adalah pertama harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan, pastikan menggunakan sabun agar tangan bersih dari kuman dan bakteri, lalu gunakan ta...
Wedang Ronde adalah salah satu minuman khas di daerah Jawa Timur, khususnya Mojokerto. Makanan ini terdiri dari ketan putih, roti tawar yang dipotong dadu, kacang tanah, dengan kuah santan yang telah dicampur dengan jahe. Sebelum dimasak, ketan putih direndam kurang lebih selama 1 jam lalu dikukus selama 30 menit. Kacang tanah yang digunakan adalah kacang tanah kupas yang telah direndam dengan air panas selama kurang lebih 15 menit lalu ditiriskan dan digoreng. Selain itu, proses pembuatan kuah santan tidaklah sulit, parutan jahe dan kelapa dicampur menjadi satu lalu diperas dan direbus dengan ditambahkan pandan. Untuk urutan penyajiannya, ketan putih dan roti tawar dimasukkan terlebih dahulu lalu disiram kuah santan dan diberi kacang. Wedang ronde sangat mudah ditemukan di pinggir jalan. Wedang ronde sangat cocok dinikmati saat musim hujan ataupun saat dingin.
Jangan osek atau sayur osek merupakan makanan khas kabupaten Mojokerto khususnya di desa Talunblandong, kecamatan Dawarblandong. Bahan dasar jangan osek adalah daging atau juga bisa menggunakan ayam, boceng atau juga bisa menggunakan pepaya muda, kluwek, bawang merah, bawang putih, jahe, laos, kunyit, kencur, daun jeruk, cabai, santan, ketumbar, jinten, merica, garam, gula, daun bawang dan bawang goreng. Jangan osek terlihat seperti rawon, namun pada dasarnya bahan yang digunakan ada yang berbeda. Rawon tidak menggunakan santan dan cabai tetapi menggunakan serai. Cara memasak jangan osek cukup mudah, namun jika memasak dalam porsi besar maka membutuhkan waktu yang lama. Pertama-tama rebus daging terlebih dahulu lalu masukkan bumbu yang sudah dihaluskan, serta potongan sayur bonceng/ pepaya seukuran jari telunjuk. Tunggu hingga mendidih dan jangan osek siap dihidangkan. Jangan osek tidak ditemui di warung-warung atau rumah makan, karena makanan ini hanya disajikan saat acara syukuran,...