HARI PAHLAWAN
908 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Hari Raya Masyarakat Cireundeu
Ritual Ritual
Jawa Barat

Satu Syura adalah hari Raya bagi masyarakat Cireudeu seperti Lebaran bagi umat Islam. Biasanya kaum perempuan berkebaya putih sedangkan kaum lelakinya mengenakan pakaian pangsi warna hitam dan ikat kepala khas. Dengan tertib satu persatu sungkem pada sesepuh yang duduk melingkar di Balai Adat, pusat prosesi Seren Taun, 1 Sura Tahun Saka 1426 atau 8 Desember 2012 silam. Satu Syura , mereka menggunakan baju yang terbaik untuk mengikuti ritual Seren Taun yang dipimpin pimpinan Kampung  Adat Cireundeu, Abah Emen Sunarya. Kemudian sungkeman dan dilanjutkan makan-makan lazimnya pesta. Sesudah itu barulah mereka bersama-sama mengunjungi kuburan leluhur.  Setelah prosesi Seren Taun, sehari semalam.  Masyarakat Cireundeu berpesta dan dengan tangan terbuka lebar mengajak siapapun yang datang untuk ikut bergembira dan makan  bersama mereka. Apa makanan yang disajikan? Tentu saja rasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauknya yaitu opor ayam, sambal goreng, tumis buncis da...

avatar
OSKM18_16018173_SalsabilaSyifa Fuady Ranawijaya
Gambar Entri
Kepercayaan Masyarakat Cireundeu
Ritual Ritual
Jawa Barat

Kepercayaan masyarakat kampung Cireundeu berawal dari jaran Madrais ini di bawa oleh Pangeran Madrais pada tahun 1918 ke Kampung Cireundeu yang mengajarkan falsafah dan ajaran moral tentang bagaimana membawa diri dalam kehidupan. Hinggga saat ini masyarakat adat Cireudeu masih teguh memeluk ajaran tersebut meskipun telah berpuluh-puluh tahun, mereka salalu taat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Agama Djawa Sunda (ADS) nama lain dari ajaran Madrais ini merupakan kepercayaan sejumlah masyarakat yang tersebar di daerah Cigugur, Kabupaten Kuningan. Abdul Rozak seorang peneliti kepercayaan sunda, menyatakan bahwa agama ini ialah bagian dari agama Buhun. Agam Djawa Sunda (ADS) atau Sunda Wiwitan awal berkembang di Cireundeu adalah setelah pertemuan H. Ali kakek dari Abah Emen yang sekarang menjabat sebagai Ketua Adat atau Sesepuh ini dengan Pangeran Madrais pada tahun 1930-an. Pada tahun 1938 Pangeran Madrais pernah sempat tinggal menetap di Kampung Adat Cireundeu. Pange...

avatar
OSKM18_16018173_SalsabilaSyifa Fuady Ranawijaya
Gambar Entri
Pamali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Siapa sih yang tidak tahu masyarakat Sunda? Suku Sunda mempunyai banyak sekali kearifan lokal yang unik. Ada satu kepercayaan yang disebut "pamali". Pamali adalah bahasa Sunda yang artinya kurang lebih adalah "suatu hal atau tindakan yang tidak boleh dilanggar". Jika dilanggar, maka akan ada hal buruk yang terjadi. Ada banyak sekali pamali yang dikenal oleh masyarakat Sunda. Menurut Fifi Febriyani Rachmawaty, seorang Sunda asli yang saat ini tinggal di Bandung dan merupakan ibuku sendiri, ada beberapa pamali paling umum dikenal oleh masyarakat, yaitu: 1. Ulah cicing di lawang panto (jangan duduk di ambang pintu) Jika seorang perempuan duduk di ambang pintu, maka ia tidak akan dapat jodoh. Memang ini terdengar tidak masuk akal, tapi ada penjelasan asal mula pamali yang satu ini. Pada zaman dahulu, perempuan yang duduk di ambang pintu adalah perempuan yang tidak baik, sehingga tidak akan ada pria yang mau melamarnya. Duduk di ambang pintu juga akan menghalangi orang-orang yang hendak...

avatar
Oskm18_16818217_fatimah
Gambar Entri
Peuyeum Ketan Kuningan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Peuyeum Ketan Kuningan merupakan makanan tradisional khas dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Peuyeum ketan kuningan ini terbuat dari beras ketan yang telah difermentasi dan dibungkus dengan daun jambu air, sehingga memiliki cita rasa yang enak dan unik di lidah. Peuyeum ketan ini terbuat dari bahan-bahan yang alami dalam proses pembuatannya. Makanan ini menjadi oleh-oleh yang sangat digemari apabila berkunjung ke Kabupaten Kuningan. Makanan ini akan sangat diburu oleh wisatawan pada saat musim liburan tiba. Peuyeum ketan kuningan ini sangat unik dalam penyajiannya. Pedagang-pedagang biasa menyajikan makanan ini di dalam ember berwarna hitam. Selain itu, biasanya makanan ini disajikan dalam dua pilihan, yaitu dalam keadaan matang dan ada yang masih dalam keadaan belum matang. Dalam keadaan matang biasanya disajikan untuk pembeli yang ingin membawa makanan tersebut ke daerah yang dekat. Sedangkan, peuyeum yang masih dalam keadaan belum matang biasanya disajikan untuk pembe...

avatar
OSKM18_16618186_Muhammad Fauzan Yusuf
Gambar Entri
Nadran
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan oleh nelayan Indramayu setiaop dua mingu setelah  lebaran idul fitri. Kata Nadran sendiri berasal dari kata  Nadzar-Nadzaran.  Nadran yang berarti kaul atau syukuran. Syukuran nelayan Indramayu perihal diadakannya tradisi ini sendiri adalah atas rejeki melimpah yang diberikan tuhan kepada mereka baik berupa keselamatan ketika berlayar di laut maupun hasil ikan yang melimpah sepanjang tahun yang lalu. Tradisi Nadran mula-mula diawali dengan diadakannya pagelaran tari-tarian dan hiburan rakyat tradisional seperti rego, jaipong, genjring, tari kerbau, dll. Semua warga nelayan Indramayu yang hadir hari itu  tumplek-blek  menikmati pesta tahunan ini hingga pesta ini menjadi begitu meriah.  Kemeriahan pun tampak di dalam ruangan khusus dimana ibu-ibu dan bapak-bapak nelayan yang dianggap kompeten menyiapkan  meron   yang akan dilarung keesokan harinya.  Meron  sendiri merupakan sebuah miniat...

avatar
OSKM18_16518183_Rafi Abbel Mohammad
Gambar Entri
Sajen atau Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu | #OSKMITB2018
Ritual Ritual
Jawa Barat

Sesajen atau sajen kerap kali disalahartikan sebagai sesembahan ataupun makanan dari makhluk halus atau leluhur. Semoga dengan adanya artikel ini dapat meluruskan hal yang selama ini dianggap sebagian masyarakat sebagai hal mistis ataupun tabu. Parukuyan atau anglo : Wadah untuk menyimpan bara apai terbuat dari tanah merah, dibuat menggunakan empat unsur tanah, api, air, dan angin. Merupakan lambing tubuh manusia. Rujakeun (rujakan) : bahwa kehidupan ini penuh dengan dinamika, penuh berbagai rasa dari kesedihan, kegembiraan, kekecewaan, dsb. Oleh karena itu, rujakan dipenuhi oleh berbagai macam rasa Air minum : air bening, teh manis, teh pahit, kopi pahit, kopi manis. Disini mengandung ajaran bahwa ketika kita lahir kita seperti air bening, belum terpengaruh apapun. Teh manis, teh pahit melambangkan ketika kita beranjak dewasa, kita ditempa oleh cobaan hidup. Kita lihat bagaimana teh ini tumbuh, mereka berkelompok dalam keadaan panas, hujan, dsb. Kemudian teh ini...

avatar
OSKM18_16718293_Doli Tri Dito
Gambar Entri
Petis Jagung Sukabumi
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Petis jagung adalah salah satu makanan khas Sukabumi. Makanan ini unik karena hanya dapat ditemukan pada saat malam hari di Bulan Ramadhan. Seperti namanya, makanan ini terdiri atas dua komponen utama: bumbu petis/rujak serta jagung. Bahan petis terdiri atas cabe, gula merah, air, cuka, dan garam. Seluruh bahan dicampur dan diulek hingga hancur dan keluar air kecuali gula merah, yang dicairkan untuk membuat kinca. Petis dicampur dengan kinca baru pada saat penyajian. Sementara, jagung yang akan disajikan dibakar terlebih dahulu, kemudian diiris dan dimasukkan ke bumbu petis. Petis jagung biasanya disantap dengan kerupuk asoy. Kerupuk ini tipis dan berukuran besar, dan merupakan pendamping untuk rujak/petis. #OSKMITB2018  

avatar
Oskm18_16518327_faris
Gambar Entri
Peuyeum Makanan Khas Bandung
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Berbicara soal kota Bandung tidak lengkap apabila tidak membicarakan berbagai macam makanan khas kota Bandung. Memang dari setiap penjuru daerah Bandung terdapat berbagai macam makanan khasnya tersendiri, dan pada kesempatan ini saya akan membahas dan mengulas seputar makanan yang bernama Peuyeum Bandung atau dalam bahasa Indonesianya disebut dengan Tape. Peuyeum Bandung memiliki 2 jenis yang berbeda bahan pembuatannya, jenis peuyeum yang pertama terbuat dari singkong, dan jenis ini mungkin jenis peuyeum yang sering kita temui. Kemudian jenis yang kedua, ada jenis peuyeum yang dibuat dari beras ketan yang telah di fermentasikan. Dan yang akan kita bahas kali ini adalah jenis peuyeum yang terbuat dari bahan dasar singkong. Peuyeum Bandung biasanya dijual dengan cara digantungkan di langit-langit depan warung sederhana di pinggiran jalan, ataupun kita bisa menemukan penjual peuyeum yang berkeliling. Namun penjual peuyeum sudah sulit ditemukan kecuali mencari ke pasar-pasar khusus....

avatar
Oskm18_16818291_luthfiachmadsardjia
Gambar Entri
Pangsi dan Iket, Lambang Jajaka Priangan
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

  sumber:  galeri-iket.com       Salah satu dari sekian banyak jenis budaya Tatar Sunda yang perlu dilestarikan adalah pakaian, khususnya pangsi dan iket Sunda. Pangsi dan iket Sunda merupakan ciri khas jajaka (pemuda) Sunda dalam berpakaian sehari-hari.   Masyarakat pada umumnya mendengar kata "pangsi" identik dengan celana dan baju tanpa kerah berwarna hitam. Namun, sebenarnya yang disebut pangsi adalah bagian bawahnya (celana), sedangkan bagian atas (baju) disebut dengan Salontreng . [1] Akan tetapi, masyarakat lebih mengenal pakaian ini "sepaket" dengan istilah pangsi.    Iket Sunda sendiri merupakan selembar kain yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dipakai dan digunakan sebagai penutup kepala. Iket di Tatar Sunda dikenal juga dengan istilah totopong . Dahulu, iket hanya terbatas berwarna hitam atau putih, tetapi seiring perkembangan zaman, warnanya semakin bervariasi dan mulai berkemb...

avatar
Muhamad Daffa Wicaksana