Kanji Pumbungo Senjata Kanji pumbungo berukuran ± 275 cm di mana gagang senjata terbuat dari bahan kayu hitam dan mata senjata dari besi yang berjumlah tujuh ujung. Senjata yang sering digunakan para prajurit kerajaan/istana dalam berperang dan juga digunakan untuk menagkap ikan dalam aktivitas sehari-hari. https://gpswisataindonesia.info/2017/10/senjata-tradisional-gorontalo/
Saraba Pilihan minuman khas Gorontalo lain yang juga wajib Toppers cicipi saat berkunjung ke Gorontalo adalah Saraba. Mirip seperti STMJ (Susu Telur Madu Jahe), minuman khas Gorontalo ini sangat cocok diseruput pada malam hari ataupun pada saat cuaca tengah dingin. Untuk yang menyukai rasa manis, Toppers bisa menambahkan gula aren sebagai pelengkap minuman khas Gorontalo ini. https://www.tokopedia.com/blog/travel-makanan-khas-gorontalo/
Kue Popolulu Berbahan dasar Ubi merah, kue popolulu adalah kue khas Gorontalo berbentuk bola-bola yang memiliki cita rasa manis. Makanan khas Gorontalo ini sangat cocok untuk dijadikan teman pendamping minum kopi dan teh di sore hari. https://www.tokopedia.com/blog/travel-makanan-khas-gorontalo/
Tari Dana Dana Dana dana yang merupakan nama tarian Gorontalo ini diambil dari bahasa Daya Dayango yang berarti menggerakan semua anggota tubuh sambil berjalan sehingga bisa diartikan ini merupakan tarian yang dilakukan semua anggota tubuh sambil berjalan. Tarian Gorontalo ini merupakan jenis tari pergaulan remaja yang dilakukan 2 hingga 4 orang pria dengan gerakan dinamis sekaligus lincah dimana setiap badan penari akan bergerak sesuai dengan irama musik. Tarian tradisional Gorontalo ini akan diiringi dengan alat musik gambus dan rebana serta lagu berpantun tema percintaan atau nasihat remaja yang energik penuh dengan gairah hidup. Tari ini memiliki 2 fungsi yakni sebagai tari penyambutan yang dilakukan untuk menyambut tamu dan juga tari perayaan yang dilakukan untuk hari besar atau perayaan adat Gorontalo. https://budayalokal.id/tarian-gorontalo/
Tari Langga Tari Langga merupakan jenis tarian beladiri asal Gorontalo. Gerakan dalam tarian Gorontalo ini diperkaya dengan budaya gerak yang berkaitan dengan upacara adat serta beberapa aktivitas sehari hari seperti memanjat pohon kelapa, berkebun, menyabrang sungai dan lain sebagainya. Kekuatan dari tarian ini juga memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda beda untuk setiap wilayah Gorontalo. Selain sebagai tarian, tari langga juga menjadi olahraga tradisional masyarakat Gorontalo yakni adu ketangkasan untuk mengunci atau membuka kuncian yang disebut dengan walama. https://budayalokal.id/tarian-gorontalo/
Ada sebuah desa yang terletak di kaki gunung di sana tinggallah sepasang suami istri yang hidupnya sangat melarat. Mereka mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Kaloku. Karena ia anak yang tunggal sehingga orang tuanya sangat sayang dan selalu memanjakannya. Ayahnya bernama Wengel dan ia sangat terkenal sebagai seorang yang paling malas di desa akan tetapi sebaliknya, si istri yang bernama Lingkama sangat terkenal sebagai seorang ibu yang paling rajin di desanya. Sepanjang hari istrinya si Wengel pekerjaannya hanya makan tidur saja. Sang istrinya dengan tekun mencari nafkah untuk keperluan hidup mereka sekeluarga. Setiap hari ia bekerja di ladang dan mencari kayu di hutan dan waktu pulang ke rumah ia tidak luput pula dari tugas-tugasnya di dalam rumah seperti, memasak nasi, mencuci piring dan baju, menyapu rumah dan halaman dan lain-lain. Selain itu untuk sekedar menambah penghasilan, pada malam harinya ia mengayam tikar dan hasilnya ditukar dengan bahan makanan....
Tulap ini kawin dengan Inania. Keduanya membuat sebuah istana di tengah-tengah hutan. Selang beberapa tahun dari perkawinan mereka, berkatalah Tulap ini kepada istrinya untuk keluar mencari mangsa. Makanan dari Tulap suami istri ini tiap-tiap hari menangkap dan memakan manusia. Jika mereka dapat menangkap anak yang masih kecil belum dimakamnnya, tetapi dibawanya ke tempat tinggal lau dimasukkan ke dalam kandang, dipelihara sampai besar, lalu dimakan. Semua orang bersembunyi karena takut jangan-jangan berjumpa dengan Tulap lalu ditangkapnya. Itulah yang menyebabkan sehingga manusia di dalam dunia waktu itu tidak berkembang biak. Setelah Tulap ini keluar dari rumahnya untuk bepergian bertemulah ia dengan seorang laki-laki yang sedang pergi mencari kayu api. Setelah orang ini melihat si Tulap hilanglah semangatnya karena takutnya. Sambil mendatangi orang itu berkatalah Tulap kepadanya: "Hai manusia, jangan kamu takut karena aku tidak memakanmu. Marilah kita bersama-sama p...
Pada waktu itu Abo' Mamongkuroit ini mendirikan sebuah rumah ditengah-tengah hutan. Abo' Mamongkuroit ini kawin dengan Buwa (putri) Monondeaga. Rumah tangga mereka sangat berbahagia. Mereka saling harga menghargai satu dengan yang lain. Berapa lama berselang dari pergaulan mereka, pada suatu hari Abo' Mamongkuroit memanggil istrinya lalu berkata, "Jika sekiranya diijinkan baiklah aku pergi merantau untuk mencari nafkah bagi kita berdua. Tidak lama aku bepergian." Istrinya menjawab, "Terserah kepadamu, jika ingin merantau aku tidak melarangmu, rela hatiku asalkan jangan terlalu lama." Sesudah itu suaminya bergegas-gegas lalu disuruhnya membuatkan bekal ketupat dan telur ayam rebus. Belum berapa lama kemudian suaminya berangkat dari rumahnya, datanglah si Tulap. Melihat si Tulap datang istrinya takut. Tetapi si Tulap melihat ia takut berkatalah ia, "Jangan takut padaku karena aku tidak memakanmu." "Bagaimana caraku agar supaya aku tidak dibawa oleh si Tulap." P...
Kira-kira pada tahun 1525, yang menjadi Raja di Limboto adalah Pilohibuta namanya. Kemudian Raja Pilohibuta memperoleh putra yang bernama Boibudu, putra tersebut pernah menjadi Wedono Limboto dalam riwayat hidupnya. Oleh karena topik cerita ini adalah Raja Ilato, yang bermaksud ingin menceritakan/memperkenalkan bahkan bagaimana sebenarnya sang Raja tersebut, khususnya menyangkut perangai perilaku beliau dalam masyarakat, maka baiklah secara silsilah perlulah kiranya diperkenalkan terlebih dahulu bahwa, Boibudu memperoleh seorang putra yang bernama Ilato, dan dialah yang bergelar Si Ju Panggola atau Si Du Panggola (Ju adalah penggilan penghormatan kepada seseorang, sedangkan Panggola artinya orang tua). sumber gambar : bunggo.ung.ac.id Kira-kira pada tahun 1663, Hato menjadi Raja di Limboto atas persetujuan dan permufakatan masyarakat. Bagaimana perangai dan perilaku beliau dalam masyarakat sejak menjadi Raja sungguh sangat positif untuk menjadi teladan bagi generasi selanj...