Resep Wedang Uwuh - Salah satu resep tradisional yang masih eksis sampai sekarang adalah resep minuman Wedang Uwuh. Wedang Uwuh merupakan minuman khas Imogiri, Kecamatan Bantul, Provinsi DIY. Pada awalnya wedang uwuh hanya ada di satu angkringan di dekat makam keluarga raja mataram saja, namun sekarang sudah banyak yang mengenal dan mengkonsumsi Wedang Uwuh diberbagai angkringan di Jogja bahkan sudah ada juga di daerah lain meski tidak sebanyak di Jogja. Asal kata uwuh berasal dari Bahasa Jawa, jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia adalah sampah dedaunan. Dalam perkembangannya, kata uwuh juga bermakna sampah secara umum, sehingga mengesankan kotor dan becek. Nama Wedang Uwuh justru mengundang orang untuk datang, karena penasaran akan kesegaran dan khasiat yang dimilikinya. Sedangkan kata wedang juga berasal dari Bahasa Jawa yang artinya adalah minuman. &n...
Banyak yang tahu bahwa gudeg adalah makanan khas Yogyakarta terbuat dari nangka muda kemudian diolah sedemikan rupa dan dibubuhi bumbu-bumbu tertentu sehingga jadilah hidangan khas seperti apa yang kita kenal sekarang. Itu kalau gudeg biasa, bagaimana halnya dengan Gudeg Manggar Bantul? Agak berbeda dengan gudeg yang biasa ditemui, gudeg manggar ini tidak terbuat dari Nangka Muda sebagai bahan bakunya, akan tetapi dari “Manggar” atau “Bunga Kelapa”. Iya benar, bunga kelapa di pohon kelapa yang merupakan cikal bakal buah kelapa itu yang dijadikan bahan baku gudeg manggar ini. Nah, karena bunga kelapa jauh lebih sukar ditemui ketimbang nangka muda, maka sudah pasti gudeg manggar juga menjadi lebih langka ketimbang gudeg biasa. Selain bunga kelapa yang menjadi bahan dasar tersebut tidak sebanyak nangka muda, ternyata hanya bunga kelapa yang masih muda yang bisa digunakan untuk hidangan ini. Tidak berhenti sampai di situ, ternyata (lagi) tidak setiap...
Sejarah Sekaten Pada tahun 1939 Caka atau 1477 M, Raden Patah selaku Adipati Kabupaten Demak Bintoro, dengan dukungan para Wali membangun Masjid Agung Demak sebagai tempat ibadah dan tempat bermusyawarah para wali. Salah satu hasil musyawarah para wali dalam rangka meningkatkan syiar Islam,selama 7 hari menjelang peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW,diadakan kegiatan syiar Islam secara terus menerus. Supaya menarik pengunjung,dibunyikan 2 perangkat gamelan ciptaan Sunan Giri, dengan membawa gendhing-gendhing tertentu ciptaan para wali,terutama Sunan Kalijaga. Para pengunjung yang menyatakan ingin “ngrasuk” agama Islam setelah mengikuti kegiatan syiar agama Islam tersebut dituntun untuk mengucapkan 2 kalimat syahadat (syahadatain). Dari kata syahadatain yang berarti dua kalimat syahadat itulah menjadi SEKATEN akibat perubahan pengucapan, sebagai istilah ya...
Krumpyung adalah salah satu bentuk teater rakyat yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesenian yang berupa drama tari topeng ini bersifat humor yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat sekitar. Nama Krumpyung diambil dari suara iringannya yang terdiri dari angklung, terbang, keprak, kentongan dan kendang yang apabila digerakkan secara bersamaan akan menimbulkan efek bunyi “kemrumpyung”. Kesenian krumpyung lahir pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwana VII. Konon, di masa itu antarseniman saling bersaing untuk menciptakan sebuah kesenian baru agar lebih digemari penonton. Dari persaingan itu lahirlah suatu kesenian yang disebut sebagai “krumpyung”. Waktu itu adalah salah seorang seniman (seorang dalang wayang kulit) berasal dari Desa Keyongan, Bantul yang bernama Ki Residana atau terkenal dengan nama Mbah Sompil. Beliau termasuk orang yang kreatif. Dengan kekreatifannya itulah kemudian menciptakan suatu pertunjukan topeng yang b...
Tahun 1942 adalah masa awal penjajahan "saudara tua," Jepang cebol kepalang yang hanya seumur jagung. Masyarakat Indonesia mulai dari kota besar sampai di pelosok-pelosok desa terpencil mengalami penderitaan yang luar biasa beratnya. Kemerdekaan mereka semakin terampas, kurang sandang, kurang pangan, dan yang lebih menyedihkan lagi wabah penyakit melanda di mana-mana. Menurut cerita yang berkembang dari mulut ke mulut, kesusahan luar biasa digambarkan dengan makan bonggol pisang dan pakaian karung goni. Kalau ada di antara penduduk yang meninggal kain kafannya terbuat dari tikar atau sama sekali tidak dikafani secara layak. Untuk merefleksikan keadaan yang sangat menyedihkan itu, masyarakat pedesaan di kawasan Gunung Kuncir, Perbukitan Menoreh, bilangan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menciptakan sebuah bentuk kesenian yang disebut Kethoprak Lesung. Kethoprak yang menggunakan lesung (perangkat penumbuk padi) sebagai tetabuhan pengganti gendhing yang biasa digu...
Menurut legenda yogyakarta , pada zaman dahulu terdapat dua buah kerajaan sama besar yang saling bertetangga, kerajaan Prambanan & kerajaan Pengging. Kerajaan Prambanan dipimpin oleh Raja Boko yang memiliki putri sangat cantik bernama Roro Jonggrang. Sedangkan kerajaan Pengging dipimpin oleh raja Pengging. Raja Pengging terkenal sangat haus kekuasaan. Suatu ketika, Raja Pengging yang terkenal sombong dan haus kekuasaan, memerintahkan pada ksatria perkasa bernama Bandung Bondowoso untuk menyerang kerajaan Prambanan. "Hai Bondowoso, kau pergilah ke kerajaan Prambanan kemudian taklukan kerajaan tersebut agar mau tunduk pada kerajaan kita." kata Raja Pengging pada Bandung Bondowoso. "Baik raja. Hamba akan segera berangkat. Hamba berjanji akan menaklukan kerajaan Prambanan." Bandung Bondowoso menerima perintah raja. Segerasaja pasukan Bandung Bondowoso pergi menyerang kerajaan Prambanan. Dalam waktu singkat mereka berhasil memas...
Aksara Jawa dalam motif kain Kaos Kaligrafijawa gambar Bung Tomo bertuliskan "Rawe-rawe rantas malang-malang putung". Salam Aksara Jawa http://kaligrafijawa.com Kaligrafijawa OLShop
Tak jauh dari alun-alun utara Kompleks Keraton Jogjakarta, lepas sedikit dari lorong plengkung Wijilan, kios-kios berjajar seperti kereta. Terdapat Warung Bu Slmaet, 84 tahun, salah satu penjual Gudeg generasi pertama. Gudeg adalah makanan khas Jogjakarta. Ia mulai dikenal pada 1946, meski ada juga yang mengatakan gudeg sudah ada jauh sebelum itu. Gudeg adalah bahasa Jawa yang berarti nangka muda. Secara kategori, terbagi dua, yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Pada gudeg basah, blondo (santan) yang kental ditambah dengan yang cair supaya lebih merata. Dalam proses pemasakannya, gudeg basah lebih cepat masak karena tidak lagi dikeringkan, sebagaimana gudeg kering. Gudeg kering akan memiliki ketahanan selama berhari-hari jika ia sering dipanaskan. Ada juga yang mengatakan, semakin ia berwarna coklat, mungkin mendekati hitam, semakin "liar" citarasa gudeg yang diperoleh. Bahan-bahan: 1 kg nangka muda, potong kecil-kecil 2 lembar daun salam 1...
Bayam biasanya dijadikan dalam bentuk sayuran berkuah atau tumis, tapi di Jogja bayam dijadikan camilan yang enak dan bergizi. Peyek Bayam, penganan satu ini bisa dijadikan salah satu alternatif camilan untuk dikonsumsi sehari-hari. Bahan-bahan: ¼ liter santan encer dari ¼ butir kelapa 150 gr tepung beras 50 gr tepung sagu 1 buah kuning telur 1 sendok teh garam atau merica bubuk Bayam secukupnya Bumbu Halus: ½ sdt ketumbar 1 cm kencur 3 siung bawang putih Cara Membuat: 1. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat peyek bayam atau keripik bayam. 2. Langkah berikutnya, cuci bayam sampai bersih. 3. Kemudian campurkan bumbu halus dengan bahan lainnya, aduk merata sampai licin. 4. Ambil daun bayam yang sudah disiapkan dan kemudian celupkan ke dalam adonan tadi sambil di angat agar agak tiris lapisan pencelupnya. 5. Panaskan minyak lalu goreng bayam yang sudah dicelupkan tadi sampai kering atau renyah. Angkat dan tiriskan. 6. L...