Lolitu Rinca adalah salah satu makanan tradisional yang ada di Minahasa khususnya etnis Tontemboan yang berdomisili di wilayah kecamatan Tareran terutama di desa Suluun Raya. Asal-usul Nama kuliner Lolitu Rinca ini diangkat berdasarkan nama bahan yang digunakan yaitu Lolitu dan Rinca. Lolitu atau kacang panjang adalah satu jenis sayuran yang ditanam warga di halaman atau kebun dekat rumah, sehingga para ibu mudah merawat, menemukan dan mengambilnya, karena pada jaman dahulu aktivitas masyarakat di pasar tidak setiap hari. Masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gisi mereka diupayakan dengan memanfaatkan alam lingkungan yang ada dan dengan tanaman atau tumbuhan yang mudah tumbuh dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk panen seperti tanaman sayur kacang panjang atau Lolitu. Disamping itu buah atau sayuran yang dihasilkan bertahap, sehingga secara bertahap pula mereka mengambilnya (tidak setiap hari). Rinca atau ikan putih kering/diasap adalah salah satu jenis...
Kue ini menjadi salah satu ikon kuliner khas Kota Manado. Rasanya yang lezat sudah dikenal oleh seluruh masyarakat di nusantara. Tidak jarang kue ini juga dijadikan oleh-oleh wajib wisatawan yang berkunjung ke Manado. Inilah Klapertart, kue lezat yang mampu menggoda siapa saja untuk mencicipinya. Klapertart atau klepertart konon telah ada sejak zaman Belanda menduduki Kota Manado. Kue ini konon juga dipercaya sebagai peninggalan negara berjuluk kincir angin tersebut di bidang kuliner khususnya kue. Adanya rum sebagai salah satu bahan yang digunakan, menjadi salah satu contoh kue klepertart memang merupakan peninggalan bangsa Belanda. Selain rum, ada berbagai bahan lainnya seperti kuning telur, tepung terigu, margarin, dan susu cair, yang digunakan dalam proses pembuatannya. Bahan-bahan tersebut diaduk kemudian di bentuk dengan wadah bulat dan dimasukkan ke dalam oven. Rasa klepertart pada awalnya hanya berupa kacang kenari saja namun seiring waktu dan perkembangan zaman berba...
Palopalo adalah alat musik tradisional Provinsi Gorontalo. Alat musik ini merupakan alat musik idiofon (alat musik yang sumber bunyinya berasal dari badannya sendiri). Polopalo umumnya terbuat dari sebilah bambu kecil dan dibentuk sedemikian rupa sehingga mempunyai kemampuan dalam menghasilkan suara yang lantang ketika dimainkan. Cara memainkan Polopalo adalah dengan cara dipukulkan dibagian lutut atau bagian tubuh lain oleh para pemainnya. Biasanya, alat musik ini dimainkan bersamaan di dalam acara pertunjukan tari tradisional khas Provinsi Gorontalo. Untuk dapat menghasilkan ritme yang unik, di dalam perkembangannya Polopalo kemudian dimodifikasi sehingga instrumen ini terbagi menjadi beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan ukurannya. Terdapat 3 (tiga) jenis Polopalo, yakni Polopalo berukuran besar, sedang, dan juga kecil. Semakin kecil ukuran dari Polopalo, maka akan semakin tinggi pula nada yang dihasilkannya. Sumber: http://www.kamerabudaya.co...
Rumah Walewangko adalah rumah adat dari Sulawesi Utara, rumah adat ini merupakan desain rumah adat untuk penduduk suku Minahasa. Walewangko atau yang disebut juga rumah Pewaris ini mempunyai beberapa keunikan dan juga ciri khasnya tersendiri baik itu dari segei arsitektur, ataupun struktur bangunannya. 1. Arsitektur dan Struktur Rumah Walewangko Sama halnya seperti kebanyakan rumah tradisional di Pulau Sulawesi, rumah adat Walewangko ini juga berstrukturkan rumah panggung serta terbuat dari bahan dasar yang berasal dari alam. Kayu-kayuan dipakai untuk bagian lantai, dinding, tiang, dan juga perlengkapan rumah lainnya. Seentara pada bagian atapnya memakai bahan daun rumbia, walaupun belakangan ini bahan dari seng atau dari genting tanah lebih kerap dipakai. Struktur tiang pada rumah adat Provinsi Sulawesi Utara ini memungkinkan adanya sebuah tangga yang berguna sebagai jalan masuk bagi seseorang yang akan naik ke atas rumah adat. Ada 2 tangga pada rumah adat...
Tari Tatengesan merupakan tarian tradisional khas daerah Sulawesi Utara yang berasal dari Minahasa yang diangkat dari ceritera rakyat tentang desa Tatengesan yang oleh kelompok seni budaya di desa tersebut diciptakan sebuah tari dengan judul tari Tatengesan. Tari Tatengesan pertama kali ditampilkan pada tahun 1983 dalam rangka memperingati terbentuknya desa Tatengesan di yang sekarang ini telah berada di daerah pemerintahan kabupaten Minahasa tenggara. Tari Tatengesan ini mengisahkan tentang perjuangan masyarakat desa ketika melawan para bajak laut Mindanou yang datang dari perairan Filipina. Bajak laut tersebut sering mengganggu aktifitas masyarakat sehingga semangat untuk melawan para bajak laut dikobarkan melalui syair dan lagu Kiting-kiting. Tata gerak dan pola garapan tarian ini mamadukan antara unsur-unsur nilai sejarah dengan tradisi budaya Minahasa yang diekpresikan melalui tata gerak dan karakteristik dalam 9 gerakan dengan padua...
Tari Mane’e marupakan tarian tradisional yang berasal dari Talaud Sulawesi Utara. Tarian ini diangkat dari salah satu tradisi masyarakat Talaud dalam menangkap ikan. Tradisi ini muncul sekitar abad ke 12 di lingkungan masyarakat kepulauan ”Nanusa”, yang sampai sekarang ini masih dilaksanakan bahkan telah menjadi agenda tetap prosesi Mane’e di Kabupaten Talaud. Mane’e berasal dari kata ”See yang artinya Ya” atau setuju/sepakat, sehingga kata Mane’e diartikan ” Penangkapan ikan secara tradisional melalui masyarakat yang bermusyawarah dan bermufakat untuk menangkap ikan secara bersama – sama. Adapun tari Mane’e terdiri dari 10 tema yaitu: Mengotom Para artinya bermohon kepada Tuhan agar memperoleh hasil yang banyak Matuda Sammy artinya menuju tempat penangkapan ikan Manabbi’e Sammi artinya pembuatan alat penangkapan ikan dari janus Mamotte Sammi artiny...
MENU News Regional Ini 9 Permainan Tradisional Anak di Sulawesi Utara Kamis, 5 Mei 2016 | 16:24 WIB MANADO, KOMPAS.com - Libur panjang pada akhir pekan ini sangat cocok dimanfaatkan untuk mengajak anak bermain di luar rumah. Beberapa permainan tradisional dari masa tahun 1950-an hingga 1990-an masih bisa diajarkan bagi tumbuh kembang anak. "Permainan anak zaman dulu yang dilakukan beramai-ramai secara berkelompok sudah jarang lagi ditemui. Anak-anak sekarang lebih memilih tinggal di rumah bermalas-malasan sambil bermain gadget tanpa bersosialisasi dengan teman sebayanya," ujar Koordinator Studio dan Perfilman Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo, Rocky H Koagouw, Kamis (5/5/2016). Padahal permainan anak-anak tradisional memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak, misalnya dalam pertumbuhan kesehatan dan motorik anak. Belum lagi keseruan permainan yang bisa dinikmati bersama teman-teman sebaya yang secara emosi member...
Pulau Kabaruan, Sulawesi Utara, hiduplah seorang pemuda tampan bernama Lawongo. Ia seorang pemburu babi hutan dan pemain suling yang mahir. Kemahirannya bermain suling sangat dikagumi oleh masyarakat sekitar. Banyak gadis cantik yang jatuh cinta kepadanya, namun tak seorang pun yang memikat hatinya. Untuk mencari gadis yang didambakannya, ia sering berkeliling di Pulau Kabaruan mempertunjukkan kemahirannya memainkan suling. Pada suatu hari, tibalah Lawongo di Desa Damau. Para warga desa pun berkumpul hendak menyaksikan pertunjukannya. Lawongo memainkan sulingnya dengan lincahnya sambil mengamati gadis-gadis yang ikut menonton pertunjukannya. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba padangan matanya tertuju pada seorang gadis cantik yang berdiri di antara kerumunan penonton. Melihat kecantikan gadis itu, ia pun langsung terpikat. Dengan penuh semangat, ia pun mengeluarkan seluruh kemampuannya bermain suling untuk memikat hati gadis itu. Gadis itu pun terbuai menikmati permainan suling L...
Salah satu tradisi adat yang berkembang bagi para nelayan di Pantai Malo, Kokorotan, Sulawesi Utara adalah Festival Mane`e. Festival Mane`e merupakan sebuah ritual menangkap ikan dengan diiringi do`a-do`a yang dilantunkan dalam bahasa adat kuno dengan tujuan agar mendapatkan hasil tangkapan yang banyak disertai dengan keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Ritual ini diawali dengan diadakannya musyawarah bersama antara pemuka adat dan perwakilan pemerintah daerah setempat untuk menentukan tanggal dilaksanakannya Ritual Mane`e. Setelah ditentukannya tanggal yang tepat, pemuka adat mulai membacakan do`a-do`a dalam bahasa adat kuno. Kemudian, masyarakat setempat mulai mengumpulkan tali dan janur (daun kelapa muda yang masih muda) untuk dibuat menjadi jarring, di mana masyarakat menyebutnya dengan Sammy. Pada hari yang telah ditentukan, pemuka adat dan perwakilan pemerintah setempat beserta masyarakat beramai-ramai menuju Pantai Malo. Ditariknyalah Sammy sepanjang mungkin ke...