"Ma Kesen, anak kau si Kesen semakin lama semakin jahat, Semalam tatkala aku berjalan ronda, aku melihat anak itu mencuri kelapa dipekarangan Pak Djiun. Tempo itu cuma kutempeleng dan kuusir ia pulang, sebab ia masih muda. Lagi pula kasihan, jikalau sekali lagi si Kesen mencuri, tentu kutangkep ia dan bawah ke rumah Cutak, supaya anak itu dikirim ke polisie Rol". Demikian suatu hari, kurang lebih5 tahun lamanya, ada seorang pencalang Nomo kasih nasehat pada seorang perempuan tua di kampung Rawabokor (Tangerang), orang ini bernama Ma Kesen, karena anaknya perempuan tua ini si Kesen namanya, seringkali mencuri di kampung itu. "Apa kau tidak bisa ngajar baik pada anak itu". Kata pencalang Nomo. "Bukankah kau nanti dapat susah, jikalau si Kesen dihukum? Sekarang engkau tidak ada laki dan tidak ada anak lain, siapakah nanti piara kau dihari tua?" "Saya tidak bisa bikin sesuatu apa, pak pencalang Nomo menyahut Ma Kesen. "Sering saya kasih ingat pada anak itu, tetapi selamanya ia tidak...
Pada kurang lebih tahun 1840-an di sebuah warung yang terletak di Meester Cornelis seorang nyonya Cina bernama Oeji Kim Nio duduk menyulam sepasang kasut sambil menantikan kedatangan kekasihnya yang bernama Tan Atjong. Nyonya Kim sebenarnya adalah istri dari Li Asam, akan tetapi ia telah bermain api dengan lelaki lain. Selagi nyonya Kim menanti-nanti kekasihnya tiba-tiba ia telah dipeluk dari belakang, sehingga sangat terkejut. Tetapi betapa gembiranya sesudah ia tahu bahwa yang memeluknya adalah Atjong yang telah masuk dari pintu belakang. Perbuatan durhaka kedua orang itu sudah sering diintip oleh Li Koe Nyan, anak Li Asam dengan istrinya yang pertama yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Li Asam sama sekali tidak mengetahui bahwa istrinya yang diharapkan dapat menemaninya dengan setia sampai akhir hayatnya telah berlaku serong. Ia sama sekali tidak menduga bahwa Tan Atjong yang telah berbuat baik dengan meminjami uang untuk mencukupi kebutuhan warungnya telah berlaku...
Durjana kan itu anak (mas ?) nakal maling. Durjana itu sih anak seorang bujangan, mengembara. Jadi orang itu sudah tidak punya emak dan bapak, jadi kemana saja. Akhirnya dipungut kepada seorang laki-laki. Ditanya asalnya dari mana. Dia mengaku asalnya dari Banten. Jadi biasanya sampai lu ini mengembara ke lain-lain daerah kerna apa. apa enggak punya sudara. Sudara sih banyak pak, pangkat semua. Pegawe semua. Satu abang saya jadi mandor kedua jadi juragan ketiga jadi Wedana, keempat pencalang, kelima dia. Dia anak yang terakhir, yang paling bungsu. Jadi yang si penerima dengan segala senang. Kalau abang yang jadi pegawai, lu jadi apa. Saya juga pangkat juga pak. Pangkat apa. Pekerjaan saya nyolonh. Tapi nyolong juga dulu pak sekarang enggak berbuat lagi. Karena kenyataan orang berbuat itu masuk penjara. Nggak lagi-lagi. Karena saya sudah insyaf, malu kepada saudara-saudara saya. Oh baiklah jadi anak itu dirawat. Akhirnya dasar kalau kata orang kampung mah emang asalnya nakal. Ya...
Museum Sasmitaloka Ahmad Yani lokasinya berada di rumah pojok Jl Lembang 58 dan Jl Laruharhari 65, Menteng, Jakarta Pusat. Sebelum kunjungan ini saya pernah mencoba mampir, namun karena sepi dan tidak terlihat ada petugas, saya pun batal untuk masuk. Rupanya pagar selalu tertutup, dan pos jaga berada di sisi lain, sehingga pengunjung tidak perlu ragu membuka pagar. Ada beberapa mahasiswa yang kebetulan datang ke Museum Ahmad Yani saat saya berada di sana, sehingga suasana museum menjadi agak hidup. Setelah mengisi buku tamu, kami masuk melalui lorong belakang, jalur Pasukan Cakrabirawa saat menyatroni rumah ini pada pagi 1 Oktober 1965 setelah lebih dulu memutus kabel telepon. Pintu masuk yang kacanya berlubang akibat ditembus peluru dibiarkan seperti aslinya. Saya melewati mobil sedan merk Chevrolet berwarna biru di Museum Ahmad Yani yang digunakan semasa beliau masih hidup. Mobil ini diletakkan pada ruangan samping pintu masuk belakang museum. Sema...
Museum Perangko Indonesia TMII menempati bangunan besar di kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, dibuat menggunakan arsitektur bergaya Jawa Bali dengan gapura masuk candi bentar serta pendopo besar di bagian depan. Sepeda pos antik merk Falter buatan Jerman Barat tahun 1950 diletakkan di serambi museum. Sepeda ini lazim digunakan oleh jawatan pos di negara-negara Eropa dan Indonesia, sehingga dikenal sebagai sepeda pos. Populasi sepeda ini di Indonesia kurang dari 100 buah, sehingga banyak diburu orang. Ini sebenarnya kunjungan sampingan, ketika menemani Olyvia Bendon melihat pameran Christie Damayanti yang berlangsung di teras Museum Perangko Indonesia ini. Lantaran pintu terbuka, maka masuklah kami untuk mengintip koleksi museum yang diprakarsai Ibu Tien Soeharto. Di halaman museum terdapat tugu bola dunia, yang di atasnya terdapat patung burung merpati membawa sepucuk surat, melambangkan pekerjaan Pos Indonesia yang melayani pengiriman ka...
aat Gedung Kantor Pusat PERUMTEL di Jl. Japati, Bandung sedang dibangun, timbul ide untuk meletakkan barang-barang dokumentasi telekomunikasi di lantai dasar gedung tersebut untuk dipamerkan. Ide ini kemudian berkembang, karena para pimpinan PERUMTEL pada saat itu menghendaki agar barang-barang tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat umum dalam sebuah museum yang representatif. Lalu, pada tahun 1987 dibentuk tim untuk mengkaji banding permuseuman ke Amerika, Jepang dan beberapa negara Eropa lainnya. Tim ini kemudian membuat proposal lengkap dangan maket bangunan. Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) Soesilo Soedarman melalui Surat Keputusan Menteri Nomor KM49/KP403/MPPT-88 menunjuk Ir. Willy Moenandir sebagai Kepala Proyek Pembangunan Museum Telekomunikasi. Sumber : Arsip.Museum Nasional Indoensia Pada tanggal 27 September 1989 dilakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan fisik gedung oleh Menparpostel...
Museum Olahraga Nasional Kepala Museum : Drs. Waluyono, M.M Alamat : Jl. Raya Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur Telp : (021) 8401685 Email : '); document.write(addy93930); document.write(' '); //-->/n '); //--> This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. '); //--> "> mornas_kemenpora@yahoo.co.id Museum ini didirikan pada 4 Oktober 1987 yang dimana peletakan batu pertama dilak...
Sumber : Arsip Museum Nasional Indonesia Gedung Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya lokasinya berada di Jl. Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, tidak jauh dari Asrama Haji Pondok Gede. Museum ini dikelola oleh Pusat Sejarah TNI, dan instansi terkait, dengan koleksi ratusan benda bersejarah yang terkait peristiwa pemberontakan G30S-PKI (Gerakan 30 September - Partai Komunis Indonesia). Pintu gerbang tinggi menyambut pengunjung yang datang ke tempat ini, dengan jalan masuk lebar dan panjang yang dinaungi pepohonan rindang di kanan kirinya. Pengunjung membayar karcis masuk sebesar Rp.2.500 per orang, baik dewasa maupun anak-anak, dengan karcis parkir bus Rp. 3.000, mobil sedan Rp. 2.000, sepeda motor Rp. 1.000. Sampai di ujung jalan masuk terdapat halaman luas, dengan gedung museum ada di sebelah kanan. Saat memasuki gedung Museum Pengkhianatan PKI kita bisa melihat diorama rangkaian peristiwa terkait PKI yang terjadi s...
Lokasi Museum Timor Timur TMII Jakarta berada di dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah berhadapan dengan Museum Perangko Indonesia dan Museum Fauna Indonesia (Komodo) dan Taman Reptilia, serta di sebelah Timur Anjungan Provinsi Nusa Tenggara. Bangunan Museum Timor Timur mencontoh rumah penduduk di Los Palos, tempat kelahiran Nino Konis Santana, seorang pemimpin gerilyawan kemerdekaan Timor Timur. Rumah ini terdiri dari bangunan utama (uma lautem atau dagada) dan beberapa bangunan pendukung, dibangun di atas lahan seluas 4.988 m². Bangunan utama Museum Timor Timur merupakan rumah panggung segi empat berukuran 12x12 meter setinggi tiga meter dari permukaan tanah ditopang empat tiang dengan atap berlapis ijuk menjulang ramping. Balok utama lazimnya menggunakan kayu besi, sedangkan tiang menggunakan kayu eucalyptus yang diikat dengan tali rotan. Sebelum menjadi Museum Timor Timur menyusul lepasnya Timor Timur dari NKRI, bangunan...