Di Kabupaten Kuningan terdapat sebuah desa yang namanya unik, yaitu Desa Kadugede yang terletak di Kecamatan Kadugede,Kabupaten Kuningan. Dibalik namanya yang unik ini ternyata terdapat sebuah kisah yang menyebar dari mulut kemulut yang sangat diyakini oleh masyarakat Desa Kadugede. Kisah ini dimulai pada saat jaman penjajahan Jepang, pada saat jaman penjajahan Jepang sebuah desa dipimpin oleh seorang ngabai(kepala desa),ngabai bertugas memimpin sebuah desa dengan kerjanya yang berupa pengawasan ketertiban dan keamanan. Diceritakan pada suatu hari di Desa Kadugede ada seorang petani yang sedang dalam perjalanan untuk bekerja, petani itu memakai pakaian pangsi,beriket,dan sambil menenteng gobang. Ketika ia berjalan dibantaran Sungai Cisanggarung betapa terkejutnya saat ia melihat sebuah kadu(durian) yang berukuran sangat besar,ia sangat terkejut karena sebelumnya belum pernah melihat kadu sebesar itu,kadu itu tersangkut disela-sela akar pepohonan dipinggir sungai. Melihat hal...
Dahulu kepercayaan akan adanya kekuatan dari alam ghaib sangat besar. Sehingga banyak sekali masyarakat yang selalu melakukan pemujaan terhadap roh leluhur saat melakukan suatu hal besar untuk meminta keselamatan dan izin. Pemujaan ini disebut dengan Ngarujak. Biasanya ngarujak dilakukan setiap hari Senin dan Kamis, pada hari besar perayaan, dan pada saat syukuran. Dalam Ngarujak kita harus menyiapkan rujakeun yang terdiri dari berbagai macam minuman, makanan, rokok, sirih, apu, pala. Selain itu kita juga harus menyiapkan parukuyan (tungku apa) dan menyan. Minumannya terdiri kopi, kopi pait, teh, teh manis, kelapa yang dipotong potong lalu diberi air, roti yang direndam air gula merah, air 7 jenis bunga, dan minuman lainnya. Sedangkan makanannya terdiri dari berbagai buah-buahan dan berbagai jenis kue. Bahan-bahan Ngarujak di hari raya seperti Lebaran berbeda dengan ngarujak pada saat melakukan syukuran untuk sunatan. Pada saat hari Lebaran ada tambahan menyiapkan pakaian yang akan di...
Perayaan Cap Go Meh sudah tidak asing lagi di kalangan orang Tionghoa di Indonesia. Selain perayaan tersebut melambangkan kekentalan budaya Tionghoa di Indonesia, Cap Go Meh juga menandakan bahwa budaya Tionghoa juga diterima di Indonesia sebagai budayanya sendiri. Maka dari itu, kita perlu mengetahui asal-muasal perayaan ini dan bagaimana sejarahnya. Cap Go Meh melambangkan hari kelima belas bulan pertama Imlek dan merupakan hari terakhir dari rangkaian masa perayaan Imlek bagi komunitas migran Tionghoa yang tinggal di luar China. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang bila diartikan secara harafiah bermakna “15 hari atau malam setelah Imlek”. Bila dipenggal per kata, ‘Cap’ mempunyai arti sepuluh, ‘Go’ adalah lima, dan ‘Meh’ berarti malam. Perayaan Cap Go Meh atau Perayaan Lampion ini tidak hanya dirayakan di Indonesia saja. Beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga ikut merayakan har...
Perayaan Cap Go Meh sudah tidak asing lagi di kalangan orang Tionghoa di Indonesia. Selain perayaan tersebut melambangkan kekentalan budaya Tionghoa di Indonesia, Cap Go Meh juga menandakan bahwa budaya Tionghoa juga diterima di Indonesia sebagai budayanya sendiri. Maka dari itu, kita perlu mengetahui asal-muasal perayaan ini dan bagaimana sejarahnya. Cap Go Meh melambangkan hari kelima belas bulan pertama Imlek dan merupakan hari terakhir dari rangkaian masa perayaan Imlek bagi komunitas migran Tionghoa yang tinggal di luar China. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang bila diartikan secara harafiah bermakna “15 hari atau malam setelah Imlek”. Bila dipenggal per kata, ‘Cap’ mempunyai arti sepuluh, ‘Go’ adalah lima, dan ‘Meh’ berarti malam. Perayaan Cap Go Meh atau Perayaan Lampion ini tidak hanya dirayakan di Indonesia saja. Beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga ikut merayakan har...
Hajat Lembur diselenggarakan di Kampung Cikareumbi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Budaya ini sudah ada sejak pemerintahan Tatar Ukur (1628), diselengarakan 1 tahun sekali tepat pada tanggal 10 Muharram. Hajat Lembur sendiri dapat diartikan sebagai tradisi rasa syukur atas kesuburan tanah yang menghasilkan sayur mayur yang berlimpah, bersyukur atas kesehatan yang baik, dan rezeki yang berlimpah. Mata pencaharian sebagian besar warga Kampung Cikareumbi adalah sebagai petani, maka dari itu mereka bersyukur atas keberhasilan dalam bertani. Makna lain dari Hajat Lembur yaitu membuang sifat-sifat buruk yang ada dalam diri, seberti sombong, serakah, licik, picik, dan lainnya. Ritual-ritual yang dilakukan sebelum diselenggarakannya Hajat Lembur yaitu menyembelih kambing yang dilakukan oleh Kepala Adat Kampung Cikareumbi, lalu memasak bersama dengan warga kampung, berdoa sebagai rasa syukur, dan diakhiri dengan makan bersama. Acara inti dari Hajat Lembur yaitu berd...
Apakah para pembaca pernah mendengar Kampung Naga? Kalau belum pernah, pasti bertanya-tanya, Kampung Naga? kampung yang isinya banyak naga? jawabannya bukan. Kampung Naga adalah suatu pemukiman penduduk yang sangat memegang kuat adat istiadat leluhurnya, yaitu adat Sunda. Lalu, pasti ada yang bertanya lagi, kenapa dinamakan Kampung Naga? Dinamakan Kampung Naga karena jalan yang terdapat disana itu berkelok-kelok seperti ular dan terletak di sisi-sisi gawir atau masyarakat menyebutnya dengan kata "Nagawir" maka dari itu dibuatlah nama "Kampung Naga". Kampung yang terletak di Tasikmalaya ini sangat menarik perhatian banyak wisatawan karena penataan rumahnya yang bertingkat-tingkat seperti terasering. Rumah-rumah di Kampung Naga berjumlah 105 buah...
Ucing Kub adalah sebuah permainan tradisional anak-anak di kawasan Jawa Barat,Di Era ini mungkin sudah jarang sekali yang memainkan permainan ini,realitanya anak-anak sekarang lebih memilih untuk bermain gadget dibandingkan bermain bersama teman-teman disore hari seperti dahulu kala. Ucing dalam bahasa sunda artinya adalah kucing sedangkan kub bisa diartikan dengan meletakan tangan di dada dengan posisi menyilang,permainan sunda biasanya banyak menggunakan kata ucing,misalnya ucing-ucingan,biasanya penggunaan kata ucing ini didefinisikan dengan permainan yang berlari-lari.Permainan ucing kub dimainkan oleh paling sedikit 3 orang,semakin banyak orangnya akan semakin seru.Teknis permainan ini adalah diawali dengan hom pim pa,yaitu menentukan siapa yang menjadi ucing nya(yang mengejarnya) lalu pemain langsung berlarian tetapi ucing tidak bisa menangkap pemain yang meneriakan "kub" sembari memnyilangka...
Tugu Kujang merupakan bangunan monumen yang melambangkan Kota Bogor, dipuncak monumen ini terdapat senjata pusaka Kujang khas Jawa Barat. Simbol kota Bogor ini dibangun pada 4 Mei 1982 pada masa pemerintahan walikota Ahmad Soban. Pada saat pemasangan ornamen, diperlukan bantuan helikopter dari Lapangan Udara Atang Sanjaya Bogor. Tugu Kujang tingginya sekitar 25 meter dari permukaan tanah berbentuk segitiga dengan seluas 26 meter x 23 meter, dan terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama adalah bagian badan tugu berbentuk obelisk yang ujungnya terpotong. Bagian atas terdapat sebuah ornamen berbentuk senjata klasik masyarakat Sunda, yaitu Kujang. Ornamen Kujang sendiri terbuat dari baja anti karat berukuran 7 M dan seberat kurang lebih 800 kilogram. Monumen ini terletak di simpang tiga jalan raya Padjajaran, Otista, dan Baranangsiang. Bila Anda memasuki Bogor dari tol Jagorawi sekitar 250 meter maka posisi tugu Kujang berada di sebelah kanan....
Sebagian besar orang pasti menyukai teh. Beberapa orang meminum teh di pagi hari sebagai kebiasaan. Ada pula yang meminum teh karena kebutuhan khasiat yang terkandung di dalam teh. Tak sedikit juga yang meminum teh karena sekedar menyukai cita rasanya. Di beberapa daerah di Indonesia, teh digunakan sebagai pengganti air putih. Penyajiannya pun bermacam-macam. Panas, dingin, manis, dan tawar. Di Jawa Barat sendiri, teh biasa disajikan hangat tanpa gula. Jika berkunjung ke rumah makan di Jawa Barat, maka kita akan disajikan teh tawar hangat secara gratis. Meminum teh tawar sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Sunda. Teh tawar biasa disajikan baik dalam acara formal maupun santai. Masyarakat Sunda dalam menjamu tamu memercayai bahwa teh tawar yang disajikan merupakan wujud rasa menghargai tamu tersebut. Hal tersebut dikarenakan setiap orang memiliki kadar manis yang disukai yang berbeda-beda. Bahkan, mereka akan merasa malu ketika terpaksa harus menyajikan air putih. Adapun di K...