Ritual Patika adalah pemberian sesajen kepada leluhur di Danau Kelimutu. Hal ini dilakukan karena masyarakat Lio mempercayai Danau Kelimutu adalah tempat peristirahatan terakhir jiwa-jiwa yang telah pergi. Suku Lio percaya bahwa Danau Kelimutu adalah tempat peristirahatan terakhir kehidupan, tempat semua jiwa kembali setelah perjalanan hidup berakhir. Acara ini sekaligus penutupan dari seluruh acara Festival Danau Kelimutu yang dibuka di Kota Ende dan acara yang paling ditunggu turis di Danau Kelimutu. Dalam ritual ini, Suku Lio menawarkan berbagai jenis makanan kepada nenek moyangnya. Ritual mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan selama satu tahun yang telah dilewati melalui doa untuk kesejahteraan, kesehatan, dan kehidupan yang baik di tahun mendatang. Ritual Patika juga merupaka bagian dari Festival Danau Kelimutu. Ritual ini diadakan di Desa Moni, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dan diselenggarakan setiap Agustus. Ritual ini menarik perhatian turis...
Berguna untuk mengobati sakit demam pada anak, untuk mengobati darah tinggi. mengobati wasir, mengobati muntah darah, mimisan dan batuk darah, mengobati bisul, mengobati mata bengkak dan memerah, untuk menambah nafsu makan pada anak, dll Ciri-Ciri daun ende Centella asiatica merupakan tanaman herbal tahunan, tanpa batang tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang melata, panjang 10-80 cm. Ciri-ciri daun ende: Bentuk daun bulat seperti bentuk ginjal manusia Batang lunak dan berruas serta menjalar hingga 1 meter Pada setiap ruas tumbuh akar dan daun dengan tangkai panjang sekitar 5 -15 cm Tergolong jenis daun tunggal Tersusun dlam roset yang terdiri sari 2 hingga 10 daun. Kadang daun agak berambut Tangkai daun memiliki panjang mencapai 50mm Kandungan daun ende Daun ende atau pegaga memiliki beberapa kandungan zat yang dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan juga kecantikan. Asiaticoside Than...
Saung mene yang digunakan untuk mengeluarkan kotoran dari dalam usus, baik karena menceret maupun feses yang keras. Orang Manggarai zaman lampau sangat kental dengan pengobatan tradisional. Mereka memanfaatkan apotik alam untuk merawat kesehatan tubuh. Saking dekat alam, segala sesuatu melalui sebuah proses tesi (sebelum memetik daun untuk pengobatan, diawali dengan doa permintaan karena mereka menyakini setiap tetumbuhan memiliki penjaganya). Salah satu dedaunan yang sangat mujarab menurut mereka adalah saung mene te pucek (dedaunan yang lazimnya untuk memperlancar feses). Mereka mencampurinya dengan kemiri tua yang sudah dibakar (welu tapa) lalu saung mene tersebut dihaluskan kemudian dimasukkan ke dalam lubang dubur. Selain sebagai teknik untuk mempercepat datangnya feses yang keras dari usus juga berfungsi untuk mengobati lubang dubur dan mempercepat angin keluar dari perut, baik karena kembung maupun sakit perut karena salah...
Hari masih pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Dalam perjalanan menuju Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur, VoxNtt.com mendengar kebisingan suara. Hari itu, Senin, 21 Mei 2018. Di pinggir jalan, lebih dari 50-an warga berkumpul dan sedang mengetam padi. Mereka adalah warga Kampung Heso, Desa Golo Wune, Kecamatan Poco Ranaka. Para petani itu bercengkrama sambil mengetam padi. Sesekali mengeluarkan suara canda dan sebagian yang lain ikut tertawa dalam nuansa kekeluargaan. Vox NTT sempat berbincang-bincang dengan mereka. Leles atau dodo itulah alasan mereka bekerja bersama. Budaya leles atau dodo, adalah sebuah model pekerjaan di Manggarai yang dilakukan secara bergantian dalam semangat gotong royong. Dalam satu kelompok kerja, secara bergantian setiap anggota bekerja di kebun atau lahan sejenis lainnya. Jika hari ini bekerja di kebun petani satu. Esok tanp...
Ozo Laga (semacam mobil-mobilan) Ozo laga dibagi menjadi 5 macam: 1. Laga Wara Mobil-mobilan yang terbuat dari kayu dengan panjang kurang lebih 2 meter sebagai badan mobil dan diujung kayu ini dibuat semacam penyangga yang berfungsi sebagai tempat untuk as rodaserta kayu dengan panjang kurang lebih 20-30cm sebagai setirnya.Untuk membuat roda biasanya menggunakan batang baterai sebagai as roda dan lapisan plastik penutup baterai bagian dalam sebagai bannya. Biasanya menggunakan empat buah ban dan dipasang secara berhadapan. Namun, roda yang terbuat dari baterai bekas ini tidak tahan lama karena jika terlalu sering dimainkan bagian tengah as roda akan mengecil dan pasti mudah patah jika menabrak sesuatu. Ada juga yang membuat roda dari kayu. Cara memainkannya adalah dengan menaruh kayu panjang tadi di atas bahu dan tangan memegang setir lalu orang yang memainkannya berjalan seperti jalan biasa.Tapi agar lebih terasa asyik di...
Ada berbagai macam permainan petak umpet ( Pa Nabhe ), antara lain: 1. Jip-jip Osa atau Jip-jip Kapido Cara memaninkannya cukup mudah. Hanya dengan menunjukkan jari keatas pada telapak tangan pada salah seorang yang bertugas sebagai penangkap jari saat lagu akan diakhiri. Tugas ini dilakukan agar yang ditangkap dikenakan sanksi sebagai penjaga dan yang tidak ditangkap jarinya akan bersembunyi agar dicari oleh pemain yang tertangkap jarinya. Pemain yang berhasil menyentuh tempat dimana penjaga berada maka dia akan meneriakan “ Ampolo ” sedangkan pemain yang tertangkap akan dijadikan penjaga berikutnya. Berikut lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Jip-jip osa ali waja raji Sai naka piso, ja’o naka piso Ali o... ali o... Atau; Jaip-jip kapido, kapido ae mamu Ae mamu lesu, lesu bunga tao Tao tipu tiu, Sajube mata dadu-mata dadu Jube... 2....
Di setiap daerah pasti ada permainan ini. Ada beberapa jenis “ Ogo ” dengan namanya masing-masing. Namun disini saya hanya menulis satu dari semua “ Ogo ” yang ada di daerah saya. Permainan ini dimainkan dengan cara melompat-lompat oleh dua orang atau dalam bentuk kelompok dengan menggunakan batu pipih kecil sebagai penanda pada setiap kotak “ Ogo ”. Pemain yang berhasil melewati satu kali putaran dengan mengambil batu diluargaris kotak terakhir tanpa melihat, dia berhak untuk menempati kotak pertama sebagai daerah miliknya. Pemain lain dilarang untuk menginjak daerah yang telah menjadi milik lawannya. Dan yang paling susah saat melompat ialah ketika beberapa kotak “ Ogo ” telah dikuasai oleh pemain lawan karena harus melompat pada daerah yang belum menjadi kekuasaannya. Tapi, biasanya pemain yang memiliki banyak daerah akan memberikan seperempat dari daerah terdekat kepada pemain lain sebagai daerah untuk melompat. Lebih sulitnya...
Dalam permainan ini dibutuhkan tenaga, pikiran serta takktik untuk bermain. Taktik yang digunakan ialah bagaimana kelompok menyusun beberapa batu pipih batu pipih yang telah diruntuhkan. Mula-mula pemain dibagi dalam dua kelompok dan satu diantaranya harus menjaga batu pipih yang sudah disusun pada awal permainan. Kelompok yang tidak menjaga akan meruntuhkan batu pipih yang disusun keatas tadi dengan menggunakan bola yang terbuat dari tumpukan kertas dan diikat dengan menggunakan karet gelang. Kelompok yang tidak menjaga harus menata kembali batu pipih yang telah diruntuhkan oleh mereka sendiri pada awal permainan dan tiap anggota harus hati-hati karena kelompok penjaga akan melempari anggota yang tidak menjaga dengan bola kertas tadi. Anggota kelompok yang terkena lemparan sudah pasti akan “mati”. Namun, ini hanya berlaku untuk satu orang saja dan anggota yang lain tetap bermain dan berusaha menyusun kembali batu yang telah diruntuhkan tadi. sumber: h...
Ini bukan memainkan meriam yang digunakan oleh para tentara jaman dulu atau meriam yang digunakan oleh bajak laut. Ini hanyalah nama sebuah permainan yang dimainkan dengan menggunakan dua buah kayu dengan ukuran yang berbeda. Kayu panjang sebagai “ibu” dan kayu pendek sebagai “anak”. Jumlah pemain maksimal 2 orang. Sebelum bermain, pemain akan memilih siapa yang pertama kali akan menjaga. Pemain penjaga akan menangkap kayu yang dilemparkan oleh pemain pertama. Adapun cara bermain dalam permainan ini adalah: 1. Membuat lubang di tanah dengan panjang sesuai dengan ukuran kayu “ibu” serta kedalamannya disesuaikan sehingga rata dengan permukaan tanah. 2. Menaruh kayu “ibu” pada lubang tadi dan kayu “anak” dengan posisi silang. Posisinya kurang lebih mirip salib. 3. Pemain pertama melempar atau lebih lazimnya mencungkil kayu...