Pengobatan dan Kesehatan
Pengobatan dan Kesehatan
Obat Tradisional Nusa Tenggara Timur Ende
Wunu Kala (Daun Pagangan/sering diistilahkan dengan daun Ende)
- 16 November 2018

Berguna untuk mengobati sakit demam pada anak, untuk mengobati darah tinggi. mengobati wasir, mengobati muntah darah, mimisan dan batuk darah, mengobati bisul, mengobati mata bengkak dan memerah, untuk menambah nafsu makan pada anak, dll

Ciri-Ciri daun ende

Centella asiatica merupakan tanaman herbal tahunan, tanpa batang tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang melata, panjang 10-80 cm. Ciri-ciri daun ende:

  • Bentuk daun bulat seperti bentuk ginjal manusia
  • Batang lunak dan berruas serta menjalar hingga 1 meter
  • Pada setiap ruas tumbuh akar dan daun dengan tangkai panjang sekitar 5 -15 cm
  • Tergolong jenis daun tunggal
  • Tersusun dlam roset yang terdiri sari 2 hingga 10 daun.
  • Kadang daun agak berambut
  • Tangkai daun memiliki panjang mencapai 50mm

Kandungan daun ende

Daun ende atau pegaga memiliki beberapa kandungan zat yang dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan juga kecantikan.

  • Asiaticoside
  • Thankuniside
  • Isothankuniside
  • Madecassoside
  • Brahmoside
  • Bramic acid
  • Brahminoside
  • Madasiatic acid
  • Meso-inositol
  • Centelloside
  • Carotenoids
  • Hydrocotylin
  • Vellarine
  • Tannin
  • Kalium
  • Natrium

 

 

Manfaat daun ende

Berbagai kandungan yang terdapat didalam daun ende ini, menjadikan daun ini sangat berkhasiat untuk mengobati dan mencegah berbagai macam penyakit. Penggunaan daun ende sudah dipercaya mulai zaman dahulu. Meskipun tanaman ini terhitung tanaman pagar namun manfaatnya sangat besar. Berikut ini merupakan manfaat-manfaat daun ende bagi kesehatan tubuh daan juga kecantikan:

Manfaat daun ende di bidang kesehatan, antara lain:

  • Melancarkan peredaran darah
  • Melancarkan buang air kecil
  • Menurunkan panas (antipiretika)
  • Menghentikan pendarahan (haemostatika)
  • Meningkatkan syaraf pada memori otak
  • Sebagai obat Anti bakteri
  • Menyuburkan rambut
  • Antiplasma dan juga anti inflamasi
  • Menstimulan pertumbuhan kuku dan rambut
  • Memperbaiki dan menguatkan sel kulit
  • Menghambat keloid (bekas luka berlebihan)
  • Mengobati sariawan
  • Mengobati kusta
  • Mengatasi infeksi saluran kencing
  • Mengatasi penyakit liver
  • Menurunkan tekanan darah tinggi
  • Mengatasi ambeien
  • Menambah nafsu makan
  • Meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki
  • Mengobati amandel
  • Mencegah varises dan penyumbatan saluran urat
  • Menurunkan gejala stress dan depresi
  • Mengobati cacingan

Manfaat daun ende dalam bidang kesehatan kulit

  • Mengatasi jerawat
  • Mengatasi bisul
  • Mengatasi flek hitam
  • Meremajakan kulit

Pengolahan daun ende agar dapat dimanfaatkan untuk proses penyembuhan

  1. Kebanyakan daun ende atau pegagan dikonsumsi langsung sebagai bahan pelengkap makanan. Bisa langsung dikonsumsi mentah atau pun dimasak terlebih dahulu.
  2. Daun ende juga dapat dikeringkan terlebih dahulu untuk dijadikan seperti bubuk teh agar lebih mudah dikonsumsi untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
  3. Pengolahan daun ende dengan mengambil sari pati (ekstrak) daun biasanya digunakan untuk beberapa produk kecantikan. Produk tersebut berupa kapsul, salep, dan juga body lotion.

sumber: https://athanua.wordpress.com/2015/12/18/mengenal-obat-obat-herbal-tradisional-ende-lio/

https://manfaatjahemerah.com/kandungan-dan-manfaat-daun-ende-berikut-cara-penyajiannya/

#SBJ

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Panduan Memahami Asal Usul Gresik:
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Panduan Memahami Asal Usul Gresik: Dari Jejak Sejarah hingga Etimologi Nama Gresik, yang dijuluki Kota Wali karena peran pentingnya dalam penyebaran Islam di Jawa, merupakan salah satu wilayah bersejarah di pesisir utara Pulau Jawa. Memahami asal usul daerah ini tidak hanya menyangkut pengetahuan kronologis semata, tetapi juga memerlukan analisis terhadap berbagai lapisan sumber—dari prasasti kuno, naskah babad, hingga catatan kolonial. Panduan ini dirancang untuk membantu pembaca menavigasi kompleksitas historiografi Gresik secara sistematis, mulai dari etimologi nama hingga penetapan identitas administratifnya sebagai kabupaten. Sumber Sejarah dari Masa Jawa Kuno Dalam tradisi historiografi Indonesia, Gresik menempati posisi unik karena keberadaan sumber-sumber tertulis dari periode Jawa Kuno. Dua dokumen kuno menjadi landasan utama bagi para sejarawan dan budayawan dalam menelusuri akar historis wilayah ini (Sumber 3). Pertama, Babad Hing Gresik merupakan naskah sejar...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rambu Solo':
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Rambu Solo': Ketika Kematian Menjadi Perayaan Perjalanan Bagaimana mungkin kematian—yang di banyak budaya menjadi momen duka dan kehancuran—diubah menjadi sebuah pesta yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Bagi Suku Toraja di Sulawesi Selatan, kematian bukanlah titik akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan terakhir yang memerlukan persiapan ritualistik yang rumit dan mahal. Inilah inti dari Rambu Solo' , upacara pemakaman dalam ajaran Aluk Todolo yang mengubah penguburan menjadi sebuah spektakul budaya penuh makna. Menunggu di Antara Dua Dunia Paradoks pertama dari Rambu Solo' terletak pada pengertian kematian itu sendiri. Dalam logika Aluk Todolo —kepercayaan leluhur Suku Toraja—seseorang yang baru meninggal secara fisik belum benar-benar "mati" secara spiritual. Mayat akan disimpan terlebih dahulu di dalam rumah, bukan untuk segera dikubur, melainkan menunggu waktu yang dianggap tepat (Sumber 4). Masa tunggu ini bisa berlangsung berm...

avatar
Kianasarayu