Setiap tanggal 7 bulan Syawal yang jatuh setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri, Sedekah Laut ini digelar besar-besaran. Biasanya warga lokal menyebutnya dengan Lomban Syawalan. Tradisi ini berpusat di Kecamatan Juwana. Dimana terdapat tempat pelelangan ikan terbesar di Pati. Seolah menjadi aset budaya untuk masyarakat Pati terutama daerah pesisir. Sebelum dilaksanakan Sedekah Laut Juwana, banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh warga. Hal yang paling penting adalah persiapan untuk menata sesaji. Peserta sedekah laut adalah para nelayan yang biasa mencari ikan dari laut. Salah satu syarat sesaji tersebut adalah kepala kerbau atau kepala kambing beserta 4 kakinya. Ada dua sesaji yang disiapkan dalam ritual ini. Sesaji yang pertama akan dilarung ke laut dan sesaji yang satu akan diarak dalam kirab untuk penanda batas akhir Lomban tersebut. Sebelum kegiatan Larung Sesaji dilakukan, biasanya akan dilakukan kirab atau arak-arakan yang menampilkan ik...
Ater Ater “Ater-ater” merupakan tradisi menjelang Hari Raya Idul Fitri yang masih sering dilakukan oleh masyarakat di Jawa Tengah. Tradisi ini dilakukan dengan berkunjung ke rumah kakek nenek, saudara, dan tetangga. Biasanya ketika berkunjung kita membawa semacam parcel sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Selain itu, tradisi ini juga bertujuan untuk menyambung silahturahmi sebelum hari raya. Di dalam parcel biasanya berisi tentang SEMBAKO (Sembilan Kebutuhan Pokok) seperti gula,minyak, sayur, dll. Selain itu, roti, gelas, peralatan rumah tangga lainnya juga biasa terdapat di dalam parcel. Tradisi ini biasanya dibarengi dengan ziarah kubur ke makam para leluhur,seperti kakek, nenek, kakek buyut dan saudara kita yang telah meninggal dunia. Hal ini bertujuan untuk mendoakan arwah-arwah leluhur sebelum menyambut hari suci Idul Fitri. Ziarah kubur atau “nyekar” (dalam bahasa Jawa) dilakukan setahun dua kali. Waktu pelaksanaann...
Ciu, minuman keras tradisional dari Banyumas selama ini dikenal sebagai suguhan bagi tetemu di Desa Wlahar. Bagi warga setempat, minuman itu merupakan jamu untuk penyehat badan. Tak jarang ditemui, penderes kelapa yang sehari-hari harus memanjat pohon kelapa, harus meminum barang segelas sebelum melakukan aktivitasnya.Perajin ciu rata-rata merupakan ibu rumah tangga. Kaum lelaki, kata dia, bertugas untuk mencari bahan baku dan menjual ciu ke beberapa tempat. Praktis, semua urusan di dapur pembuatan ciu dilakukan oleh kaum perempuan. Dapur ciu rata-rata terletak di belakang rumah. Bangunannya setengah terbuka dengan pagar dari anyaman bambu. Di dalam dapur ada tungku untuk memasak bahan baku ciu, semacam alat destilasi. Tong besar dengan volume 130 liter digunakan untuk mencampur gula merah, tape, air dan bibit ciu.Ia mengatakan, setiap harinya, satu instalasi penyulingan memerlukan bahan baku 30 kilogram gula merah, 50 liter omplo...
Prau Layar Yo kanca ing nggisik gembira (mari kawan kita hari yang bahagia) Alerap lerap banyune segara (bertumpah-tumpah air laut) Angliyak numpak prahu layar (senangnya naik perahu layar) Ing dina minggu keh pariwisata (dihari minggu berangkat berpariwisata) Alon prahune wis nengah (pelan-pelan perahunya mulai menengah) Pyak pyuk pyak banyu pinelah (suara air/ombak kecil yang menghantam perahu yang sedang berlayar.) Ora jemu jemu karo mesem ngguyu (tidak malu-malu sambil tersenyum dan tertawa bahagia) Ngilangake rasa lungkrah lesu (menghilangkan rasa letih, lunglai dan lesu yang membuat badan tak bersemangat) Adhik njawil Mas jebul wis sore (disaat mereka bersendau gurau, waktu terasa begitu cepat yaitu hari mulai gelap) Witing kalapa katon ngawe awe (Pohon kelapa sudah melambai-lambai) Prayogane becik bali wae (lebih baik pulang kerumah.) Dene sesuk esuk tumandang nyambut gawe (karena besok pagi kita mulai...
#OSKMITB2018 Malam pergantian tahun Jawa, diperingati oleh Keraton Surakarta dengan mengadakan upacara Kirab Satu Suro. Pada upacara tersebut, pusaka-pusaka milik Keraton Surakarta dibawa berkeliling tembok keraton. upacara adat tersebut berawal mula pada jaman Kerajaan Demak. Sunan Giri II melakukan pengubahan sistem Kalender Hijriyah dengah sistem Kalender Jawa. Beliau berkeingan untuk meyatukan Pulau Jawa. Upacara tersebut diawali dengan diadakannya pengajian pada Jumt Legi. Akibatnya, 1 Muharrom (1 Suro) yang jatuh pada hari Jumat Legi pun dianggap sakral. Bahkan, ianggap sial kalau ada orang yang memanfaatkan hari tersebut di luar kepentingan mengaji, ziarah, dan haul. Menurut orang Jawa, 1 Suro dianggap sebagai tanda berubahnya sifat dan karakter kosmis, berserta dunia ghaib, yang secara langsung diyakini mempengaruhi kehidupan manusia di bumi. Hal ini disebut sebagai siklus Cakramanggilingan. Kehidupan diasumsikan berputar silih berg...
Puasa Nganyep cara tirakat Jawa atau yang sering disebut Puasa Mutih adalah salah satu kebudayaan yang dilakukan oleh orang Jawa yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan dikabulkannya do’a-do’a kita. Keunikan dari puasa mutih ini adalah tidak mengonsumsi makanan – makanan yang bernyawa dan tidak menggunakan garam dan gula. Saat puasa mutih hanya diperbolehkan memakan nasi putih, umbi – umbian dan buah – buahan . Semua bahan makanan memiliki rasa tawar atau anyep , kecuali manis dari buah – buahan . Untuk menjalankan puasa ini, tidak ada waktu tertentu dan biasanya dilakukan selama 3 hari dan 3 malam. #OSKMITB2018
TIWUL MAKANAN LEGENDARIS YANG MANIS Makanan ini termasuk makanan bersejarah di Provinsi Jawa Tengah. Maka bagi masyarakat Jawa Tengah sudah tidak asing lagi mendengar nama makanan tersebut, terutama masyarakat yang telah berusia lanjut, karena pada masa 1960-an banyak masyarakat yang tertindas dalam hal materi untuk bertahan hidup dan begitu dengan dalam hal pendidikan yang pada saat itu banyak masyarakat yang memiliki mainset tertinggal dalam hal pendidikan yang seakan-akan pendidikan itu tidak penting untukdirambah oleh anak-anaknya. Maka untuk mengatasi masalah dalam hal pangan untuk bertahan hidup, masyarakat Jawa Tengah membuat inovasi pangan pada saat itu. Di mana inovasi tersebut menciptakan makanan yang mudah didapat dan murah untuk kalangan menengah ke bawah...
Sate blater merupakan makanan yang berasal dari Purbalingga. Nama sate ini diambil dari daerah asal muasal sate ini, yaitu dari Desa Blater, Kecamatan Kalimanah. Sate ini menggunakan daging ayam sebagai bahan utamanya. Walaupun terbuat dari ayam, sate yang berasal dari Jawa Tengah ini memiliki perbedaan dari sate ayam lainnya. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari cara memasaknya. Pada umumnya, sate dibakar saat daging masih mentah, namun sate blater tidak. Sate blater harus direndam terlebih dahulu dalam bumbu racikan khas orang-orang Desa Blater, baru setelah itu dibakar. Hal ini menyebabkan sate blater memiliki rasa yang unik dan nikmat dibanding sate lainnya. Tak hanya itu, sate ini juga bisa tahan sampai tiga hari. Berikut ini adalah bahan yang diperlukan dalam memasak sate blater; Bahan: Ayam Bawang merah sesuai selera tusuk sate seperlunya lontong secukupnya Bahan Saus Kacang Kacang tanah Bawan...
Asal Usul Nasi Megono Megono adalah makanan khas dari kota kecil di Jawa Tengah, yakni Pekalongan dan Batang. Selain terkenal dengan batiknya, nasi Megono juga cukup beken di kawasan sekitar Pekalongan dan Batang seperti macamnya nasi uduk di Jakarta/Bekasi. Nasi megono sudah ada sejak zaman dulu, tepatnya mulai dari sekitar tahun 1936 hingga sekarang. Makanan ini merupakan salah satu makanan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun dan dijaga kelestariannya. Uniknya, Megono hanya dapat ditemukan di Pekalongan dan kota kecil bernama Batang saja. Sekilas, nasi Megono terlihat seperti urap tetapi bahan isinya bukanlah sayuran melainkan nangka muda yang dipotong / dicacah kecil-kecil. Bumbu Megono sendiri terdiri dari cabe, kencur, bawan...