Jawa Tengah, terdiri dari beberapa kabupaten atau kota. Tidak sedikit dari kota-kota itu memiliki budaya atau kebiasaan yang unik sehingga menarik untuk dibahas. Salah satunya yaitu dari cara prosesi lamaran di tiap-tiap kota pasti berbeda. Salah satu kota yang saya ingin bahas kali ini yaitu kota Brebes yang terletak disebelah utara Jawa Tengah, Indonesia. Kemarin, saya mudik ke kampung halaman untuk melaksanakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga besar, yaitu di Brebes. Dan saat tahun itu juga tepat sekali tahun dimana anak dari Kakak Ibu Kandung saya (Sepupu) ingin dilamar oleh calon suaminya. Uniknya di kampung saya ini (Brebes), Lamaran harus dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri, agar lamaran ini di anggap sah dan diterima oleh masyarakat. Sebelum prosesi lamaran, saat malam takbiran menjelang Idul Fitri mempelai pria akan mendatangi calon mempelai wanitanya dengan membawa mercon (petasan) sebanyak-banyaknya untuk merayakan malam takbiran bersama calon mempelai wan...
Kabupaten Blora merupakan suatu kabupaten di bagian timur Jawa Tengah yang berbatasan dengan Kabupaten Pati, Rembang, Purwodadi di Jawa Tengah dan Bojonegoro di Jawa Timur. Kabupaten Blora merupakan kota kecil yang cukup tenang, dimana penduduknya sebagian besar masih tradisional dan bekerja dalam bidang agrikultur. Dibalik kisahnya yang tenang, Kabupaten Blora menyimpan berbagai sumber daya yang melimpah. Tanahnya yang berkapur sangat cocok untuk budidaya tanaman jati yang membuat sebgaian besar wilayah dari Kabupaten Blora masih berupa hutan jati. Selain itu, Kabupaten Blora juga menyimpan berbagai hasil tambang seperti minyak bumi dan gas alam yang terletak di Blok Cepu. Masyarakat blora juga memiliki kultur yang unik dalam hal makanan karena mereka turut serta memakan ulat jati yang hidup di daun daun jati. Ditambah lagi terdapat tradisi unik mengenai barongan. Barongan merupakan makhluk legenda yang berupa harimau berkepala singa yang mempunyai wujud menyeramkan. Baro...
Tari Topeng Ireng berasal dari Dusun Tuk Songo pada tahun 1950-an oleh Bapak Ahmad Sujak. Tari Topeng Ireng dari Dusun Tuk Songo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah telah menyebar ke seluruh Kecamatan Borobudur. Penyebaran tari Topeng Ireng pada tahun 1990-an diikuti dengan perkembangan penyajian tari Topeng Ireng. Pada tahun 2008, tari Topeng Ireng berkembang ke Dusun Besaran, Desa Congkrang, Muntilan. Perkembangan tersebut, memunculkan grup tari Topeng Ireng Mahesa Jenar. Tari Topeng Ireng mengalami perkembangan hingga 4 periode, yaitu periode 1950-an, 1990-an, 2008 dan 2010. Kemunculan tari Topeng Ireng pertama pada periode tahun 1950-an masih dengan gerakan sederhana berupa langkah kaki, kostum yang sederhana berupa daun kelapa, dan musik menggunakan dodog, bende, serta jedhor. Pengembangan tari Topeng Ireng muncul pada periode tahun 1990-an dengan penyempurnaan gerakan, penambahan kostum dari kain...
Tari Topeng Ireng berasal dari Dusun Tuk Songo pada tahun 1950-an oleh Bapak Ahmad Sujak. Tari Topeng Ireng dari Dusun Tuk Songo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah telah menyebar ke seluruh Kecamatan Borobudur. Penyebaran tari Topeng Ireng pada tahun 1990-an diikuti dengan perkembangan penyajian tari Topeng Ireng. Pada tahun 2008, tari Topeng Ireng berkembang ke Dusun Besaran, Desa Congkrang, Muntilan. Perkembangan tersebut, memunculkan grup tari Topeng Ireng Mahesa Jenar. Tari Topeng Ireng mengalami perkembangan hingga 4 periode, yaitu periode 1950-an, 1990-an, 2008 dan 2010. Kemunculan tari Topeng Ireng pertama pada periode tahun 1950-an masih dengan gerakan sederhana berupa langkah kaki, kostum yang sederhana berupa daun kelapa, dan musik menggunakan dodog, bende, serta jedhor. Pengembangan tari Topeng Ireng muncul pada periode tahun 1990-an dengan penyempurnaan gerakan, penambahan kostum dari kain...
Menurut Babad Lasem karya Mpu Santri Bendra, keberadaan batik di Lasem bermula dari kedatangan Laksamana Cheng Ho pada tahun 1413 M. Anak buah Cheng Ho bernama Bi Nang Un turut menetap di Lasem bersama istrinya, Na Li Ni. Dari kepiawaian Na Li Ni inilah, cikal bakal batik Lasem tercipta. Masa kejayaan Batik Lasem tejadi pada abad 19, dimana banyak orang keturunan Tionghoa menjadi pengusaha batik. Di rumah merekalah batik-batik diproduksi. Mereka merekrut penduduk sekitar untuk menjadi pengrajin. Pengrajin batik pun menjadi semakin kreatif menciptakan motif-motif baru. Mereka merespons kejadian dan peristiwa yang terjadi dan menerjemahkannya menjadi suatu motif baru. Semisal, ketika Daendels mempekerjakan rakyat untuk membuat jalan raya, terciptalah motif kricikan, atau watu pecah. Namun masa kejayaan batik Lasem mulai pudar pada tahun 1950-an. Di saat itu, kondisi politik tidak memungkinkan bagi para pengusaha Tionghoa untuk melakukan usaha dan pada akhirnya banyak pengu...
Lagu Lingsir Wengi merupakan lagu budaya Jawa yang penuh akan misteri. Kebanyakan masyarakat Indonesia mengetahui atau mendengar lagu ini dari serial horror "Kuntilanak" yang dilantunkan oleh aktris tanah air Julie Estelle. Namun lirik yan dilantunkan dalam serial tersebut, merupakan hasil gubahan dari salah satu gending jawa yang menggunakan pakem macapat. Pakem macapat terdiri dari 11 pakem salah satunya pakem durma ( kedelapan ) yang dipakai dalam lagu lingsir wengi. Serial film tersebut menyajikan film horor dimana lagu ini dilarang dinyanyikan pada waktu tertentu, karena akan mengundang mahluk gaib yakni kuntilanak. Dari film tersebut timbul makna negatif dari masyarakat tentang lagu ini, padahal sejarah dari lagu ini begitu baik dan patut untuk kita ketahui. Lagu lingsir wengi merupakan lagu yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Lahir sekitar tahun 1450 SM dengan nama kecil Raden Said. Sunan Kalijaga salah satu wali yang menyebarkan ajaran Islam den...
Kota Cilacap. Mungkin ada yang sudah tahu Kota Cilacap? Ngapak? Pasti tahu lah. Semboyannya itu “Ora ngapak, ora kepenak”. Nah di Cilacap punya makanan yang unik, namanya adalah gigih ketan . Pasti pada bertanya-tanya ya, apa sih itu gigih? Loh gigih bukannya nama? No. Gigih disini adalah makanan khas cilacap. Bahan utamanya adalah beras ketan. Makanan ini sudah hampir punah. Bahkan muda-mudi di cilacap sudah tidak tahu apa itu gigih ketan. Mungkin karena tergusur dengan adanya makanan modern dan jarang ada yang tahu cara membuatnya, makanan ini akhirnya sulit untuk ditemui. Cara membuatnya sebenarnya gampang. Pertama, cuci beras ketan hingga bersih. Kedua, masukan santan secukupnya, jangan smpai melebihi banyknya beras. Ketiga, tambahkan garam secukupnya dan daun salam. Lalu, kukus hingga matang. Setelah matang, sajikan untuk cemilan sore atau pagi. Biasanya gigih ini disajikan saat ada acara hajatan, syukuran, atau lebaran. Jika kalian jalan-jalan ke...
Kue wajik adalah salah satu jajanan tradisional khas Indonesia. Saat ini kue yang memiliki cita rasa yang manis dan legit ini terbilang sudah langka dan sulit ditemui. Kue wajik hanya dapat ditemui di pasar-pasar tradisional dan terkadang tersedia di pusat perbelanjaan oleh- oleh khas Jawa Tengah, Yogyakarta, dan sekitarnya. Kue wajik juga biasanya tersaji pada momen tertentu seperti pesta pernikahan dan hari raya. Kuliner tradisional yang berbahan dasar utama dari beras ketan ini berasal dari Jawa Tengah. Meskipun demikian, daerah-daerah lain di Indonesia juga memiliki jajanan tradisional yang serupa dengan kue wajik namun dengan sebutan berbeda, misalnya kue wajik yang berasal dari Sumatera, Bali, dan Jawa Barat. Kue wajik pada umumnya berwarna coklat gelap dan disajikan berupa potongan segi empat. Warna coklat pada kue wajik tersebut berasal dari pewarna alami yaitu gula merah. Namun seiring berkembangnya zaman kue wajik juga menyajikan tampilan baru...
Sawan Pengantin adalah kepercayaan adat orang Jawa Tengah di daerah Kebumen, yaitu ketika sepasang suami istri membawa anak balitanya ke acara hajatan di mana salah satu pihak pengantin ada yang baru pertama kali mantu / menikahkan anak sulungnya, anak balita tersebut akan menjadi sakit. Balita tersebut dipercaya telah diikuti oleh sebuah 'makhluk halus' dan akan mengalami gejala seperti demam tinggi di malam hari yang berulang selama 2-3 malam. Demam ini tidak kunjung turun panasnya walau sudah berobat ke dokter. Anak yang terkena sawan pengantin juga dapat mengalami gejala lain seperti kejang-kejang, yang dipercaya disebabkan karena balita 'kesurupan' setan. Jika tidak mengambil langkah-langkah lebih lanjut, maka sawan pengantin akan menyebabkan gangguan pada sisi psikologis balita. Gejala lain yang dapat dideteksi antara lain: Anak akan rewel pada jam-jam tertentu, terutama ketika menjelang maghrib dan ketika tengah malam. Anak mudah deg-dega...