Buku
57 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sinandong Asahan
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Utara

Syair-syair yang di lantunkan dalam kesenian Sinandong Asahan penuh dengan kata-kata mistis, yang sarat dengan nasehat dan petuah orang-orang dahulu. Lantunan syair-syair Sinandong Asahan diiringi pula dengan alat musik seperti, biola, gendang rebab dan gong. Di samping sebagai hiburan pada setiap hajatan, seperti acara khitanan maupun acara pernikahan, syair-syair Sinandong Asahan juga sering dilantunkan pada acara pengobatan tradisonal yang lazim disebut oleh orang Asahan sebagai pengobatan siar mambang. Saat ini Sinandong Asahan nyaris punah. Perkembangan Sinandong Asahan berbeda dengan kesenian qasidah, dan bordah yang sampai saat ini masih terdengar rentak suaranya pada setiap acara-acara. Syair-syair lagu qasidah tidak berbeda jauh dengan syair-syair Sinandong Asahan. Jika Sinandong Asahan berbahasa daerah Asahan, sementara qasidah dengan bahasa Arab. Namun inti dari syair-syair yang dilantunkan tetap sama, yaitu nasehat dan petuah-petuah dalam menjalani hidup serta ke...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Cerita Dewi Bibit dari kepualaun Nias
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Dewi Bibit Sejauh ini cerita lengkap tentang Siraso ditemukan dalam buku  Fondrakö Ono Niha, Agama Purba – Hukum Adat – Mitologi – Hikayat Masyarakat Nias  (1981) karya Sökhiaro Welther Mendröfa (Ama Rozaman).    Dalam bab IV buku tersebut diceritakan tentang Atumbukha Ziraha Wangahalö (Lahirnya Dewa Dewi Pertanian) dalam bentuk narasi dan  hoho .   Buruti Siraso (Siraso)  adalah  putri  dari Raja  Balugu Silaride Ana’a  di  Teteholi Ana’a . Balugu Silaride Ana’a adalah keturunan lebih dari sepuluh setelah Balugu Luo Mewöna. Siraso memiliki saudara kembar  laki-laki  bernama  Silögu Mbanua (Silögu).   Di  Teteholi Ana’a , Siraso rajin mendatangi rakyat saat penaburan bibit sehingga tanaman subur dan berbuah lebat. Sedang Silögu gemar mendatangi rakyat saat panen sehing...

avatar
Roro
Gambar Entri
Kertas Kulit Alim #DaftarSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Kulit kayu alim (Aquilaria) adalah bahan utama yang digunakan untuk membuat laklas, alas tulis dalam naskah Batak. Kulit kayu alim yang dipakai bukanlah kulit luar yang sudah kering dan mati, melainkan lapisan dalam yang tidak keras. Proses produksinya memerlukan keahlian khusus yang tidak dimiliki sembarangan orang. Pertama-tama kayu dipanen dan dikeringkan, kemudian dipilih ukurannya yang cocok untuk keperluan menulis. Kemudian setelah kulit kayu dikelupas, kulit luar yang kering dipisah dari kulit dalamnya. Kupasan kulit kayu tersebut bisa mencapai 15 meter dan lebar 60 cm. Kulit kayu alim tidak ditempa seperti daluwang. Jika ukuran panjang lembaran tidak sesuai yang diinginkan, maka lembaran ditempelkan. Kemudian, kedua ujungnya dipotong lurus dan permukaannya diratakan menggunakan pisau. Berikutnya dihaluskan menggunakan dedaunan. Daun yang digunakan biasanya jenis Ficus Ampelas burm. Tahap yang paling sulit dalam memproses kulit kayu alim adalah saat melipat, sebagaimana yang...

avatar
Septia_hermawati
Gambar Entri
Apa itu Pesta Bona Taon? #DaftarSB19
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Utara

Sesuai namanya ‘Bona Taon’ atau pangkal/awal tahun, pesta ini biasanya digelar pada tiga bulan pertama setiap tahun yang baru.  Pesta Bona Taon ini biasa digelar berdasarkan keturunan ( pomparan ), marga atau sekadar komunitas Batak yang berada di perantauan, entah dalam negeri maupun luar negeri. Lalu apa makna Pesta Bona Taon, bagi orang Batak?  Dalam Pesta Bona Taon, komunitas Batak khususnya yang beragama Kristen, diajak untuk menyatukan doa. Bersyukur atas berkat yang telah diberikan, berdoa memohonkan perlindungan dan penyertaan, dan membaharui ketaatan kepada firman-Nya.    Apapun yang hendak dilakukannya di tahun yang baru ini tidak akan berhasil jika tidak disertai dan diberkati Allah. Sebab itu acara Bona Taon bagi komunitas Batak Kristen memiliki makna spiritual yang sangat dalam, yaitu sebagai suatu ritus pemulihan dan penyegaran iman bersama.  Kehidupan kota besar dan modern membuat banyak orang, termasuk or...

avatar
Hotmasilaen08
Gambar Entri
Pustaha
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Pustaha  adalah sebuah buku atau surat dalam budaya  Batak  yang berisi catatan pengobatan tradisional, ilmu-ilmu gaib, keterangan tentang cara menolak hal-hal yang jahat ( poda ), mantra, ramalan-ramalan baik yang baik maupun yang buruk, serta ramalan mimpi. Buku ini biasa ditulis dengan  aksara Batak . Secara fisik, pustaha terdiri dari  lampak  (sampul) dan  laklak  (kulit kayu sebagai media penulisan). [1]  Sampul buku ini sering dihiasi dengan motif  Ilik , seekor kadal yang melambangkan dewa  Boraspati ni Tano . Pada dasarnya ilmu pengetahuan yang tertulis di dalam pustaha dapat dibagi menjadi tiga bagian besar, yaitu ilmu yang menyambung hidup, ilmu yang menghancurkan hidup dan ilmu nujum. Pustaha digunakan oleh seorang datu atau seorang murid yang belajar untuk menjadi seorang datu. Pustaha biasa dibuat dari kayu atau kulit kayu pohon alim  ( Aquilaria malaccensis )  yang dikupas. Panjang kulit kayu bisa...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Peralatan hiburan dan kesenian tradisional daerah sumatera utara
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Utara

" Peralatan hiburan dan kesenian tradisional daerah sumatera utara Saragih, J.M and Malau, Maniur and Lingga, Sayur and Tanjung, Zuraida (1988) Peralatan hiburan dan kesenian tradisional daerah sumatera utara. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. [img] Text Peralatan hiburan dan kesenian tradisional daerah sumatera utara.PDF - Published Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial. Download (63MB) Official URL: http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.ph ... Abstract Buku ini membahas tentang peralatan hiburan dan kesenian tradisional di daerah sumatera utara. Dipandang dari segi hiburan dan kesenian orang Batak mem-puiiyai persamaan dan perbedaan. Persamaannya terjadi karena pengaruh hubungan ambil mengambil diantara sub kultur. Perbedaannya terjadi dari lingkungan daerah yang berbeda dan pengaruh dengan hubungan luar. Seperti contoh serunai Simalungun lebih mirip bunui sarunai Melayu, karena pengaruh kebudayaan Hindu. Sedang...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Marmoncak
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Utara

Mossak atau moncak merupakan seni bela diri Kuno asal Sumatera Utara tepatnya dari Beladiri Suku batak yang berpakain hitam-hitam. Mossak di kenal memiliki ilmu-ilmu kebatinan dan tidak sembarangan orang untuk mempelajarinya. Penerus-penerus Ilmu mossak yang tersisa tidak berani menurunkan atau mengajari anaknya jurus mossak ini karena bisa mempengaruhi kepercayaannya terhadap Maha Pencipta. Seiring dengan waktu beladiri mossak di rubah gerakannya dan di buat peraturannya, dan sistem pertandingannya seperti pertandingan pencak silat agar bisa diterima masyarakat luas, tetapi karena tidak ada orang batak yang meneruskan beladiri ini sehingga menghilang seiring dengan kemajuan jaman. Yang masih mengetahui peraturan pertandingan Mossak sudah mustahil dijumpai, buku-buku peraturannya juga tidak dapat dijumpai sekarang ini. Beladiri Mossak sendiri sudah diangkat kedalam drama batak yang berjudul guru Saman. Mossak Batak ada sembilan peringkat atau sabuk, yaitu: Sabuk Tapak Pagar Ket...

avatar
Widra
Gambar Entri
Nai Manggale (Si Gale-Gale)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Jika kita pergi ke pulau Samosir di tengah Danau Toba, Sumatera Utara, maka kita akan mendapati Si Gale-Gale sebuah patung yang bisa bergerak. Si Gale-Gale adalah sebuah patung kematian yang dibuat apabila ada seseorang yang meninggal tanpa memiliki keturunan. Dimaksudkan agar orang yang meninggal tidak berduka di alam baka. Menurut kepercayaan orang Batak zaman dahulu, orang yang meninggal tanpa memiliki keturunan, roh-nya akan memasuki patung Si Gale-Gale. Patung tersebut kemudian akan dituntun oleh seorang dalang bersorban sementara para penonton akan menari mengelilingi patung sambil bersedekah pelipur lara kepada patung. Adapun bentuk Si Gale-Gale biasanya dibuat tanpa kepala. Kemudian di bagian kepala patung akan diletakkan tengkorak orang yang meninggal. Muka patung diwarnai dengan kuning telur, matanya dibuat dari oleh buah-buahan, rambutnya dari rambut kuda, dan tubuh patung diberi pakaian lengkap yang indah. Patung yang bisa bergerak Si Gale-Gale konon...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
PANE NA BOLON
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

PANE NA BOLON adalah dewa dalam mitologi Batak sebagai penguasa dunia tengah/Banua Tonga. Pane nabolon berbentuk seekor ular naga. Karena kekuasaannya adalah dunia tempat manusia tinggal, ia juga memiliki simbol delapan arah mata angin. Cahayanya Pane Nabolon bisa kelihatan kasat mata di kejauhan langit pada malam hari. Dalam siklus tahunan dia bergerak dari arah; Timur - Selatan - Barat, dan ke Utara. Pada setiap "desa" itu (namanya desa na ualu) dia berdiam dan mendirikan kampung menetap selama kurun waktu 3 (tiga) bulan. Sejak zaman dahulu orang batak sudah mengetahui perjalanan bulan dan bintang setiap harinya. Nujumnya selalu berhubungan dan berdasarkan astrologi. Parhalaan Batak adalah cerminan Pane Na Bolon terkait hukum alam terhadap setiap manusia. Hal-hal apa yang akan terjadi, kelak seperti apa kehidupan seorang anak yang lahir, bagaimana nasib seseorang, sembuh atau tidak penyakit seseorang, dimana posisi barang hilang, serta langkah mujur atau sial kah...

avatar
Hokker