Seni Pertunjukan
Seni pertunjukan
Sumatera Utara
Kabupaten Asahan
Sinandong Asahan
Syair-syair yang di lantunkan dalam kesenian Sinandong Asahan penuh dengan
kata-kata mistis, yang sarat dengan nasehat dan petuah orang-orang dahulu.
Lantunan syair-syair Sinandong Asahan diiringi pula dengan alat musik seperti, biola,
gendang rebab dan gong. Di samping sebagai hiburan pada setiap hajatan, seperti
acara khitanan maupun acara pernikahan, syair-syair Sinandong Asahan juga sering
dilantunkan pada acara pengobatan tradisonal yang lazim disebut oleh orang Asahan
sebagai pengobatan siar mambang.
Saat ini Sinandong Asahan nyaris punah. Perkembangan Sinandong Asahan
berbeda dengan kesenian qasidah, dan bordah yang sampai saat ini masih terdengar
rentak suaranya pada setiap acara-acara. Syair-syair lagu qasidah tidak berbeda
jauh dengan syair-syair Sinandong Asahan. Jika Sinandong Asahan berbahasa daerah
Asahan, sementara qasidah dengan bahasa Arab. Namun inti dari syair-syair yang
dilantunkan tetap sama, yaitu nasehat dan petuah-petuah dalam menjalani hidup
serta kehidupan di dunia maupun akhirat. Sinandong Asahan hampir tidak mempunyai
generasi penerusnya, walaupun Sinandong Asahan dianggap layak untuk "dijual"
kepada masyarakat dalam konsteks hiburan.
Kini geliat kesenian Sinandong Asahan itu nyaris punah, dimana para
pesenandungnya telah banyak yang tiada, di samping itu banyak pula yang sudah
terlalu tua. Sementara para generasi muda yang tergolong dalam seniman-seniman
Kota Kerang enggan untuk menggeluti/mempelajari kesenian Sinandong Asahan ini.
Bukan tidak mungkin pula pada saatnya nanti kesenian Sinandong Asahan ini akan
hilang ditelan zaman.
Sumber : Buku Penentapan WBTB 2018