Penja Tuqmis, (Penja Tumis) adalah masakan khas Mandar yang cukup langka. Karena untuk mendapatkan ikan penja sendiri tidaklah muda h seperti mendapatkan jenis ikan lainnya setiap hari di pasar-pasar tradisional. Ikan penja punya musimnya untuk didapatkan, ia hanya hadir saat waktu-waktu tertentu. Karena kemunculannya yang terbatas ia kadang diawetkan dengan memberinya garam agar tak busuk. Dua varian ikan penja yang dikenal di suku Mandar adalah penja basah dan penja kering, dan ikan penja kering adalah ikan yang sangat cocok dijadikan bahan untuk ditumis. Penja yang dikeringkan ini datang pada waktu - waktu tertentu. Menumis ikan penja sendiri membutuhkan bahan yang sederhana seperti menumis masakan lainnya. Tapi yang harus diingat untuk jenis ikan penja kering, cukup diberi penyedap rasa dan tak usah menggunakan garam. Hal ini dikarenakan ikan penja yang kering punya kadar garam yang lumayan tinggi. Saat Ramadhan penja Tumis tepat d...
Ule'-Ule' merupakan bubur kacang hijau khas Mandar. Secara umum tidak ada perbedaan antara ule-ule dengan bubur kacang hijau lainnya, namun pada bahan yang digunakan ule-ule ada penambahan “tarreang”. Tanaman “tarreang” merupakan tanaman dari keluarga suku rumput-rumputan (Poaceae) yang berkerabat dengan padi, namun yang membedakannya adalah bentuk buah yang bulir dan bulat. Tanaman satu ini adalah sumber karbohidrat utama pada zaman dahulu di daerah Mandar. Bukan hanya itu, selain lebih bergizi, makanan-makanan lokal kita memiliki makna atau simbol di balik penggunaannya. Alias tidak asal buat untuk kemudian dihidangkan. Misalnya di bulan Muharram, bulan yang mana “tarreang” laku keras, selalu dibuat “ule-uleq” atau bubur. Paling banter bubur kacang hijau dan bubur jawawut. Mengapa dibuat “ule-uleq”? Ada dua alasan, pertama rasanya yang manis, kedua namanya itu adalah pengharapan, agar rezek...
Cara membuat Nasi Goreng Khas Mamuju, resep Iris-iris bawang merah, bawang putih dan cabai rawit Buat bumbu halus berupa ulekan kemiri, merica, garam dan micin. Panaskan minyak Masukkan bawang merah, bawang putih dan cabai yang telah di iris-iris tersebut, tunggu hingga berubah agak kuning dan baunya sudah wangi. Masukkan bumbu halus Masukkan Nasi putihnya Aduk terus, dan setelah tercampur rata, masukkan kecap dan saos merahnya Setelah matang, Sajikan dengan pelengkap irisan timun, suwiran ayam, telur ceplok, dan bakso Nasi goreng siap Bahan-bahan dalam resep Nasi Goreng Khas Mamuju diatas adalah sebagai berikut Secukupnya bakso bahan pelengkap : 4 Biji Bawang merah Secukupnya telur dadar 3 Siung Bawang Putih Secukupnya Saos merah 10 buah Cabai Rawit Secukupnya timun secukupnya kemiri, haluskan 2 piring nasi putih 4 sdm Minyak goreng secukupnya...
menu cumi, cumi di kedai ini diolah dengan cara direbus dalam kuali tanah dengan gaya masak mirip dengan saat memasak ikan dengan kuah khas Mandar (bau peapi) Cara Memasak Bau Peapi: Bahan Cumi 1 sdt asam jawa, larutkan dengan 50 ml air, saring 3 sdm minyak untuk menumis Haluskan 7 butir bawang merah 4 siung bawang putih 4 buah cabai merah keriting 2 cabai merah besar 2 cm kunyit ½ sdt merica butiran 1 sdt garam 1 lembar daun salam 2 cm lengkuas , memarkan 1 batang serai, memarkan 300 ml air 1 sdt gula pasir Cara Membuat Bersihkan cumi, potong-potog sesuai selera Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas, dan serai sampai harum dan matang. Masukkan ikan tongko...
Rumah Boyang adalah rumah tradisonal dari Sulawesi Barat. Bahan bakunya berupa kayu dan identik dengan warna hitam serta seperti rumah panggung. 1. Struktur dan Arsitektur Rumah Boyang Seperti halnya kebanyakan rumah adat di provinsi lainnya di Indonesia, rumah Boyang ini juga merupakan rumah adat berstrukturkan rumah panggung yang tersusun dari material kayu-kayuan. Rumah adat Provinsi Sulawesi Barat ini ditopang oleh beberap tiang-tiang yang terbuat dari kayu balok berukuran besar setinggi 2 (dua) meter. Tiang-tiang tersebut akan menopang lantai sekaligus juga atapnya. Pada tiang rumah adat ini tidak ditancapkan ke tanah, melainkan hanya ditumpangkan disebuah batu datar guna mencegah kayu cepat melapuk. Mengingat struktur dari rumah adat ini berupa rumah panggung, maka rumah adat dari suku Mandar ini juga dilengkapi dengan 2 (dua) buah tangga, satu di bagian depan dan satunya lagi berada di bagian belakang rumah. Tangga-tangga tersebut mempunyai anak tangga y...
ABSTRACT Mappandesasi ritual is an oral folklore tradition, a folklore which form is a compiled of oral and non-oral elements. Oral tradition connects generation of past, present and future. Oral tradition inherited from generation to generation, in everyday life, thoughts, sayings, and behavior of individual or group is the real implementation of the text. This research is a qualitative-descriptive research and uses deep interview and observation method. The result of this research show that the ritual is usually performed before fishermans goes fishing, as a gesture of asking for safety and fortune to the sasi guardian and also performed after fishing to thank the sasi guardian for granting them safety and fortune. In mappandesasi ritual, the people prepare some equipment as a ritual medium. It consist of cattle, beke, and mannu as the sacrificial animal. Keywords: ritual, sasi, fisherman, and Mandar ABSTRAK Ritual mappandesasi me...
Pertunjukan koayang, atau pakkoa-koayang (lucu dan sangat menghibur), biasanya dipadukan dengan tabuhan rebana sebagai hiburan. Pertunjukan ini mungkin banyak yang tak tahu dan belum pernah menyaksikannya. Dari apa yang saya saksikan, saya tak percaya jika Anda tak tertawa terbahak bahak jika menyaksikan kelucuan mereka. Pertunukan Koayang yang ditampilkan oleh grup rebana di dusun Sumael dibarengi dengan cerita oleh lawan main pakkoayang yang disebut pattemba koayang. Bukan saja para koayang yang bergerak sendiri tapi ada lawan main pakkoayang yang disertai dengan guyonan dari awal hingga akhir pertunjukan. Biasanya tampil terlebih dahulu dengan koayang yang seakan terbang dan sesekali mencoba mematuk penonton.. setelah itu datanglah pattemba koayang dengan menunggang banyal guling (missawe) disertai dengan kayu sebagai senjata.. Masing-masing bergerak sesuka mereka dan dilanjut dengan guyonan lucu dan koayang ditembak. Setelah...
I Karake’lette’ adalah seorang laki-laki cacat yang hidup di zaman kerajaan Balanipa Mandar, Sulawesi Barat, Indonesia. I Karake’ lette’ sendiri artinya orang yang berkaki cacat. Walaupun cacat, ia menjadi penentu kemenangan Kerajaan Balanipa dalam perang melawan Kerajaan Gowa, dengan menaklukkan Raja Gowa. ∞∞∞ Alkisah, di daerah Mandar Sulawesi Barat, terdapat sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Balanipa . Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana. Rakyatnya hidup damai, sejahtera, aman, dan sentosa. Pada suatu hari, kedamaian mereka terusik oleh sebuah kabar buruk bahwa pasukan Kerajaan Gowa dengan dipimpin oleh rajanya akan datang menyerang negeri mereka. Mendengar kabar tersebut, Raja Balanipa segera bermusyawarah dengan para ponggawa dan pembesar kerajaan untuk menyusun strategi dalam menghadapi serangan musuh. &ldquo...
Kalindaqdaq merupakan salah satu tradisi adat yang berasal dari Mandar, Sulawesi Barat. Tradisi ini berupa penyampaian perumpamaan saat hendak menyampaikan keinginannya kepada seseorang, layaknya sebuah pantun. Biasanya penyampaian itu berupa sindiran-sindiran yang bisa membuat lawan bicara tertegun. Kalindaqdaq juga terkadang bernuansa sebuah puisi, rayuan kepada wanita, dan bahkan berisikan motivasi atau semangat kepada pejuang pada masa perjuangan perebutan wilayah kekuasaan para raja di tanah Mandar. Kalindaqdaq sering diperdengarkan pada acara pappatammaq atau lebih dikenal sayyang pattuqdu (acara syukuran bagi yang khatam al-qur’an) yang setiap tahun diadakan secara massal di Sulawesi Barat. Ciri kalindaqdaq, seperti umumnya puisi, adalah keterbatasannya, ketakbebasannya, yang membedakannya dengan toloq, karena toloq, seperti umumnya prosa, lebih bebas, lebih leluasa dalam bentuk dan aturan-aturan pengucapan. Sepe...