Ritual bele kampung bertujuan memohon kepada Yang Kuasa agar sebuah kamping terhindar dari mara bahaya, sekaligus merupakan bentuk rasa syukur masyarakat. Dalam ritual itu nantinya, dikumandangkan ayat-ayat suci Al-quran (surat Yasin dan AlbaQarah) yang disertai tahlil dan zikir, berkeliling kampung sambil menaburkan garam di setiap rumah warga. Harapannya adalah agar masyarakat Desa Alahair Timur selalu terlindungi dari mara bahaya yang datang tanpa diduga.
Pengobatan Tradisional Melayu Negeru Pangean, Riau Secara administratif, Negeri Pangean terletak di dalam wilayah Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Negeri Pangean merupakan daerah pedesaan dengan mata pencaharian mayoritas penduduknya di bidang pertanian. Kehidupan sosial masyarakat Pangean dipengaruhi oleh ajaran Islam, meskipun tidak seluruh masyarakat menjalankan syariat Islam secara penuh. Ada dua sistem yang mempengaruhi keyakinan masyarakat terhadap Islam, yaitu adat dan tradisi. Agama Islam bagi masyarakat Pangean merupakan sumber nilai, akan tetapi perilaku kehidupan sosial sehari-hari terkadang masih bernuansa Hindu. Penduduk Negeri Pangean umumnya cenderung bertindak menurut tradisinya lebih dahulu baru kemudian mempertimbangkan nilai-nilai Islam. Sistem nilai dan tradisi tersebut berpengaruh pada pandangan masyarakat Pangean mengenai dunia di luar dunia manusia, yaitu alam dan makhluk gaib. Masyarakat Pangean percaya bahwa m...
Upacara Adat Belian Tolak Bala Suku Petalangan Asal-usul Dalam sejarah masyarakat Melayu Riau, Suku Petalangan dikenal sebagai suku yang memiliki banyak adat istiadat. Contohnya adalah upacara belian yang sampai sekarang masih tetap dilestarikan. Upacara ini merupakan ajaran leluhur agar manusia menjaga keseimbangan hidup dengan alam dan makhluk yang terlihat maupun tidak. Upacara ini juga bertujuan agar manusia bersyukur kepada Tuhan atas kesehatan mereka (Nizamil Jamil, dkk, 1987/1988; Budisantoso, 1986). Belian menurut bahasa orang Petalangan diambil dari beberapa arti. Menurut mereka, belian adalah nama kayu yang keras dan tahan lama. Kayu belian ini pada masa lalu biasa digunakan untuk bahan membuat ketobung, yakni gendang untuk mengiringi upacara adat. Kayu ini juga baik untuk bahan membuat bangunan rumah. Menurut kemantan (orang yang dapat berkomunikasi dengan makhluk gaib), kayu belian disebut juga dengan kayu putih sangko bulan yang berarti kayu tempat tingg...
Asal Usul dan Perkembangan Kuantan Singingi adalah sebuah daerah yang secara administratif termasuk dalam Provinsi Riau. Daerahnya banyak memiliki sungai. Kondisi geografis yang demikian, pada gilirannya membuat sebagian besar masyarakatnya memerlukan jalur1 sebagai alat transportasi Kemudian, muncul jalur-jalur yang diberi ukiran indah, seperti ukiran kepala ular, buaya, atau harimau, baik di bagian lambung maupun selembayung-nya. Selain itu, ditambah lagi dengan perlengkapan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah (gulang-gulang) serta lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri). Perubahan tersebut sekaligus menandai perkembangan fungsi jalur menjadi tidak sekadar alat angkut, namun juga menunjukkan identitas sosial. Sebab, hanya penguasa wilayah, bangsawan, dan datuk-datuk saja yang mengendarai jalur berhias itu. Perkembangan selanjutnya (kurang lebih 100 tahun kemudian), jalur tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi dan simbol status sosial seseorang, tetapi...
Pada masyarakat di Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, ada sejenis permainan yang disebut ali oma. Permainan ini dinamakan ali oma, karena pada waktu melakukannya diiringi oleh nyanyian ali oma. Inti dari permainan ali oma, sebenarnya sama dengan permainan petak umpet yang dimainkan oleh anak-anak yang ada di Jakarta, yaitu mencari tempat persembunyian pemain lain, sambil menjaga “benteng” pertahanannya, agar tidak disentuh atau dipegang oleh pemain lain. Dalam konteks ini, “benteng” adalah sebuah tembok atau batang pohon yang harus dijaga oleh seorang pemain dari “serangan” (sentuhan) pemain yang lain. Konon, pada masa penjajahan Belanda, nama permainan ini bukanlah ali oma, melainkan “main sembunyi-sembunyi”, yang dilakukan oleh anak-anak pada malam hari di sekitar pekarangan rumah. Namun, sejak zaman kemerdekaan nama permainan tersebut disesuaikan dengan kata-kata yang terdapat dalam nyanyiannya, yaitu “Ali Oma&rd...
Mie Sagu merupakan panganan khas masyarakat Melayu khususnya daerah Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Berbeda dengan mie kebanyakan, Mie Sagu memiliki tekstur yang kenyal. Biasanya masyarakat Selat Panjang mengolah mie sagu dengan cara digoreng dengan ditambahkan ikan teri, daun kucai dan juga tauge. Bumbu-bumbu yang digunakan pun cukup sederhana. Berikut cara mengolah Mie Sagu. RESEP MIE SAGU Bahan-bahan: 200 gr mie sagu, cuci bersih lalu rendam dalam air matang hingga lembut 2 siung bawang putih, geprek dan cincang halus 3 butir bawang merah, iris tipis 1 genggam tauge 1 buah wortel, potong tipis 5 lembar daun kol, potong-potong 3 helai kucai, iris tipis 1 batang seledri, iris tipis 2 buah cabe rawit, iris tipis 2 sdm teri 2 sdm kecap manis 1 sdm kecap ikan 1 sdm minyak goreng garam, merica dan gula pasir secukupnya Bahan Pelengkap : Kerupuk Bawang goreng Cara membuat : 1. Langkah pertama, tiriskan mie sagu yang telah direndam 2. Kemudian pa...
Sop Tunjang atau yang biasa disebut sop tulang kaki sapi, mulai diperkenalkan penjualnya pada 1990. Ia bermula dari daerah Japura, Indragiri Hulu, sekitar dua ratus kilometer dari Ibu kota Riau, Pekanbaru. Adalah Ibu Situ, 70 tahun yang memperkenalkan makanan ini pada masyarakat. Pada awalnya, sop tunjang bukanlah sesuatu yang menjadi menu utama. Sejatinya, Siti hanya penjual miso biasa. Sebagai penjual miso, idenya menambahkan potongan tulang kaki sapi ke mangkok miso pelanggannya hanyalah sebagai bonus. Namun, lama kelamaan, justru banyak pelanggan yang minta tulang ini tanpa miso. Alhasil, porsinya pun berubah. Ia menjadi semangkok sop tulang kaki sapi yang akhirnya dikenal dengan sop tunjang. Dan tunjang itu sendiri adalah nama lain dari makanan yang diolah dari lutut kaki sapi ke bawah. Untuk mengolahnya, bulu kaki sapi ini terlebih dahulu dibuang dengan cara dibakar. Kemudian kaki sapi tersebut disayat-sayat hingga mendapatkan daging khas sapi. Bersama tulang yang ma...
Kue Semprit adalah salah satu kue yang berasal dari Riau. Dinamakan kue semprit karena pada proses pembuatannya kue ini dicetak menggunakan plastik atau spuit yang biasa disebut masyarakat dengan semprit. Kue ini memiliki bentuk seperti bunga dengan selai di tengahnya sehingga sering dijadikan buruan saat Lebaran tiba. Bahan-bahan: 1 ½ ons tepung maizenna 1 ½ ons coklat bubuk 4 ons mentega 4 ons gula pasir 5 ons tepung terigu 5 butir telur ayam, ambil bagian kuningnya 3 butir telur ayam, ambil bagian putihnya 2 sendok teh vanila bubuk 1 sendok teh garam Selai strawberry secukupnya Margarin secukupnya Cara Membuat: 1. Siapkan bahan-bahan dan alat yang diperlukan. Ambil wadah untuk mengocok mentega bersama sebagian gula sampai mengembang. 2. Masukkan kuning telur lalu kocok sampai merata semuanya. Tambahkan tepung terigu, tepung maizenna, garam serta vanilla 3. Aduk-aduk kembali, tapi jangan terlalu keras agar mudah dicetak. Sementara itu, siapkan sisa...
Ikan Selais Asap merupakan makanan khas dari Riau yang terbuat dari ikan yang diasap lalu di goreng. Masyarakat Riau biasanya menikmati ikan selais asap dengan sambal balado. Penasaran dengan bagaimana cara membuat ikan selais asap? Berikut adalah resep dari Ikan selais asap beserta sambal balado nya. Bahan yang harus disiapkan : 1. Bahan Ikan selais asap Ikan salai selais dari ikan baung maupun ikan lele – 1 ons (sudah diasap) Minyak goreng – secukupnya, untuk menggoreng 2. Bahan sambal balado : Cabai merah – ½ ons Bawang merah – 5 butir Jeruk nipis – 1 irisan Garam – secukupnya, sesuai selera Gula – secukupnya, sesuai selera Langkah Pembuatannya : 1. Cara membuat ikan salais asap : Siapkan wajan untuk menggoreng ikan Panaskan minyak, kemudian goreng ikan salai dari ikan baung maupun ikan lele di dalam minyak yang sudah panas. Balik...