[caption caption="Upacara Nujuh Jerami - radarbangka.co.id"] [/caption]Nujuh Jerami atau nuju jerami ( Nujuh – Tujuh dan Jerami – Batang Padi) adalah upacara adat sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen padi (beras merah) dan permohonan atas perlindungan pada musim tanam berikutnya. Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Suku Lom di beberapa dusun yaitu Dusun Air Abik - Desa Gunung Muda, Dusun Pejem - Desa Gunung Pelawan, dan Dusun Bukit Tulang-Desa Riding Panjang, berada di Kecamatan Belinyu - Kabupaten Bangka. Upacara ini sekaligus sebagai penanda musim panen telah berakhir. Peta Kecamatan Belinyu - alramadona.blog.ugm.ac.id images Perjalanan dari Pangkalpinang- Ibukota Provinsi Bangka Belitung, melewati Belinyu lalu terus ke Desa Pejem memerlukan jarak tempuh sekitar 117 km. Dengan jalan yang masih berupa tanah ketika akan ke Desa Pejem. Upacara ini diadakan pada tanggal 13, 14 dan 15 bulan ke- 3 penanggala...
Beripat Beregong adalah salah satu kesenian pertunjukan yang berasal dari Provinsi Bangka Belitung. Kesenian ini menunjukkan kejantanan dari seorang lelaki dengan cara saling memukul memakai senjata rotan. Kata "ripat" pada kesenian ini artinya adalah memukul dan alat musik gong merupakan alat musik pengiring tarian. Penilaian yang dilakukan adalah dengan cara melihat siapa yang paling sedikit mendapatkan bekas pukulan, maka dia lah pemenangnya. Tujuan awal dari permainan ini adalah selain mempererat hubungan antar kampung, juga untuk memupuk sportivitas para pemainnya. Sejarah Beripat Beregong Tidak ada catatan secara pasti kapan tradisi ini dimulai, Namun tradisi ini diperkirakan telah ada sejak lahirnya Kerajaan Badau, yakni kerajaan pertama di Belitung. Ada pula kisah yang terkait pada tarian ini. Zaman dahulu, di sebuah Kelekak Gelanggang yang saat ini dikenal dengan nama Desa Mentigi, terdapat seorang gadis yang kecantikannya membuat banyak kaum lelaki berniat untuk...
Sambal lingkung atau sambal lingkong adalah makanan khas dari Pulau Bangka Belitung. Meski disebut sambal, sambal lingkong atau samab lingkung ini sebenarnya makanan yang lebih mirip semacam abon atau serundeng yang terbuat dari olahan daging ikan. Sambal lingkong kebanyakan terbuat dari daging ikan tengiri . Ikan tenggiri digunakan karena memiliki tekstur yang perah dan tidak terlalu berair. Bahan lainnya yang dibutuhkan antara lain seperti santan kelapa, dan rempah-rempah lainnya. Sambal lingkong ini memiliki rasa yang gurih dan sedikit pedas karena adanya campuran rempah seperti ketumbar dan cabai. Sambal lingkong sering digunakan sebagai bahan isian untuk beberapa penganan khas masyarakat di Bangka Belitung, seperti isian kue risol, lemper, dan kue tradisional lainnya. Rasanya yang khas menjadikan sambal lingkong saat ini ramai peminat dan sering di jumpai di Bangka Belitung sebagai buah tangan khas pulau penghasil timah tersebut. Biasanya dimasak saat menjelang...
Bong li piang atau pia nanas merupakan salah satu oleh-oleh khas Bangka, termasuk juga di Bangka Selatan. Tak sulit menemukan kue ini di toko oleh-oleh. Bong li piang sendiri biasanya diproduksi oleh industri rumah tangga, sehingga cita rasanya masih cukup terjaga hingga kini. Kue ini hampir mirip dengan kue nastar namun berukuran lebih besar. Bahannya pun hampir serupa, hanya saja tidak menggunakan telur, sehingga teksturnya tidak serapuh nastar. Bong li piang paling cocok dinikmati saat pagi atau sore hari sebagai teman ngopi atau ngeteh. http://www.lagilibur.com/2017/09/lima-makanan-khas-bangka-selatan.html
Kopiah Resam merupakan peci khas Bangka Belitung yang biasa digunakan muslim di Bangka Belitung untuk kegiatan sehari-hari seperti beribadah, menghadiri pesta, kegiatan adat dan lain sebagainya. Kopiah Resam terbuat dari tanaman resam (Dicranopteris linearis) sejenis pakuan-pakuan. Bahan / alat dalam pembuatan Kopiah Resam adalah Resam Bulin, Resam Padi, pola (cetakan kepala dari kayu) / mal / pakan, jarum, penarik (terbuat dari tutup kaleng) yang dibuat lubang menggunakan paku untuk menghaluskan, sikat gigi, kulit Kayu samak, dan Cutter (pisau pemotong). Pembuatan kopiah Resam diawali dengan proses pengambilan bahan baku ke hutan, pemisahan serat Resam dari batangnya. Serat Resam tersebut kemudian diserut sesuai kebutuhan yaitu serat halus dan serat kasar (pembuangan kulit luar). Kemudian serat Resam direndam dalam air kurang lebih selama 3 (tiga) hari. Setelah direndam, bahan Resam dikeringkan seperlunya. Setelah kering, proses selanjutnya adalah penghalusan (...
Wak Wak atau cacing laut yang dalam bahasa latinya bernama moduca ini tidak asing lagi bagi warga Pulau Bangka, hewan yang berbadan lembut dan berbau amis ini tidak hanya di konsumsi warga namun juga dijual. Mencari wak wak / cacing laut ini baru bisa dilakukan ketika air laut sedang surut karena hewan ini hidup di pasir pantai, untuk menangkap wak-wak ini biasanya warga menggunakan seutas rotan untuk dimasukan di dalam tempat persembunyiannya, kalau terasa bergerak itu bertanda wak wak nya ada di dalam tempat itu. Untuk menghilangkan bau amis wak wak ini sebelum di konsumsi atau dijual terlebih dahulu di jemur dalam waktu sekitar setengah hari di bawah sinar matahari yang sangat panas, sebelum di jemur wak wak ini harus dibalik tubuh bagian dalamnya untuk membersihkan kotoran yang ada dalamnya.untuk mengkonsumsinya biasanya cukup di goreng atau di tumis rasanya sangat gurih. Sumber: ht...
Kue Macan Khas Bangka adalah salah satu jenis kue yang banyak diminati masyarakat Belitung. Kue ini memiliki tekstur yang lembut dan empuk sehingga memudahkan untuk pencernaan. Kue ini sering digunakan untuk acara-acara penting atau sebagai camilan sehari-hari. Bahan-bahan yang dibutuhkan :12 kuning telur 8 putih telur 400 gr margarine 300 gr terigu 300 gr gula halus 20 gr susu bubuk 1 bks skm 1 bks vanili 1 sdt tbm/ovalet Coklat bubuk (me: bendico) Bumbu spekuk secukupnya bila suka Kismis,coklat batang iris tipis Cara Membuat: Mixer selama kurang lebih 10 menit margarine,gula halus,vanili dan tbm dengan kecepatan tinggi. Lalu turunkan speed masukkan kuning telur bertahap dan skm aduk rata lalu mixer lg kurleb 8 menit dgn kec.tinggi. Turunkan speed lalu masukkan terigu dan susu bubuk yg sdh diayak.mixer sampai rata saja lalu matikan mixer. Mixer putih telur dg...
Ada sebuah rumah kecil beratap daun palem duri. Di sekitarnya terdapat beberapa bangunan serupa. Dalam rumah itu tinggallah sepasang suami istri yang sudah lama berumah tangga, tapi belum memiliki anak. Mereka adalah Apa Inda dan Ama Tumina. Mereka hidup dengan hasil panen padi di ladang, dan menangkap ikan di laut. Apa Inda biasa memasang sero. Bila air laut surut, ikan-ikan akan terperangkap penangkap ikan tradisional yang menyerupai pagar di laut itu. Hari itu, musim panen bertepatan dengan surutnya air laut. Apa Inda dan istrinya berbagi tugas. “Bagaimana kalau Apa ke laut dan Ama ke ladang?” usul Apa Inda. “Baiklah. Hati-hati di jalan,” sahut Ama Tumina. Dengan wajah riang Apa Inda keluar rumah. Dia menggendong ambong di pundak. Alat itu biasa digunakan untuk membawa ikan-ikannya. Burung-burung berkicau mengiringi langkah. Semilir angin menyapa tetes-tetes keringat. Di tengah jalan...
Dahulu kala ada sebuah keluarga yang tinggal di dekat Sungai Cicuruk. Suami istri itu memiliki seseorang anak laki-laki bernama Kulup. Suatu hari, Pak Kulup pergi ke hutan untuk mencari rebung. Di sana ia menemukan sebuah tongkat di antara rumpun bambu. Ternyata tongkat itu dihiasi intan permata dan batu merah delima. Pak Kulup memutuskan untuk membawa pulang rebung dan tongkat itu. Setibanya di rumah, Pak Kulup menceritakan kejadian yang dialaminya. Kemudian mereka sepakat untuk menjual tongkat temuan itu. Si Kulup disuruh menjual tongkat itu ke negeri seberang. Akhirnya, tongkat itu pun dibeli oleh seorang saudagar kaya dengan harga tinggi. Namun, si Kulup tidak segera pulang ke rumahnya. Ia lebih memilih tinggal di rantau, bahkan ia pun menikahi putri saudagar paling kaya di negeri itu. Suatu hari, si Kulup dan istrinya berdagang ke muara Sungai Cicuruk. Berita kedatangan si Kulup terdengar sampai ke telinga orangtuanya. Kedua orangtua si Kulup pergi ke kapal untu...