Dahulu kala di tempat itu terdapat sebuah negeri/Desa yang cukup besar. Rakyat di desa/ negeri itu hidup dengan aman dan damai di bawah pimpinan seorang Raja yang sangat bijaksanan dan baik hati. Pada waktu yang sama di pingiran desa/negeri itu hiduplah dua orang kakak beradik yang sudah kehilangan ayah bundanya. Mereka berdua hidup sebagai anak-anak yatim piatu yang miskin lagi hina. Dalam keadaan hidup yang miskin dan hina itu, kedua kakak beradik hidup dalam suatu suasana persaudaraan yang manis sekali. Setiap hari mereka berusaha untuk mengolah alam sekitarnya untuk memperoleh makanan bagi kelanjutan hidup mereka. Pada suatu ketika kedua mereka sedang duduk-duduk dalam pondok mereka, datanglah seorang nenek yang sudah demikian tuanya dengan pakaian compang-camping lagi kotor berlumuran debu. Kedua anak miskin yang baik hati itu segera mengajak nenek duduk dan diberilah nenek itu makanan dan minum. Sesudah itu pakaian nenek yang kotor itu dibersihkan oleh kedua...
Pada zaman dulu ada seorang lelaki yang pekerjaanya mencari kayu bakar di hutan. Suatu ketika dengan menggunakan perahu ia tiba di pantai Latuhalat. Tepatnya di ujung tanjung Latuhalat, Dusun Waimahu kemudian ia berjalan mendaki bukit, menuruni lembah naik dan sampailah ia di puncak gunung lalu ia mencari kayu-kayu di situ. Ketika matahari mulai terbenam lalu ia beristirahat, ia hendak menuruni lembah menuju ke pantai. Tetapi hari sudah malam, maka ia menggambil keputusan untuk bermalam di situ. Kemudian ia melihat-lihat dan matanya tertuju disuatu tempat yang sangat bersih. Malam itu bulan purnama cahayanya terang-menerang menerangi tempat itu. Ia hendak tidur tetapi ia belum dapat memejamkan mata, ia diganggu binatang-binatang kecil antara lain, agas, nyamuk dan ular. Tiba-tiba seekor ular datang menelanya kemudian memuntahkanya kembali tiba-tiba bunyi gemuruh seakan-akan membelah bumi ini, ia menjadi takut dan merinding bulu romanya. Saat itu pula berdirilah seorang bapak...
PADA bulan Juli hingga November masyarakat di Kabupaten Belu dan Malaka Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan persembahan tahunan di tempat pemali, seperti Ksadan Lulik (batu pemali) di puncak Gunung Mandeu , Kecamatan Raimanuk , Desa Faturika . Lokasi ini bisa ditempuh dari Kota Atambua dalam dua jam perjalanan. Ritual yang biasa dilakukan di tempat ini berupa pemotongan hewan, seperti kerbau dan ayam. Tak lupa menyisipkan beberapa helai daun sirih dan pinang sebagai rasa terima kasih, bersyukur kepada leluhur dan sang maha pencipta. Dalam keyakinan warga Belu, ruh leluhur dan alam sangat kental hubungannya. Mereka meyakini leluhur mendiami alam yang disakralkan sejak jaman nenek moyang. Salah satunya di batu pemali yang terdapat di hutan adat dan tempat-tempat pemali lainnya. Ksadan lulik ini terbentuk dari susunan batu yang ditata rapi dalam lingkaran bulat setinggi satu meter atau lebih menyerupai punden berundak-undak. Susun...
Kepulauan Tanimbar termasuk salah satu kepulauan yang terletak di daerah Kabupaten Maluku Tenggara. Tanimbar termasuk salah satu daerah yang cukup kaya dengan seni budaya tradisionil, serta ceritera-ceritera rakyat dan peninggalan-peninggalan purbakala, di mana masyarakat daerah ini sangat peka ataupun sangat kuat berpegang pada adat-istiadat mereka. Ceritera dengan judul tersebut di atas berasal dari daerah tersebut. Dahulu kala pada sebidang tanah yang oleh masyarakat setempat terkenal dengan nama "SIFANKIYEU" penduduk mulai ramai mengusahakan kebun di sana. Tempat tersebut terletak di atas sebuah bukit sehingga belum pernah orang menemukan sebuah mata air di sana, namun karena beberapa orang mulai mengusahakan kebun di sana, maka masyarakat berbondong-bondong mengusahakan kebun di sana, tanpa mengetahui atau memperhitungkan sebelumnya apakah tempat itu memiliki sumber air atau tidak. Pada suatu hari, mata hari bersinar dengan sangat teriknya, sehingga oran...
Bahan-bahan 6 porsi 1 kg ikan nila isi 6 bj 2 btng bawang daun 7 bj cabe rawit campur merah hijau 3 lmbr daun salam 2 btng sereh 1 bks royco sachet kecil secukupnya Gula merah aren secukupnya Garam 1/2 sdt sasa 75 ml santan kental Minyak untuk menggoreng 1 buah jeruk nipis 3 lmbr daun jeruk Bumbu ulek: 4 btr kemiri...
Bahan-bahan 2 buah mentimun 2 buah wortel 1 bungkus pindang tongkol 3 siung Bawang merah 2 siung Bawang putih secukupnya Kemiri sesuai selera Kunyit secukupnya Daun salam,Serai,Lengkuas Bumbu penyedap (Garam,pedas,gula putih/merah bubuk,Royko) Langkah Potong panjang wortel & mentimun, Lalu dibersihkan ...
Tari Orlapei Merupakan daerah Maluku, tarian Orlapei adalah tarian penyambutan untuk tamu-tamu kehormatan yang berkunjung ke negeri di Maluku. Tarian Orlapei wujud dari dari rasa terima kasih dan kegembiraan seluruh masyarakat suatu negeri atas kedatangan tamu yang telah berkenan menginjakkan kaki ke tanah Maluku. Dalam pertunjukkannya, Tarian ini diiringi dengan lantunan irama dari Tifa, Suling Bambu, Ukulele dan Gitar. Lantunan irama alat musik tradisional dan mahirnya gerakan penari diharapkan dapat mampu menyampaikan rasa terima kasih dari para penduduk kepada tamu kehormatan tersebut. https://www.silontong.com/2018/09/06/tarian-adat-tradisional-daerah-maluku/
Lagu Rasa Sayange atau Rasa Sayang-Sayange merupakan lagu anak anak yang selalu dinyanyikan secara turun-temurun sejak dahulu kala oleh masyarakat Maluku sebagai ungkapan rasa sayang mereka terhadap lingkungan dan juga sosialisasi antar masyarakat. Meski lagu Rasa Sayange populer di Indonesia, namun sekitar bulan Oktober 2007 lagu Rasa Sayange sempat diklam milik Malaysia. Lagu ini pada waktu itu digunakan oleh departemen Pariwisata Malaysia untuk mempromosikan pariwisataan Malaysia. Hingga Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bersikeras bahwa “Lagu Rasa Sayange” adalah milik Indonesia. Gubernur melihat bukti otentik bahwa lagu Rasa Sayange adalah merupakan lagu rakyat Indonesia berbahasa Maluku, yang di buktikan dengan rekaman lagu Rasa Sayange yang direkam oleh perusahaan rekaman Lokananta Solo 1962 pada tanggal 11 November 2007. Lagu Rasa Sayange direkam Lokananta, Solo Indonesia pada tahun 1962 dalam pi...
Melihat foto oleh-oleh dari Ambon Manise ini jadi teringat lagi eksostisme salah satu propinsi di Indonesia Timur. Kota dan pulau Ambon di propinsi Maluku ini punya kekhasan kuliner yang tak ditemui di daerah lain. Jenis makanan yang terkenal dari sana seperti sagu dan papeda dan ikan kuah kuning. Kue-kue kecil dari sana juga khas. Oleh-oleh ini dibawakan temanku yang baru pulang dari kampungnya di Bandaneira sana. Kue-kue dari Maluku ini diperkaya dengan pala dan kenari yang memang banyak ditemukan di Maluku. Rempah-rempah itu yang mengantarkan bangsa Eropa menjelajah jauh ke timur,maka tak heran sebagian makanan di daerah ini pun terpengaruh budaya Eropa. Dan entah kenapa ya, mungkin karena saat merapikan folder foto terlihat foto oleh-oleh ini jadinya serasa ingin menggumamkan lagu-lagu Maluku yang bertahun-tahun lalu pernah akrab di ruang pendengaran. Banyak lagu Maluku yang pernah di dengar, tetapi yang tiba-tiba saja kurasakan selalu berulang muncul jauh di lubuk hati adal...