Selain menawarkan tempat wisata yang unik dan menarik, serta memiliki sumber daya alam yang banyak, Banjarmasin juga memiliki daya tarik di bidang kuliner. Salah satunya jenis makanan yang populer dan banyak diminati wisatawan adalah Ikan Saluang. Ikan saluang yang dalam bahasa Latin bernama Rasbora ini adalah jenis ikan air tawar. Bentuknya kecil seperti ikan teri. Ikan Saluang dewasa bisa mencapai panjang 10 cm. Ikan ini hidup bergerombol di sepanjang sungai-sungai Kalimantan. Meski sering dicari oleh para pencinta kuliner, ikan saluang termasuk jenis ikan yang cukup sulit dibudidayakan. Sejauh ini, produksi ikan saluang masih mengandalkan hasil tangkapan masyarakat nelayan sungai yang tersebar di sepanjang daerah aliran sungai Barito. Permukaan air sungai yang jernih di musim kemarau menjadi waktu dan tempat yang tepat bagi ikan Saluang untuk bertelur dan berkembang biak di tepi sungai. Dan menjadi waktu yang tepat juga bagi para nelayan sungai untuk memanen...
Di kisahkan pada dahulu kala ada sebuah kerajaan besar dan termasyhur di wilayah Kalimantan Selatan. Letak kerajaan tersebut diapit dua buah gunung dan dialiri sebuah sungai besar. Tanahnya sangat subur dan rakyatnya hidup makmur. Hasil kekayaan alamnya melimpah ruah. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raya yang adil dan bijaksana. Beliau mempunyai permaisuri dan tujuh putri yang cantik. Kekayaan alam yang dimiliki bukan untuk kepentingan keluarga Raja, melainkan untuk kesejahteraan rakyat. Rakyat mengolah lahan pertanian sesuai dengan hak yang mereka miliki. Tidak pernah terjadi sengketa antar penduduk. Mereka hidup rukun dan damai. "Ada burung raksasa!", teriak penduduk negeri yang melihat burung raksasa itu. Mereka tidak tahu darimana asalnya burung raksasa yang tiba-tiba datang mengamuk itu. Burung raksasa itu sangat menakutkan, paruhnya besar dan tajam mengkilat. Sekali mematuk manusia langsung menemui ajal. Cakarnya dapat langsung mencengkram puluhan orang dan...
Sop mutiara merupakan kuliner peranakan dari bangsa lain, tepatnya Tionghoa, yang telah mengalami pengubahan rasa sehingga lebih sesuai dengan lidah masyarakat nusantara. Di dalam budaya Tionghoa, sop mutiara biasanya hadir ketika hari raya imlek tiba. Selain imlek, sop mutiara juga biasa tertampung dalam wadah panci ketika ada acara-acara besar peranakan Tionghoa, semisal pernikahan, ulang tahun, dan sebagainya. Makanan khas Banjarmasin ini dinamakan sop mutiara karena di dalamnya terdapat bakso kerikil atau bakso berukuran kecil-kecil layaknya mutiara. Bakso yang digunakan dibuat dari daging ayam yang digiling yang kemudian dicampur dengan kentang dan bawang putih halus. Tekstur baksonya lembut, tapi tidak selembut bakso ikan. Bicara mengenai rasanya, sop mutiara mempunyai cita rasa gurih yang dihasilkan dari perpaduan antara susu, tumbukan bawang merah, bawang putih, dan pala. Sumber: http://makananoleholeh.com/makanan-khas...
Sayur Kambang Tigarun - Kalimantan Selatan Pada zaman dulu, masyarakat Banjar begitu gemar menyantap nasi, lauk, dan lalapan sayur. Ada banyak macam sayur yang biasa dipilih, seperti kambang tigarun salah satunya. Kambang tigarun merupakan tanaman sayur yang bagian kembangnya paling banyak dipakai sebagai lalapan. Meskipun banyak disukai penduduk Banjar, sayuran ini termasuk tanaman musiman sehingga keberadaannya tidak selalu di setiap waktu. Kambang tigarun yang hendak diolah juga harus memilih yang sudah mengembang bunganya. Perlu diketahui juga kalau tanaman kambang tigarun mempunyai rasa pahit, jadi mereka yang biasa menyantapnya masuk dalam kategori penyuka makanan pahit. Kambang tigarun atau jaruk tigarun yang akan dijadikan lalapan sebelumnya harus direndam terlebih dahulu selama berhari-hari. Kalau sudah tiga sampat empat hari proses perendaman, biasanya kambang tigarun sudah bisa dinikmati bersama cacapan asam. Sumber https://www.google.co.id/search?biw=136...
Bubur Bayaak - Banjarmasin Bubur baayak adalah makanan tradisional khas Kalimantan Selatan yang menjadi warisan kuliner di Banjarmasin. Bubur tradisional ini mempunyai warna cokelat dengan paduan cita rasa manis dan gurih. Bubur baayak terbuat dari campuran tepung beras, tepung gandum, santan, gula merah, garam, dan air. Adonan bubur baayak berbentuk butiran-butiran yang diproses dengan cara disaring sembari digoyang-goyang hingga adonannya kalis. Penjual bubur baayak sendiri cukup banyak ditemukan di kota Banjarmasin karena proses pembuatannya yang terbilang mudah. Bagi setiap pembeli yang ingin menikmati semangkuk bubur baayak, mereka hanya perlu mengeluarkan uang tidak lebih dari Rp10.000. Biasanya bubur baayak menjadi menu sarapan sehingga warung penjualnya pun sudah tutup di siang hari. Sumber https://www.google.co.id/search?q=bubur+baayak&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi8xIHFsNHWAhWFjpQKHTCfBj0Q_AUICigB&biw=1366&bih=667#imgrc=10IN...
Ketuapat Kandangan - Banjarmasin Ketupat kandangan [katupat kandangan orang Banjar menyebutnya] adalah salah satu makanan khas Kalimantan Selatan yang berasal dari daerah Kandangan yang juga mempunyai kuliner khas lain berupa dodol kandangan. Ketupat dari Kandangan juga sama seperti ketupat pada umumnya yang terbuat dari bahan baku beras. Sedangkan perbedaannya dengan ketupat lainnya adalah penggunakan ikan haruan sebagai menu pelengkap di dalam setiap porsi ketupat. Ikan haruan atau gabus yang digunakan tidak diolah dengan cara digoreng, melainkan dimasak bersama santan yang sehingga menghasilkan kuah gurih. Kuah tersebut nantinya akan disiram ke potongan ketupat. Ketupat kandangan bisa dimakan pada pagi, siang, ataupun malam hari. Sebagai tambahan, selain terdapat ikan haruan, biasanya ketupat kandangan juga disajikan bersama sepotong ikan gurame atau patin yang diasap. Resep Ketupat Kandangan Khas Banjarmasin: Bahan-bahan 1. 8 potong ikan...
Apam Batil - Banjarmasin Para wisatawan yang datang ke Banjarmasin untuk menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga harus menjajal kue apam batil, terutama untuk mereka yang sudah mempunyai anak, dijamin anak-anak mereka akan menyukai kue khas Kalimantan Selatan ini. Kue apam batil atau orang Banjar menyebutnya surabi adalah kue yang menjadi warisan nenek moyang suku Banjar. Apam batil biasanya dimakan dengan tangan alias bakucau dalam bahasa Banjar. Kue apam batil yang menurut sebagian penduduk Banjar berasal dari Hulu Sungai Selatan adalah kue yang terbuat dari tepung terigu. Kue apam atau apem batil mungkin tidak sepopuler kue donat atau bolu, tapi untuk rasanya boleh diadu, apalagi jika dimakan bersama kuah gula aren, akan double nikmatnya. Kue yang menjadi kesukaan anak-anak Banjar ini paling sering dimakan pagi hari atau oleh umat Muslim dijadikan menu berbuka puasa. Resep Apam Batil Khas Banjarmasin : Bahan 1 kg tepung beras 1...
Kudapan yang satu ini merupakan khas Kalimantan Selatan yang terbuat dari kulit cempedak atau kalau orang Kalimantan Selatan menyebutnya tiwadak yang diawetkan dalam waktu yang cukup lama. Mandai umumnya dimasak dengan cara di goreng, walaupun ada juga yang memasaknya dengan cara digulai dan dibakar. Dengan ditambah beberapa rempah-rempah maka rasa asam dari kulit cempedak pasti enak rasanya. Proses pengawetannya pun cukup sederhana yaitu dicampur dengan garam, kemudian didiamkan dalam tempat yang tertutup rapat. Sedangkan lama pengawetan tergantung selera masing-masing, makin lama semakin asam rasanya dan semakin enak. Siapa yang tidak kenal buah cempedak, buah dengan nama latin artocarpus champeden sangat digemari karena daging buahnya memiliki tekstur yang lunak dan lembut di lidah serta aroma wanginya yang menusuk hidung layaknya buah durian. Buah cempedak mirip dengan buah nangka karena sama-sama termasuk dalam famili moraceae, hanya saja buah nangka lebih fam...
Teater rakyat Mamanda merupakan kesenian asli Suku Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Teater ini telah dibawa oleh rombongan bangsawan Malaka pada tahun 1897 M. Rombongan ini, di samping bermaksud melakukan kegiatan perdagangan, juga memperkenalkan suatu kesenian baru yang bersumber dari syair Abdoel Moeloek. Kesenian tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Badamuluk . Seiring perkembangan zaman, sebutan untuk kesenian ini berkembang menjadi Bamanda atau Mamanda . Berikut ini akan dikemukakan terlebih dahulu bagaimana sejarah dan perkembangan kesenian Mamanda di Kalimantan Selatan. Sejak masa Kerajaan Negara Dipa, masyarakat Kalimantan Selatan telah mengenal beberapa jenis kesenian tradisional, seperti wayang, topeng, dan joged. Ketika Islam mulai berkembang di Kalimantan Selatan pada tahun 1550 M, terutama setelah berdirinya Kesultanan Banjar yang mendapat bantuan dari Kesultanan Demak, kesenian-kesenian tradisional semakin dikenal rakyat. Pada masa...