HARI PAHLAWAN
819 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tedhak Siten
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tedhak siten berasal dari bahasa Jawa tedhak, yang berarti turun, serta siten atau "siti" yang berarti tanah. Oleh karena itu, upacara ini sering juga disebut dengan upacara turun tanah. Tedhak siten merupakan sebuah upacara sekaligus budaya yang dihadiri oleh kerabat dan keluarga yang awal mulanya diwariskan turun temurun di Kota Solo untuk memeringati hari pertama bayi melangkah. Pada jaman sekarang, tedhak siten telah menjadi adat atau tradisi umum bagi masyarakat di seluruh tanah Jawa. Tedhak siten diadakan ketika bayi berumur enem lapan yang berarti 6 x 35 hari ( satu lapan sama dengan 35 hari) atau setara dengan bayi berumur 7 bulan. Upacara tedhak siten ini secara keseluruhan merupakan acara selametan atau syukuran yang sekaligus memiliki tujuan agar anak kelak tumbuh menjadi orang yang mandiri di kemudian hari.   Upacara tedhak siten terdiri dari beberapa tahap pelaksanaan yang masing-masingnya memiliki pengertian yang berbeda beda. Tahap acara paling pertama...

avatar
OSKM_16518311_Azarya
Gambar Entri
Kenduri Brug
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Kenduri Brug berasal dari dua kata, yaitu Kenduri dan Brug. Kenduri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, meminta berkah, dan sebagainya. Kenduri atau yang lebih dikenal dengan sebuatan Selamatan atau Kenduren (sebutan kenduri bagi masyarakat Jawa) telah ada sejak dahulu sebelum masuknya agama ke Nusantara. Sedangkan kata "brug" dalam Bahasa Jawa berarti "jembatan", yang diambil dari Bahasa Belanda. Kepungan brug merupakan tradisi turun-temurun sejak zaman Kolonial Belanda yang dilakukan oleh masyarakat Desa Karanganom, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Tradisi ini bertujuan untuk syukuran sekaligus memperingati hari didirikannya jembatan yang menghubungkan Desa Karanganom bagian timur dengan bagian barat yang dipisahkan oleh sungai. Sebelum jembatan penghubung tersebut dibangun, masyarakat yang akan bepergian dari bagian timur ke barat maupun sebaliknya harus menyeberang sungai terlebih dahul...

avatar
OSKM18_16318018_Rizka Nur''aini
Gambar Entri
Tradisi Enthak Enthik Unik nan Menggelitik
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi Enthak Enthik Unik nan Menggelitik   Indonesia merupakan negeri sejuta budaya. Berbicara menenai budaya maupun tradisi-tradisi di negera kepulauan kita ini tentu tidak akan ada habisnya. Setiap daerah memiliki tradisi yang memiliki keunikan tersendiri. Dibalik suatu tradisi yang ada tentu terselip suatu cerita dan makna di dalamnya. Dibalik suatu tradisi yang ada sejak zaman dahulu, tentu sebagai generasi muda kita harus turun tangan demi menjaga tradisi agar tetap lestari. Sebagaimana kita tahu, dewasa ini sudah banyak budaya-budaya daerah yang terkikis keberadaanya bahkan nyaris hilang tertelan masa. Melirik ke suatu daerah pesisir Pantai Selatan Laut Jawa, ada suatu tradisi unik bernama Enthak Enthik. Enthak Enthik merupakan suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir Pantai Selatan di daerah Kebumen, Jawa Tengah. Tradisi ini diadakan setiap tanggal 12 Maulud atau 12 Rabi’ul Akhir bertepatan pada hari lahir Nabi Muhammad saw...

avatar
OSKM18_16018335_Efri Liana Dewi
Gambar Entri
Bersih di Sendang Mbah Meyek
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sendang Mbah Meyek adalah sendang ( atau dalam bahasa Indonesia disebut mata air) yang berlokasi di Kampung Bibis Kulon, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Pada saat awal bulan Suro atau Muharram sehari sebelum malam jumat kliwon akan diadakan suatu ritual unik di sendang ini. Para warga pada pagi hari akan kerja bakti membersihkan daerah sekitar sendang Mbah Meyek. Kemudian dilanjutkan dengan mandi bersama dan minum dari air yang ada di sendang Mbah Menyek. Air ini dipercaya dapat mendapatkan keberkahan. Selain itu, para warga juga menjamasi atau membersihkan benda – benda pusaka seperti keris dengan air yang bersumber dari sendang Mbah Meyek. Kemudian acara dilanjutkan dengan menampilkan wayang dan makan makanan khas Kota Surakarta. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_19818047_Yusuf Hikmah Setyo Adi
Gambar Entri
Joko Kendil Versi Lain
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita asal Jawa Tengah ini memiliki beberapa versi, beda penulis, isinya pun sedikit berbeda. Maklum, cerita rakyat umumnya hanya dari mulut ke mulut, sehingga tidak heran jika ada perubahan atau tambahan di dalamnya. Ada pun versi yang akan saya ceritakan kali ini saya dapati dari Ibu saya yang dulu sering mendengarkannya semasa kecil. Cerita ini berjudul : Joko Kendil Pada zaman dahulu kala, di tanah Jawa Barat, berdirilah sebuah kerajaan yang megah dan tentram. Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang memiliki tiga orang putri yang amat cantik dan menawan. Putri yang tertua bernama Dewi Kantil, adiknya, Dewi Mawar, dan putri yang paling bungsu bernama Dewi Melati.  Mereka hidup bahagia di kerajaan tersebut sampai suatu hari sang raja jatuh sakit. Sang raja yang sakit keras kemudian mengadakan sayembara, “Barang siapa yang dapat menyembuhkan penyakitku dapat menikahi salah satu dari tiga putriku.” Ribuan laki-laki, dukun, tabib, dan peramu obat-o...

avatar
Rahmamuthia4637
Gambar Entri
Lawang Sewu
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Lawang Sewu, yang berarti Seribu Pintu dalam bahasa Indonesia merupakan gedung bersejarah tepat di jantung Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini dinamai demikian dikarenakan jumlah pintunya yang -meskipun tidak mencapai seribu- banyak. Banyaknya jendela yang tinggi dan lebar juga membuat masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu. Menurut catatan, terdapat total 429 buah pintu atau lubang pintu.   Sejarah Gedung Lawang Sewu dibangun oleh perusahaan Swasta Belanda Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan dijadikan sebagai kantor pusat. Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij sendiri merupakan perusahaan perkereta-apian pertama di Indonesia, yang membuat jalur kereta menghubungkan Semarang dengan Vorstenlanden (=Daerah Kerajaan) (sekarang menjadi daerah Surakarta dan Jogjakarta) dengan jalur pertamanya yang dibangun pada tahun 1867 menghubungkan stasiun Semarang NIS di Semarang, Jawa Tengah dan stasiun Tanggung di Tanggungharjo, Gro...

avatar
Oskm18_16718140_michael
Gambar Entri
Pancen
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Menurut cerita turun-temurun, pancen adalah suatu adat kebiasaan masyarakat jawa dari zaman dahulu. Pancen merupakan penghormatan yang diperuntukkan untuk arwah keluarga yang meninggal. Menurut kepercayaan mereka, arwah keluarga yang telah meninggal akan pulang ke rumah di waktu-waktu tertentu. Dan untuk menghormati arwah dari anggota keluarga tersebut, dibuatkanlah makanan dan minuman kesukaan arwah selama masih hidup. Hal-hal yang disajikan antara lain : Nasi, Lauk pauk, Teh, Kopi, Air Putih, Rokok, Kinang, Dll. Kegiatan ini biasanya diadakan pada saat menjelang lebaran idulfitri, lebaran kecil atau 7 hari setelah lebaran idulfitri, 3,7, 40,100, dan 1000 hari setelah kematian seorang angota keluarga. Adat kebiasaan ini masih aktif dilakukan oleh beberapa kerabat saya di sekitar Solo. Mereka sudah mengetahui bahwa arwah tidak bisa kembali lagi ke dunia, tapi masih sulit meninggalkan adat dan kebiasaan yang telah dilakukan...

avatar
OSKM_16518295_Garin Ichsan Nugraha
Gambar Entri
Tempe Busuk
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Makanan yang sudah busuk biasanya tidak dimakan dan dibuang karena masalah kesehatan serta baunya. Tetapi ada juga makanan yang dimakan dalam keadaan busuk seperti  Casu Marzu  yang merupakan keju busuk dari Italia. Sekarang  Casu Marzu  sudah dilarang di beberapa negara karena bahaya yang mengancam setelah memakan keju tersebut. Anda tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk menemukan makanan busuk yang dikonsumsi. Tempe mungkin bukan makanan yang asing bagi orang Indonesia, namun apakah anda akan memakan tempe dalam keadaan busuk? Beberapa daerah di Indonesia memanfaatkan tempe yang sudah busuk sebagai bahan masakan. Beberapa masakan yang menggunakan tempe busuk antara lain sambel tumpang, sayur tempe dan bahkan sambal tempe busuk. Tempe busuk memiliki rasa dan aroma yang khas, berwarna gelap dan menjadi "penyedap" bagi beberapa masakan. Cara membuat tempe busuk saangatlah mudah, tidak dibutuhkan bahan khusus untuk membuat tempe bususk, hanya tempe yan...

avatar
OSKM18_16918246_Stefanus
Gambar Entri
Pemotongan Rambut Anak Gimbal
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Dieng merupakan dataran tinggi di Jawa Tengah, Kab. Banjarnegara dan Kab. Wonosobo. Dataran tinggi Dieng adalah kawasan vulkanik yang aktif dan letaknya pun berdekatan dengan 2 gunung lainnya. Hal yang unik dari dieng adalah suhu pada malam hari dapat mencapai 0 0 C dan masyarakatnya pun memiliki kepercayaan kuat kepada leluhurnya. Salah satunya adalah ritual proses pemotongan rambut anak gimbal. Prosesi pemotongan rambut anak gimbal adalah ritual rutin. Masyarakat wajib mengupacarainya dengan rangkaian adat. Para anak gimbal ini konon dipercaya sebagai titisan Kyai Kolo Dete, leluhur Dieng yang hidup sejak abad ke-14. Sebelum rambut mereka berubah menjadi gimbal, kondisi mereka menunjukan gejala penyakit yaitu demam tinggi. Saat itu juga, keesokan harinya rambut anak akan berubah menjadi gimbal dan harus menunggu proses upacara adat yang diadakan setiap tahun. Namun, tidak ada waktu atau umur yang pasti bagi anak-anak untuk melakukan proses upacara ini Agar rambut...

avatar
OSKM18_19718062_Shafira