Didaerah sidoarjo tepatnya dikecamatan taman desa krembangan dusun kedung duro ada cerita (mitos) yang dilakukan masyarakat setempat mengenai asal muasal dusun Kedung Duro. Dahulu sampai sekarang dusun tersebut masi di apit dua kali yang sama-sama dari anak kali brantas. Asal muasal di sebutnya dusun kedung duro, berawal dari seorang madura yang memakai kapal melintasi kali tersebut tiba-tiba kapal tersebut terkena pusaran air yang ada di dusun tersebut sehingga kapal tersebut tenggelam dalam pusaran air,yang konon katanya pusaran tersebut menuju kelaut. Sesudah kejadian itu masih menjadi misteri bagi warga setempat,sehingga warga takut mendekat ke area sungai. Waktu pun terus berputar sehingga sungai itu semakin menjadi misteri yang sangat menyeramkan dengan penghuni buaya-buaya besar sebagi penghuni pusaran sungai tersebut. Disaat gencar-gencarnya agama islam disebarluaskan pada abad 12 datanglah Sayed mas nidhomudin bin hajji bin muham...
Dinamakan Tuban. Dulunya Tuban bernama Kambang Putih Sudah sejak abad ke-11 sampai 15 dalam berita-berita para penulis China (pada jaman dinasti Song Selatan 1127-1279 dan dinasti Yuan (Mongol) 1271-1368 sampai jaman dinasti Ming th.1368-1644 5) Tuban disebut sebagai salah satu kota pelabuhan utama di pantai Utara Jawa yang kaya dan banyak penduduk Tionghoanya. Orang Cina menyebut Tuban dengan nama Duban atau nama lainnya adalah Chumin. Pasukan Cina-Mongolia (tentara Tatar), yang pada th. 1292 datang menyerang Jawa bagian Timur (kejadian yang menyebabkan berdirinya kerajaan Majapahit) mendarat di pantai Tuban. Dari sana pulalah sisa-sisa tentaranya kemudian meninggalkan P.Jawa untuk kembali ke negaranya6 (Graaf, 1985:164). Tapi sejak abad ke 15 dan 16 kapal-kapal dagang yang berukuran sedang saja sudah terpaksa membuang sauh di laut yang cukup jauh dari garis pantai. Sesudah abad ke 16 itu memang pantai Tuban menjadi dangkal oleh endapan lumpur. Keadaan geografis seperti ini...
Terlepas dari benar atau tidaknya cerita yang berkembang, mitos atau legenda di beberapa tempat wisata Indonesia menjadi daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Salah satunya adalah keberadaan gua yang paling tersohor di Tuban, Gua Ngerong. Bahwa karena masyarakat sekitar telah memercayai adanya mitos ratusan ikan di sungai yang menuju ke gua dipelihara oleh danyang Desa Rengel, maka apabila memakannya bisa dipastikan akan mengalami malapetaka berujung kematian. Wilayah Rengel, Tuban Rengel adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang dipisahkan Bengawan Solo dan berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro. Asal Mula Nama Rengel Sesuai dengan kontur atau kondisi daerahnya yang bertebing dan agak susah dijangkau, nama Rengel berasal dari kata ereng-ereng (tebing) dan angel (susah). Akan tetapi meskipun tandus, daera ini merupakan penghasil tambang batu kapur yang terke...
Pada wilayah administrasi Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban terdapat salah satu desa yang ditumbuhi pohon tua besar, lalu di bawahnya mengalir sumber air alami. Orang-orang sekitar kemudian menjadi tergantung akan air yang melimpah tidak kenal musim tersebut. Pada waktu lampau yang tidak diketahui tahunnya, berkembang cerita tumbuh di tengah masyarakat. Cerita bertitik tumpu pada derma atau kebaikan Mbah Bibit pada Sri Panganti yang dikisahkan turun-temurun yang kelak disebut Maibit. Sementara cerita terus berkembang, bahkan beberapa versi. Cerita yang bertahan, yang disampaikan dari mulut ke mulut atau folklor yang kerap dikenal masyarakat yakni kebaikan atau derma yang dari Mbah Bibit kepada perempuan bernama Sri Panganti. "Mbah Bibit adalah salah satu tokoh yang mempunyai kesaktian dan melindungi Sri Panganti dari kejaran orang-orang yang berniat mempersuntingnya," terang juru kunci Sendang, Supardi (61). Sri Panganti diceritakan sebagai salah seorang perempuan ma...
Gua Gembul terletak di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, barat daya kota Tuban. Menurut cerita rakyat yang beredar di masyarakat luas, dulu gua itu tempat persembunyian Brandal Lokajaya atau Raden Mas Syahid (kemudian bernama Sunan Kalijaga), putera Bupati Wilatikta Tuban, sewaktu masih gernar bertingkah sebagai seorang penyamun. Cerita lain mengatakan gua itu tempat berkumpul dan bermusyawarah para wali (Wali Songo). Menurut keterangan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bahwa di Gembul dulunya pernah dipakai sebagai tempat berkumpulnya tentara rakyat yang dipimpin Sunan Bonang dengan panglimanya Sayyid Abdurrahman yang terkenal dengan nama Ki Ageng Ganjur (masih leluhur Gus Dur). Ki Ageng Ganjur hidup saat Kerajaan Majapahit akan jatuh. Dulu berkumpulnya di Gembul. Ia diberi nama Ki Ageng Ganjur, konon ia menggunakan “genjur” yaitu sejenis alat gamelan untuk mengomando pasukan. Ki Ageng Ganjur ini ditunjuk sebagai panglima perang Wali Songo sebab ia paling mahir membua...
Bagi Majapahit (1284-1478), Tuban merupakan kota pelabuhan dagang yang cukup penting. Saat itu masa akhir kerajaan Majapahit dan yang menjadi Raja adalah Brawijaya V. Ada sebuah kisah seorang putra dari Adipati Tuban, Raden Mahmud Syahid atau dikenal dengan Raden Syahid, kurang lebih 1450 M. Ayahnya yang seorang adipati Tuban bernama Raden Sahur alias Aya Wilwatikta, masih keturunan dari Ranggalawe, Adipati Tuban yang pertama. Ibundanya bernama Dewi Nawangrum. Sejak kecil Raden Syahid ini sudah terlihat menjadi anak yang cerdas, pandangan matanya tajam, nalurinya kuat dan kemauannya keras. Ia adalah putra adipati yang disegani di seluruh Tuban. Keluarganya pun termasuk keluarga yang saleh dan pemeluk Islam yang taat. Hampir setiap malam, ba’da isya, Raden Syahid beserta kawan-kawannya tekun mempelajari Islam. Mereka belajar membaca Al-Quran. Kiyai Ahmad, guru mengaji Raden Syahid. Guru mengajinya sangat kagum k...
Nama asli sunan bonang adalah raden makhdum ibrahim . ia merupakan putra sunan ampel dan dewi candrawati yang sering disebut nyai ageng manila. Sejak kecil, ia sudah diberi pelajaran agama islam secara tekun dan disiplin oleh ayahnya yang juga seorang anggota wali sanga. Dan, ini sudah bukan lagi rahasia lagi bahwa latihan para wali lebih berat dari pada orang biaya pada umumnya. Ia adalah calon wali terkemuka, maka Sunan Ampel mempersiapkan pendidikan sebaik mungkin sejak dini. Cerita sunan bonang , Suatu hari disebutkan bahwa raden makdum ibrahim dan raden paku sewaktu masih remaja meneruskan pelajaran agama islam hingga ke tanah seberang, yaitu negeri pasai, aceh. Keduanya menambah pengetahuan kepada ayah kandung sunan giri yang bernama Syekh maulana ishaq. Mereka juga belajar kepada para ulama besar yang menetap di negeri pasai, seperti para ulama tasawuf yang berasal dari baghdad, mesir, arab, persia atau iran. Raden makdum ibrahim dan...
Menurut cerita rakyat yang beredar di masyarakat luas, dulu gua itu tempat persembunyian Brandal Lokajaya atau Raden Mas Syahid (kemudian bernama Sunan Kalijaga), putera Bupati Wilatikta Tuban, sewaktu masih gernar bertingkah sebagai seorang penyamun. Cerita lain mengatakan gua itu tempat berkumpul dan bermusyawarah para wali (Wali Songo). Menurut keterangan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bahwa di Gembul dulunya pernah dipakai sebagai tempat berkumpulnya tentara rakyat yang dipimpin Sunan Bonang dengan panglimanya Sayyid Abdurrahman yang terkenal dengan nama Ki Ageng Ganjur (masih leluhur Gus Dur). Ki Ageng Ganjur hidup saat Kerajaan Majapahit akan jatuh. Dulu berkumpulnya di Gembul. Ia diberi nama Ki Ageng Ganjur, konon ia menggunakan “genjur” yaitu sejenis alat gamelan untuk mengomando pasukan. Ki Ageng Ganjur ini ditunjuk sebagai panglima perang Wali Songo sebab ia paling mahir membuat jembatan. Disamping itu, tentara Wali Songo yang akan menyerbu M...
idak seperti layaknya goa alam lain yang berlokasi di tempat terpencil, Goa Akbar yang merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Tuban berada tepat di bawah pasar rakyat. Keunikan goa dan muatan sejarah yang terkandung di dalamnya, menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke tempat wisata ini. Di goa dengan lintasan sepanjang 1,2 kilometer itu, pengunjung akan mendapatkan suasana yang sangat berbeda. Mushola Goa Akbar Pada sisi lain dari dalam gua terdapat sebuah ruangan yang bisa digunakan oleh pengunjung yang beragam islam untuk melakukan ibadah sholat. Bagian ini memiliki lantai dasar gua yang telah dilapis keramik warna putih dan hitam sebagai penanda barisan sholat. Beberapa tempat di Gua Akbar dipercaya sebagai tempat Sunan Kalijogo dan Sunan Bonang pernah bertapa. Seperti ceruk yang diberi nama Pasepen Koro Sinandhi, yaitu tempat pintu yang dirahasiakan. Diceritakan, konon Sunan Bonang mengetahui goa ini karena diajak Sunan...