Gethuk Singkong dengan Parutan Kelapa Kudapan Khas Nenek dari Semarang Gethuk merupakan suatu kudapan sederhana yang berasal dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pada dasarnya, Gethuk merupakan singkong yang telah dikupas, kemudian direbus, dan ditambahkan suatu hal yang manis, umumnya gula merah ataupun parutan kelapa. Pada kebiasaan masyarakat Jawa Tengah, Gethuk sering kali dimakan ketika sore hari, untuk menunda kelaparan yang telah tiba secara dini karena tuntutan energi kehidupan, baik itu kegiatan sekolah atau hal yang terkait pendidikan, maupun beban pekerjaan yang dialami oleh para pekerja yang tengah membanting tulang untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Bagaimanapun juga, gethuk merupakan makanan ringan yang murah dan cocok dimakan dengan segelas kopi hitam ataupun teh hangat. Makanan Gethuk terdapat di seluruh daerah Jawa, dan oleh karena itu, proses pembuatan Gethuk mengalami suatu perbedaan tergantung daerahnya, sebab hampir setiap daerah melakuka...
Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...
Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...
Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...
Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...
Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...
Tradisi Takbir keliling di Demak ini selalu dilaksanakan pada malam 1 Syawal(malam Idul Fitri), takbir keliling ini merupakan arak-arakan yang berupa miniatur seperti masjid, gajah, monster, tokoh masyarakat, unta, dan sebagainya yang diiringi musik tradisional. Takbir ini kebanyakan diselenggarakan oleh anak-anak SMA sembari membangun kreativitas mereka, dan telah disiapkan beberapa hari sebelum malam takbiran. Biasanya diadakan semacam kompetisi oleh RT/RW yang mengapresiasi kreativitas mereka dengan memberikan hadiah untuk 3 miniatur yang paling unik. Setiap kali saya menghabiskan lebaran di kampung ibu saya ini, saya selalu keluar rumah dan menyaksikan takbir keliling ini bersama keluarga saya didepan rumah sambil membaca takbir bersama-sama. Saya sangat menikmati malam takbiran saya dengan melihat arak-arakan yang unik dan menarik, apalagi sesekali diselingi oleh suara kembang api yang menghiasi langit menambah antusias para warga yang sedang menyaksikan takbir keliling....
Kata nyewu berasal dari bahasa Jawa yang artinya seribu, nyewu dina berarti seribu hari, tradisi nyewu atau selametan nyewu atau peringatan seribu hari dalam budaya Jawa adalah proses ritual dalam upacara peringatan meninggalnya seseorang yang merupakan upacara penutup (pungkasan) untuk melepas dan mengikhlaskan arwah orang yang telah meninggal kepada Yang Maha Kuasa. Menurut kepercayaan orang jawa setelah hari keseribu roh orang yang telah meninggal tidak akan kembali ke tengah-tengah keluarganya lagi untuk menghadap Tuhan. Ritual-ritual pelaksanaan Nyewu Dalam acara tradisi nyewu biasanya ada beberapa acara ritual-ritual yang diadakan oleh keluarga almarhum, adapun acara-acaranya sebagai berikut: a. Penyembelihan kambing Upacara dimulai dengan penyembelihan satu ekor kambing sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas rezeki yang telah diberikan. Jik...
Berkunjung ke kota Purworejo rasanya tak lengkap kalau belum mencicipi kuliner khas kota yang terletak di sebelah barat kabupaten Kulon Progo ini. Diantara makanan khas diÃÂ Purworejo , ada satu yang unik yaituÃÂ Clorot .ÃÂ Clorot ÃÂ ini merupakan makanan semacam "jenang" yang terbuat dari tepung beras dicampur gula merah, santan kelapa, sedikit garam, dan daun pandan sebagai aromanya. Adonan dimasukkan wadah yang terbuat dari janur kuning yang diulin membentuk kerucut mirip mainan terompet daun kelapa kemudian dikukus.ÃÂ Clorot ÃÂ sering disajikan pada acara hajatan maupun saat lebaran. Saat ini pembuatÃÂ Clorot ÃÂ masih dapat ditemukan diÃÂ Pasar Grabag Kecamatan Grabag ÃÂ sekitar 30 km dari pusat kotaÃÂ Purworejo ....