Tari Buto lawas merupakan salah satu bagian dari pertunjukan Tarian Kuda Lumping yang menggabungkan antara kesenian asli dan kesenian modern, kebudayaan ini juga sering dikaitkan dengan unsur "klenik" atau magis. Pada Tarian Buto Lawas, biasanya dimainkan oleh 4 - 6 orang penari. pertunjukan seni buto lawas dimainkan dengan cara menunggangi kuda anyaman bambu dan menari diiringi alunan musik, pada bagian ini penari buto lawas mulai dirasuki oleh roh halus atau kesurupan, terkadang penonton pun juga bisa mengalami fenomena kerasukan ini. Dalam setiap pertunjukkan Buto Lawas ini, untuk memulihkan kesadaran pemain ataupun penonton selalu hadir para datuk yang meemiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali dengan menggunakan pakaian serba hitam. Kita sebagai masyarakat Indonesia hendaknya mengambil sikap positif dari Tarian tersebut karena masih ada orang di daerah yang mampu dan mau melestarikan budaya yang hampir ditinggalkan oleh masyarak...
Singkong merupakan salah satu makanan pokok di Indonesia. Dalam benak sebagian besar masyarakat Indonesia singkong hanya dimasak dengan direbus. Namun, berbeda di kecamatan Getasan yang terletak di lereng Gunung Merbabu. Orang lokal biasa mengenalnya sebagai daerah Kopeng. Di kecamatan tersebut terdapat satu dusun, yang bernama dusun Losari, dimana hampir di setiap rumah menjual balok-balok singkong. Balok-balok singkong masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia walaupun sudah cukup terkenal di kalangan lokal dan daerah sekitarnya. Hal tersebut dikarenakan balok-balok singkong ini masih dijual secara 'rumahan' oleh masyarakat dusun Losari. Hal lainnya dikarenakan belum adanya pelatihan entrepeneurship di daerah tersebut terutama untuk para pemuda sehingga belum ada masyarakat yang berinovasi untuk mempromosikan makanan tradisional ini. Nama balok-balok singkong didapat dari bentuknya yang seperti balok-balok. Asal mula pembuatan balok-...
Ada hal yang unik di Desa Danaraja, salah satu desa yang terletak di bagian selatan kabupaten Tegal. Peninggalan bersejarah dari Ulama Syekh Maulana Mahgribi saat menyebarkan ajaran Islam di wilayah Desa Danaraja Kecamatan Margasari merupakan bukti masuknya Islam di wilayah Kabupaten Tegal, bahkan hampir setiap tahun usai menjalankan sholat Idul Adha atau yang dikenal dengan Lebaran Haji di gelar acara Kirab Pusaka oleh masyarakat setempat. Sebuah bangunan masjid, piring panjang (sebuah piring yang dapat menampung hampir 20 ltr beras yang sudah masak) yang menjadi peninggalannya beliau juga meninggalkan pusaka kitab yang terkenal yaitu "Kitab Rambang" sebuah kitab yang terbuat dari daun serta bertuliskan sangsekerta, namun yang menjadi keanehan masyarakat sekitar makna yang tersirat dalam kitab tersebut setiap tahunnya dapat berubah. "Acara ini hanya menjadi agenda di desa, sebenarnya masyarakat Desa Danaraja menginginkan acara ini masuk dan menjadi agenda di pemerintah daerah s...
Jathilan merupakan kesenian pertunjukan khas dari Kota Magelang, Jawa Tengah. Kesenian ini juga dikenal dengan nama Jaran Kepang, atau yang biasa diketahui oleh masyarakat umum dengan nama kesenian Kuda Lumping. Para penari tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya yang dianyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda. Kuda tersebut dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Umumnya pertunjukan ini menampilkan adegan prajurit berkuda yang berusaha melewati rintangan saat mereka hendak menuju ke medan perang, namun tidak jarang juga yang hingga menampilkan adegan kesurupan dan adegan-adegan lainnya yang berbau supranatural. Para penari akan terus bergerak sembari melakukan ritual-ritual yang akan membuat mereka kesurupan. Ketika proses tersebut telah dilalui, para penari dapat melakukan atraksi-atraksi ekstrem, seperti memakan pecahan kaca, mem...
Tari Buto lawas merupakan salah satu bagian dari pertunjukan Tarian Kuda Lumping yang menggabungkan antara kesenian asli dan kesenian modern, kebudayaan ini juga sering dikaitkan dengan unsur "klenik" atau magis. Pada Tarian Buto Lawas, biasanya dimainkan oleh 4 - 6 orang penari. pertunjukan seni buto lawas dimainkan dengan cara menunggangi kuda anyaman bambu dan menari diiringi alunan musik, pada bagian ini penari buto lawas mulai dirasuki oleh roh halus atau kesurupan, terkadang penonton pun juga bisa mengalami fenomena kerasukan ini. Dalam setiap pertunjukkan Buto Lawas ini, untuk memulihkan kesadaran pemain ataupun penonton selalu hadir para datuk yang meemiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali dengan menggunakan pakaian serba hitam. Kita sebagai masyarakat Indonesia hendaknya mengambil sikap positif dari Tarian tersebut karena masih ada orang di daerah yang mampu dan mau melestarikan budaya yang hampir ditinggalkan oleh masyarak...
Ronggeng adalah jenis kesenian tari jawa di mana pasangan saling bertukar ayat-ayat puitis saat mereka menari diiringi musik dari rebab atau biola dan gong. Ronggeng mungkin berasal dari Jawa, tetapi juga dapat ditemukan di Sumatera dan Semenanjung Malaya. Ronggeng telah ada di Jawa sejak zaman kuno. Di Jawa, penampilan ronggeng tradisional menampilkan rombongan tari perjalanan yang berjalan dari desa ke desa. Pasukan tari terdiri dari satu atau beberapa penari wanita profesional, disertai oleh sekelompok musisi memainkan alat musik: rebab dan gong. Istilah “ ronggeng ” juga diterapkan untuk penari wanita. Selama penampilan ronggeng, para penari profesional perempuan diharapkan untuk mengundang beberapa penonton laki-laki atau klien untuk menari dengan mereka sebagai pasangan dengan memberi uang tips untuk penari wanita, diberikan selama atau setelah tarian. Pasangan tarian intim dan penari perempuan mungkin melakukan beberapa gerakan yang mungkin dianggap t...
Morinda citrifolia atau lebih dikenal sebagai mengkudu adalah tanaman kaya khasiat yang bisa dijumpai hampir di seluruh Indonesia. Tanaman yang dibawa oleh bangsa Polinesia ini memiliki beragam nama: di Jawa Tengah buah ini dikenal dengan nama pace atau kemudu, sementara di Jawa Barat lebih dikenal dengan nama cengkudu. Beragam studi di zaman modern menunjukkan bahwa buah mengkudu mengandung gizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, vitamin, dan mineral tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selain itu, buah mengkudu juga mengandung beragam senyawa yang berfungsi sebagai zat antioksidan. Tak ayal jika sejak zaman dahulu, mengkudu sudah digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai keperluan pengobatan. Mengobati penyakit gondok Gondok adalah penyakit yang disebabkan oleh pembengkakkan kelenjar tiroid. Cara mengatasinya bisa dengan mengalungkan buah mengkudu yang masih mengkal, ditambah dengan mengonsumsi buah...
Sate merupakan makanan khas Indonesia yang sering kita temui di berbagai daerah Indonesia. Sate ini adalah potongan – potongan daging yang ditusuk dengan menggunakan tusukan kayu kemudian dibakar di atas arang dengan diolesi bumbu – bumbu khas daerah masing – masing. Sate ini biasanya disajikan bersama bumbu kacang dengan bawang merah dan cabai yang dipotong – potong dan tidak lupa dimakan bersama nasi agar menambah karbohidrat. Sate di masing – masing daerah memiliki ciri khas dan keunikannya masing – masing. Seperti halnya sate yang akan saya kenalkan ini. Sate ini dipanggil oleh masyarakat di Kudus, Jawa Tengah sebagai sate kerbau atau sate kebo. Disebut begitu karena sate ini menggunakan daging kerbau. Ini sudah merupakan tradisi dari salah satu wali songo yang berada di Kudus yaitu Sunan Kudus yang meminta masyarakat untuk tidak menyembelih sapi untuk menghormati pemeluk agama Hindu yang mensucikan hewan sapi sehingga terjadi ha...
Simtudduror, atau kerap disebut duroran merupakan salah satu kesenian musik akulturasi yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah, terutama di daerah pesisir pantai. Kesenian musik ini awalnya merupakan gabungan dari kebudayaan Timur Tengah, Banjar, dan Pekalongan. Konon katanya, masyarakat Timur Tengah yang menyebarkan agama Islam di Pekalongan senang memainkan alat musik rebana. Sehingga masyarakat setempat pun membentuk sebuah kesenian musik yang bernama Simtudduror. Pada dasarnya, kesenian musik ini menggunakan dua alat musik yaitu rebana dan jidor. Rebana yang digunakan merupakan rebana genjring khas Pekalongan sebanyak empat buah. Rebana yang digunakan memiliki diameter 30-32 cm. Ada beberapa pola ketukan rebana yang digunakan dalam kesenian ini, diantaranya pola genjring, masruk, golong I, dan golong II. Simtudduror diambil dari kitab Maulid Simtudduror karya Habib Ali Al Habsy dari Yaman. Lantunan yang dikumandangkan pada kesenian ini yaitu sholawat sebagai ungkapan s...