Resensi By: Susi Gustiana Betapa bahagia mencium aroma buku , pikiranku menari 'seolah menemukan harta karun'. Buku Lalu Dia dan Lala Jinis adalah cerita rakyat Sumbawa yang di tulis oleh bapak Dinullah Rayes. Nama Rayes merupakan marga dari keturunan kedatuan Alas. Cerita ini bersemi dihati penduduk terutama dari bagian barat tepatnya di kecamatan Alas. Kisah kasih diantara dua pasang anak muda romeo dan Juliet Sumbawa ini diriwayatkan oleh orang tua dengan menggunakan bahasa yang puitik melalui lawas. Lawas samawa merupakan puisi lisan tradisional pada umumnya tiap bait terdiri dari 3 baris. Dipengantar awal buku penulis menyebutkan bahwa kisah ini ditembangkan oleh orangtua yang mahir balawas (menembangkan syair) dengan suara merdu menawan dan mempesona bagi siapapun yang mendengar. Tradisi di Sumbawa bagi orang yang bisa mendongeng atau bercerita itu disebut Badia. Tau Badia (orang/seniman yang menyampaikan cerita) sering diundang pada acara hajatan. Setiap ada orang B...
Di Kecamatan Maronge terdapat sebuah situs makam tua, tepatnya di Desa Pemasar Dalam yang berjarak kurang lebih 2,5km dari jalan raya lintas Sumbawa -Bima. Makam tersebut adalah milik Sang Puteri Cantik bernama Lala Bunte yang dikubur hidup-hidup bersama harta benda nya. Makam ini merupakan salah satu Situs bersejarah yang ada di Wilayah Kabupaten Sumbawa terletak di sebuah bukit kecil yang berjarak kurang lebih 1,5km dari desa Pemasar Dalam, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa. Di bukit itu juga banyak terdapat makam-makam kuno dari para leluhur termasuk para 7 dayang yang dulunya selalu setia menemani Sang Puteri. Sebelum anda mencapai bukit dimana Makam Lala Bunte berada, terdapat sebuah tempat yang merupakan bekas lokasi Kerajaan, dimana dulunya Puteri Lala Bunte bertempat tinggal bersama para kaumnya. Negeri itu bernama “Silang”, lokasi dimana desa tempat Lala Bunte dilahirkan, kini ditumbuhi oleh rimbunan pohon-pohon bambu yang rindang., menurut tokoh masyarakat setempat, s...
“Legenda Alam Gaib di Pantai Sambelia” Di Lombok Timur Karya : ARNIATI Awal mula sebuah cerita legenda alam gaib di “pantai Sambelie” khususnya di Lombok Timur. Seorang perempuan cantik yang memiliki paras menawan sehingga bisa membuat laki-laki yang melihatnya tertarik, pada awal cerita ketika ada seorang laki-laki dan teman-temannya yang pergi mancing ke pantai tersebut, di pantai sambelie dia bertemu dengan seorang perempuan yang sangat cantik, pada saat itu laki-laki yang berinisial D tidak pernah membayangkan kalau itu adalah perempuan biasa karena tiba-tiba saja ada seorang perempuan berjalan di tepi pantai yang pada saat itu tidak mungkin ada, timbul di benak sang laki-laki bahwa pasti itu penunggu pantai akan tetapi laki-laki yang berinisial D masih ragu, tetapi tak lama kemudian perempuan itupun menghilang entah kemana. Dari sana laki-laki yang berinisial D ini bergumam dalam hati sambil berjalan pulang tanpa membawa satu ekor ikanpun. Sesampai di rumah dia melupakan ke...
Pengantar Cerita rakyat merupakan dokumen kebudayaan yang dapat memberikan gambaran atau merefleksikan adat-istiadat dan tata kehidupan masyarakat. Sebuah cerita rakyat dapat mengandung berbagai macam nilai yang dapat menjadi panduan hidup masyarakat dalam berperilaku, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang akan mengarah pada pendidikan budi pekerti, sikap hidup, dan tata perilaku yang susila sehingga mampu membangun watak manusia yang luhur dan mulia (Santosa, 2010:141--142). Setiap tempat di Indonesia memiliki kebudayaan sendiri dan umumnya juga memiliki cerita rakyatnya sendiri. Hal itu disebut legenda setempat, yaitu cerita yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat dan bentuk topografi, yakni bentuk permukaan suatu daerah, apakah berbukit-bukit, berjurang, dan sebagainya (Danandjaja, 1984:75). Legenda setempat memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam rangka membangun karakter masyarakat. Jika mengingat masa kini, hadirnya gerakan globalisasi yang mengesa...
Pada zaman dahulu kala tersebutlah seorang raja yang bernama Datu Pejanggiq. Raja ini terkenal sangat berani, bertampang gagah dan juga amat sakti. Ia berkulit putih kuning, terkenal adil dan bijaksana. Ia juga sangat terkenal dengan kesaktiannya karena memiliki suatu benda keramat yang bernama Gumala Hikmat. Di samping itu Datu pejanggiq amat gemar memikat kerata, yaitu sejenis ayarn hutan yang mempunyai suara yang amat nyaring. Datu Pejanggiq, mempunyai seorang permaisuri, yang bernama Puteri Mas Dewi Kencana. Puteri itu adalah seorang puteri jelita dari Raja Kentawang. Dari permaisuri itu ia memperoleh seorang putra. Sifat dan perilaku dan tampaknya sarna dengan’- Datu Pejanggiq, sehingga dia pun sangat dikasihi oleh masyarakat, di sarnping oleh ayahanda dan ibunya sendiri. Pada suatu ketika Datu Pejanggiq berangkat ke hutan Lengkukun ‘untuk “menangkap burung kerata. Ia diiring oleh patih Batu Bangka. Tiba-tiba hujan pun turun dengan lebatnyadisertai sabungan kilat dan s...
Pada suatu hari, penghulu alim diundang keacara kawinan, dan pada saat itu istrinya sedang dalam keadaan hamil, penghulu alim akan pergi beberapa bulan sehingga sebelum berangkat, sang penghulu alim menyerahkan seutas sabuk dan selendang kepada istrinya seraya berkata “ istriku,,, nanti kalau anak kita lahir dan sudah mampu berjalan suruhlah untuk mencariku ditempat acara kawinan itu, dan ikatkan sabuk dan selendang itu sebagai pakaiannya agar aku dapat mengenalinya”. istrinya dengan penuh kelembutan pun menjawab “ baiklah kakak” seraya menyiapkan perbekalan untuk suaminya sang penghulu alim Sepergi suaminya Penghulu Alim, lahirlah Si Kuat Makan(Si Kuat Medaran) dan dirawat oleh sang ibunya seorang. Ketika si kuat medaran sudah menginjak beberapa bulan dia sudah mampu berjalan dengan lincahnya. Namun selama kelahiran dia belum tau siapa dan dimana ayahnya. Akhirnya si kuat medaran pun bertanya pada ibunya “ibu… dimanakah ayahku?. Kata Si Kuat Medaran kepada ibunya. Ibunya menjawab;...
Pada zaman dahulu di pantai selatan Pulau Lombok terdapat sebuah kerajaan yang bernama Tonjang Beru. Sekeliling di kerajaan ini dibuat ruangan - ruangan yang besar. Ruangan ini digunakan untuk pertemuan raja - raja. Negeri Tonjang Beru ini diperintah oleh raja yang terkenal akan kearifan dan kebijaksanaannya Raja itu bernama raja Tonjang Beru dengan permaisurinya Dewi Seranting. Baginda mempunyai seorang putri, namanya Putri Mandalika. Ketika sang putri menginjak usia dewasa, amat elok parasnya. Ia sangat anggun dan cantik jelita. Matanya laksana bagaikan bintang di timur. Pipinya laksana pauh dilayang. Rambutnya bagaikan mayang terurai. Di samping anggun dan cantik ia terkenal ramah dan sopan. Tutur bahasanya lembut. Itulah yang membuat sang putri menjadi kebanggaan para rakyatnya. Semua rakyat sangat bangga mempunyai raja yang arif dan bijaksana yang ingin membantu rakyatnya yang kesusahan. Berkat segala bantuan dari raja rakyat negeri Tonjang Beru menjadi hidup makmur, aman dan...
PERS WARISAN BUDAYA NUSANTARA – REDAKSI NTT Oleh : Aurelius Do’o – Mengenang Pesan Ayahanda Tercinta, Alm. Fransiskus Lando. Nida adalah Nama dari sebuah Suku besar yang hidup dalam Wilayah Kecamatan Detukeli, di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kilas rangkuman ini membatasi penguraian tulisan tentang apa dan siapa itu Nida. Ini hanya menukik sebuah kisah. Manusia Menjelma Menjadi Padi dalam Tradisi Kepercayaan Adat Budaya Nida yang hidup di Pulau Flores sampai saat ini dan selama-lama nya. Tulisan ini dimuat sebagai rangkuman wawancara tunggal nara sumber salah satu Tokoh Adat Nida, Fransiskus Lando, guna diteruskan kepada segenap generasi, untuk Poestaka Baca Budaya – Bagi satu generasi ke generasi lain. Semasa hidup, Franssiskus Lando mengungkapkan, rangkuman INE PARE NIDA dalam perjalanan penggalian oleh dirinya selaku generasi adat, mulai serius digarap sejak Tahun 1963. Sejumlah Tokoh Adat dan beberapa Mosalaki Besar di wilayah Lio Utara diak...
Mitos lahirnya Nua Ende dapat ditelusur melalui unsur pra sejarah yang dapat dijadikan sumber penelitian. Dongeng-dongeng yang diteliti ini adalah kutipan dari karangan S.Roos “ Iets Over Ende “ dan karangan Van Suchtelen tentang onderafdeling Ende. Walaupun cerita ini tidak terperinci namun setidaknya dapat menjadi gambaran awal untuk mengkaji asal-usul orang Nua Ende di Flores, NTT. Diceritakan tahun 1872, kira-kira sepuluh turunan lalu, sudah turun dua orang dari langit yang bernama Ambu Roru (lelaki) dan Ambu Mo` do (wanita). Mereka kemudian kawin dan mendapat lima anak, tiga wanita dan dua lelaki. Satu wanita menghilang tanpa kembali lagi sementara empat anak yang lain melanjutkan turunan Ambu Roru dan Ambu Mo`do di Ende. Pada suatu hari, para nelayan asing yakni Borokanda, Rako Madange dan Keto Kuwa bersampan dari Pulau Ende ke Pulau Besar karena untuk menangkap ikan. Mereka mendapat banyak ikan yang separuhnya mereka makan ditempat dan yang sisanya akan dibawa ke rum...