Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita rakyat Nusa Tenggara Barat Lombok Timur
Legenda Alam Gaib di Pantai Sambelia
- 21 Februari 2021

“Legenda Alam Gaib di Pantai Sambelia”

Di Lombok Timur

Karya : ARNIATI

Awal mula sebuah cerita legenda alam gaib di “pantai Sambelie” khususnya di Lombok Timur. Seorang perempuan cantik yang memiliki paras menawan sehingga bisa membuat laki-laki yang melihatnya tertarik, pada awal cerita ketika ada seorang laki-laki dan teman-temannya yang pergi mancing ke pantai tersebut, di pantai sambelie dia bertemu dengan seorang perempuan yang sangat cantik, pada saat itu laki-laki yang berinisial D tidak pernah membayangkan kalau itu adalah perempuan biasa karena tiba-tiba saja ada seorang perempuan berjalan di tepi pantai yang pada saat itu tidak mungkin ada, timbul di benak sang laki-laki bahwa pasti itu penunggu pantai akan tetapi laki-laki yang berinisial D masih ragu, tetapi tak lama kemudian perempuan itupun menghilang entah kemana. Dari sana laki-laki yang berinisial D ini bergumam dalam hati sambil berjalan pulang tanpa membawa satu ekor ikanpun. Sesampai di rumah dia melupakan kejadian tersebut akan tetapi di lain hari laki-laki berinisial D bertemu lagi dengan perempuan itu karna jika dia menyukainya maka dia menampakkan dirinya dengan nyata, akan tetapi hanya yang dia inginkan saja yang bisa di perlihatkan wujud aslinya. Teman-teman laki-laki yang berinisial D memang bisa melihat perempuan penunggu pantai tersebut akan tetapi laki-laki yang berinisil D ini tidak mau menghampiri perempuan itu hanya dia melihatnya dari kejauhan, teman dari laki-laki yang berinisial D yang menghampiri perempuan itu, tetapi mata perempuan itu tertuu pada laki-laki yang berisinial D perempuan itu mau yang membantunya adalah laki-laki yang berisinial D. Hanya yang dia tuju adalah seorang laki-laki yang berinisial D itu saja.

Ketika laki-laki yang berinisial D ini kembali lagi ke pantai sambelie untuk mancing maka perempuan penunggu pantai ini sengaja menyamar sebagai pedagang dan sengaja menjatuhkan barangnya sehingga laki-laki yang berinisial D ini dan teman-temanya sempat mau membantu tetapi perempuan tersebut hanya mau di bantu oleh laki-laki yang berinisial D, perempuan itu melihat laki-laki yang berinisial D sambil mengkedip-kedipkan matanya.

Pada hari selanjutnya laki-laki yang berinisial D tersebut lagi iseng-iseng pergi mancing ke pantai Sambelia khususnya di Lombok Timur, lama menunggu tidak ada satupun yang ia dapatkan, tiba-tiba saja perempuan penunggu pantai tersebut datang dan menghampiri laki-laki yang berinisial D, pada saat inilah laki-laki memanfaatkan moment-moment yang seperti ini supaya dia mendaptkan hasil dari pemancingannya yang dari siang sampai menjelang malam itu. Pada akhirnya lakai-laki yang berinisial D tersebut memintak perempuan penunggu pantai tersebut mendatangkan seisi laut, tidak lama kemudian di datangkan ikan dan cumi padahal pada saat itu tidak memungkinkan adanya ikan dan cumi karna air laut sudah naik. Sehingga jika kita berpikir secara logika maka tidak mungkin semua biota laut tersebut akan bisa langsung ad di tepi pantai tanpa ada yang menggerakkannya yaitu perempuan penghun pantai.

Beberapa minggu kemudian laki-laki yang berinisial D tersebut datang lagi dan pada saat itulah laki-laki yang berinisial D ini di ajak nikah oleh permpuan cantik penunggu pantai itu dan sempat laki-laki yang berinisial D di bawa ke alam si perempuan di sana laki-laki yang berinisial D di ajak untuk menikah tetapi laki-laki yang berisinial D menolak ajakan perempuan tersebut, sehingga laki-laki yang berisnilial D ini menceritakan bahwa dia sudah berkeluarga atau istri, dan anak-anak, yang tidak mungkin untuk meninggalkannya. Si perempuan penunggu pantai inipun tidak mengulurkan niatnya untuk nikah dengan laki-laki yang berisinial D tersebut.

Akhir cerita sampai sekarang inipun perempuan cantik danlaki-laki yang berisinial D masih bertemu, mereka menjadi teman, jika laki-laki yang berisinial D ini memintak bantuan maka perempuan cantik atau penunggu pantai tersebut akan membantunya langsung.

Sumber : https://www.tulismenulis.com/legenda-alam-gaib-di-pantai-sambelia-di-lombok-timur/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker