HARI PAHLAWAN
819 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Punden Perigi dan Asal Mula Banyuurip
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Punden Perigi, sebuah tempat yang dianggap masyarakat sebagai salah satu tempat keramat yang terdapat di Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, situs ini berada pada koordinat 07 0 45’46,9” LS dan 109 0 00’22 BT. Punden Perigi merupakan bangunan joglo kecil yang berukuran 3,2 m x 3,2 m yang digunakan sebagai tempat pertapaan seorang pangeran yang berasal dari Majapahit. Di dalam bangunan tersebut terdapat batu bekas tempat duduk Pangeran Joyokusumo, batu lutut, batu dakon, batu lumpang dan sebuah yoni sebagai tempat menampung air untuk membasuh muka, air ini dipercaya membawa berkah bagi masyarakat. Pada sebelah barat Punden Perigi terdapat bangunan berukuran 8 m x 16 m yang sering digunakan untuk pertunjukan wayang kulit oleh penduduk setempat sehabis panen musim kemarau. Pertunjukan tersebut merupakan ungkapan syukur masyarakat setempat atas keselamatan dan hasil panen yang diperoleh. Kisah punden Perigi bermula dari terusirnya seorang pangeran dari k...

avatar
Lathifah Fauziah
Gambar Entri
Pasar Klewer
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Pasar klewer yang terletak di Jl. Radjiman, Solo merupakan pasar tekstil terbesar yang berada di Kota Surakarta. Pasar ini juga merupakan salah satu ikon sekaligus tempat wisata dari Kota Solo yang menjual berbagai hasil dari pengrajin batik dari Kota Solo dan sekitarnya. Seperti batik Solo, batik cap, batik antik keraton, batik pantai keraton Solo dan batik putri Solo. Walaupun terkenal dengan batiknya, pasar ini juga menjual berbagai jenis tekstil lainnya seperti, kebaya, gamis, pakaian sehari-hari, kemeja, hingga barang-barang keperluan pengantin juga disediakan di tempat ini. Karena pasar klewer merupakan pusat dari produk tekstil kulakan, harga yang ditawarkan sangat terjangkau dan berlaku tawar menawar di pasar ini. Jika ingin mendapatkan harga yang lebih murah kita juga dapat membeli produk dengan harga eceran atau grosir. Sayangnya, peristiwa buruk pernah menimpa pasar tekstil ini. Pada 27 Desember 2004 malam, terjadi kebakaran hebat yang menghan...

avatar
Oskm18_16218098_febilia Khansa
Gambar Entri
Asal mula Desa Kajen Pati Jawa Tengah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Desa Kajen terletak di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Desa Kajen merupakan desa santri. Banyak santri dari berbagai daerah datang untuk menimba ilmu agama disana. Dahulu kala di ceritakan ada seorang ulama yang bernama Syekh Ahmad Mutamakkin. Beliau lahir di Desa Cebolek, Tuban, Jawa Timur. Bagi masyarakat di wilayah Pati diyakini sebagai seorang Waliyullah yang memiliki kemampuan linuih baik dalam bidang spiritual ( keilmuan tentang Islam ) maupun supranatural ( karomah ). Sedangkan nama al-Mutamakkin merupakan nama gelar yang didapatkan sepulang menuntut ilmu di Timur Tengah, yang berarti orang yang meneguhkan hati atau diyakini akan kesuciannya. Mutamakkin muda hidup mengembara seraya menyebarkan islam. Suatu ketika sampailah beliau di suatu daerah di sebelah utara timur laut Desa Kajen sekarang. Untuk memudahkan dalam beradaptasi disana dinamailah daerah tersebut sama dengan daerah asal sang Syekh yaitu Cebolek. Di Desa barunya ini Syaikh Ahmad Mutamakkin sempat bermukim beberapa sa...

avatar
OSKM_16918025_Kukuh
Gambar Entri
Uniknya Lamaran Adat Brebes, Jawa Tengah, Indonesia
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Jawa Tengah, terdiri dari beberapa kabupaten atau kota. Tidak sedikit dari kota-kota itu memiliki budaya atau kebiasaan yang unik sehingga menarik untuk dibahas. Salah satunya yaitu dari cara prosesi lamaran di tiap-tiap kota pasti berbeda. Salah satu kota yang saya ingin bahas kali ini yaitu kota Brebes yang terletak disebelah utara Jawa Tengah, Indonesia. Kemarin, saya mudik ke kampung halaman untuk melaksanakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga besar, yaitu di Brebes. Dan saat tahun itu juga tepat sekali tahun dimana anak dari Kakak Ibu Kandung saya (Sepupu) ingin dilamar oleh calon suaminya. Uniknya di kampung saya ini (Brebes), Lamaran harus dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri, agar lamaran ini di anggap sah dan diterima oleh masyarakat. Sebelum prosesi lamaran, saat malam takbiran menjelang Idul Fitri mempelai pria akan mendatangi calon mempelai wanitanya dengan membawa mercon (petasan) sebanyak-banyaknya untuk merayakan malam takbiran bersama calon mempelai wan...

avatar
Oskm18_16318109_rico Rico Aditya Arnol
Gambar Entri
Kota Lama Semarang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Kota Lama Semarang merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Semarang yang sering dikunjungi warga sekitar maupun turis dari kota-kota lain. Kota Lama Semarang memiliki pesona tersendiri karena banyaknya bangunan-bangunan khas peninggalan Belanda. Pada masanya, Kota Lama ini dijadikan pusat perdagangan dan pemerintahan kolonial Belanda. Oleh karena itu, sampai saat ini masih banyak bangunan yang memiliki arsitektur khas Belanda abad 18 sampai dengan abad 19. Saat ini, ada beberapa bangunan yang tampak kurang tepelihara. Namun, banyak pula bangunan yang masih dirawat sampai kini dan dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari. Beberapa bangunan tersebut adalah Gereja Blenduk yang merupakan gereja Kristen yang memiliki arsitektur unik yakni atap berbentuk kubah sehingga disebut 'bleduk', Stasiun Tawang yang masih beroperasi sebagai stasiun utama di Semarang, Jembatan Mberok yang masih ramai dilalui kendaraan, Gereja Gendangan, dan masih banyak lagi. Selain bangunan-bangunan ya...

avatar
OSKM18_16518278_Dorothea Claresta
Gambar Entri
Lupis Raksasa Pekalongan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Kue Lupis Raksasa adalah kue lupis yang dibuat oleh masyarakat Pekalongan Utara, khususnya di daerah Krapyak. Kue Lupis Raksasa ini dapat memiliki berat hingga lebih dari 1000 kg. Dibuat dari bahan dasar beras ketan, Kue Lupis Raksasa ini dibuat sebagai ciri khas tradisi Syawalan masyarakat setempat. Karena ukurannya yang sangat besar, kue ini direbus hingga memakan waktu selama satu minggu. Kue lupis tersebut dimaknai warga sekitar sebagai simbol persaudaraan dan persatuan dari pemaknaan bahan dasar lupis yakni beras ketan. Beras ketan yang dibungkus daun pisang, diikat dengan tali berulang kali dan direbus selama beberapa hari tidaklah mungkin nantinya akan berpisah seperti keadaan semula. Selain itu, ada pula warga yang memaknai lupis sebagai lambang cinta dan perdamaian, diambil dari Bahasa Inggris 'love' dan 'peace'.    #OSKM ITB 2018    

avatar
OSKM18_16718099_Aflareza Syafi Laksono
Gambar Entri
Batik Blora
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Kabupaten Blora merupakan suatu kabupaten di bagian timur Jawa Tengah yang berbatasan dengan Kabupaten Pati, Rembang, Purwodadi  di Jawa Tengah dan Bojonegoro di Jawa Timur. Kabupaten Blora merupakan kota kecil yang cukup tenang, dimana penduduknya sebagian besar masih tradisional dan bekerja dalam bidang agrikultur. Dibalik kisahnya yang tenang, Kabupaten Blora menyimpan berbagai sumber daya yang melimpah. Tanahnya yang berkapur sangat cocok untuk budidaya tanaman jati yang membuat sebgaian besar wilayah dari Kabupaten Blora masih berupa hutan jati. Selain itu, Kabupaten Blora juga menyimpan berbagai hasil tambang seperti minyak bumi dan gas alam yang terletak di Blok Cepu. Masyarakat blora juga memiliki kultur yang unik dalam hal makanan karena mereka turut serta memakan ulat jati yang hidup di daun daun jati. Ditambah lagi terdapat tradisi unik mengenai barongan. Barongan merupakan makhluk legenda yang berupa harimau berkepala singa yang mempunyai wujud menyeramkan. Baro...

avatar
OSKM18_16618218_amalia putri
Gambar Entri
Ngupati Sapi
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Ngupati sapi, atau dalam bahasa Indonesianya berarti membuat ketupat untuk sapi. Biasanya, orang-orang Blora melakukan tradisi ini setelah masa panen padi tiba, di hari Jumat Pahing. Asal mula ritual ini diadakan karena pada zaman dahulu, sapi digunakan untuk membajak sawah, jadi setelah panen, para petani mengadakan syukuran dan rasa terima kasih kepada Tuhan dan juga sapi yang telah berjasa untuk membajak sawah mereka. Di zaman dahulu, orang-orang melakukan tradisi ini dengan cara membuat ketupat lalu membawa ketupat tersebut ke sawah sambil menggembala sapi-sapi mereka. dan dimakan sembari menunggu sapi-sapi mereka memakan rumput. Di masa sekarang, tradisi Ngupati Sapi tidak lagi dilaksanakan di sawah dan membawa ketupat ke sawah. Tapi, dilaksanakan dengan cara membuat ketupat beserta lauknya dan dibagi-bagikan kepada tetangga atau orang tak mampu di sekitar, meskipun pelaksanaannya tetap di hari Jumat Pahing setelah panen padi tiba.   #OSKMITB2018  

avatar
OSKM18_16618052_Aprilia Cahya Safira
Gambar Entri
Punggahan Menyambut Ramadhan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Punggahan Indonesia, negara yang dihuni oleh lebih dari 260 juta jiwa yang heterogen, menghadirkan berbagai macam keunikan di tiap sisinya. Negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam ini memiliki banyak tradisi untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Salah satunya adalah Punggahan. Punggahan adalah salah satu tradisi yang terdapat di Jawa (seperti Jawa Barat, Jawa Tengah), dengan cara memperingatinya yang berbeda-beda. Tradisi Punggahan sudah ada sejak dulu, meski belum jelas darimana asal-usulnya tradisi ini tercipta. Ada yang berpendapat bahwa tradisi ini asli dari Islam atau ajaran Hindu yang diterapkan pada Islam oleh Wali untuk mengajak masyarakat masuk ke Islam. Punggahan Terdengar Asing                 Apa arti dari Punggahan? Punggahan berasal dari bahasa Jawa yaitu kata Munggah , yang berarti naik atau memasuki tempat yang lebih tinggi. Yang dimaksudkan naik di sin...

avatar
OSKM18_16318221_Haniifah Nur Faatinah Puruhito