Senjata pusaka kaum elit perempuan dahulu berbentuk keris kecil. Cundrik atau Cunderik digunakan oleh sebagian orang di Pulau Jawa untuk menyebut nama dapur keris berukuran kecil. Sebutan ini sebenarnya kurang tepat, karena sebutan yang benar untuk keris kecil yang biasa digunakan oleh wanita adalah patrem. Bentuk keris berdapur Cunrik pun cukup beragam, namun yang terbanyak merupakan keris lurus; ukurannya bervariasi antara sedang sampai kecil. Yang berukuran sedang panjangnya sekitar 36 cm, sedang yang kecil sampai sekitar 22 cm. Biasanya bilahnya agak tebal, dan posisinya agak membungkuk. Gandik (raut muka dari sebilah keris) keris itu polos, terletak di belakang. Ukuran gandik itu panjang, sampai kira-kira setengah panjang bilah. Di sepanjang tepi gandik terdapat kruwingan. Sepintas lalu bentuk dapur Cundrik agak mirip dengan keris berdapur Cengkrong. Bedanya, pada dapur Cengkrong terdapat srawingan. Sumber lain menyebutkan bahwa dapur Cundrik adalah keris yang gandiknya terlet...
Perkenalkan saya Syifa dari SBM ITB 2021 dan saya berasal dari DKI Jakarta. Saya akan menjelaskan salah satu seni tarian asal betawi yaitu Tari Yapong. Pada tahun 2015, saya berkesempatan mempertunjukkan tarian Yapong ini ke masyarakat Mexico dan disambut baik oleh mereka. Dari situ saya baru tahu kalau ada tarian namanya Yapong yang berbeda dengan Jaipong yang sering saya dengar. Sama seperti tarian khas lain, Tari Yapong diiringi dengan musik yang dimainkan langsung berbarengan dengan penampilan tari. Pastinya dengan alat musik betawi sebagai berikut, Rebana Biang, Rebana Hadroh, dan Rebana Ketimpring. Ciri khasnya, Tari Yapong diberikan sentuhan nyanyian "ya-ya-ya" dan "pong-pong-pong" yang akhirnya diberi nama Yapong. Tari Yapong dapat disebut tari yang menggembirakan karena didapat dari musiknya yang ramai, penari yang berekspresi ceria, serta kostum yang berwarna mencolok. Warna merah menyala dengan corak biru dan kuning, ditambah tutup kepala yang ramai, sudah mengesa...
Tari Kinang Kilaras adalah tarian tradisional yang berasal dari Betawi, Jakarta. Tarian ini menceritakan sebagaimana bahagianya wanita-wanita elok Betawi yang masih digambarkan di daerah Jakarta hingga saat ini. Kata Kinang Kilaras sendiri berasal dari dua kata yaitu kinang yang berarti nama tokoh betawi (mak kinang) dan kilaras yang berarti selaras. Tarian ini menggunakan iringan musik yang diambil dari lagu Petik Kelapa. Lagu tersebut kemudian diaransemen oleh Sudaryana yang merupakan seorang sarjana karawitan dengan warna komposisi musik kromong yang kuat. Tarian ini pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 2002 di pasar tonton, lalu berkembang sebagai bentuk apresiasi masyarakat. Tarian ini tentunya belum lama menjadi tarian tradisional Indonesia, namun tarian ini sudah cukup banyak dikembangkan di berbagai daerah di Nusantara. Pijakan dalam tarian Kinang kilaras ini dikembangkan dari campuran gerakan tarian topeng dan cokek. Beberapa ragam gerak yang...
Kalijodo adalah tempat yang sangat ikonik di Jakarta. Berlokasi di sekitar Jalan Kepanduan II, Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan, di sepanjang bantaran Banjir Kanal Timur, daerah ini tak pernah hilang dari ingatan warga Jakarta. Nama ini berasal dari kata Kali dan Jodoh . Tentunya, hal ini karena di jaman dulu, daerah ini rutin dijadikan tempat terlaksananya kebudayaan orang Tionghoa untuk mencari jodoh. Kebudayaan ini biasanya dihadiri oleh pemuda pemudi dan seringkali diakhiri dengan adanya hubungan seksual antara dua sejoli. Hal inilah yang menjadi penyebab utama dari keadaan Kalijodo di era selanjutnya. Sejak dulu, warga selalu mempunyai kesan tersendiri terhadap daerah ini. Pada awalnya, kesan yang muncul adalah kesan buruk dari daerah ini. Kesan buruk jelas ada karena daerah ini dulunya merupakan tempat kehidupan gemerlap kota Jakarta. Tempat ini sering disebut sebagai "Lokalisasi Kalijodo". Berdasarkan reportase yang dilakukan oleh TV One pada tahun 2011 , dapat kita...
Tari Lenggang Nyai adalah salah satu kesenian tari masyarakat Betawi di Jakarta. Nama Lenggang Nyai sendiri berasal dari kata "lenggang" yang berarti melengak-lengok, sedangkan "nyai" diambil dari nama tokoh yang menginspirasi tarian ini. Tarian ini terinspirasi dari kisah hidup Nyai Dasimah. Konon, Nyai Dasimah merupakan wanita cantik dari Betawi yang berada dalam kebingungan dalam memilih pasangan hidupnya. Pada saat itu, ia dihadapkan pada dua laki-laki yang berbeda kebangsaan. Salah satunya merupakan pria Belanda, sedangkan yang lainnya merupakan pria Indonesia. Setelah pemikiran panjang, akhirnya Dasimah memilih untuk menikah bersama pria Belanda. Setelah menikah, kehidupan Dasimah pun berubah. Adanya aturan-aturan yang dibuat suaminya membuat Nyai Dasimah merasa terkekang. Karena merasa hak-haknya sebagai wanita telah dirampas, Dasimah memutuskan untuk memberontak dan memperjuangkan kebebasannya. Gerakan tari Lenggang Nyai menggambarkan karakter seorang Nyai Dasi...
Dukun atau yang sering disebut "orang pintar" adalah orang-orang yang dianggap punya kemampuan untuk berkomunikasi dengan dunia spiritual dan membuat mereka dapat menyelesaikan masalah-masalah dalam masyarakat. Dukun sangat terkenal di Indonesia dan sering muncul di film-film tradisional yang menggambarkan kemampuan mereka untuk mengusir arwah, menjampi-jampi, menyembuhkan pasien, dan lain-lain. Salah satu hal yang paling khas digambarkan di film-film tersebut adalah bahwa dukun-dukun tersebut selalu menyembur pasiennya. Alhasil, dukun di dunia modern selalu dihubungkan dengan semburan, hingga ada lagu berjudul "Mbah Dukun" oleh Endang Kurnia yang berbunyi: Ada mbah dukun sedang ngobatin pasiennya.. Â Konon katanya sakitnya karna diguna-guna.. Â Sambil komat-kamit mulut mbah dukun baca mantra.. Â Dengan segelas air putih lalu pasien disembur.. Â Sungguh terkenal semburannya,...
Perkawinan ala Betawi kurang afdol rasanya kalau melewatkan tradisi yang satu ini nih, namanya "Buka Palang Pintu". Buka Palang Pintu adalah salah satu prosesi yang diadakan sebelum melaksanakan akad nikah untuk menyambut calon mempelai pria beserta rombongannya saat datang ke rumah mempelai wanita. Konon katanya, tradisi ini dilakukan sebagai simbol kesiapan lahir batin seorang lelaki betawi untuk membangun rumah tangga dengan calon mempelai wanita. Buka Palang Pintu ini dilakukan oleh beberapa perwakilan dari kedua belah pihak, dari pihak lelaki maupun wanita. Sedikitnya dibutuhkan seseorang yang bisa berpantun, seorang atau dua orang pesilat, dan beberapa pemain rebana yang akan melantunkan shalawat, lalu di belakangnya diikuti oleh rombongan kerabat yang membawa seserahan, biasanya berupa roti buaya, buah-buahan, uang, pakaian, dan lain-lain. Prosesi Palang Pintu dimulai ketika calon mempelai pria memasuki pekarangan rumah calon mempelai wanita. Dimulai dari...
UANG PANAI' Oleh: Ahmad Kemal Maulana Uang panai' atau biasa disebut "uang belanja" adalah uang yang diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita. Uang panai' adalah tradisi Bugis-Makassar. Uang panai' juga berlaku sebagai uang mahar pada zaman dahulu. Uang panai' merupakan tanda penghargaan untuk meminang gadis keturunan Bugis-Makassar. Saat ini, masih banyak ditemukan budaya uang panai' ini karena bersifat wajib bagi pria mana saja jika ingin meminang gadis keturunan Bugis-Makassar. Tujuannya adalah agar calon mempelai pria sudah menyiapkan pekerajaan terlebih dahulu sebelum menikah agar bisa menafkahi keluarganya nanti. Sekarang, uang panai' minimal sekitar Rp50 juta. Tetapi, ada juga yang bisa menyentuh angka milyaran. Itu pun bisa saja belum termasuk mahar yang biasa disebut jika ingin akad nikah. Belum lagi erang-erang (seserahan). Kalau orang yang memiliki banyak uang, biasanya ada mobil, rumah, dan seperangkat...
Patung Pahlawan atau Tugu Tani Patung Pahlawan atau yang dikenal dengan Tugu Tani mempunyai warna hitam pekat dengan figur wanita yang mengenakan kebaya memberikan perbekalan kepada figur pria yang berdiri tegap menggunakan caping dan memegang senjata berlaras panjang lengkap dengan belati. Tetapi Patung Pahlawan ini mempunyai sejarah yang banyak tidak diketahui oleh orang-orang yang sering melewatinya, padahal daerah Patung Pahlawan adalah salah satu daerah yang selalu menjadi titik kemacetan setiap jam pulang kerja maupun saat jam pergi kerja. Sejarah pembuatan patung pahlawan dimulai saat Ir. Soekarno mengunjungi Uni Soviet pada Mei 1959. Presiden Ir. Soekarno berkunjung ke Uni Soviet untuk bertemu dengan Pemimpin Uni Soviet yaitu Nikita Kruschev. Pada saat berjalan-jalan Ir.Soekarno melihat patung patung bertema komunis yang tersebar di seluruh penjuru kota dan ia menyukainya. Oleh karena itu, ia bertemu dengan Matvey Manizer (Ketua USSR Academy for Arts) dan Ossip Man...