Niti Mahligai, ditata oleh Epa Bramanti Putra yang diadaptasi dari sebuah upacara tradisional masyarakat Kerinci, Niti Naik Mahligai. Niti Naik Mahligai adalah sebuah upacara yang dulu dilakukan untuk memilih pemimpin di kerajaan yang terdapat di Bukit Kaco, batas antara Kerinci dan Bungo. Menurut penuturan Epa Bramanti Putra sebagai keturunan langsung Ratu Kerajaan Bukit Kaco, seseorang akan diangkat sebagai apabila sang calon telah melewati beberapa tahap seleksi yang terdiri ; 1. meniti pecahan kaca 2. meniti berbagai macam duri tumbuhan 3. meniti bara api 4. meniti bambu runcing 5. meniti/masuk ke dalam api besar 6. meniti tanggu berayun 7. duduk di daun nyiru/awing-awang Prosesi inilah yang diadaptasi me...
Bahan bahan yang harus dipersiapkan : 6 ekor cumi yang agak besar 4 butir bawang merah 1/4 butir bawang bombay 1 batang daun bawang 4 sendok makan tepung roti 1 butir telur ayam 1 buah tomat 1/2 cabe gombong 2 sendok makan saus tomat 1 helai daun salam 1 batang sereh, garam, lada dan gula pasir secukupnya Cara pembuatannya sebagai berikut : Cuimi dibersihkan lalu kupas kulit dan buang airnya, kumpulkan bagian kepalanya (tanpa mata) Bwang merah dikupas kulitnya lalu ditumbuk kasar Daun bawang dibersihkan kemudian dipotong kecil kecil Campurkan kepala cumi yang telah digiling dengan bawang merah. Daun bawang, tepung roti, telur ayam, garam, lada yg telah diolah campurkan menjadi satu kemudian aduk hingga rata samapi tercampur semua Setalh itu isika ke dalam cumi yang telah dibersihkan tadi. kemudian tutuplah dengan tusukan gigi (lidi pendek). lalu digoreng dengan s...
Bahan bahan yang harus dipergunakan : 3 ekor udang yang sedang ukuran besarnya 1 potong dada ayam muda 5 helai daun selada 1 butir telur ayam 1 buah tomat 1 buah jeruk nipis 2 iris buah mentimun 100 gram mentega 3 sendok makan tepung terigu, garam, lada, pala dan kaldu ayam secukupnya Cara pembuatanya sebagai berikut : Udang direbus, setelah matang angkat lalu kupas kulitnya, biarkan ekornya Dada ayam direbus, setelah matang angkat kemudian buang bagian kulit dan tulangnya, lalu dipotong tipis tipis dan jeruk nipisnya dipotong tipis tipis juga Telur atam direbus sampai matang, lalu kupas kulitnya kemudian iris tipis dengan bentuk membulat Daun selada dicuci bersih kemudian tiriskan Susunlah semua bahan diatas piring dengan baik, lalu siapkan sausnya Cairkan mentega dalam panci atau penggorengan, setelah seluruh mentega mencair, masukkan tepung terigu sedikit demi...
Bahan-bahan Celimpungan khas Palembang Adonan ikan 400 gram ikan tenggiri giling 100 gram tepung kanji 2 sdt garam 1 sdt gula pasir Air untuk merebus 3 sdm minyak goreng untuk menumis Haluskan 8 butir bawang merah 6 siung bawang putih 6 butir kemiri,sangrai 1.5 sdt ketumbar butiran,sangrai 1 sdt jintan butiran,sangrai 2 cm kunyit,sangrai 4 lembar daun salam 2 cm lengkuas,memarkan 1 cm jahe,memarkan 3 butir cengkih 100 ml santan dari 1 butir kelapa 2 sdt garam 1 sdt gula pasir Bawang merah goreng,untuk taburan Cara Membuat Resep Masakan Celimpungan ( Sumatera Selatan) 1.Adonan ikan : aduk rata semua bahan.Bentuk setiap 1 sdm adonan menjadi bola-bola ikan sampai terapung/matang.Angkat,tiriskan,sisihkan. 2.Kuah : Panaskan m...
Sambal ini tanpa terasi. Rasanya pedas, manis, asam. Warnanya merah kehitaman. Bahan: 100 gr (atau sesuai selera) cabe merah (biasanya di sini pakai cabe Thailand) 6-8 siung bawang merah 3-4 siung bawang putih 100-125 gr gula merah/aren (biasanya di sini pakai yang cap wayang), iris-iris 200 cc air asam dari 1 ruas jempol asam jawa dan 200 cc air garam secukupnya Minyak untuk menumis Cara Membuat: Haluskan cabe, bawang merah, dan bawang putih Panaskan minyak dalam wajan Tumis bumbu halus hingga matang Tuang air asam. Tambahkan gula merah dan garam. Aduk rata. Kecilkan api sambil sesekali diaduk. Angkat bila sambal sudah mengental. Jangan lupa dicicip. Alamat dan Kontak Penjual: Rumah Makan Aneka Sambal Jl. Dr. M. Hatta, Kemala Raja, Batu Raja Tim., Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan 32125 0815-3993-4000 Sumber: https://bankresep.wordpress.com/2008/03...
Tenun Songket Palembang (Sumatera Selatan) Sejarah Penenunan songket secara sejarah dikaitkan dengan kawasan permukiman dan budaya Melayu , dan menurut sementara orang teknik ini diperkenalkan oleh pedagang India atau Arab. Menurut hikayat rakyat Palembang, asal mula kain songket adalah dari perdagangan zaman dahulu di antara Tiongkok dan India. Orang Tionghoa menyediakan benang sutera sedangkan orang India menyumbang benang emas dan perak; maka, jadilah songket. Kain songket ditenun pada alat tenun bingkai Melayu. Pola-pola rumit diciptakan dengan memperkenalkan benang-benang emas atau perak ekstra dengan penggunaan sehelai jarum leper. Tidak diketahui secara pasti dari manakah songket berasal, menurut tradisi Kelantan teknik tenun seperti ini berasal dari utara, yakni kawasan Kamboja dan Siam yang kemudian berkembang ke selatan di Pattani, dan akhirnya mencapai Kelantan dan Terengganu sekitar tahun 1500-an. Industri kecil rumahan tenun songket kini masih bertahan d...
Pulau Kemaro Dahulu, di Kerajaan Sriwijaya ada seorang putri yang cantik dan baik hati bernama Siti Fatimah. Kecantikan dan kebaikan budinya terdengar ke mana-mana. Tak seorang pun pemuda berani datang melamar sang Putri, karena Raja menginginkan putrinya menikah dengan laki-laki keturunan raja. Suatu saat, datanglah seorang pemuda bernama Tan Bun Ann. Pemuda tersebut datang dari kerajaan di negeri Cina untuk berniaga di Kerajaan Sriwijaya. la lalu menghadap Paduka Raja. "Paduka Raja, kedatangan hamba ke sini adalah untuk berdagang. Untuk itu, hamba mohon agar Paduka memberikan izin kepada hamba untuk tinggal dan berdagang di kerajaan ini," ujar Tan Bun Ann. Raja memberikan izin kepada Tan Bun Ann dengan syarat pemuda itu harus memberikan sebagian keuntungannya kepada kerajaan. Tan Bun Ann pun menyanggupi syarat yang diberikan Raja. Pemuda dari kerajaan di negeri Cina itu pun mulai berdagang dan tinggal di Kerajaan Sriwijaya. Secara teratur, ia datang ke...
Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan pemimpin kesultanan Palembang-Darussalam selama dua periode (1803 -1813, 1818- 1821) , setelah masa pemerintahan ayahnya, Sultan Muhammad Bahauddin (1776-1803). Nama aslinya sebelum menjadi Sultan adalah Raden Hasan Pangeran Ratu. Dalam masa pemerintahannya, ia beberapa kali memimpin pertempuran melawan Inggris dan Belanda, di antaranya yang disebut Perang Menteng. Pada tangga 14 Juli 1821, ketika Belanda berhasil menguasai Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II dan keluarga ditangkap dan diasingkan ke Ternate. Penggunaan nama Sultan Mahmmud Ba...
Bukit Siguntang di Palembang mungkin tidak sepopuler Jembatan Ampera yang membelah sungai Musi. Bukit ini merupakan tempat sakral yang menyimpan cerita dan kisah dari Kerajaan Sriwijaya. Rasanya belum lengkap jika berwisata ke kota ini, tanpa singgah ke Bukit Siguntang . Terlebih bagi Anda pecinta sejarah, akan banyak edukasi yang Anda dapatkan dengan melihat langsung berbagai bukti sejarah peninggalan Sriwijaya. Di bukit yang terletak di kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang ini dahulunya dipercaya sebagai tempat ibadah keluarga kerajaan serta tempat pertapaan untuk menenangkan pikiran. Hingga saat ini, Bukit dengan ketinggian ketinggian 29-30 meter dari permukaan laut ini, masih tetap dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Biasanya pengunjung yang datang akan melakukan ritual ziarah ke makam-makam para bangsawan Palembang zaman dahulu, dan dianggap sebagai orang penting pendiri Kota Palembang . Objek wisata Jalan s...