Kramat Pabencongan atau kramat bencongan terletak di desa Bencongan, kecamatan Kelapadua Kabupaten Tangerang Banten. Menurut nara sumber yang saya temui disana yaitu Bapak Haji Syaif yg juga tokoh satu-satunya yg masih faham sejarah makam(Beliau sudah berumur lebih dari 100tahun), bahwa kramat Bencongan sudah berumur sangat lama, beliau mengungkapkan saat dirinya masih anak2 pun makam itu sudah ada dan yang menemukan makam itu adalah Alm Ayah nya sekitar tahun 1875. awal di temukannya situs makam bersejarah ini tanpa sengaja, saat itu area disekitar makam masih sangat lebat dengan pepohonan hutan dan ada salah satu pohon beringin besar yang melindungi/menutupi cungkup makam. Keadaan makam sangat bersih saat itu tanpa ada sedikitpun ranting atau sisa dedaunan yg jatuh. Konon menurut Pak Syaif, didekat area makam siapapun yang melintasinya akan jatuh, kadang ditemukan bangkai burung atau binatang hutan disekitar dekat area makam akibat melintasi makam kramat itu. Dengan adanya hal...
Asal-usul Nama Keraton Kaibon yang dibangun pada tahun 1815 ini diambil dari kata "keibuan". Pada saat itu, sultan ke 21 yaitu Sultan Syafiuddin masih sangat muda sehingga pemerintahan dijalankan oleh ibunya, Ratu Aisyah. Pada tahun 1832, keraton dihancurkan oleh pemerintah Hindia-Belanda bersama-sama dengan keraton lainnya, termasuk Keraton Surosowan. Asal mula penghancuran keraton berdasarkan sejarah yaitu ketika Du Puy, utusan Gubernur Jenderal Daendels meminta kepada Sultan Syafiudin untuk meneruskan proyek pembangunan jalan dari Anyer sampai Panarukan, dan juga pelabuhan armada Belanda di Teluk Lada (di Labuan). Namun, Syafiuddin dengan tegas menolak. Dia bahkan memancung kepala Du Puy dan menyerahkannya kembali kepada Daendels. Daendels kemudian menjadi marah besar dan akhirnya menghancurkan Keraton Kaibon. Meski demikian, ada banyak bagian bangunan yang masih berdiri tegak hingga sekarang, yaitu pintu-pintu dan deretan Candi Bentar khas Banten atau disebut gerbang bersayap....
Di tengah Kota Pandeglang, tepatnya di Jalan Ciwasiat, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang tidak jauh dari Mesjid Agung Pandeglang terdapat bangunan berbentuk silindris yang berfungsi sebagai menara air ( water toren ). Tinggi bangunan ini sekitar 10 meter dengan diameter 4 meter. Bangunan ini terbagi dua bagian, bagian bawah terbuat dari batu kali yang disusun sedemikian rupa, terdapat pintu masuk yang terbuat dari besi dengan dua pintu yang di bingkai dengan lengkung sempurna. Bagian atas berbentuk silindrik terbuat dari bahan semen. Tampaknya bagian atas digunakan sebagai penempung air. Pada awal tahun 2007, bangunan mirip thermos raksasa ini hampir dibongkar untuk pelebaran jalan, tetapi dapat dibatalkan. Bangunan ini dibangun sekitar tahun 1884. Banguana yang hampir serupa terdapat di Kabupaten Lebak. Jarak tempuh unutk mencapai ke lokasi ini sekitar 24 km dari pusat Ibu Kota Provinsi. Sumber : http://disbudpar.pandeglangkab.go.id/obwisa-47.htm...
LEUIT (Lumbung Padi) Leuit merupakan tempat menyimpan padi atau semacam lumbung padi Setiap keluarga di kampung baduy pasti memiliki leuit. 1 keluarga bisa memiliki lebih dari 1 leuit, antara 2-3 leuit. Leuit-leuit ini dikumpulkan dalam satu tempat di luar dari pemukiman warga baduy. Leuit ini merupakan salah satu simpanan bagi para masyarakat baduy. Rata-rata masyarakat baduy menyimpan padinya dileuit dan tidak dikonsumsi untuk sehari-hari. Konsumsi beras sehari-hari membeli di pasar. Sedangkan padi di leuit untuk upacara adat atau untuk hajata dan untuk diwariskan ke anak cucu. Leuit ditempatkan terpisah dengan pemukiman untuk menghindari kemungkinan leuit terbakar apabila ada rumah di pemukiman yang terbakar. Karena rumah-rumah dan leuit terbuat dari bambu sehingga mudah sekali terbakar. 1 leuit dapat memuat sekitar 400 pocong (ikatan padi). Leuit dapat menyimpan padi hingga berusia 100 tahun. Menurut warga baduy dalam, padi yang berumur semakin tua bahkan leb...
DESKRIPSI RUMAH ADAT BADUY RUMAH ADAT BADUY TERDAPAT 2 JENIS YAKNI RUMAH SULAH NYANDA DAN JURANG NGAPAK BADUY LUAR Rumah baduy luar terdiri dari bagian-bagian: 1. Sosoro : Teras rumah 2. Tepas : Ruang tamu 3. Kamar tidur 4. Jolongan : Dapur Memiliki 3 pintu untuk keluar masuk, yakni pintu masuk utama di depan (antara sosoro dan tepas disebut pintu / lawang sosoro), pintu samping (disebut lawang tepas) dan pintu belakang di dapur (disebut lawang golodog) Motif bilik sudah bebas, tidak hanya bambu polos tapi bisa juga berupa kombinasi warna hitam dan putih sehingga terlihat lebih menarik. Atap rumah (hateup) menggunakan daun kirai dan bisa juga dilapis dengan sabut supaya lebih awet. Rata-rata hateup bertahan selama 4 tahun. Untuk ukuran rumah tidak ada ukuran bakunya sesuai dengan ketersediaan lahan dan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membangun rumah. Rumah Kokolotan: Rumah Puun / Kepala Adat / Orang yang dituak...
BADUY DALAM Rumah baduy luar terdiri dari bagian-bagian: 1. Taraje : Tangga 2. Papangge : Teras luar (sempit, tidak lebar seperti teras di baduy luar) 3. Pintu 4. Sosoro (semacam bale untuk ruang tamu) 5. Pembatas Kayu 6. Tepas (terdapat dapur tambahan yang bisa digunakan oleh tamu) 7. Imah : Rumah utama / rumah khusus, terdapat kamar tidur dan dapur utama keluarga, posisinya lebih tinggi dibandingkan bagian rumah yang lainnya 8. Para (di gantung di atas di sosoro dan tepas untuk menyimpan barang-barang) 9. Lolongok (lubang kecil untuk melihat keluar berfungsi seperti jendela) Di Baduy Dalam tipe rumahnya berundak Posisi rumah / imah lebih tinggi dibanding dengan tepas dan sosoro tujuannya menunjukkan bahwa imah lebih tinggi dan lebih privat. Ibarat kepala lebih tinggi dibanding pundak. Tepas dan sosoro berada dalam 1 tingkatan yang sama. Di baduy dalam hanya ada 1 pintu karena merupakan amanat adat dan juga bermak...
Banyak yang bilang kue ini seperti putri. malu, dibalik putihnya adonan tepung berasnya, coba sendok sedikit sampai kebagian dalamnya, kemudian kamu pasti akan menemukan harta karun berupa lelehan gula aren yang menggoyahkan lidah dan matamu seketika. Pembuatan kue ini juga sangat mudah, hanya butuh mencampurkan tepung beras dan santan kelapa mentah kemudian kita siapkan ' tempat atau mangkuk kuenya yang berbetuk persegi dan terbuat dari daun pisang dengan ujung-ujungnya di steples atau disemat dengan tusuk gigi. Kemudian masukkan gula aren atau bisa juga gula merah yang sudah dimasak hingga sedikit mengental namun tidak terlalu cair, baru masukkan adonan santan dan tepung berasnya, kemudian dikukus sekitar 15 menit. Uniknya Jojorong ini, kita memang seperti menebak-nebak seperti apa asli kuenya. Secara kasat mata, kue ini dari atas terlihat kaku, tapi saat disentuh dengan sendok, cussss bagian atas kue akan pecah karena memang bertekstur lembut seperti air dan bagian dalam...
Konservasi alam di Indonesia telah banyak dilakukan tidak saja secara formal oleh pemerintah tetapi banyak pula dilakukan secara informal oleh berbagai kelompok masyarakat tradisional atau yang disebut masyarakat pribumi.namun berbagai upaya konservasi alam oleh berbagai kelompok masyarakat pribumi diindonesia kurang mendapat perhatian dari pemerintah.konsep pengelolaan kawasan konservasi diindonesia lebih mengutamakan konsep pada masyarakat barat yang mengabaikan aspek-aspek sosial ekonomi budaya masyarakat pribumi yang lebih dulu tinggal berabad-abad hidup didaerah sekitar kawasan konservasi alam. konservasi alam diindonesia bukanlah hal yang baru tetapi sudah ada sejak tahun 1863 padahal jika kita menyimak tonggak sejarah pencagaralaman didunia konsep konservasi baru dikenal pada tahun 1972 sejalan dengan taman nasional Yellowstone national park di amerika serikat.suatu hal yang menakjubkan bahwa masyarakat baduy dalam mengelola alam/ekosistem didaerahnya berlandaskan adat de...
Indonesia sejatinya merupakan salah satu Negara yang kaya dengan beragam kesenian dan kebudayaan. Saat ini, hal tersebut telah menjadi sebuah cerminan dan gambaran akan sebuah ciri khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. kita dapat menemukan berbagai warisan para leluhur tersebut, dihampir setiap pulau yang terdapat didalamnya. Mulai dari tari-tarian, upacara-upacara kedaerahan, Kesenian bela diri, serta berbagai kebiasaan-kebiasaan unik lainnya. Hal tersebut telah menjadi sebuah adat istiadat yang melekat pada tiap kegiatan, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dinegara yang berjuluk “Untaian Jamrud Khatulistiwa” tersebut. Saat ini, berbagai jenis kesenian dan kebudayaan tradisional tersebut, menjadi salah satu keunikan serta potensi wisata tersendiri yang dapat dinikmati oleh wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Dimana terdapat berbagai jenis acara serta kegiatan kedaerahan diselenggarakan oleh masing-masing provinsi yang digunakan sebagai wadah un...