HUT RI
109 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Canning Rara
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

              Baca-baca atau dalam bahasa Bugis dan Makassar disebut doang/paddoangngang. Istilah doang ini kerap merujuk kepada do'a yang digunakan untuk suatu tujuan tertentu yang biasanya disertai dengan syarat dan gerakan-gerakan tertentu pula, dengan menggunakan bahasa Bugis atau Makassar, bahasa Arab, atau gabungan keduanya. Baca-baca tersebut diwariskan oleh leluhur Bugis dan Makassar dari generasi ke generasi yang tergabung dalam satu "bundel" Pappaseng (wasiat/ajaran moral). "Pappaseng adalah salah satu bentuk sastra lisan yang masih dihayati oleh masyarakat bugis yang merupakan warisan leluhur orang Bugis, diwariskan kepada satu generasi ke generasi berikutnya berisi bermacam-macam petuah yang dapat dijadikan pegangan dalam menghadapi berbagai masalah duniawi maupun ukhrawi," tulis Syamsu Alam dalam buku 'Manfaat Pappaseng Sastra Bugis dalam Kehidupan Bermasyarakat, (Makassar: Zamrud Nusantara, 2005)....

avatar
Rostina
Gambar Entri
Bola Saoraja/Bola Soba
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Bola Saoraja/Bola Soba adalah rumah adat tempat tinggal Panglima Perang Kerajaan Bone“Andi Abdul Hamid Baso Pagilingi Peta Ponggawae”. Salah seorang putra Raja Bone XXXI (Lapawawoi Karaeng Sigeri) tahun 1895-1905. Namun setelah Kerajaan Bone dibawah kekuasaan Belanda, rumah ini dijadikn sebagai penginapan para tamu(sahabat) dari kalangan penguasa sehingga seterusnya menjadi lazim dengan sebutan “Bola Soba”.Obyek ini terletak di Kelurahan Manurunge, Kecamata Tanete Riattang Kabupaten Bone. Pada bola soba terdapat sappan atau dalam bahasa indonesia disebut tangga, dalam bola soba memiliki dua tangga yaitu sappan riolo dan sappan ri munri (tangga depan dan tangga belakang) masing-masing memiliki jumlah anak tangga yang berbeda pada tangga di depan terdapat 11 anak tangga sedangkan di belakang memiliki 12 anak tangga. Setelah tangga ada lego-lego atau dalam bahasa indonesia yaitu teras depan. Teras depan pada bola soba memiliki berbagi motif ukiran yaitu moti...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Gandrang Bulo
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Selatan

Gandrang Bulo               Tari Gandrang Bulo merupakan tarian dari Sulawesi Selatan yang  merupakan salah satu simbol bagi masyarakat Makassar. Tari ini biasanya dilaksanakan ketika ada pesta rakyat. Dalam melakukan tarian para penari diharuskan terlihat bahagia menarikannya. Gandrang bulo berasal dari dua kata, yaitu “gandrang” yang berarti tabuhan atau pukulan dan “bulo” yang berarti bambu. Tarian ini merupakan simbol keceriaan lantaran didalamnya diselipkan berbagai humor yang membuat para penontonnya tertawa.               Pada awalnya Ganrang Bulo sebenarnya sekadar tarian yang diiringi oleh gendang. Seiring waktu tarian ini diiringi pula lagu-lagu jenaka, dialog-dialog humor namun sarat kritik dan ditambah gerak tubuh yang mengundang tawa. Kadangpula diselipkan Tari Se’ru atau Tari Pepe pepeka ri makka ya...

avatar
Sobatbudayamakassar
Gambar Entri
Penamaan kecamatan di kabupaten Bulukumba
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

MENYELISIK PENAMAAN KECAMATAN DI KABUPATEN BULUKUMBA (BAGIAN PERTAMA)               Berbicara tentang wilayah Administratif kabupaten Bulukumba seperti saat ini maka kita perlu merunut masa. mulai dari tahun 1511 saat Malaka jatuh di tangan bangsa Portugis. Kedatangan bangsa-bangsa barat ke nusantara pada abad ke-16  mula-mula karena ketertarikan mereka akan rempah-rempah yang berasal dari kepulauan maluku. Hal senada juga di ungkapkan salah satu makalah tentang awal mula penamaan Bulukumba dalam naskah lontara Jayalangkara, dalam naskah lontara tersebut dengan jelas telah tertulis kata Bulukumba.             Lontara Jayalangkara atau dapat juga disebut makassarsche Chrestomathik adalah sejarah Gowa Tallo. kata Bulukumba tersendiri dalam Lontara Jayalangkara Lengkapnya tertulis "... iaminne  Karaeng Tumapa’risi Kallonna ambet...

avatar
Sobatbudayamakassar
Gambar Entri
Daftar Nama Raja Gowa
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sulawesi Selatan

Raja Gowa 1, Tomanurung Bainea (satu-satunya Tomanurung yang berjenis kelamin perempuan) Raja Gowa 2, Tumasalanga Baraya Raja Gowa 3, I Puang Loe Lembang Raja Gowa 4, I Tuniata Banri Raja Gowa 5, Kalampang Ri Gowa Raja Gowa 6, Tunatangka Lopi Raja Gowa 7, Batara Gowa Raja Gowa 8, I Pakere Tau Raja Gowa 9, Karaeng Tumaparisik Kalonna Raja Gowa 10, Karaeng Tunipallangga Ulaweng Raja Gowa 11, I Taji Barani Daeng Marompa Raja Gowa 12, I Manggorai Daeng Mammeta dengan nama islam yaitu Sultan Nuruddin Raja Gowa 13, I Tepu Karaeng Daeng Parabbung Raja Gowa 14, I Mangarangi Daeng Manrabia dengan nama islam yaitu Sultan Alauddin Raja Gowa 15, I  Manuntungi Daeng Mattola dengan nama islam yaitu Sultan Malikussaid Raja Gowa 16, I Mallombassang Daeng Mattawang dengan nama islam yaitu Sultan Hasanuddin

avatar
Suhidin
Gambar Entri
Goa Mambu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

       Goa Mampu adalah goa terluas di Sulawesi Selatan, legenda goa Mampu ini jauhnya kira-kira 140 km dari kota Makassar dalam penambahan untuk stalagmites dan stalagtites terdapat susunan batu yang mirip dengan sosok manusia dan binatang, semuanya memiliki legenda yang nyata. Goa yang terletak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini, tidak hanya sekedar goa. Terlebih buat masyarakat di sekitar Goa Mampu, demikian nama goa ini. Goa Mampu , sarat dengan cerita legenda yang begitu dipercaya.         Goa Mampu yang luasnya sekitar 2000 meter persegi, terletak di Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, yang berjarak 34 kilometer dari Watampone, ibukota Kabupaten Bone. Legenda Alleborenge Ri Mampu , yang berkembang seputar goa, diyakini secara turun-temurun, sebagai suatu kebenaran. Konon, di Gua Mampu ini pernah berdiri Kerajaan Mampu. Namun karena kutukan dewa, penghuni kerajaan ini, t...

avatar
fahrizal agdeanto
Gambar Entri
"Alosi Ripolo Dua" dalam Kajian Semantik
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sulawesi Selatan

Hingga saat ini, lagu bugis masih menjadi primadona masyarakat Sulawesi Selatan. Lantunan musik yang mengalun membawa penikmatnya terbawa dalam lantunan syair-syair yang terdengar. Tidak hanya ada di pesta hajatan (perkawinan), akan tetapi para pengemudi becak motor, pete-pete (angkutan umum Sulawesi Selatan), rumah-rumah makan khas daerah sudah sangat berkawan dengan musik bugis. Terkadang pula menjadi media pengantar tidur. Yusuf Alamudi, Pria yang lahir Kota kelahiran mantan Presiden BJ Habibie ini tidak asing lagi di telinga para penikmat musik bugis. Semasa hidupnya beliau aktif dalam menciptakan lagu-lagu bugis yang hingga kini masih tetap eksis di telinga para penikmatnya. Salah satunya, Alosi Ripolo Dua. Dinyanyikan oleh Dian Ekawati, lagu ini sering menjadi lagu favorit dalam perlombaan paduan suara. Lagu ini terdiri atas lima bait. Bait pertama dan kedua terdiri atas empat larik, bait ketiga dan ke empat terdiri atas tiga larik, sedangkan bait terakhir terdiri atas...

avatar
Agung RInaldy Malik
Gambar Entri
Dangke
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Dangke  adalah makanan tradisional yang berasal dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dangke terbuat dari fermentasi susu kerbau yang diolah secara tradisional. Dangke memiliki tekstur seperti tahu dan memiliki rasa yang mirip dengan keju. Dangke juga terkenal memiliki kandungan protein betakaroten yang cukup tinggi. Dangke dibuat dengan merebus campuran susu kerbau, garam, dan sedikit getah buah pepaya. Hasil rebusan tersebut kemudian disaring, dibuang airnya, dan kemudian dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Dangke dapat langsung disajikan atau diolah lagi menjadi variasi makanan lain seperti dangke bakar dan sejenisnya. Dangke dibuat dengan cara menambahkan getah pepaya pada susu sapi. Getah pepaya mengandung enzim papain yang berfungsi memisahkan protein dengan air Sejarah Dangke menurut kisahnya sudah ada sejak zaman Belanda memerintah di Indonesia.  Seorang...

avatar
Muthi Ashriyanti Tarya
Gambar Entri
Lagu Ati Raja
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sulawesi Selatan

Lagu Ati Raja adalah lagu daerah yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan Tepatnya Kota Makasar. Lagu ini menceritakan tentang bentuk pengucapan syukur dan sikap keberserahan diri pada Tuhan serta menganggap Tuhan hanya satu/tunggal. Lagu ini diciptakan oleh Hoe eng Djie. Lirik Lagu Ati Raja Jailebang ni rampe i bau Ati Raja to sunggua ri pau pau kodong Raja le ala ni ani puji ati ati raja Ni a tom mo ni calla dodu Puna ni a to sunggu bau Ati Raja nata ena Raja le allara panji sero ati ati raja Kek ke kini pela tomi Laku apa mi sunggu ta bau Ati Raja nama jai balla batu ta kodong Raja le ala puna kodia ati ati raja Keleleang mange mange bau mange mange bau   Sumber: http://www.empetilu.top/2016/07/apa-makna-yang-terkandung-pada-lagu-ati.html  

avatar
Rifqi Luay