Musik dan Lagu
Musik dan Lagu
Lagu Sulawesi Selatan Pare-Pare
"Alosi Ripolo Dua" dalam Kajian Semantik
- 4 Mei 2017 - direvisi ke 2 oleh Agung RInaldy Malik pada 4 Mei 2017

Hingga saat ini, lagu bugis masih menjadi primadona masyarakat Sulawesi Selatan. Lantunan musik yang mengalun membawa penikmatnya terbawa dalam lantunan syair-syair yang terdengar. Tidak hanya ada di pesta hajatan (perkawinan), akan tetapi para pengemudi becak motor, pete-pete (angkutan umum Sulawesi Selatan), rumah-rumah makan khas daerah sudah sangat berkawan dengan musik bugis. Terkadang pula menjadi media pengantar tidur.

Yusuf Alamudi, Pria yang lahir Kota kelahiran mantan Presiden BJ Habibie ini tidak asing lagi di telinga para penikmat musik bugis. Semasa hidupnya beliau aktif dalam menciptakan lagu-lagu bugis yang hingga kini masih tetap eksis di telinga para penikmatnya. Salah satunya, Alosi Ripolo Dua.

Dinyanyikan oleh Dian Ekawati, lagu ini sering menjadi lagu favorit dalam perlombaan paduan suara. Lagu ini terdiri atas lima bait. Bait pertama dan kedua terdiri atas empat larik, bait ketiga dan ke empat terdiri atas tiga larik, sedangkan bait terakhir terdiri atas dua larik.

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia “Alosi Ripolo Dua” dapat diartikan pinang dibelah dua. Lagu ini bermakna terapat dua orang yang memiliki kesamaan wajah yang dianggap kelak akan berjodoh.

Bait pertama terdapat larik “kuripancaji rilino” artinya aku terlahir di dunia, ”engka riwatakkalemu” diartikan  ada dalam tubuhmu, “nulle purani totoku” diartikan nasibuku mungkin telah berkata begitu, dan “tosippadua siruntu” artinya kita berdua bertemu. Bait Kedua terdapat kata “muri pancaji rilino” artinya engkau tercipta ke dunia, “tudang riwatagkalemu” diartikan duduk (berada) dalam tubuhmu (batin), “lettu cappa'na rilino” artinya sampai akhir hidupmu, dan “sipaddua matterru” diartikan selalu bersama.

Bait pertama dan kedua ini dimaknai bahwa seseorang telah diciptakan di dunia ini oleh sang pencipta menganggap dirinya ada dalam jiwa seseorang yang dicintainya dan beranggapan bahwa mereka diciptakan untuk terus bersama hingga ajal menjemput mereka..

Bait ketiga terdiri atas tiga larik yakni “tappamu na tappaku” artinya wajahmu dan wajahku, “sirupa na de’na pada” diartikan mirip atau beda, dan ”Iyaro tanranna topuri sitoto” artinya itu menandakan kita berjodoh. Bait keempat terdapat “matammu na matakku” artinya matamu dan mataku, “alosi ripolo dua” diartikan bagaikan pinang dibelah dua, dan “mappada bungae sibawa daunna” artinya seperti bunga dengan daunnya.

Bait ketiga dan keempat ini dimaknai bahwa keduanya memiliki wajah dan mata yang sama. Bagaikan pinang dibelah dua dan hubungan kedekatan antara daun dan bunga yang menandakan mereka berjodoh.

Bait terkahir terdiri atas dua larik yakni “alemu aleku pada uddani” ini diartikan bahwa diriku dan diriku sama-sama merindu, dan “tori masseddi tanranna sitoto” artinya untuk bersatu dan tanda jodoh. Makna bait ini adalah keduanya saling merindu dan bersatu karena pada dasarnya mereka memiliki kesamaan yang bisa sebut berjodoh.

Lagu ini syarat akan makna dan tak dipungkiri bahwa hingga kini anggapan bahwa kesamaan wajah petanda berjodoh sering dilontarkan kawula muda. Harapannya, semoga musik daerah tetap terjaga.

 

Berikut Lirik lagu Alosi Ripolo Dua karya Yusuf Alamudi

 

Muripancaji ri lino 

Engka riwatang kalemu 

Mulle purani totoku 

To sipa’dua siruntu 

 

Muripancaji ri lino 

Tudang riwatang kalemu 

Lettu campana rilino 

Sipa’dua metteru 

 

Tappamu na tappaku 

Sirupa na de na pada 

Iyaro tanranna topuri sitoto 

 

Matammu na mataku 

Alosi si polo dua 

Pappada bungae sibawa daunna 

 

Alemu aleku 

Pada muddani 

Tori massidi tanranna sitoto

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna