Adat Nusantara
417 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rambu Solo
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Rambu Solo adalah pesta atau upacara kedukaan /kematian. Adat istiadat yang telah diwarisi oleh masyarakat Toraja secara turun temurun. Bagi keluarga yang ditinggal wajib membuat sebuah pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada mendiang yang telah pergi. Setelah melewati serangkaian acara, si mendiang di usung menggunakan Tongkonan (sejenis rumah adat khas Toraja) menuju makam yang berada di tebing-tebing dalam goa. Nama makamnya adalah pekuburan Londa. Yang unik dari upacara rambu solo adalah pembuatan boneka kayu yang dibuat sangat mirip dengan yang meninggal dan diletakkan di tebing.Uniknya lagi… konon katanya, wajah boneka itu kian hari kian mirip sama yang meninggal

avatar
Dara Puspita sari
Gambar Entri
Upacara Tudang Ade
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Upacara Tukang Ade berarti upacara duduk secara adat dengan anggota 110 orang. Maksud pengadaan upacara ini adalah: A. Memusyawarakan hal-hal pentingnya menyangkut pemerintahan atau permasalahan yang dihadapkan kerajaan untuk mencapai kesepakatan dan mufakat. Hal ini menunjukan bahwa Raja Bone bukan seorang monarki absolut melainkan praktisi demokrasi, karena Raja senantiasa melibatkan seluruh Dewan Kerajaan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kerajaan dan kepentingan rakyat. Upacara ini juga menunjukan bahwa Raja Bone adalah seorang Raja yang murah hati dan ramah terhadap bawahan, berkenan menjamu mereka dengan makanan ringan khas kerajaan, serta mau menerima mereka secara adat B. Apabila kerajaan kedatangan tamu resmi dari kerajaan lain dan dianggap layak untuk diterima secara adat.

avatar
Nadar
Gambar Entri
COTO MAKASAR
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

  Coto Makassar  atau  Coto Mangkasara  adalah makanan tradisional Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini terbuat dari jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dimakan dengan ketupat dan “burasa”. Saat ini Coto Mangkasara sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, mulai di warung pinggir jalan hingga restoran. Bahan: 3 sdm minyak, untuk menumis 250 g daging sapi bagian has dalam, rebus, tiriskan, potong dadu ukuran 1 cm, sisihkan air rebusannya untuk kaldu, bila perlu tambahkan dengan air hingga jumlahnya 11/2 L 250 g hati sapi, rebus, tiriskan, potong dadu ukuran 1 cm 250 g usus sapi, rebus, tiriskan, potong dadu ukuran 1 cm 250 g limpa sapi, rebus, tiriskan, potong dadu ukuran 1 cm 250 g jantung sapi, rebus, tiriskan,...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
sambala kaluku
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Samabala kaluku atau dalam bahasa Indonesia yang artinya “sambel kelapa” merupakan makanan khas asal Sulawesi selatan. Masyarakat Makassar sering menggunakan cemilan sederhana ini dengan makanan khas Bugis-Makassar seperti Buras, Leppa-leppa dll. Cemilan tradisional ini akan banyak ditemukan pada masyarakat Makassar pada hari-hari tertentu seperti hari raya idul fitri dan lain sebagainya. Cemilan khas ini selalu saja disandingkan dengan Buras atau bahkan juga dengan ketupat dan nasi putih sekalipun. Rasanya yang kecut, asin, manis dan pedis merupakan kombinasi yang unik saat dinikmati dengan makanan pendukung.  Bahan yang digunakan pun terbilang terjangkau serta cara membuatnya pun sangat sederhana. Untuk membuat banyak tidaknya sambala kaluku tergantung dari banyaknya kelapa. Kelapa yang telah diparut lalu ditiraskan keatas loyan yang datar, hal ini dimaksudkan agar kelapa yang akan di jemur dapat kering lebih cepat. Setelah kelapa di jemur kira-kira sejam (ter...

avatar
Isna25
Gambar Entri
Rambu Solok
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

            Mayoritas penduduk suku Toraja, hingga enam puluh persen masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya, maka adat istiadat yang ada sejak dulu tetap dijalankan sekarang. Sebagai penganut Aluk Todolo masyarakat Suku Toraja mengenal dan masih melestarikan dua ritual besar dalam daur hidupnya, yaitu: Upacara kegembiraan yang disebut  Rambu Tuka  dan upacara kedukaan yang disebut  Rambu Solok . Upacara  Rambu Solok  adalah   jawaban dari ketidakpastian akan misteri kehidupan setelah mati, agar terhapuskan segala kekhawatiran akan nasib si mati di alam baka. Karena ajaran Aluk Todolo menurut orang Toraja berisi konsep kepercayaan terhadap alam kehidupan setelah mati. Ajaran ini menganggap bahwa arwah seseorang setelah mati tidak hilang begitu saja melainkan kembali ke suatu tempat yang dianggap sebagai alam arwah atau sebagai tempat asal-usul leluhur merek...

avatar
Oase
Gambar Entri
Benteng Fort Rotterdam
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan. Seorang wartawan New York Times, Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng ini sebagai “the best preserved Dutch fort in Asia”. Pada awalnya benteng ini disebut Benteng Jumpandang (Ujung Pandang). Benteng ini awalnya dibangun tahun 1545 oleh raja Gowa ke X yakni Tunipallangga Ulaweng. Bentuknya yang unik layaknya seekor penyu membuat benteng ini populer dengan sebutan Benteng Panyyua oleh masyarakat setempat. Bahan baku awal benteng adalah tembok batu yang dicampur dengan tanah liat yang dibakar hingga kering. Bangunan didalamnya diisi oleh rumah panggung khas Gowa dimana raja dan keluarga menetap didalamnya. Ketika berpidnah pada masa raja Gowa ke XIV, tembok benteng lantas diganti dengan batu padas yang berwarna hitam keras.   Fort Rotterdam pada tahun 1924 (foto via wikipedia) Saat Belanda datang ke tanah Makassar, pecahlah p...

avatar
Oase
Gambar Entri
Putri Tandampalik
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Alkisah,  pada  zaman dahulu kala, di sebuah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan,  berdiri  sebuah kerajaan yang bernama Kerajaaan Luwu. Kerajaan ini  dipimpin oleh seorang  raja atau  datu  yang bernama La Busatana  Datu Maongge, atau sering  dipanggil Raja Luwu atau Datu Luwu. Ia adalah  seorang raja yang adil, arif dan  bijaksana, sehingga rakyatnya hidup  makmur dan sentosa. Datu Luwu mempunyai seorang  putri yang cantik  jelita dan berperangai baik, namanya Putri Tandampalik. Berita   kecantikan dan perangai baiknya tersebar sampai ke berbagai negeri di  Sulawesi  Selatan. Pada  suatu hari, Raja Bone ingin  menikahkan putranya dengan Putri  Tandampalik. Ia pun mengutus beberapa pengawal  istana ke Kerajaan Luwu  untuk melamar sang Putri. Sesampainya di istana Luwu,  utusan tersebut  disambut dengan ramah oleh Datu Luwu. “Ampun, Baginda...

avatar
Oase
Gambar Entri
Upacara Rambu Tuka
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Upacara Rambu Tuka  merupakan serangkaian ritual yang dilakukan dalam rangka memperbaiki  tongkonan , biasanya dimulai pada pagi hari saat terbit matahari. Ada beberapa prosesi yang dilakukan dalam upacara ini, yaitu: Ma’pallin Pengusiran roh jahat dengan menyembelih seekor ayam. Ini bertujuan untuk menyucikan diri dari kesalahan yang pernah dilakukan. Mangika biang Memohon kehadiran dan berkat para dewa dengan penyembelihan ayam. Mangipang (mangrapa) Pemberian sesaji pada keluarga di suatu tempat di luar  tongkonan , tujuannya untuk memohon doa restu pada leluhur. Hewan yang dikurbankan pada tahap ini adalah babi. Ma’pande to matua Pemberian sesaji untuk leluhur yang dilakukan di sebelah barat  tongkonan . Diyakini bahwa arwah leluhur menetap sementara di dalam  tongkonan  yang tengah diupacarakan. Mangrara banua Pada proses ini semua rumpun keluarga akan hadi...

avatar
Oase
Gambar Entri
Rumah Adat Sumatera Selatan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah adat Palembang sering disebut sebagai Rumah Limas. Rumah berbentuk limas dengan bangunan yang bertingkat. Tingkat tersebut seringkali disebut sebagai bengkilas.  Lua rumah mulai dari 400-1000 meter persegi. Bahan material untuk membuat dinding, lantai, serta pintu menggunakan kayu tembesu. Sementara untuk tiang rumah, pada umumnya menggunakan kayu unglen yang tahan air. Rangka rumah biasanya dibuat dari kayu seru, yang menurut kepercayaan masyarakat setempat tidak boleh diinjak/dilangkahi. Tingkatan di dalam rumah dilengkapi dengan lima ruangan yang disebut kekijing.  Pada tingkat pertama yang disebut pagar tenggalung, ruangan ini tidak memiliki dinding pembatas, seperti beranda saja.  Ruang kedua disebut  Jogan , digunakan sebagai tempat berkumpul khusus untuk pria. Naik lagi ke ruang ketiga yang diberi nama kekijing ketiga, yang posisi lantainya lebih tinggi dan diberi batas/penyekat. Ruangan ini biasanya untuk tempat menerima para undangan da...

avatar
Eniwinarti