CAWAT ...Cawat merupakan pakaian kaum wanita, sedangkan Koteka adalah pakaian bagi kaum laki- laki , itu adalah pakaian tradisional bagi Papua, yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Cawat atau unom yang ada di Pegunungan Bintang bentuk dan cara menganjamnnya sama, tetapi jenis bahanya beda- beda. Kedua jenis tersebut adalah cawat berbentuk panjang dan berbentuk pendek. Fungsi dari kedua pakaian tradisi ini sama, yaitu cawat yang berbentuk panjang memakai dan menari atau berdangsa berbagai tarian adat. Sementara itu, cawat berbentuk pendek ini memakai dan melakukan berbagai aktivitas sehari- hari. Proses penjahitan pakaian tradisional ini adalah tali dan unom (cawat). Cara jahitnya sama seperti jahit tikar lokop atau karpet. Proses penjahitan pakaian tradisional sangat gampang dan siapapun bisa jahit. Makna utama dari kedua pakaian tr...
Alat musik perkusi khas Papua simbol perdamaian bagi masyarakat Papua tempo dulu. Bilamana terjadi perang diantara suku-suku di Papua. Para tua adat lantas membunyikan tifa untuk memanggil wakil dari kedua pihak berdamai. Namun kini, tifa tak lagi digunakan bagi suatu perdamaian. Tapi lebih digunakan dalam rituil adat, seperti pesta adat, perkawinan, menyambut tamu-tamu penting dan lain-lain. Daerah sebarannya umumnya dapat ditemui pada provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur
Peran Eme cukup besar dalam kesenian masyarakat Kamoro, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi Eme juga memainkan peran penting dalam setiap kegiatan adat. Pukulan Eme akan mengiringi nyanyian yang biasanya berupa pantun, cerita legenda/mitos, atau petuah kebajikan. Partisipan dalam kegiatan adat tersebut akan menari seiring bunyi pukulan Eme . Tidak hanya digunakan dalam kegiatan adat, saat mengerjakan pemasangannya pun unik, digunakan campuran kapur dari bia dan darah manusia yang dioleskan di seputar ujung Eme sebelum kulit biawak dipasang. Darah manusia tersebut berfungsi sebagai perekat. Menurut kepercayaan Orang Kamoro, kulit yang direkatkan dengan campuran bia dan darah manusia akan menghasilkan suara yang lebih baik. Dewasa ini pemakaian darah manusia telah digantikan dengan getah pohon mangi-mangi atau getah pohon (ote) taura yang juga berwarna merah. Untuk menghasilkan...
Sebuah rumah yang cukup besar tampak berdiri kokoh diantara pepohonan di pinggir sungai. Bentuknya memanjang dan memiliki pintu masuk lebih dari satu. Tangga sederhana pun berjajar rapi sebagai jalur masuk di depan pintu rumah. Pondasi kayu-kayu besi tertancap kuat membuat rumah itu terlihat megah dari kejauhan. Rumah itu adalah Jew, atau biasa dikenal sebagai rumah bujang suku Asmat. Alasan disebut sebagai rumah bujang adalah karena yang tinggal di rumah itu adalah kaum laki-laki yang belum menikah. Namun demikian, rumah panjang tersebut dapat digunakan oleh seluruh penduduk di sekitarnya, terutama oleh kaum pria karena dianggap sebagai pemimpin dalam keluarga masing-masing. Biasanya, Jew atau rumah bujang ini menjadi tempat berkumpul bagi para pemuka adat dan pimpinan desa suku Asmat. Mereka mengadakan rapat desa, penentuan strategi perang, pesta adat, penyambutan tamu, dan segala kegiatan yang sifatnya tradisi di dalam rumah adat khas Asmat ini. Setiap desa di suku...
Papeda adalah makanan berupa bubur sagu khas Maluku dan Papua yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit.Papeda berwarna putih dan bertekstur lengket menyerupai lem dengan rasa yang tawar.Papeda merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolesterol dan cukup bernutrisi. Di berbagai wilayah pesisir dan dataran rendah di Papua, sagu merupakan bahan dasar dalam berbagai makanan.Sagu bakar, sagu lempeng, dan sagu bola, menjadi sajian yang paling banyak dikenal di berbagai pelosok Papua, khususnya dalam tradisi kuliner masyarakat adat di Kabupaten Mappi, Asmat, hingga Mimika.Papeda merupakan salah satu sajian khas sagu yang jarang ditemukan.Antropolog sekaligus Ketua Lembaga Riset Papua, Johszua Robert Mansoben, menyatakan bahwa papeda dikenal lebih luas dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Abrab di Danau Sentani dan Arso, serta Manokwari. Pada umumnya, papeda dikonsumsi bersama dengan ikan tongkol. Namun, papeda...
Untuk urusan cinta dan kesetiaan, mungkin teman-teman bisa belajar dari Suku Dani di Papua. Saking cintanya mereka dengan pasangan atau keluarga, mereka rela memotong jari sebagai bentuk kesetiaan dan duka yang mendalam. Tradisi adalah hal yang harus dipatuhi oleh semua orang, tidak terkecuali Suku Dani yang mendiami Lembah Baliem di Papua. Diturunkan dari generasi ke generasi, hukum adat ditaati dan menjadi pedoman setiap insan Suku Dani. Adapun mereka juga memiliki tradisi potong jari atau disebut Iki Palek yang bikin geleng-geleng kepala. Saat teman-teman dari detik travel bersama rombongan Cultural Trip Mahakarya Indonesia berkunjung ke salah satu kampung di Distrik Kurulu, Wamena, tampak mama-mama Suku Dani yang memiliki tangan tanpa beberapa ruas jari. Rasa penasaran pun dibuat muncul dengan kondisi tersebut. Pemandu kami yang bernama Herriman Sihotang mengatakan, hal tersebut merupakan bagian tradisi adat dari Suku Dani tentang cinta dan kesetiaan akib...
Secara khusus, cara/tradisi pembayaran Mas Kawin, menurut bahasa Biak disebut ”ARAREM “. Pembayaran Mas Kawin adalah salah satu tradisi yang tidak dapat diabaikan, karena hal ini adalah konsekwensi dari sebuah perkawinan yang dilangsungkan secara Adat oleh Suku Biak-Papua. Masyarakat Asli Papua tak terkecuali Orang Biak, sangat terikat dengan apa yang disebut adat atau tradisi. Hal tersebut nampak pada cara membayar Mas Kawin yang sering dilakukan di dalam sebuah prosesi penyerahan Mas Kawin. Terdapat beberapa) tahap dalam pembayaran / pemberian Mas Kawin yang dilakukan oleh Pihak Laki-laki kepada Pihak Perempuan, diantaranya : Pertemuan dan Kesepakatan. – Pihak Pertama adalah Pihak Laki-laki; – Pihak Kedua adalah Pihak Perempuan. Tahap Awal, Biasanya dilakukan oleh Pihak Pertama, yang didasari oleh sebuah perkawinan. Hal ini dilakukan oleh karena tuntutan tradisi atau adat yang wajib untuk dilaksanakan. Di dalam pertemuan ini...
Swabra merupakan marga tua di Kampung Padwa Distrik Yendidori Kabupaten Biak Numfor. Di Kampung Padwa terdapat pekuburan tua yang masih tertata rapih dalam cerukan dan goa pada tebing karang di pinggir pantai. Pekuburan tua ini tentu berkaitan dengan perlakuan pada tradisi upacara kematian. Upacara kematian merupakan bagian penting dalam ritual upacara dalam lingkaran hidup manusia yang secara simbolik memiliki makna yang sakral karena ada pandangan bahwa masih ada alam kehidupan lain atau alam roh dibalik kehidupan dunia ini dan ada hubungan antara orang yang hidup dengan roh orang mati, hal ini tercermin dalam beberapa ritual adat yang mereka lakukan terhadap orang mati. Perlakuan dalam upacara kematian inipun beragam dengan berbagai pertimbangan seperti status sosial sebab kematian dan tradisi suku bersangkutan bahkan klan atau marga seperti yang ditemui pada marga Swabra di Kampung Padwa. Pada proses atau tata cara pemakaman tradisional, orang S...
Orang Sentani memiliki kearifan lokal yang merupakan warisan nenek moyang yang masih dipertahankan hingga saat ini. Salah satunyan adalah “ Elha ” pada orang Sentani di kampung Ayapo. “ Elha ” ini merupakan hak yang melekat pada Kepala penguasa hak wilayat ( O ndoaf olo ) itu sendiri. Dikampung Ayapo yang mempunyai keondofoloan sendiri ini terbagi menjadi dua kelompok besar antara lain; Kelompok reraimea yang melekat pada Ondofolo (kweluarga ondofolo) dan kelompok khouw yang merupakan perangkat dalam keondofoloan. Salah satu tradisi yang dipegang teguh adalah Rokhabhia (gotong royong) merupakan salah satu aturan adat dalam keondofoloan Kampung Ayapo. Ketika kelompok reraimea mengalami kedukaan atau mengadakan hajatan merekan, maka rokhabhia akan dilakukan adalah kelompok khouw dan begitu sebaliknya tetapi tidak menutupkan untuk kelompok reraimea ikut&n...