Kasih Sayang
60 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ikan Bakar Sambel Colo-Colo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Maluku

Bahan-bahan (9 porsi)   3 ekor ikan / ikan salam 1 ons cabe Daun kemangi 1/2 ons bawang merah 1/2 ons bawang putih Kecap manis Jeruk nipis Tomat Garam   Langkah (1/5 Jam)   1. Caranya simple kok. Potong kecil-kecil cabe merah kriting, tomat, bawang merah, bawang putih, daun kemangi. 2. Jangan lupa daun kemanginya yah buibuk. 3. Jeruk nipis jangan lupa buibuk. 4. Siapin kecap manisnya juga. 5. Setelah dipotong-potong sempurna, masukkan atau campurkan kecap manis, jerus nipis, aduk sampai rata dan kasih garam secukupnya. Sambel colo-colo asem-gurih siap dinikmati.   Tempat yang menyediakan: RM. Sari Murni Blitar, Jalan Raya Trans Paso, Ambon, Maluku   Sumber :  https://cookpad.com/id/resep/4218280-ikan-bakar-sambel-colo-colo

avatar
Fachni
Gambar Entri
Sup Ikan Kuah Kuning - Ambon - Maluku
Makanan Minuman Makanan Minuman
Maluku

Bahan-bahan 2 ekor ikan kakap merah/ ganti ikan lain 6 siung bawang putih 4 siung bawang merah 10 buah cabe rawit merah 2 cm Lengkuas 2 cm jahe 5 cm kunyit 2 buah sereh 2 lembar daun jeruk purut 2 lembar daun salam 2 buah kemiri Garam Penyedap rasa 2 sendok perasan jeruk nipis/lemon 1 liter air Lada bubuk Langkah Potong ikan sesuai selera,...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Upacara Tihi Huau - Seram - Maluku
Ritual Ritual
Maluku

Upacara Tihi Huau (Potong Rambut) dilakukan oleh Orang Nuaulu, di Seram, Maluku, Indonesia   1. Asal-Usul Maluku adalah salah satu provinsi yang terdapat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di sana ada sebuah etnik yang bernama Nuaulu. Stratifikasi sosial masyarakatnya pada dasarnya dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yakni golongan pemimpin soa (kapitang), tokoh adat dan rakyat biasa. Golongan kapitang terdiri atas orang-orang yang secara genealogis masih keturunan pendiri soa.   Golongan tokoh adat terdiri atas orang-orang yang masih keturunan tokoh adat. Sedangkan, golongan rakyat biasa adalah orang-orang yang secara genealogis bukan keturunan pendiri soa dan tokoh adat. Mereka (masyarakat Nuaulu) menumbuh-kembangkan suatu tradisi yang disebut sebagai Tihi Huau. Tradisi ini sangat erat kaitannya dengan kepercayaan yang diyakininya. Menurut mereka, seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan, mudah disusupi atau dipengaruhi oleh ro...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
SIOH MAMA
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Cipt.Meiky Goselaw               Vol.Mainggus Tahitoe   Sioh mama…. Sioh mama mama’E… Brapa puluh taong lalu Waktu beta kacile Beta ingat tempo itu Sioh mama gendong Gendong beta’E   Sambil mama bakar sagu Mama manyanyi Sioh buju buju Lah sampe basar bagani Beta tra lupa mama’E   Sioh mama’E beta rindu Mau pulang’E sioh mama’E mama sulia Kurus lawang’E Beta balom balas mama Mama pung cape   Sioh dolo’E Sioh tete manise Jaga beta pung mama’E Sioh mama sioh mama Beta sayang mama’E 2x   sumber http://liriklagu-lagudaerah.blogspot.co.id/p/lirik-lagu-manado-ambon-jayapura.html

avatar
Rezahaikal
Gambar Entri
Kisah Petualangan Empat Kapiten dari Maluku
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Maluku

Empat Kapiten Maluku adalah empat bersaudara yang merupakan pemimpin Negeri Nusa Ina di Pulau Seram , Maluku . Keempat kapiten tersebut memiliki kegemaran berpetualang ke daerah-daerah pelosok untuk membuka daerah baru. Suatu hari, mereka berpetualang menyusuri Sungai Tala yang kaya akan sumber alamnya. Namun, petualangan mereka kali ini amat berat dan membutuhkan perjuangan keras karena Sungai Tala terkenal ganas. Airnya sangat deras dan terdapat banyak batu besar di sepanjang alirannya. Bagaimana perjuangan mereka? Simak kisahnya dalam cerita Petualangan Empat Kapiten dari Maluku berikut ini! * * * Dahulu, Negeri Nunusaku atau lebih dikenal Negeri Nusa Ina merupakan pusat kegiatan penduduk yang mendiami Pulau Seram, Maluku. Negeri itu dipimpin oleh empat kapiten yaitu Kapitan Wattimena, Kapitan Wattimury, Kapitan Nanlohy, dan Kapitan Talakua. Keempat kapiten tersebut mempunyai wilayah kekuasaan masing-masing sehingga penduduk mereka tersebar di berbagai daerah di p...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
7_ Asal Muasal Tanjung Menangis
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Maluku

D ahulu kala terdapat kerajaan besar di Pulau Halmahera. Rajanya belum lama meninggal dunia. Ia meninggalkan dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Mereka bernama Baginda Arif, Putra Baginda Binaut, dan Putri Baginda Nuri.  Putra Baginda Binaut sangat menginginkan kedudukan sebagai raja untuk menggantikan ayahnya. Keinginan itu disampaikan kepada patih kerajaan.  “Aku harus menggantikan kedudukan ayahku.” Kata Binaut kepada sang Patih dengan penuh keyakinan. Agar sang Patih ikut mendukung rencana tersebut, maka Binaut memberi janji bahwa jabatan sang Patih akan tetap dipertahankan, dan ia akan diberi hadiah emas berlian. Berkat bujuk rayu dan janji itulah, Sang Patih bersedia mendukung Binaut menjadi raja. Sang Patih segera mengatur para pengawal kerajaan untuk menangkap Sri Baginda Ratu, Putra Baginda Arif dan Putri Baginda Nuri. Setelah ditangkap, mereka dijebloskan di penjara bawah tanah. “Kanda Binaut benar-benar kejam! Tamak...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Prosesi Pernikahan Adat Maluku
Ritual Ritual
Maluku

Berikut adalah proses pernikahan adat Maluku: Upacara Ijab Kabul Upacara ini dilangsungkan di kediaman mempelai pria, yang sudah mengenakan pakaian pengantin secara lengkap yaitu destar, jubah, dan gamis, dilengkapi dengan keris yang diselipkan di pinggang bagian depan. Disesuaikan dengan perubahan zaman, pengantin pria sekarang mengenakan selop sebagai alas kaki. Sedangkan pengantin wanita yang tinggal di rumahnya sendiri memakai koci-koci, terdiri dari pasangan sarung dan semacam baju kurung yang diberi ikat pinggang, berselendang dan di bagian lehernya dihiasi semacam penutup yang melingkar menutupi pundak hingga punggung. Ditinjau dari bentuk hiasan kepalanya, dapat dikatakan bahwa hal ini sudah dipengaruhi oleh kebudayaan cina. Jenis pakaian pengantin yang dikenakan pada asal mulanya ditentukan oleh tingkatan derajat dari pengantin. Namun tentu saja peraturan semacam ini sudah tidak berlaku lagi. Setiap pasangan yang akan menikah berhak untuk memilih je...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Manggarebo Belang
Ritual Ritual
Maluku

        Manggarebo Belang merupakan ritual adat dimana ritualnya berupa perlombaan balapan perahu naga atau kano. Manggarebo belang (khususnya di Kepulauan Banda Neira) terbagi menjadi 2 jenis lomba, yaitu Belang Nasional dan Belang Adat . Perbedaannya terletak pada ritual yang harus dilakukan. Manggarebo Belang Nasional adalah perlombaan balapan belang biasa tanpa ada ritual khusus baik sebelum maupun sesudah perlombaan, sedangkan Manggarebo Belang Adat memiliki banyak ritual yang harus dilalui. Berikut ritual Manggarebo Belang Adat.             Pertama, tengah malam sebelum perlombaan diadakan, akan diadakan Upacara Kabata oleh para tetua adat.  Upacara Kabata adalah upacara yang isinya berupa nyanyian dan bacaan-bacaan menggunakan bahasa maluku, yaitu Bahasa Tana. Tujuannya untuk memanggil dan meminta izin kepada roh-roh leluhur agar perhelatan dapat berjalan dengan lancar. Selanjutnya di pagi hari, tetua adat y...

avatar
OSKM_19718139_Alisa Aufa Rizkika
Gambar Entri
Pela Gandong Asilulu
Ritual Ritual
Maluku

Penulis adalah seorang yang berasal dari provinsi Maluku tepatnya Maluku tengah di sebuah desa kecil yang bernama Asilulu. Untuk itu pada kesempatan kali ini, penulis akan meceritakan tentang budaya yang ada di desa penulis. Budaya yang terkenal di Asilulu adalah Pela Gandong. Apa sih Pela Gandong itu ? Pela adalah suatu sistem hubungan sosial yang dikenal dalam masyarakat Maluku, berupa suatu perjanjian hubungan antara satu negeri (sebutan untuk kampung atau desa) dengan negeri lainnya, yang biasanya berada di pulau lain dan kadang juga menganut agama lain di Maluku (Bahasa Ambon: Tapele Tanjong). Biasanya satu negeri memiliki paling tidak satu atau dua Pela yang berbeda jenisnya. Untuk diketahui saja, sistem perjanjian pela ini diperkirakan telah dikenal atau telah ada sebagai bagian kearifan lokal masyarakat Maluku sebelum masa kedatangan bangsa-bangsa Eropa, terutama Portugis dan Belanda; dan digunakan untuk memperkuat pertahanan terhadap penyerangan bangsa Eropa yang pada...

avatar
Oskm18_sappk_rianti