Manggarebo Belang merupakan ritual adat dimana ritualnya berupa perlombaan balapan perahu naga atau kano. Manggarebo belang (khususnya di Kepulauan Banda Neira) terbagi menjadi 2 jenis lomba, yaitu Belang Nasional dan Belang Adat. Perbedaannya terletak pada ritual yang harus dilakukan. Manggarebo Belang Nasional adalah perlombaan balapan belang biasa tanpa ada ritual khusus baik sebelum maupun sesudah perlombaan, sedangkan Manggarebo Belang Adat memiliki banyak ritual yang harus dilalui. Berikut ritual Manggarebo Belang Adat.
Pertama, tengah malam sebelum perlombaan diadakan, akan diadakan Upacara Kabata oleh para tetua adat. Upacara Kabata adalah upacara yang isinya berupa nyanyian dan bacaan-bacaan menggunakan bahasa maluku, yaitu Bahasa Tana. Tujuannya untuk memanggil dan meminta izin kepada roh-roh leluhur agar perhelatan dapat berjalan dengan lancar. Selanjutnya di pagi hari, tetua adat yang sebelumnya melakukan Upacara Kabata, datang menuju Rumah Belang. Rumah ini adalah rumah tempat penyimpanan belang itu sendiri. Disana mereka kembali melakukan Upacara Kabata dengan tujuan agar belang yang ditumpangi senantiasa aman sampai akhir perlombaan. Selain itu, dilakukan pemberian sesajen berupa bunga dan lainnya serta air yang nantinya digunakan apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan (contohnya kerasukan) .
Selanjutnya belang dikeluarkan dari rumahnya, setelah itu dihias dengan ornamen-ornamen seperti bendera kampung dengan warna dan ornamen tertentu dan hiasan lainnya. Selanjutnya belang pun ditaruh di laut dan dinaiki oleh kru belang itu sendiri. Belang memiliki panjang 25-30 m yang nantinya diisi oleh 30-35 orang di belang masing-masing, yaitu
Pada saat lomba sedang berlangsung ada beberapa belang yang dilarang untuk melewati daerah tertentu, jika dilanggar akan terjadi malapetaka. Selanjutnya setelah terpilih pemenangnya, akan diadakan ritual penutupan, yaitu Upacara Kabata lagi namun dengan tujuan berterima kasih kepada arwah para leluhur. Setelah itu belang dikembalikan ke rumah belang. Ritual ini sebagai bentuk pengingat perjuangan rakyat maluku di zaman dulu ketika berperang melawan penjajah, pada saat itu mereka menggunakan belang untuk berkendara melawan penjajah di perairan.
Beberapa daerah di maluku memiliki belang masing-masing. Contohnya Kepulauan Banda memiliki 5 belang laki- laki. Beberapa diantaranya, yaitu Belang Negeri (tidak digunakan untuk berlomba), Joko, Sarui, Waelomdor. Ada juga satu belang perempuan bernama Belang Ratu. Belang perempuan diibaratkan sebagai seorang wanita yang mengantarkan pria untuk berlomba.
Hal uniknya perlombaan Manggarebo Belang ini, dipercaya tidak hanya menggunakan kekuatan fisik manusia, tetapi juga dibantu kekuatan magis. Oleh karena itu, selama perlombaan berlangsung terus dibacakan syair dari Bahasa Tan untuk memanggil para arwah leluhur agat ikut turut serta dalam perlombaan dan juga sebagai wujud pertarungan kekuatan antara arwah leluhur di tiap desa adat. Maka dari itu perahu atau belang yang dikendarai ini dipercaya memiliki kecepatan diatas rata-rata yang bisa melebihi kecepatan mobil maupun motor.
Sumber : Wawancara dengan Wahyu Nul Hakim (Orang asal Maluku)
Sumber gambar : http://www.negerisendiri.com
#OSKMITB2018
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...
Naskah Nusantara • Sunda Kuno Kidung Lakbok Kisah Kerajaan Banjarpatroman, Ramalan Abadi, dan Kelahiran Wayang Kila Kidung Lakbok adalah sebuah karya sastra lama berbentuk prosa naratif atau puisi naratif dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang sejarah dan legenda Kerajaan Banjarpatroman. Kerajaan tersebut dipercaya pernah berdiri di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Naskah ini sempat nyaris hilang, kemudian ditulis ulang dan dilestarikan kembali pada tahun 2013 melalui publikasi daring. 📜 Sejarah dan asal-usul Menurut naskah Kidung Lakbok, Kerajaan Banjarpatroman mengalami masa kejayaan sebelum akhirnya runtuh akibat perang saudara atau perebutan kekuasaan. Peristiwa tersebut dianggap sebagai dosa besar yang menimbulkan kutukan. Akibat perbuatan tersebut, turunlah azab berupa bencana alam besar, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir bandang. Kerajaan yang dahsyat itu akhirnya tenggelam dan berubah menja...