Dodol Pedada Mangrove merupakan olahan makanan yang berbahan dasar buah tanaman mangrove Sonneratia atau masyarakat Kep. Riau biasa menyebutnya buah Pedada. Buah ini tidak beracun dan dapat langsung dimakan bahkan memiliki fungsi dan kandungannya yang baik bagi tubuh. Bahan-bahan 1 bungkus tepung beras ¼ kg tepung ketan 1 ½ kg gula merah 2 butir kelapa 8 buah pedada mangrove Cara Membuat Blender daging pedada, lalu saring dan ambil airnya saja. Campur tepung beras dan ketan, lalu aduk dengan air santan hingga rata, masukkan gula merah yang sudah dicairkan lalu masak adonan hingga mengental. Bisa dibentuk cetakan sesuai selera. Setelah dingin, Dodol Pedada Mangrove siap dihidangkan. Alamat & Kontak Penjual: Dodol kentang karya mandiri Rt.07 Desa Lubuk Nagodang Kec. Siulak, Koto Lebuh Tinggi, Siulak, Kabupaten Kerinci, Jambi 37162...
Bubur Ubi Jalar merupakan olahan bubur yang terbuat dari bahan dasar umbi-umbian yaitu bubur ubi Jalar, jenis bubur yang terbuat dari ubi kayu (singkong) sebagai bahan utamanya. bubur ini identik dengan teksturnya yang kental, untuk menambah selera makanan ini ditemani dengan saus manis yang terbuat dari gula merah. Makanan ini sering di jumpai di daerah Kep Riau, masyarakat sering menyajikan makanan ini dalam setiap Acara adat maupun acara tertentu. Bahan-bahan 1000 ml santan dari 1/2 butir kelapa 500 gram ubi jalar dipotong kecil dan dikukus matang 50 gram tepung beras dan 100 ml air dilarutkan 2 lembar daun pandan 1 sendok teh garam Bahan Saus 250 ml air 50 gram gula merah, disisir 3 buah nangka, diiris panjang 1 lembar daun pandan 1/2 sendok makan tepung sagu dan 1/2 sendok makan air dilarutkan 1/4 sendok teh garam Cara Membuat Santan, daun pandan, dan...
Kue Madeleina atau kue kerang banyak di jumpai di daerah Kep. Riau. Masyarakatnya sering menyajikan kudapan ini ketika ada acara besar dan upacara adat. Cara pembuatan yang tidak begitu rumit juga menjadi salah satu alasan masyarakat menjadikan kue ini sebagai kue favorit yang wajib ada ketika acara besar. Bahan-bahan Tepung terigu 100 grm Bubuk espresso 1 sdm, jangan gunakan espresso instan Telur ayam 3 butir Gula pasir putih 50 grm Coklat bubuk 35 grm, pilih yang bagus Vanili ekstrak ½ sdt Baking powder ½ sdt Mentega 5 ons, lelehkan dahulu Garam dapur halus ¼ sdt Cara Membuat Pertama, buat madeleine dahulu, silahkan kocok terlebih dahulu telur, gula pasir dan vanila ekstrak menggunakan mixer, kocok sampai lembut Pada wadah lain masukan tepung terigu, tambah baking powder, coklat bubuk, sedikit garam, dan bubuk espresso, aduklah sampai tercampur rata...
Teh Obeng adalah salah satu minuman menyegarkan khas Batam yang cukup populer. Nama Obeng berasal dari kata ”o“ dan ”beng“, dalam bahasa Tionghoa, kata ”o“ artinya kosong sedangkan kata ”beng“ artinya es. Sekilas, teh obeng mirip dengan es teh manis pada umumnya, yang membedakannya terletak pada teh yang digunakan dalam pembuatannya yang merupakan teh pilihan berkualitas dengan aroma yang khas. Mungkin, banyak masyarakat di Kepri yang tidak mengetahui asal muasal nama 'teh obeng', sebutan minuman untuk es teh manis atau teh manis dingin. Meski belum bisa diakui seratus persen, ada yang percaya sebutan 'teh obeng' berasal dari 'teh apeng'. Dalam bahasa orang Tionghoa di Xi Cia Po, 'o' berarti 'kosong' dan 'peng' berarti es. Dengan demikian, 'teh apeng' berarti 'es teh'. Karena lidah orang Indonesia, yang awalnya disebut teh apeng lama-kelamaan ucapan terse...
Siput dalam bahasa bengkalis berarti sanggul, Siput ekor kera arinya ekor kera, dipakai untuk upacara adat harian. Perbedaan pemakaian ornamen sanggul Antara gadis yang keturunan raja (Bangsawan) dengan rakyat biasa dapat dibedakan pada ornamen dan busananya. Para bangasawan biasanya memakai ornamen yang berwarna emas dan untuk rakyat biasa memakai warna perak atau bunga melur (Melati). Busana untuk bangsawan warnanya kuning emas senada, semua busana terbuat dari songket Siak, kebanyakan memakai PEAAK (geer) panjang kebaya 10 cm dari atas lutut. Sumber: http://alifesoflat.blogspot.co.id/2016/10/macam-macam-sanggul-daerah.html Traditional Hair Bun http://slideplayer.info/slide/12490647/
Biasanya tungku juga disebut sebagai dapur, sedangkan dalam pengertian yang umum tungku atau dapur berarti tempat memasak. Tetapi secara khas kedua kata tersebut antara tungku dan dapur, adalah berbeda. Dapur lebih khusus kepada pengertian ruang, sedangkan tungku menyatakan lebih menyatakan kepada alat menjerangkan periuk (dan sejenisnya) untuk memasak. Dengan demikian dapur berarti ruangan di mana tungku tempat memasak diletakkan. Ruangan ini sekaliannya merupakan tempat kegiatan memasak. Ada beberapa jenis yang disebut tungku ini, misalnya : - Tungku Batu Tiga - Tungku Besi Tiga - Tungku Besi Panjang - Sabak Tungku Batu Tiga artinya, tungku yang terbuat dari bahan batu yang bersusun tiga. Tungku Besi Panjang adalah tungku yang terbuat dari besi panjang. Tungku Besi Tiga adalah tungku yang juga terbuat dari besi dan mempunyai kaki tiga buah. Sedangkan yang dimaksud dengan Sabak adalah tungku yang...
Adapun dipercayai, bahwa alat-alat memasak tidak boleh dipinjamkan kepada orang lain. Kalaupun terpaksa dipinjamkan, alat-alat tersebut tidak boleh bermalam di tempat orang. Meminjamkan alat ini, apalagi bermalam di rumah orang menjadi suatu pantangan. Di samping itu alat-alat memasak dipandang sebagai barang pusaka, dan tidak boleh dijual. Dipercayai pula, jika pantang larang tersebut dilanggar akan mendatangkan sial kepada pemiliknya. Yang dimaksudkan timpa sial itu boleh bermacam-macam. Misalnya, barang-barang sejenis yang dimiliki di rumah akan rusak atau pecah sehingga habis. Atau rezeki dari si pemiliknya akan sangat susah. Tetapi adakalanya suatu kejadian atau peristiwa yang dianggap buang sial. Kalau perihal sedemikian terjadi, maka dianggap sebagai sesuatu keuntungan. Misalnya, kalau di dalam suatu perhelatan adat alat-alat yang rusak atau pecah, dipandang sebagai pertanda baik. Sebaliknya jika tiada...
Badik Tumbuk Lado merupakan senjata tradisional yang berasal dari Kepulauan Riau. Badik sendiri merupakan sebutan untuk senjata tradisional yang dikenal di kalangan masyarakat bugis dan beberapa daerah di Sumatera. Sedangkan, Tumbuk Lada atau Tumbuk Lado (Riau) adalah senjata tradisional masyarakat Melayu dan masyarakat Semenanjung Melayu. Tak heran jika Badik Tumbuk Lado memiliki kemiripan dengan senjata dari daerah di semenanjung melayu lainnya bahkan dengan negara tetangga Malaysia. Kepulauan Riau ditinggali oleh berbagai ras dan etnis. Akan tetapi, mayoritas penduduk asli adalah bangsa melayu. Oleh karena itu, kebudayaan dari daerah Riau ini banyak memiliki kesamaan dengan wilayah yang berpenduduk asli melayu lainnya. Badik Tumbuk Lado adalah sejenis senjata tikam berukuran 27 sampai 29 cm dan lebarnya sekitar 3.5 sampai 4 cm. senjata ini tidak hanya dipakai oleh masyarakat Jambi, dan juga memiliki kesamaan dengan badik Bugis hanya berbeda dalam bentuk dan motif sarung badik...
Limas Potong adalah salah satu bentuk rumah tradisional masyarakat melayu Riau Kepulauan. Rumah Limas Potong berbentuk rumah panggung, sebagaimana rumah tradisional di Sumatra pada umumnya. Tingginya sekitar 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Dinding rumah terbuat dari susunan papan warna coklat, sementara atapnya berupa seng warna merah. Kusen pintu, jendela serta pilar anjungan depan rumah dicat minyak warna putih. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2013/12/rumah-adat-riau-dan-kepulauan-riau/