Tari Gandrung berasal dari kata “gandrung”, yang berarti ‘tergila-gila’ atau ‘cinta habis-habisan’ dalam bahasa Jawa. Kesenian ini masih satu genre dengan seperti ketuk tilu di Jawa Barat, tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, lengger di wilayah Banyumas dan joged bumbung di Bali, dengan melibatkan seorang wanita penari profesional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik (gamelan).
Masyarakat Osing dari Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat Jawa Timur pada umumnya. Salah satunya terlihat dari upacara barong ider bumi. Upacara ini rutin diadakan setiap tahun, pada hari kedua Bulan Syawal. Upacara barong ider bumi merupakan ritual pengusir bahaya dan permohonan kesuburan kepada Sang Maha Kuasa. Selain itu, upacara ini dipercaya sebagai ritual pensucian diri dari segala kesalahan yang dilakukan selama setahun dan penyembuhan terhadap wabah penyakit. Tradisi ini telah berjalan selama puluhan tahun, salah satu sumber sejarah menyebutkan ritual ini pertama kali diselenggarakan sekitar tahun 1940-an. Dalam upacara ini, masyarakat setempat mengarak sesosok barong berkeliling desa. Barong merupakan tokoh mitologis yang berasal dari budaya Bali. Barong dianggap sebagai raja dari para arwah dan simbolisasi kebaikan. Pengarakan barong berkeliling desa dimaksudkan untuk mengusir kejahatan, hawa nafsu, dan keburuk...
Hingga kini, asal-usul dan keturunan Untung Surapati belum jelas diketahui, sebab data, fakta dan keterangan-keterangan tentang asal-usulnya tidak tercatat secara pasti. Namun ia selalu dikenang sebagai Pahlawan Bangsa oleh masyarakat, terutama di daerah Pasuruan, Jawa Timur. Kisah hidupnya mulai dikenal tahun 1667, pada usia 7 (tujuh) tahun. Jadi diperkirakan ia lahir tahun 1660. Pada usia 7 tahun itu, ia tanpa tahu siapa ayah dan ibunya, dipelihara sebagai budak belian oleh pegawai Kompeni Belanda yang bernama Van Baber. Budak yang satu ini, tidak seperti budak-budak lainnya. Roman mukanya yang tampan, kelakuan dan sopan-santunnya yang menawan, membuat Van Baber suka padanya. Sebagai budak belian, tentunya selalu diperdagangkan. Kebetulan ada Pegawai Kompeni lainnya yang bernama Van Moor membutuhkan seorang budak, untuk menemani anaknya yang telah ditinggal mati ibunya. Dijuallah ia kepada Van Moor. Setelah memelihara anak ini, Tuan Moot merasakan...
Silih berganti dinasti menguasai Blambangan. Tapi yang termasyur adalah Dinasti Tawangalun, yang mendirikan Kota Macanputih berdasarkan petunjuk dari seekor Macanputih. Generasi terakhir Tawangalun adalah Pangeran Menak Jingga atau dikenal juga dengan Raden Mas Sepuh. Mas Sepuh dibunuh di Pantai Seseh, sebelum menghembus napas terakhir, Mas Sepuh mengutuk Raja Mengwi kekuasaannya akan surut. Kutukan ini sungguh sidhi , menggema dalam sejarah Kerajaan Mengwi sampai akhir abad-19 dan menandai lenyapnya kekuasaan Dinasti Mengwi. Nama ‘Blambangan’sekarang ternyata melalui proses yang berganti-ganti. Mulai dari nama ‘Lamajang’ (prasasti Mula Malurung), dengan raja Nararya Kirana dibawah kekuasaan Tumapel (1248-1254). Kemudian diperhalus menjadi ‘lumajang’, dengan kata dasar ‘laja’ yang artinya laos (sejenis bumbu). Dalam Prasasti Lamongan (1316) namaya berubah menjadi ‘Marlambangan’ dib...
Suku Osing atau Useng adalah penduduk asli Blambangan, di mana kata "sing" dalam bahasa setempat berarti "tidak". Secara historis masyarakat Blambangan menolak bekerja sama dengan Belanda dan ketika VOC mendatangkan pekerja dari Jawa Tengah dan Madura, masyarakat Blambangan memilih untuk mengucilkan diri di pegunungan. Masyatakat Osing mendiami wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang dengan ciri khas pemukiman yang tidak menghadap ke jalan karena trauma pasca kekalahan laskar Blambangan pada Perang Puputan Bayu. Walau merupakan perpaduan Jawa, Madura, dan Bali, bahasa Osing yang mempunyai ratusan dialek itu merupakan sebuah bahasa tersendiri. Kini bahasa tersebut diajarkan di tingkat SD dan SMP untuk melestarikan keunikan bahasa Osing Sumber: pesonaIndonesia/JawaTimur
Dibuat dari beras jagung dengan campuran sedikit beras putih biasa, dilengkapi urap sayur-sayuran segar, berupa tauge dan kacang panjang. untuk lauknya, tersedia pepes tongkol atau pindang dan tempe bumbu bali. RM/Toko yang Menyediakan : Sedia Nasi Jagung Belut Babat Diner Address: No 64 Kenjeran Surabaya Utara, Jl. Tanah Merah,Gang Sayur V, Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Kota SBY, Jawa Timur 60129 Phone: 0838-3180-2923 Sumber: BPWS (Badan Pegembangan Wilayah Surabaya-Madura)
Tanpa Kebudayaan Tidak Akan Ada Peradaban, Anak Muda Tulang Punggung Kebudayaan Suara musik yang dimainkan ‘pengrawit’ terdengar kompak. Alat musik kendang, tipung, kempul, kenong, angklung, dan sompret saling beradu satu sama lain. Musiknya yang khas seperti memanggil orang-orang di luar sana untuk datang. “Ini masih pemanasan. Acara puncaknya belum dimulai,” ujar seorang pria yang memainkan alat musik kempul. Karuan, hanya berselang beberapa menit, rumah megah beralamatkan Rungkut Asri Barat no. 2, Surabaya, itu mendadak ramai penonton. Orang kampung langsung menyerbu. Dari jauh sana, orang-orang juga datang. Tampaknya acara kesenian tradisional yang digelar sudah menjadi langganan masyarat setempat. Rumah itu memang cukup besar. Para pengrawit tampil di halaman yang cukup luas. Sementara jika kita masuk ke dalam, nyaris ruang tamunya dipenuhi bangunan kayu jati sebagai penopangnya. Yah, rumah itu selama ini d...
Ceritanya, Suku Osing ini dipercaya sebagai pecahan dari Kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke wilayah timur Jawa saat Belanda menyerang. Suku Osing ini juga kerap kali disebut sebagai "Wong Blambangan." Setelah melarikan dari Kerajaan Majapahit, masyarakat Osing ini mendirikan Kerajaan Blambangan yang masih kental dengan nilai-nilai Hindu. Hal ini masih terlihat hingga kini, beberapa kesenian masyarakat Osing, tercorak nilai Hindu, dan mirip dengan kesenian Bali, Kesenian Gandrung misalnya. Pada awalnya masyarakat Osing ini beragama Hindu, namun secara perlahan mereka memeluk agama Islam. Mei 2016
Pada kesembatan kali ini, saya akan berbagi Resep Nasi Tempong khas Banyuwangi untuk anda : Bahan Sambal: Bawang putih 1/2 siung besar. Cabe pedas 5 buah. 1 buah tomat. Terasi goreng (terasi nasi) ada versi kalau terasinya di rebus dahulu. Garam secukupnya. Vetsin secukupnya juga. Gula sedikit. Bahan Lalapan : Sayuran hijau rebus (sawi,daun ketela). Toge rebus. Mentimun iris. Kalau di Denpasar Bali : Terong rebus. Kacang panjang rebus. Kangkung rebus. Ketimun iris atau dipotong-potong. Bisa juga tambahkan Petai atau pete. Cara Membuat Nasi Tempong (Banyuwangi) : Bawang, cabe,tomat digoreng kemudian ditaruh cobek bersama terasi goreng dan dihaluskan. Kemudian ditambahi garam dan gula sesuai selera lalu dihaluskan....