HUT RI
118 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sampyong Sebagai Kearifan Lokal Kota Angin (Majalengka)
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Sampyong Sebagai Kearifan Lokal Kota Angin (Majalengka) Sampyong merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional masyarakat Majalengka. Nama sampyong berasal dari dua suku kata, yaitu "Sam" dan "Pyong". Sam, yang berarti tiga, dan Pyong yang berarti pukulan. Nama tersebut diambil dari salah seorang penonton keturunan Cina yang secara tidak sengaja mengucapkan kata itu ketika ia tertarik dengan jumlah pukulan pertunjukan tersebut. Menurut sejarah, pada tahun 1960, di daerah Cibodas, kecamatan Majalengka terdapat pemainan rakyat tradisional, dengan nama Ujungan (Sampyong yang dikenal saat ini). Permainan tersebut adalah permainan adu ketangkasan dan kekuatan, yaitu dimana pemain nya akan saling memukul. Terdiri dari dua orang pemain yang saling berhadapan, baik perempuan ataupun laki-laki, serta dipimpin oleh seorang wasit. Alat pemukulnya berupa rotan dengan panjang 60 cm, para pemain menggunakan pelindung kepala, yang disebut taregos atau balakutal, dan sasaran pukul...

avatar
OSKM18_1631820_ Muhammad Bahrun Najah
Gambar Entri
Lamaya
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Lamaya adalah salah satu makanan tradisional khas kota Cililin, Jawa Barat yang sering menjadi pilihan oleh-oleh selain Wajit dan Gurilem. Lamaya dan Wajit dikatakan masih satu jenis karena dibuat dari beberapa bahan yang sama seperti gula merah dan kelapa. Namun, tekstur lamaya lebih padat daripada Wajit. Biasanya Lamaya dipotong panjang-panjang dan langsung dimasukkan kedalam plastik, tidak dibungkus dengan daun jagung seperti Wajit. Selain itu, lamaya juga lebih keras daripada wajit yang kenyal. Namun, Lamaya memang belum sepopuler Wajit. Kebanyakan orang-orang masih lebih mencari Wajit untuk oleh-oleh dibanding Lamaya. Lamaya bisa menjadi salah satu pilihan oleh-oleh dari Cililin selain Wajit, Angleng, dan Dodol kacang. Selain itu kita bisa menikmati oleh-oleh lainnya seperti Gurilem, dorokdok, kerupuk gurandil, dan masih banyak lagi. Yuk, kita coba Lamaya! sumber: bukalapak.com Sumber data: Wawancara dengan Orang Tua  

avatar
OSKM18_16718278_Raihana Nur Alya
Gambar Entri
Kacapi Manunggal: Persiapan dan Contoh Pelaksanaannya
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

KACAPI MANUNGGAL: PERSIAPAN DAN PELAKSANAANNYA   Narasumber: Bapak Holid H.R. – Seniman Karawitan Sunda Berpengalaman tampil di TVRI Jawa Barat bersama Mang Koko   Kacapi Manunggal adalah salah satu bagian dari seni Karawitan Sunda. Permainan Kacapi Manunggal bisa dikelompokkan sebagai jenis karawitan musik ataupun karawitan instrumental. Sesuai namanya, pertunjukkan Kacapi Manunggal dimainkan secara tunggal atau hanya satu orang saja. Cara memainkan ini berbeda dengan permainan kecapi di daerah lain yang memerlukan lebih dari satu orang.   Menurut narasumber, dasar dari memainkan kecapi secara tunggal ini adalah dengan mengerti dan memahami empat jenis tangga nada atau disebut sebagai laras dalam Bahasa Sunda. Setiap jenis tangga nada tersebut memiliki warna suara yang menciptakan suasana musik yang berbeda. Keempat jenis laras tersebut adalah pélog, saléndro, madénda, dan – yang khas dan hanya ada dalam...

avatar
OSKM18_16018038_Mochamad Rafly Adirasyahputra
Gambar Entri
KICIMPRING
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

KICIMPRING             Kata”Kicimpring” mungkin sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat Jawa Barat. Kicimpring atau yang terkadang disebut Kecimpring ini adalah sejenis kerupuk atau makanan ringan dari tanah Sunda. Olahan makanan tradisional ini berbahan dasar singkong dengan rasa gurih yang khas, namun sekarang kicimpring ini mulai bisa ditemukan dengan variasi rasa yang beragam baik manis, pedas, dan inovasi rasa lainnya. Sejak dulu bahan baku pembuatannya masih tetap sama dan mudah ditemukan, yakni singkong, bawang putih, bawang merah, daun bawang, cabai rawit, garam, dan penyedap. Karena berbahan baku singkong dibeberapa daerah terkadang makanan ini lebih dikenal dengan sebutan kerupuk singkong.               Di Jawa Barat sendiri terdapat sebuah daerah yang dikenal sebagai “Kampung Kicimpring” yang terletak di Kampung Bab...

avatar
OSKM18_16618409_SitiRodiah
Gambar Entri
Seni Pertunjukan Sasapian di Lembang
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Sasapian, istilah dalam Bahasa Sunda yang berarti Sapi-sapian, adalah satu pertunjukkan kesenian tradisional yang kerap dimainkan oleh sejumlah warga di Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Sesuai dengan penamaan pertunjukkan ini, materi yang ditampilkan adalah replika dari hewan berjenis sapi.   Replika sapi ini rangkanya terbuat dari potongan kayu dan bodinya dilapisi kertas atau kardus bekas. Setelah rangka dan bodinya terbentuk, selanjutnya dicat sesuai dengan warna kulit sapi. Umumnya berwarna hitam. Di bagian bawah atau di bagian perut sapi, sengaja dilubangi agar orang bisa masuk sekaligus untuk bisa mengendalikan replika sapi tersebut.   Selain replika sapi dan orang yang mengendalikannya, ketika ditampilkan kesenian tradisional ini juga dilengkapi tetabuhan yang dimainkan oleh sejumlah orang. Alat musik yang dimainkan antara lain, calung, pianika, kendang, dan gong. Jadi, sasapian ini sekurangnya biasa dimainkan oleh tujuh...

avatar
OSKM18_16818228_Diva Nurandyta Mokalu
Gambar Entri
Sejarah dan fungsi bangklung
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Barat

Awal mula atau sejarah bangklung yang ada di wilayah Desa Cisero tidak diketahui pasti sejak kapan. Namun menurut Bapak Adjuk, sesepuh di Desa Cisero, bangklung sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia dan turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Pak Adjuk sendiri diperkenalkan dan diwarisi bangklung oleh kakek beliau. Dari catatan dari Bapak Adjuk, alkisah daerah kampung Babakan Garut dibangun dari orang-orang yang berasal dari daerah Sukapura, yaitu Eyang Jangkung dan Bapak Nurhikam yang awalnya adalah sarana hiburan untuk masyarakat dan media dakwah agama Islam. Pada awalnya, kesenian ini bernama Yami Rudat dengan alat musik rebana dan melantunkan syair-syair sholawat Rasul. Lama kelamaan kesenian ini berubah, terutama alat musiknya, merekan menciptakan alat music yang hamper serupa dengan rebana yang disebut terebang dan berjumlah 5 buah. Lima terebang ini dinamai sesuai dengan ukurannya mulai dari kempring sampai anak. Kata 'bangklung' sendiri...

avatar
Oskm18_16918089_m_firdaus_fathurrohman_t
Gambar Entri
Monumen Rawa Gede
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Monumen ini berada di pinggir jalan sebelah utara,  Dusun Rawagede, Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta , Karawang, Jawa Barat  tepatnya pada koordinat 06° 14′ 283″ Lintang Selatan dan 107° 19′ 599″ Bujur Timur. Setelah peristiwa Rengasdengklok yang mengantarkan proklamasi kemerdekaan RI, Karawang menyimpan peristiwa tragis di Rawagede. Peristiwa ini mengilhami Chairil Anwar menulis puisi Antara Karawang Bekasi. Di lokasi terjadinya peristiwa tragis tersebut sekarang telah dibangun Monumen Rawagede. Bangunan monumen yang dibangun mulai November 1995 dan diresmikan pada 12 Juli 1996 ini terdiri dua lantai. Pada ruang lantai bawah terdapat diorama peristiwa pembantaian warga oleh tentara Belanda. Dinding luar bagian bawah dihias relief yang menggambarkan peristiwa perjuangan rakyat Karawang. Khusus panil bagian belakang relief menggambarkan perjuangan rakyat Karawang di daerah Rawagede saat mempertaruhkan nyawa de...

avatar
Umukurotaa
Gambar Entri
Naskah Sunda Kuna
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

  Naskah Sunda kuna (selanjutnya NSK) tersebar di beberapa tempat penyimpanan, baik di dalam maupun di luar negeri, baik tersimpan dengan sistem baku dan sistematis di lembaga penyimpanan maupun yang masih tersebar di masyarakat umum (lih. Ekadjati, 1988; Chambert-Loir & Fathurahman, 1999: 181-188). Berdasarkan penelusuran katalog, baik yang sudah maupun belum diterbitkan, jumlah NSK tidak sebanyak naskah Sunda baru dan naskah Jawa kuna, misalnya. Lembaga yang menyimpan NSK di antaranya adalah Perpustakaan Nasional RI (selanjutnya PNRI) di Jakarta, Museum Sri Baduga di Bandung, Perpustakaan Universitas Leiden di Belanda, dan Bodleian Library di Inggris (band. Ekadjati, 1988; Rickleff & Voerhoeve, 1977). Selain di lembaga-lembaga tersebut, NSK juga disimpan di kabuyutan: daerah yang disucikan kelompok masyarakat tertentu di Tatar Sunda, seperti Kabuyutan Ciburuy-Garut dan Kabuyutan Koleang, Jasinga-Bogor. Pada saat ditemukan, dapat diketahui bahwa naskah Sunda ku...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Ngagogo Lauk
Ritual Ritual
Jawa Barat

Adakah yang familiar dengan Majalengka? Kota kecil yang sebentar lagi akan memiliki Bandara Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati ini memiliki tradisi unik untuk merayakan kemenangan lho! namanya Ngagogo Lauk. Ngagogo Lauk sendiri bisa diartikan menangkap lauk dengan tangan kosong. Lauk adalah ikan dalam bahasa Sunda. Artinya kita harus bisa menangkap ikan yang masih hidup didalam kolam atau sungai  dengan tangan kosong tanpa bantuan alat apapun. Ngagogo Lauk erat kaitannya dengan kebiasannya masyarakat Majalengka untuk memelihara ikan. Tanah yang subur dengan air yang melimpah ruah memudahkan masyarakat membudidayakan ikan di kolam. Nggak heran, kolam ikan menjadi salah satu pemandangan umum yang bisa kita jumpai terutama di pedesaan. Tradisi Ngagogo Lauk akan sering kita temui  ketika musim pemilihan kepala daerah baik tingkat desa maupun tingkat kabupaten,  ataupun perayaaan HUT kemerdekaan RI. Ketika perhelatan pilkada tiba, masing-masing...

avatar
Deni Andrian