Ambil-ambilan *Ambil-ambilan Turuktuk hayam samantu *Saha nu diambil Kuring mah mah teu boga incu *Dasih, Dasih gé daék Purah nutu purah ngéjo Purah ngasakan baligo Purah calik dina lampit Purah tunggu imah gedé ! *Nyerieun sukuna Kacugak ku kaliagé *Aya ubarna Urat gulking sapuragé Tigulung nyocolan dagé ! Sumber : Rosidi, Ajip.2013. Kawih jeung Tembang. Bandung: Kiblat Buku Utama.
Olé-olé Gong Olé-olé gong Melak cabé di Tarogong Dihakan ku embé omp[ong Ditang kari sapotong. Sumber : Rosidi, Ajip.2013. Kawih jeung Tembang. Bandung: Kiblat Buku Utama.
Bulantok Bulantok bulantok Aya bulan sageé batok. Sumber : Rosidi, Ajip.2013. Kawih jeung Tembang. Bandung: Kiblat Buku Utama.
Eureuleu Eureuleu jkagong ngora Umamis keur endogan Euleuh-euleuh bapa Wira Ngadu kumis didogdogan Sumber : Rosidi, Ajip.2013. Kawih jeung Tembang. Bandung: Kiblat Buku Utama.
Kue dongkal adalah kue yang tebuat dari tepung beras dan gula. Menurut cerita, nama dongkal berasal dari cara pengirisannya yang dicongkel dengan centong pada bagian yang tergulai. Pada awalnya dongkal dibuat dari tepung gaplek, telah mulai diperdagangkan sejak tahun 1940-an dan biasa dihidangkan sebagai sarapan pagi. Sejak tahun 1970-an dongkal berbahan gaplek mulai jarang ditemukan karena penduduk mengganti bahan utamanya dengan tepung beras. Dulu dongkal biasa dibuat sebagai jamuan pada saat membuat gedengan (ikatan padi kering yang dipanen berikut batangnya) pada malam hari, setelah siangnya padi dijemur seharian. Selain itu, dongkal pun biasa dibuat orang sebagai jamuan ketika membuat rumah secara gotong royong, biasanya saat bongkar rumah, pasang pondasi dan pasang atap. Meskipun cukup digemari orang karena pembuatanny mudah, biayanya relatif murah dan rasanya enak, dalam perkembangannya dongkal mulai jarang dibuat orang, seiring dengan menghilangnya padi gedengan dan m...
Apem Sapar atau biasa juga disebut Apem Kinca, sesuai namanya, makanan jenis ini biasanay banyak dibuat pada bulan Sapar. Dan biasanya makanan ini digunakna untuk mengirim tetangga, orang yang lebih tua dan sebagainya. Bahan-bahan : Tepung beras 1 kg atau beras 1 kg Tape / bibit roti ½ kg atau sepucuk sdm Gula ½ kg Daun pandan 1 helai Kelapa 1 gelondong Aci ½ sdm Garam seujung sendok teh Cara membuat : Jika bahannya beras, maka bahan utama tersebut harus digiling Buatlah tepung atau gilingan beras menjadi adonan. Jika menggunakna tape, tepung atau gilingan beras harus diuleni. Tetapi jika menggunakan bibit roti cukup diaduk rata. Adonan ini menggunakan 2 gelas air dan buat sampai berbusa Biarkan adonan yang sudah selesai dibuat antara 1 ½ - 2 jam Masukkan adonan ke dalam cetakan atau loyang dan kemudian...
Bahan-bahan : Sontong ½ kg Bawang merah 3 siung Bawang putih 2 siung Tomat ukuran sedang 1 buah Cabe merah 3 buah Cabai hijau 5 buah Salam 3 lembar Sereh 1 batang Laos 1 ruas ibu jari Garam sesuai selera Cara membuat : Bersihkan sontong Sisir bawang merah, bawang putih, tomat, cabai merah dan cabai hijau Pecahkan laos Goreng sisran bawang merah dan bawang putih hingga harum Masukkan sisiran tomat, cabai merah dan cabai hijau ke masakan yang kita buat hingga ke-3 bahan tersebut layu Kemudian masukkan salam, sereh, yang sudah dicuci bersama laos yang sudah dipecahkan biarkan hingga matang yang ditandai dengan baunya yang harum Masukkan sontong sambil diaduk hingga sontong mengeluarkan airnya sendiri. Setelah itu beri air disusul garam dan biarkan sontong hingga l...
Botok roti dibuat dengan mendaur roti. Roti yang dijadikan bahan utama adalah roti yang bagus. Seperti terjadi pada beberapa manakan lokal (tradisional) yang lain, botok roti memiliki kesan yang negatif. Stigma demikian disebabkan oleh kata botok. Pada masyarakat Cirebon, botok sering diidentifikasikan dengan keterbelakangan, misalnya bentuk tubuh gembul, bodoh, jelek sehingga orang akan merasa terhina dan marah jika dirinya dikatakan botok. Di sisi lain, pada mata masyarakat Cirebon roti diidentifikasikan sebagai makanan yang bermartabat. Hal ini disebabkan karena roti berasal dari Barat yang oleh masyarakat Cirebon dianggap sebagai pusat modernitas (kemajuan). Ini berlawanan dengan kesan botok seperti dijelaskan sebelumnya. Bahan-bahan : Roti tawar ukuran 10 x 10 x 20 cm Kelapa ¼ kg Gula merah ¼ kg Gula putih 1 pak kecil Daun pandan 10 helai Telur ayam ras ...
Makanan Bugis telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada masa lalu bugis dibuat hanya untuk hidangan dan isi besek dalam slametan-slametan, seperti pernikahan, tujuh bulanan, sunatan, kematian, muludan, Lebaran dan oleh-oleh untuk tamu yang datang dari luar kota. Sekarang bugis bisa didapatkan kapan saja karena telah diperdagangkan, panganan ini karena pembuatannya relatif mudah dan bisa tahan hingga 3 hari. Dengan catatan, jika telah disimpan lama, maka ketika akan memakannnya sebaiknya dihangatkan terlebih dahulu Bahan-bahan : Tepung beras ketan putih 1 kg Gula merah ½ kg Kelapa sedang 2 butir Daun pandan atau 5 lembar Sari pandan ½ sendok makan esens Vanili ½ sendok teh Garam ½ sendok teh Air 3 gelas Daun pisang klutuk berbentuk segi 4 (masing-masing sisi ±20 cm) Peralatan...