Kalau disuruh menyebutkan seni pertunjukan dari daerah Jawa Barat, mungkin yang terlintas di benak Anda adalah tari jaipong, kesenian wayang golek, tari renggong, dan sebagainya. Tapi dari contoh-contoh yang sering Anda dengar tersebut, ternyata masih banyak kesenian yang terdapat di provinsi dengan luas daerah 37.174 km 2 ini. Saking banyaknya, ada beberapa kesenian yang bisa dibilang hanya sedikit orang yang tahu. Bisa disebut juga terlupakan . Pernahkah Anda mendengar tentang seni kunclung ? Nah, kesenian ini berasal dari Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kesenian ini terutama khas dari masyarakat Cileunyi di Desa Cileunyi Wetan. Di desa ini, kegiatan ekonomi masyarakat masih banyak bergatung pada pertanian, terutama menanam padi. Kesenian ini ditampilkan saat menjelang waktu panen padi ataupun saat baru akan menanam padi. Seni kunclung memang sudah langka ditampilkan oleh masyarakat Cileunyi sendiri. Namun, jika beruntung, Anda masih bisa meli...
Nyeupah adalah budaya yang sudah cukup punah di tatar sunda ini. Biasanya nyeupah ini banyak dilakukan oleh nenek atau kakek kita, karena dengan nyeupah ini dapat membuat gigi menjadi lebih kuat dan utuh.  Selain untuk usia lanjut, anak muda pun khususnya wanita pun bisa nyeupah, karena ini sangat bermanfaat sebagai pewarna merah pada bibir secara alami. Namun seiring berkembangnya inovasi yang lebih praktis seperti pasta gigi dan obat kumur, maka nyeupah pun sudah tak dikenali lagi. Lalu cara melakukan nyeupah sendiri yaitu : Menyiapkan 1-2 lembar daun sirih Lalu rendam batu kapur hingga baunya menghilang dan teksturnya menjadi lebih lembut Oleskan diatas sirih secukupnya Tambahkan gambir ( mengakibatkan warna campuran menjadi merah karena sifatnya antioksidan) Dan terkahir masukan buah kapulaga Kunyah dan gosokkan secara merata Demikian informasi tentang budaya yang telah pudar di daerahku, semoga kita dapa...
Kacaritakeun aya hiji karajaan, katelah ngaranna Nagara Sokadana. Karajaan anu kamashur ma’mur, kawéntar beunghar ka mana-mana, ceuk paribasa mah réa ketan réa keton. Ari rajana ngaran Prabu Déwakeswari. Raja anu adil jeung bijaksana, sarta nyaah ka sakabéh rahayatna. Enggoning ngajalankeun pamaréntahanana, Kangjeng Raja dibantuan ku hiji patih, anu ngaranna Patih Lembu Jayéng Pati. Patih anu kakoncara percéka loba kabisa, pinter sarta asak tinimbanganana. Anu matak dipikolot ku Kangjeng Raja. Katambah-tambah kacida satia jeung satuhuna, tara kacatur ngijing sila béngkok sembah. Kacaritakeun Kangjeng Raja boga selir, Tunjungsari nu asalna ti Balangbangan. Keur geulis téh hadé tata hadé basa deuih. Nu matak kacida dipikaasihna ku Kangjeng Raja. Komi deui basa nyaho Nyi Selir kakandungan mah....
Permainan Anak 'Ucing Napak' Banyak sekali jenis permainan anak-anak jaman dahulu dari daerah Bandung yang dipakai untuk mengisi waktu luang mereka. Mungkin permainan ini kurang diketahui oleh anak-anak jaman now, karena mereka lebih suka untuk memainkan gadget nya dibandingkan permainan jaman dahulu. Warga Bandung pasti familiar sekali dengan permaninan yang disebut 'ucingan'. Banyak sekali jenis 'ucingan' atau permainan yang dimainkan oleh anak-anak disekitar Bandung, salah satu dari sekian banyak permainan anak adalah 'ucing kup' dan 'ucing napak'. Tapi sekarang saya akan lebih fokus untuk membahas 'Ucing Napak'. Permainan 'ucing napak' ini sendiri sebenarnya adalah salah satu permainan anak-anak yang kurang terkenal, hanya sebagian kecil saja yang mengetahui jenis permainan ini. Permainan ini pada dasarnya dimainkan oleh minimal 8 orang atau lebih. 2 orang bertindak sebagai 'ucing' atau penangkap dan yang lain...
Di Kabupaten Kuningan terdapat sebuah desa yang namanya unik, yaitu Desa Kadugede yang terletak di Kecamatan Kadugede,Kabupaten Kuningan. Dibalik namanya yang unik ini ternyata terdapat sebuah kisah yang menyebar dari mulut kemulut yang sangat diyakini oleh masyarakat Desa Kadugede. Kisah ini dimulai pada saat jaman penjajahan Jepang, pada saat jaman penjajahan Jepang sebuah desa dipimpin oleh seorang ngabai(kepala desa),ngabai bertugas memimpin sebuah desa dengan kerjanya yang berupa pengawasan ketertiban dan keamanan. Diceritakan pada suatu hari di Desa Kadugede ada seorang petani yang sedang dalam perjalanan untuk bekerja, petani itu memakai pakaian pangsi,beriket,dan sambil menenteng gobang. Ketika ia berjalan dibantaran Sungai Cisanggarung betapa terkejutnya saat ia melihat sebuah kadu(durian) yang berukuran sangat besar,ia sangat terkejut karena sebelumnya belum pernah melihat kadu sebesar itu,kadu itu tersangkut disela-sela akar pepohonan dipinggir sungai. Melihat hal...
askah Carita Waruga Guru (1750-an). Dalam naskah berbahasa Sunda Kuno ini diterangkan bahwa nama Pakuan Pajajaran didasarkan bahwa di lokasi tersebut banyak terdapat pohon Pakujajar. G.P. Rouffaer (1919) dalam Encyclopedie van Niederlandsch Indie edisi Stibbe tahun 1919. Pakuan mengandung pengertian “paku”, akan tetapi harus diartikan “paku jagat” (spijker der wereld) yang melambangkan pribadi raja seperti pada gelar Paku Buwono dan Paku Alam. “Pakuan” menurut Fouffaer setara dengan “Maharaja”. Kata “Pajajaran” diartikan sebagai “berdiri sejajar” atau “imbangan” (evenknie). Yang dimaksudkan Rouffaer adalah berdiri sejajar atau seimbang dengan Majapahit. Sekalipun Rouffaer tidak merangkumkan arti Pakuan Pajajaran, namun dari uraiannya dapat disimpulkan bahwa Pakuan Pajajaran menurut pendapatnya berarti “Maharaja yang berdiri sejajar atau seimbang dengan (Maharaja) Majapahit”. Ia sependapa...
Naskah Carita Waruga Guru (1750-an). Dalam naskah berbahasa Sunda Kuno ini diterangkan bahwa nama Pakuan Pajajaran didasarkan bahwa di lokasi tersebut banyak terdapat pohon Pakujajar. G.P. Rouffaer (1919) dalam Encyclopedie van Niederlandsch Indie edisi Stibbe tahun 1919. Pakuan mengandung pengertian “paku”, akan tetapi harus diartikan “paku jagat” (spijker der wereld) yang melambangkan pribadi raja seperti pada gelar Paku Buwono dan Paku Alam. “Pakuan” menurut Fouffaer setara dengan “Maharaja”. Kata “Pajajaran” diartikan sebagai “berdiri sejajar” atau “imbangan” (evenknie). Yang dimaksudkan Rouffaer adalah berdiri sejajar atau seimbang dengan Majapahit. Sekalipun Rouffaer tidak merangkumkan arti Pakuan Pajajaran, namun dari uraiannya dapat disimpulkan bahwa Pakuan Pajajaran menurut pendapatnya berarti “Maharaja yang berdiri sejajar atau seimbang dengan (Maharaja) Majapahit”. Ia sependapa...
Dahulu kepercayaan akan adanya kekuatan dari alam ghaib sangat besar. Sehingga banyak sekali masyarakat yang selalu melakukan pemujaan terhadap roh leluhur saat melakukan suatu hal besar untuk meminta keselamatan dan izin. Pemujaan ini disebut dengan Ngarujak. Biasanya ngarujak dilakukan setiap hari Senin dan Kamis, pada hari besar perayaan, dan pada saat syukuran. Dalam Ngarujak kita harus menyiapkan rujakeun yang terdiri dari berbagai macam minuman, makanan, rokok, sirih, apu, pala. Selain itu kita juga harus menyiapkan parukuyan (tungku apa) dan menyan. Minumannya terdiri kopi, kopi pait, teh, teh manis, kelapa yang dipotong potong lalu diberi air, roti yang direndam air gula merah, air 7 jenis bunga, dan minuman lainnya. Sedangkan makanannya terdiri dari berbagai buah-buahan dan berbagai jenis kue. Bahan-bahan Ngarujak di hari raya seperti Lebaran berbeda dengan ngarujak pada saat melakukan syukuran untuk sunatan. Pada saat hari Lebaran ada tambahan menyiapkan pakaian yang akan di...
Karangkamulyan merupakan salah satu dari sekian situs wisata yang terletak di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Situs wisata ini adalah peninggalan dari masa Hindu-Buddha dan dipercaya sebagai peninggalan kerajaan Galuh di zaman Ciungwanara. Ciungwanara sendiri merupakan cerita kepahlawanan seorang anak raja yang dibuang dan berjuang untuk mendapatkan haknya kembali sebagai raja. Keistimewaan dari situs ini adalah bagaimana setiap gerbang dan fasilitas-fasilitas yang disediakan sudah tertata rapi. Gerbang masuk utama berada di bagian barat. Pada bagian ini juga terdapat lahan parkir dan fasilitas seperti warung dan toilet yang tidak merusak keestetikaan dari bentuk bangunan Karangkamulyan sendiri. Terdapat beberapa objek sejarah yang bisa ditemukan di situs ini, yakni: 1) Batu pangcalikan= objek ini dapat dijumpai dari pintu masuk k...