Bagi yang sering mengunjungi rumah makan Sunda pasti tidak asing lagi dengan hidangan daun-daun yang disajikan di atas meja makan. Hidangan tersebut disebut lalap. Lalap tidak selalu harus berupa daun, bisa juga berupa buah muda seperti pepaya dan mentimun, umbi, bunga, bahkan biji-bijian. Lalap bisa dikonsumsi mentah ataupun diberi bumbu seperti sambal dan bumbu kacang. Menurut Unus, dalam "Lalab dalam Budaya dan Kehidupan Masyarakat Sunda", kegemaran orang Sunda makan lalap akibat budaya dan kehidupan masyarakatnya yang menyatu dengan alam. Ini akhirnya membuat orang Sunda punya pengetahuan tentang tumbuhan mana yang bisa dan mana yang tidak. (https://travel.kompas.com/read/2013/07/26/1004414/Budaya.Lalap.Urang.Sunda) Namun, sampai saat ini belum diketahui secara pasti kapan budaya mengonsumsi lalap menjadi bagian dari masyarakat Sunda. Diduga kondisi pegunungan dan cuaca di daerah Jawa Barat mengakibatkan beragamnya varietas tumbuhan di sana sehingga masyarakatnya lebih bany...
Siapa yang tidak tahu makanan khas Bandung ini? Jajanan pasar yang akan sering kalian temui jikalau berlibur di daerah Bandung. Awug adalah makanan tradisional Bandung (Cimahi) yang terbuat dari tepung beras, kelapa, aroma daun pandan dan gula merah dengan proses pembuatannya dikukus didalam Aseupan (Alat tradisional berbentuk lancip). Rasa manis serta gurihnya mempunyai keunikan tersendiri dibanding dengan makanan tradisional yang lain. Konon sejarah asal usul mula awug merupakan jajanan khas Sunda yang berasal dari wilayah pedalaman. Makanan ini biasanya dibuat oleh masyarakat lokal saat panen usai. Tapi dibalik rasanya yang nikmat, butuh proses pembuatan yang tidaklah mudah. Diperlukan waktu yang cukup lama untuk pembuatannya. Dimulai dari beras yang direndam selama 24 jam, sampai proses pengukusannya. Kali ini, saya akan memberikan cara pembuatan makanan tradisional Awug ini, berikut hal yang diperlukan : BAHAN : 1,5 kg tepung beras...
Monumen ini berada di pinggir jalan sebelah utara, Dusun Rawagede, Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta , Karawang, Jawa Barat tepatnya pada koordinat 06° 14′ 283″ Lintang Selatan dan 107° 19′ 599″ Bujur Timur. Setelah peristiwa Rengasdengklok yang mengantarkan proklamasi kemerdekaan RI, Karawang menyimpan peristiwa tragis di Rawagede. Peristiwa ini mengilhami Chairil Anwar menulis puisi Antara Karawang Bekasi. Di lokasi terjadinya peristiwa tragis tersebut sekarang telah dibangun Monumen Rawagede. Bangunan monumen yang dibangun mulai November 1995 dan diresmikan pada 12 Juli 1996 ini terdiri dua lantai. Pada ruang lantai bawah terdapat diorama peristiwa pembantaian warga oleh tentara Belanda. Dinding luar bagian bawah dihias relief yang menggambarkan peristiwa perjuangan rakyat Karawang. Khusus panil bagian belakang relief menggambarkan perjuangan rakyat Karawang di daerah Rawagede saat mempertaruhkan nyawa de...
Kumis kucing tumbuh liar di sepanjang anak sungai dan selokan atau ditanam di pekarangan sebagai tumbuhan obat. Herba kumis kucing rasanya manis sediit pahit, sifatnya sejuk. Berkhasiat antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan panas dan lembab, serta menghancurkan batu saluran kencing. kumis kucing digunakan untuk pengobatan: Infeksi ginjal akut dan kronis Infeksi kandung kencing (sistitis) Kencing batu Sembaba karena timbunan cairan di jaringan (edema) Kencing manis (diabetes mellitus) Tekanan darah tinggi (hipertensi) Rematik gout Bermanfaat Sebagai obat Herbal Peluruh kencing Cara pembuatan Obatnya: siapkan Daun kumis kucing yang masih segar sekitar 1/4 genggam, kemudian rebuslah daun dengan segelas air bersih. Biarkan mendidih hingga hanya tersisa 1/2 gelas saja. Lalu Angkat dan dinginkan air rebusan. Minumlah air rebusan dua kali dalam sehari, catatan: perminum hanya setengah gelas. Kumis kucing Berm...
Kunyit atau Curcuma longa Linn. atau Curcuma domestica Val. Familia : Zingiberaceae Kunyit (Curcuma domestic) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Nama Lokal : Saffron (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura); Kandungan Kimia : Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya Penggunaan Untuk Obat : 1. Diabetes mellitus * Bahan: 3 rimpang kunyit, 1/2 sendok the garam * Cara membuat: kedua bahan terse...
Kencur atau Kaempferia galanga, Linn. Familia : Zingiberaceae Kencur (Kaempferia galanga) termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae dan digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur merupakan terna kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan. Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka. Nama Lokal : Kencur (Indonesia, Jawa), Cikur (Sunda),...
Berikut ini adalah beberapa khasiat dari sirih merah atau urang sunda lebih mengenalnya dengan Seureuh beureum yang mempunyai khasiat multifungsi yaitu untuk penyakit berikut: 1. Diabetes Mellitus (Kencing Manis) Siapkan tiga lembar daun sirih merah setengah tua dari daun keenam atau ketujuh dari pucuk. Cuci bersih semua daun kemudian iris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak 3 gelas (600 ml) sampai mendidih hingga tersisa ½ gelas. Minum air rebusan daun sirih ini sehari tiga kali sebelum makan. Sekali minum ½ gelas. 2. Jantung Koroner Siapkan daun sirih merah berukuran sedang sebanyak 3-4 lembar atau ukuran kecil sebanyak 6-8 lembar. Daun sirih merah dicuci bersih, kemudian diiris kecil-kecil. Selanjutnya direbus dengan air sebanyak 4 gelas (800 ml) sampai mendidih dan tersisa 2 gelas dan disaring. Ramuan ini diminum selagi masih hangat dua kali sehari sebelum makan, sekali minum 1 gelas. ...
Naskah Sunda kuna (selanjutnya NSK) tersebar di beberapa tempat penyimpanan, baik di dalam maupun di luar negeri, baik tersimpan dengan sistem baku dan sistematis di lembaga penyimpanan maupun yang masih tersebar di masyarakat umum (lih. Ekadjati, 1988; Chambert-Loir & Fathurahman, 1999: 181-188). Berdasarkan penelusuran katalog, baik yang sudah maupun belum diterbitkan, jumlah NSK tidak sebanyak naskah Sunda baru dan naskah Jawa kuna, misalnya. Lembaga yang menyimpan NSK di antaranya adalah Perpustakaan Nasional RI (selanjutnya PNRI) di Jakarta, Museum Sri Baduga di Bandung, Perpustakaan Universitas Leiden di Belanda, dan Bodleian Library di Inggris (band. Ekadjati, 1988; Rickleff & Voerhoeve, 1977). Selain di lembaga-lembaga tersebut, NSK juga disimpan di kabuyutan: daerah yang disucikan kelompok masyarakat tertentu di Tatar Sunda, seperti Kabuyutan Ciburuy-Garut dan Kabuyutan Koleang, Jasinga-Bogor. Pada saat ditemukan, dapat diketahui bahwa naskah Sunda ku...
Diraksukan kabaya Nambihan cahayana Dangdosan sederhana Mojang priangan Wanita Sunda dilukis dengan pastel (1907) Koleksi Tropenmuseum, Belanda Koninklijk Instituut voor de Taal-, Land-, en Volkenkunde (KITLV), lembaga pengkaji bahasa dan budaya dari Belanda, memiliki sejumlah dokumentasi berupa foto yang menggambarkan wanita Sunda. Dari foto tersebut tampak wanita Sunda berkulit agak kekuningan, hidungnya agak mancung, dan perawakannya cukup lenjang. Yang cukup membuat kita terkejut, adalah pakaian yang dikenakannya. Wanita tersebut dibalut kain samping batik, tetapi, balutan kain itu tidak menutup bagian dadanya ( no bra ). Patut dicatat bahwa potret itu merupakan hasil jepretan juru potret kolonial, dan terjadi pada awal abad ke-20 atau masa kolonial juga. Bagaimana dengan potret wanita Sunda lalu berdasarkan kesak...