Bomasterwerwit adalah akronim yang berarti "Ngebom Remas Puter Jewer Ciwit." Sedangkan Bombasterwerwit memiliki arti "Ngebom Bebas Puter Jewer Ciwit." Kedua-duanya adalah permainan yang memiliki konsep atau cara main yang sama. Beradasarkan bahasa yang dipakai dan apa yang si Penulis alami saat kecil, si Penulis berkesimpulan bahwa permainan ini berasal dari bumi sunda. Akan tetapi, hal tersebut tidak menutup kemungkinan adanya versi atau bahasa yang lain dari permainan ini. Sebenarnya permainan ini diawali dengan permainan lain atau sebagai hukuman dari permainan yang lain. Pemain yang harus dihukum harus ditentukan dulu hukuman apa yang akan didapatkannya dengan cara Bomasterwerwit. Apabila pemain mendapatkan wit, pemain harus diciwit (dicubit) dan seterusnya. Cara melakukannya seluruh pemain harus mengeluarkan jarinya secara bersamaan (kalau hanya 1 pemain yang mengeluarkan jari, permainan tetap sah) dan dihitung dengan kata Bom-mas-ter-wer-wit atau...
Cing ciripit adalah permainan anak-anak umumnya dilakukan oleh kelompok 3 orang atau lebih. Permainan ini merupakan permainan yang dilakukan hanya untuk bersenang-senang dan melatih refleks terhadap lagu. Cara bermain: Dalam permainan ini, satu orang akan membuka telapak tangannya dan yang lainnya akan menaruh masing-masing satu jari telunjuknya di telapak tangan tersebut. Pemain yang membuka telapak tangannya akan menyanyikan lagu: "Cing ciripit Satulang Sabawang Saha nu kacepit Tunggu Lawang!" Ritme dan ketukan lagu ditentukan oleh si penyanyi, ketika lagu berakhir semua pemain yang menaruh telunjuknya harus dengan cepat menarik telunjuknya, dan si penyanyi dengan cepat menutup telapak tangannya. Jika ada pemain yang telunjuknya tertangkap maka dia harus menggantikan posisi si penyanyi. sumber: pengalaman pribadi.
TOTOPONG Sekilas tentang totopong Cara membuat totopong Sumber : Hasil wawancara dengan kak Dias Yudhistira, penggiat kebudayaan Sunda, anggota paguyuban Jaka Sunda, Juara F2LSN Kota dan berbagai macam prestasi kebudayaan. Video memiliki Hak Cipta, tidak untuk disebarluaskan tanpa seizin pemateri.
Ratna batik depok adalah salah satu pelestari budaya batik yang berhasil memeperkenalkan batik depok ke pasar international terutama ke Belanda, Ukraina, dan Georgia. Pembuat budaya batik ini bernama ratna septiani wulandara yang juga memiliki Batik & Craft. Depok memiliki khas motif kain batik yaitu Gong sibolong dan topeng Cisalak, yang membuat batik ratna depok berbeda dengan yang lain adalah dia membuat motif batiknya berdasarkan corak yang bercerita seperti penambahan gambar gong sibolong kepada batiknya, dengan ini dia tidak hanya melestarikan budaya batik tetapi juga melestarikan gong sibolong itu sendiri. Dengan mengangkat Gong Sibolong, dan Topeng Cisalak, turis lokal akan menjadi tertarik dan mengetahui apa itu Gong sibolong dan topeng cisalak. Selain itu Ratna juga memproduksi batik tulis untuk fashion. Ratna berharap, agar dirinya dan para pecinta budaya lain bisa selalu didukung dan dibina dalam mengembangkan usaha dan kreativitas oleh Pemerintah Kota Depok....
Antusiasme Bajidoran di Kabupaten Subang masih tinggi. Di era modern ini banyak bermunculan kesenian baru atau pengaruh ke budayaan luar di lingkungan masyarakat Jawa Barat. Hanya ada sedikit masyarakat yang masih mempertahankan kesenian tradisional peninggalan nenek moyangnya. Bajidoran adalah kesenian Sunda yang sudah ada sejak dulu dan sangat populer di Kabupaten Subang meskipun bajidoran identic dengan beberapa hal negative namu antusiasme masyarakat terhadap kesenian tradisional ini ternyata masih sangat kuat terbukti dari sebuah sebuah hajatan perkawinan di Desa Wantilan Kec. Ciepundeuy kab. Subang yang menggelar Jaipongan yang di hadiri oleh bajidor kahot yang di kenal dengan eksistensi di zamannya sampai sekarang. Biasanya Jaipong di gelar jika ada hajat perkawinan, khitanan atau karyaan anak laki-laki. Adapun yang memprakarsai jaipongan itu sendiri adalah pemangku hajat adalah orang yeng memfasilitasi tempat dan di gelarnya acara jaipong, sinden atau ronggeng adalah wanita...
Burayot merupakan makanan daerah yang berasal dari sekitar Kec. Leles, Kec. Kadungora, dan Kec. Wanaraja. Nama burayot dipilih karena sesuai dengan bentuk makanannya, yaitu menggantung. Burayot memiliki cita rasa yang khas. Dimana pada saat kita memakannya, akan terasa sensasi yang unik di dalam mulut dan rasa manis yang memenuhi mulut kita. Berikut cara membuat kue Burayot : Alat dan bahan: - Gula merah 7 ons - Tepung Beras 1 kg - perisa vanila 3 bks - garam secukupnya - plastik lebar - sumpit - minyak goreng Cara membuat adonan: step 1 1. nyalakan kompor, cairkan gula merah dengan menambahkan air seperempat gelas. 2. sambil terus mengaduk tambahkan perasa vamilla 3. tambahkan garam secukupnya untuk menambah cita rasa gurih. 4. aduk samoai mendidih atau sampai gula larut. 5. matikan kompor. step 2 1. siapkan baskom/wadah 2. masukkan tepung beras 3. masukkan gula yang sudah dicairkan tadi. 4. aduk hingga adonan tercampur rata 5. diamkan adonan sebentar, kira kira &A...
Kobak adalah permainan tradisional asal Bandung. Kobak dimainkan dengan menggunakan muncang (kemiri). Pertama, siapkan sebuah lubang di tanah. Lalu beberapa pemain mempersiapkan muncangnya masing-masing. Seluruh muncang pemain dipegang oleh pemain giliran pertama. Pemain tersebut melemparkan muncang-muncang di tangannya ke lubang. Muncang yang masuk ke dalam lubang otomatis menjadi miliknya. Lalu pemain lain memilih satu muncang yang tidak masuk lubang untuk dilempar oleh pemain tersebut. Pemain tersebut melempar muncang yang dipilih temannya dengan muncang juga. Jika kena, muncang itu menjadi miliknya. Tujuan dari permainan ini adalah melatih akurasi dan juga mengumpulkan muncang sebanyak-banyaknya.
Surak Ibra merupakan seni pertunjukan rakyat khas Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, jenis seni pertunjukan rakyat seperti ini tidak ada di daerah lain. Surak Ibra dikenal juga dengan nama Boboyongan Eson, dan sudah ada sejak tahun 1910 di Kampung Sindang Sari. Kesenian ini diciptakan oleh putra Raden Wangsa Muhammad, Raden Djajadiwangsa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raden Papak. Surak Ibra lahir dari bentuk perlawanan masyarakat kepada pemerintah kolonial Belanda atas kesewenang-wenangan saat itu, dan sebagai eskpresi bentuk kegotong-royongan serta keinginan untuk mandiri. Hal itulah yang menyebabkan Surak Ibra ini dimainkan oleh sedikitnya 40 orang sampai 100 orang pemain. Adapun untuk alat musik yang dipakai adalah obor dari bambu, seperangkat dogdog, angklung, seperangkat gendang pencak, keprak dan kentongan bambu. Dalam tuturan riwayat tentang Surak Ibra, tercatat sebagai berikut: Sekitar tahun 1910 seorang tokoh masyarakat bernama Bapak Eson me...