Bahan-bahan 1/2 kg ayam (rebus dgn sedikit garam & daun salam.lalu goreng) 1 liter air 25 buah cabe merah 10 buah cabe rawit 1 buah tomat merah 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 3 buah kemiri (sangrai) 1 sdt ketumbar bubuk 1/2 sdt merica bubuk 2 batang pangkal serai (iris kecil) 1 ruas jahe 1 ruas kunyit 1 ruas lengkuas...
1. 3 potong Ayam 2. 2 keping Bihun Jagung 3. 1 liter Air (boleh ditambah atau dikurangi sesuai selera) 4. Bumbu halus 5. 5 siung Bawang Putih 6. 5 siung Bawang Merah 7. 1 ruas Jahe 8. Pelengkap 9. 2 butir Kapulaga 10. 1 butir Bunga Lawang 11. 1/2 butir Pala 12. 1/2 sdt Merica /Lada Putih (sesuai selera) 13. &n...
Bahan-bahan 1 kg ayam (potong2 aku ambil 5 bagian) 3 buah tahu (potong sesuai selera) 2 buah kentang (potong sesuai selera) 1 buah jeruk nipis (untuk ayam) Bumbu halus: 1 Sdt merica butir 4 siung bawang merah 3 siung bawang merah 6 butir kemiri 1 ruas jahe 3 buah tomat Bahan cemplungan : 2 buah daun salam 2 siung kapulaga 2 biji bunga Lawang 1 biji pala 1 biji kayu manis (aku skip) Secukupnya garam,gula,kaldu bubuk dan lada bubuk Secukupnya air Langkah Cuci bersih ayam, gunakan jeruk nipis.. Lalu sisihkan.. Uleg/blender bumbu halus, lalu sisihkan.. Potong tahu dan kentang, lalu goreng sampai matang dan sisihkan.. Siapkan panci, rebus ayam terlebih dahulu.. Sudah matang, angkat lalu tiriskan.. (Aku abis di rebus lalu di g...
Apakah Arti Pasa-pasa Batak? Pasa-pada juga adalah sebuah pantun batak. Namun disini pantunya adalah untuk mengutuk seseorang, Untuk menyumpahi seseorang. Bisa dikatakan adalah, kalau benci terhadap seseorang atau dia disakiti oleh orang lain yang sungguh terlalu, maka dia sumpahilah atau dikutuklah seseorang itu dengan Pasa-pasa. Agar lebih jelas, Berikut Pasa-pasa batak: "Sai sarion ma i antong di bonana, Jala ranggason ma antong di punsuna Sai unang ma antong idaonna rupa ni arta Molo dilatehon arta ni so umboto sala" "Dos do sanggar dohot tolong, Dos do parmangmang dohot panolon" "Pat ni lote tu pat ni satua, Mago ma pangose horas na niuba" "Batu nametmet tu batu nabolon, Parsoburan ni sitapitapi Suda na metmet suda nabolon, Unang adong siullus api" 4 .Anian Apalah Arti Anian Batak? Anian termasuk golongan dari Umpasa dan Umpama, namun masih dibaliknya. Yang artinya terhadap seseorang y...
Di Tanah Karo Sumatera Utara terdapat satu kampung yang bernama Kandibata. Dahulu kampung tersebut dikenal oleh semua orang dari segala penjuru karena di kampung tersebut hidup seorang Guru Mbelin (Dukun Sakti) bernama Guru Kandibata. Ia beristrikan seorang Guru Mbelin juga yang menghasilkan dua keturunan yaitu Beru Tandang Karo dan Beru Tandang Meriah. Kesaktian Guru Kandibata tersebut tersiar hingga ke negeri – negeri di luar Tanah Karo Simalem. Beliau bisa meramal hari (Niktik Wari), mengobati segala sakit penyakit, bahkan menghidupkan kembali orang mati, asal jenazah orang tersebut masih utuh dan belum mencapai 4 hari kematian. Pada suatu hari, timbullah penyakit cacar yang menjangkiti Tanah Alas di daerah Aceh. Penyakit yang mewabah tersebut mengakibatkan korban jiwa yang tidak sedikit, sehingga timbullah kepanikan yang luar biasa. Keresahan rakyat Tanah Alas menyebabkan Raja Alas menjadi was – was. Raja Alas adalah seorang Raja yang kekayaan beli...
Umum Setelah mempelajari dan membaca beberapa buku-buku sejarah dunia dapatlah diketahui bahwa di daerah Nusantara atau lebih dikenal orang zaman sekarang dengan sebutan Asia Tenggara, telah berdiri tiga kerajaan abad ke-5 Masehi yaitu : Kerajaan Taruma Negara di Jawa Barat. Kerajaan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur. Kerajaan Nagur di Sumatera Timur. Yang akan diterangkan dalam tulisan ini ialah mengenai keberadaan satu kerajaan di pedalaman Sumatera Timur abad ke-5 Masehi yaitu Kerajaan Nagur (selanjutnya lihat peta). Memang dalam buku-buku sejarah nasional Indonesia bahwa keberadaan Kerajaan Nagur itu tidak ada tercantum, tetapi dari hasil penyelidikan para ahli-ahli sejarah di kemudian hari sepeti H. Maratua Siregar guru sejarah di Vervolg School di zaman Belanda di Pamatang Siantar bahwa ada satu kerajaan di pedalaman Sumatera Timur di tepi sungai Bah Bolon lebih kurang 3 kilometer dari kota Pardagangan sekara...
Alkisah Rakyat ~ Gua ini terletak di Kecamatan Gunung Sitoli kira-kira 7.200 meter arah Idanogawo, terdiri dari batu-batu yang menyeramkan. Letaknya sebelah kanan arah ke bukit. Disana kita dapat lihat batu-batu itu seperti surga duniawi karena indahnya. Dari atas gua itu nampaklah lautan luas dan pulau-pulau serta beberapa semenanjung seperti: Lambaru, Sabngo dan Turemba. Orang sering datang melihat gua ini, baik orang dalam maupun orang luar negeri. Menurut cerita orang tua-tua, kisah Gua Lawomaru ini adalah sebagai berikut : Dahulu kala adalah seorang kuat dan kebal sejak dari kandungan ibunya, tergolong jajaran leluhur orang Nias sekarang ini yakni Sirao. Menururt cerita Sirao ini mempunyai 9 orang anak laki-laki. Salah satu di antaranya adalah ayah dari Laowomary, yang bernama Lahari. Dia ini sangat berbeda dengan saudara-saudaranya karena waktu lahir, pusatnya jadi batu. Setelah Lahari dewasa, iapun kawin dengan seorang gadi...
Rumah ini ditempati 4 - 6 keluarga, dengan bentuk persegi memanjang. Jika ingin memasuki rumah ini, harus melalui tangga berjumlah ganjil yang terletak di bagian depan rumah dan harus menunduk dikarenakan ukuran pintunya yang rendah. Pintu yang rendah pada rumah adat Batak yang membuat para tamu yang mengunjunginya menunduk melambangkan kesopanan. Seseorang harus menunduk agar bisa masuk rumah tersebut, sama halnya dengan keharusan tamu menghormati pemilik rumah. Rumah Bolon termasuk dalam ketegori rumah panggung, namun mempunyai fungsi yang cukup berbeda dari rumah panggung seperti yang ada di Sunda (Jawa Barat). Jika di Jawa Barat rumah panggung bertujuan untuk menghindari serangan binatang buas, rumah Bolon berdiri hampir 2 meter di atas tanah dan permukaan atas tanah langsung, digunakan sebagai tempat untuk memelihara binatang ternak seperti ayam atau babi. Bagian Dalam Rumah Beberapa bagian dari rumah adat Batak mempunyai fungsi tersendiri, terkait dengan penghuni dan statu...
Alat-Alat Pertanian Tradisional Nias 1. Söu Bagoa (Kerudung pelindung kepala) 2. Daga (Keranjang) 3. Balu-Balu Hulu (Pelindung punggung dari terik matahari) Naha Danömö (Tempat bibit tanaman) 2 Lou (Tabung tempat hasil pertanian) 3. Töwa (Karung tempat hasil pertanian) 4. Sölu (Tabung tempat menyimpan daging yang diasapi atau digarami) 5. Rumbi (Guci tempat menyimpan daging yang digarami) Fogo'o Gowi (Alata untuk mencungkil ubi dar tanah) 2. Naha Danömö (Tempat bibit) 3. Sundru Dambu (Tembilang-Alat untuk menggali tanah) Narasumber : http://fonasolaolinias.blogspot.co.id/2011/07/budaya-nias-dan-pariwisata.html?m=1