Anak
471 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Patung Sigale – gale
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Pada zaman dulu, ada seorang raja yang sangat bijaksana yang tinggal di wilayah Toba. Raja ini hanya memiliki seorang anak, namanya Manggale. Pada zaman tersebut masih sering terjadi peperangan antar satu kerajaan ke kerajaan lain. Hingga suatu hari sang raja menyuruh anaknya untuk ikut dalam medan perang yang ahirnya menewaskan sang anak. Sang Raja sangat terpukul hatinya mengingat anak satu-satunya sudah tiada, lalu raja jatuh sakit. Melihat situasi sang raja yang semakin hari semakin kritis, penasehat kerajaan memanggil orang pintar untuk mengobati penyakit sang raja, dari beberapa orang pintar (tabib) yang dipanggil mengatakan bahwa sang raja sakit oleh karena kerinduannya kepada anaknya yang sudah meninggal. Sang tabib mengusulkan kepada penasehat kerajaan agar dipahat sebuah kayu menjadi sebuah patung yang menyerupai wajah Manggale, dan saran dari tabib ini pun dilaksanakan di sebuah hutan. Ketika patung ini telah selesai, penasehat kerajaan mengadakan satu upacara unt...

avatar
Roro
Gambar Entri
Cerita Legenda Batu Gantung dari Provinsi Sumatera Utara
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Pada zaman dahulu kala, di sebuah desa kecil di tepi Danau Toba hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Selain cantik, Seruni juga tergolong sebagai anak yang rajin karena selalu membantu kedua orang tuanya ketika mereka sedang bekerja di ladang yang hasilnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Suatu hari, Seruni harus bekerja di ladang seorang diri karena kedua orang tuanya sedang ada keperluan di desa tetangga. Ia hanya ditemani oleh anjing peliharaannya yang diberi nama Si Toki. Sesampainya di ladang, Seruni hanya duduk termenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. Sebenarnya, beberapa hari terakhir Seruni selalu tampak murung. Hal ini disebabkan karena Sang Ayah akan menjodohkannya dengan seorang pemuda yang masih tergolong sepupunya sendiri. Padahal, ia telah menjalin hubungan asmara dengan seorang pemuda di desanya dan telah berjanji pula akan membina rumah tangga. Keadaan ini membuatnya m...

avatar
Roro
Gambar Entri
Cerita Rakyat Sumatera Utara - Putri Bunga Melur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Alkisah, jauh di tengah hutan di tepi sebuah sungai hidup sepasang suami istri. Sudah bertahun-tahun lamanya mereka menikah, tetapi belum juga mempunyai seorang anak. Bilamana mereka sedang berbincang-bincang, sering kali terdengar mereka berucap, “Kalau saja kita mempunyai seorang anak, tentu kita tidak kesepian.” Akan tetapi, mereka tidak putus asa. Setiap hari, kedua suami istri ini terus berdoa kepada Allah mohon dikaruniai seorang anak. Seperti biasanya setiap pagi sang istri pergi mencuci kain. Tetapi kali ini, ketika ia melewati jalan kecil yang biasa dilaluinya, tampak sekuntum bunga melur yang sedang mekar. Bunga ini terlihat indah sekali di antara semak-semak yang mengelilinginya. Seketika terpikir olehnya, “Bila saja aku mempunyai seorang anak perempuan secantik bunga melur ini, alangkah bahagiaku.” Kemudian perempuan itu meneruskan perjalanannya menuju tepi sungai yang dangkal airnya untuk mencuci. Bebera...

avatar
Roro
Gambar Entri
Legenda Putri Bidadari Si Boru Natumandi Hutabarat dari Sumatera Utara
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Gadis ini selalu dipingit oleh kedua orangtuanya karena parasnya yang cukup cantik bak seorang bidadari. Di zamannya, gadis ini diyakini yang tercantik diantara gadis-gadis di Silindung (Tarutung). Berawal saat si boru Natumandi diusianya yang sudah beranjak dewasa, memiliki pekerjaan sehari-hari sebagai seorang petenun ulos. Di sebuah tempat khusus yang disediakan oleh orangtuanya, setiap hari Si boru Natumandi lebih sering menyendiri sambil bertenun, kesendirian itu bukan karena keinginannya untuk menghindar dari gadis-gadis desa seusianya, namun karena memang kedua orangtuanya-lah memingit karena terlalu sayang. Salah satu warga Desa Hutabarat yakni Lomo Hutabarat (51) yang mengaku satu garis keturunan dengan keluarga Si Boru Natumandi belum lama ini berkata, bahwa dulunya kampung halaman Si boru Natumandi adalah di Dusun Banjar Nahor, Desa Hutabarat, namun dusun itu kemudian pindah sekitar 500 meter dari desa semula dan sekarang diberi nama Dusun Banjar Nauli....

avatar
Roro
Gambar Entri
Cerita Rakyat Asal Mula Nama Simalungun dari Sumatera Utara
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Zaman dahulu kala di Sumatera Utara terdapat sebuah kerajaan yang bernama kerajaan Tanah Djawo yang terletak di wilayah kampung Nagur. Suku batak yang bermarga Sinaga yang memimpin kerajaan Tanah Djawo ini selalu berlaku adil dan bijaksana dalam memerintah kerajaannya. Disamping Raja adil dan sangat mencintai rakyatnya, Raja juga didampingi beberapa hulubalang pilihan yang gagah dan selalu siap sedia untuk mempertahankan tanah kelahiran tercintanya. Dengan demikian kerajaan Tanah Djawo menjadi negeri yang aman sentosa dan rakyatnya hidup dengan penuh ketenangan dan kesenangan hidup. Tersebut pula di luar daerah Nagur masih ada dua kerajaan yang hidup dalam kedamaian, yaitu kerajaan Silou yang bermarga Purba Tambak dan yang terakhir adalah kerajaan Raya marga Saragih Garingging, itulah nama-nama kerajaan yang bertetangga dekat, jaraknya sangat dekat dengan kerajaan Tanah Djawo. Dan masing-masing kedua kerajaan tersebut selalu menjalin hubungan p...

avatar
Roro
Gambar Entri
Maranggap
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Tradisi “maranggap” pada masyarakat Batak Toba tidak hanya mengandung nilai-nilai, tetapi juga sejumlah pengetahuan medis. Maranggap adalah satu tradisi di mana para tetangga bermalam di rumah keluarga yang baru memperoleh anak. Dulu kegiatan ini bisa dilakukan sampai satu minggu. Selama maranggap mereka menggelar acara untuk menghilangkan kejenuhan. Pada dasarnya maranggap dilakukan untuk membantu keluarga yang baru saja dikarunai anak itu. Terutama keluarga yang baru mendapat anak pertama. Maklum, selain belum berpengalaman mengurus anak, kehadiran tetangga itu juga untuk membantu si istri dalam proses pemulihan pasca melahirkan. Yang perempuan akan mengurus pekerjaan di dapur. Sedangkan pada malam harinya, kelompok laki-laki akan berjaga-jaga. Mereka menjagai si ibu dan bayinya. Dalam keyakinan masyarakat Batak Toba di masa lalu, bayi yang baru lahir, rentan diganggu roh halus. Selain itu juga kerap menjadi sasaran seseorang yang sedang menuntut ilmu. Kare...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Sejarah Orang Batak Membuat Tugu (Monumen Makam Leluhur) #DaftarSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

“.... makam dan monumen-monumen orang meninggal adalah satu-satunya tanda investasi oleh orang-orang batak rantau di kampung halaman nenek moyang mereka.” -Anthony Reid Pembangunan tugu di Bona Pasongit pada eranya salah satunya didorong oleh didirikannya patung Sisingamangaraja XX di Soposurung pada 1953, hingga akhirnya tokoh Batak itu diberi gelar Pahlawan Nasional pada Nobember 1961. Karena marga-marga lain merasa bahwa Sisingamangaraja XII hanya sebagai pahlawan Sinambela, maka mereka mulai membangun patung-patung untuk pahlawan (pendiri marga) mereka masing-masing. Pembangunan tugu (monumen makam leluhur) bagi orang batak bukanlah sesuatu yang asing. Oleh karenanya tak heran apabila saudara mengunjungi tanah batak di Sumatera Utara akan banyak sekali menemukan tugu-tugu marga yang ada pada suatu pemakaman disana. Hal tersebut kini seolah menjadi budaya yang telah dilakukan turun-menurun yang dilestarikan oleh anak cucu dan generasi penerus dari marga mereka...

avatar
Putrichrstn
Gambar Entri
Fahombo #DaftarSB19
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Fahombo, Hombo Batu atau dalam bahasa Indonesia "Lompat Batu" adalah lahraga tradisional Suku Nias. Olahraga yang sebelumnya merupakan ritual pendewasaan Suku Nias ini banyak dilakukan di Pulau Nias dan menjadi objek wisat tradisional unik yang teraneh hingga ke seluruh dunia. Mereka harus melompati susunan bangunan batu setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 cm. Batu yang harus dilompati adalah seperti sebuah monumen berbentuk piramida tapi dengan permukaan bagian atasnya lebih datar. Bebatuan tersebutpun berasal dari alam, yang kemudian dibentuk persegi dengan ukuran 60x90 cm. Beberapa langkah dari tumpukan batu, ada sebuah batu yang lebih besar yang berfungsi sebagai tumpuan lompatan. Biasanya ritual lompat batu ini juga diikuti dengan iringan tari 'faluya' yaitu sebuah tarian perang khas suku nias. Sejarah Lompot Batu (Fahombo) Pada zaman dulu, ada kebiasaan perang suku antar masyarakat Nias. Saat itu biasanya masing - masing kubu membuat benteng tinggi untuk melindungi wilay...

avatar
Nabilah
Gambar Entri
Lirik Lagu Toga Sihombing #DaftarSB19
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sumatera Utara

Lirik Lagu Toga Sihombing hamu amang inang naliat nalolo. denggan bege hamu asa hupaboa. asa tangkas botoonmu. tarombo ni toga sihombing i. opat do anak ni toga sihombing i silaban mai anak siangkangan nai. lumban toruan ma anak sipaidua i. nababan mai napatoluhon. hutasoit siappudanna i. digoari ma anaknai silabani borsak junjungan. ala sude do tahe ditogu togu akka tinodohon nai. digoari ma muse si lumban toruan borsak sirumonggur i. ala ibana do tahe mamboan goarni oppu i. nabanan didok mai borsak mangatasi. ala so olo i tahe hatinggalan sian hahanai. borsak bimbinan mai sihutasoit siappudani. alani haburjuon nai tahe tu sude haha nai. digoari ma anaknai silabani borsak junjungan. ala sude do tahe ditogu togu akka tinodohon nai. digoari ma muse si lumban toruan borsak sirumonggur i. ala ibana do tahe mamboan goarni oppu i. nabanan didok mai borsak mangatasi. ala so olo i tahe hatinggalan sian hahanai. borsak bimbinan mai...

avatar
Indahamelia