“Gatik” (Gatib : Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti doa atau puji-pujian kepada Tuhan, red). Gatik ini dimaksudkan untuk berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari bala bencana (tulak bala). Dalam tradisi Gatik Tulak Bala ini, seluruh warga masyarakat berjalan berkeliling kampung sambil mengumandangkan kalimat tauhid, takbir dan tahlil sambil membawa obor minyak tanah dari bambu. Gatik Tulak Bala ini digelar masyarakat Piaman. Gatik ini adalah tradisi tahunan warga disini dengan tujuan untuk bersyukur dan meminta kepada Allah agar dihindarkan dari bala bencana dan marabahaya. Tradisi ini merupakan Tradisi Adat Masyarakat Minangkabau yang acara tersebut dilakukan pada saat setelah musim tanam padi. Tradisi ini biasanya berada di daerah Pantai Barat Sumatera Barat terkhususnya didaerah Piaman atau Kabupaten Padang Pariaman. Dilakukan pada saat umur padi diantara 25-60 Hari. Sebelum dipanen yang dilakukan setelah 100 hari masa tanam padi. Tradisi ini...
Sala Lauak merupakan makanan khas minang kabau yang sangat digemari oleh masyarakat Minangkabau terutama daerah Piaman. Gorengan renyah berbentuk bola-bola ini khas Pariaman, Sumatra Barat, ini memiliki rasa yang kenyal dan tekstur yang mirip seperti bakwan goreng. Warnanya kuning oranye mirip bola ubi dengan aroma rempah terutama kunyit yang kuat. Di sana camilan ini dijajakan di sepanjang jalan pinggir pantai Pariaman. Sala Lauak merupakan jajanan murah, enak, dan mengenyangkan. Biasanya penjual Sala Lauak berkeliling menggunakan sepeda motor, lengkap dengan suara panggilan yang khas dari speaker kecil yang tertempel di belakang motor. Mirip seperti suara panggilan dari penjual tahu bulat, yang ikonik. "Sala Lauak biasanya dibuat dengan tepung beras, dicampurkan dengan ikan asin yang telah dihaluskan, lalu dicampur dengan beberapa bumbu rempah seperti bawang putih, bawang merah, lengkuas, jahe, hingga garam. Apalagi ditambah dengan gorengan memakai kayu bakar yan...
Gambar upacara batagak pangulu Nagari Balimbing (sumber: https://balimbing.files.wordpress.com/2014/02/dsc_0075.jpg) Penghulu atau Pangulu (berasal dari kata Pangka dan Hulu) adalah kepala kaum/suku dalam adat Minangkabau,salah satu suku di Indonesia yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Sebelumnya, manusia memilih kepala kaum atau pemimpin berdasarkan kekuatan fisik atau umurnya dalam memimpin masyarakat. Mereka dianggap bisa melindungi, menyejahterakan, dan membawa kaum menuju kehidupan yang baik. Namun setelah berkembangnya cara berpikir manusia, mulailah digunakan sistem memilih seorang pemimpin berdasarkan wawasan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Tidak terpengaruh oleh umur dan kehebatan fisik, seseorang yang masih muda pun dapat memimpin suatu kaum. Seorang pemimpin kemudian disebut sebagai "yang dipertuakan" karena dianggap lebih tua dari setiap orang, definisi sederhana dari penghulu. " Tampek baiyo dan bamolah" (tempat bermusya...
Indonesia kaya akan kebudayaannya, salah satunya adalah alat musik yang beraneka ragam. Setiap daerah pasti memiliki ciri khas tesendiri. Alat-alat musik memiliki banyak makna dan arti yang diturunkan oleh leluhur setempat dan masih dipercayai hingga saat ini. Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat alat musik pun bermacam-macam jenisnya ada yang berbahan dasar kayu, bambu, besi, kulit dsb. Salah satu alat musik yang berbahan dasar kulit dan kayu adalah gajeuma, alat musik khas Suku Mentawai. Gajeuma merupakan alat musik yang terbuat dari kayu dan kulit bate (kulit biawak). Bentuk dari gajeuma mirip seperti kentongan, dengan kayu berbentuk silinder sebagai awak dari alat musik ini dan bagian atas ditutup oleh kulit bate (kulit biawak) yang berfungsi sebagai sumber suara. Alat musik gajeuma dimainkan secara dipukul oleh jemari tangan dan daun tangan. Permainan gajeuma ini dapat lebih menarik...
Istana Pagaruyuang merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di Padang, Sumatera Barat. Bangunan ini mempunyai rupa seperti rumah adat padang yaitu Rumah Gadang. Dari luar, kita dapat melihat bahwa bangunan ini dilengkapi dengan bagonjong atau atap yang berbentuk seperti tanduk kerbau berjumlah sepuluh. Selain itu, bangunan ini juga dilengkapi dengan arsitektur tahan gempa sehingga walaupun beberapa kali terjadi gempa dengan kekuatan besar di Padang, bangunan ini tetap berdiri kokoh. Keunggulan yang lainnya yaitu atapnya terbuat dari sabut kelapa atau ijuk sehingga membuat suhu di dalam istana ini sejuk. Walaupun demikian, terdapat kelemahan dari ijuk ini yaitu rentan terhadap api. Ketika kemarau tiba, karena udara yang sangat panas, pada tahun 2007, istana ini pun terbakar habis. Setelah insiden tersebut, ketika dibangun kembali, atap yang tadinya terbuat dari ijuk digantikan oleh seng. #OSKMITB2018 Â
Derasnya arus globalisasi menyebabkan banyaknya remaja Minangkabau yang tidak memperhatikan norma adat Minangkabau, banyak yang menganggap bahwa norma adat Minangkabau adalah hal kuno, salahsatunya adalah Kawin Sasuku. Kawin sasuku adalah suatu hubungan pergaulan dan perkawinan yang dilakukan antara laki-laki dengan perempuan minangkabau yang berasal dari suku yang sama. Ada lima jenis Cinto Sasuku dalam minangkabau Sasuku saparuik, yaitu hubungan sesuku yang bertalian darah langsung, misalnya berasal dari satu nenek, satu buyut, dst. Jika ada yang menjalin hubungan seperti ini, maka hukumannya terusir dari kampung dan tidak mempunyai hak atas kaum dan nagari nya Sasuku Sapayuang, Yaitu keduanya memiliki suku yang sama tetapi nenek yang berbeda namun masih satu datuak (penghulu kaum), kondisi ini dapat dibilang masih berat, hukumannya sama dengan Sasuku Saparuik Sasuku Sakampung, yaitu keduanya memiliki suku y...
Sumatera Barat sangat kaya dengan budaya-budaya khasnya, salah satunya yaitu Pasambahan. Pasambahan adalah sebuah pidato adat yang dilakukan oleh niniak mamak, sumando dan pemuda Minangkabau secara bergantian dan saling berbalas dalam suatu perhelatan seperti pernikahan, batagak pangulu dan baralek gadang. Pasambahan ini biasanya dilakukan sebelum menyantap hidangan yang telah disediakan dalam acara baralek tersebut. Bisa dianggap Pasambahan ini seperti basa basi antara niniak mamak atau yang juga disebut sipangka dengan urang sumando yang juga disebut sialek. 'Pasambahan ka makan' ini bisa berlangsung antara 45 menit sampai 90 menit, tergantung dari situasi dan kondisi. Pasambahan juga salah satu bentuk karya sastra minangkabau. Pasambahan itu mengandung makna yang dalam.Dia terhimpun didalam ungkapan ,petatah petitih ,dan mamangan. Dia terdiri atas kata-kata berkias ,beribarat,dan berumpama. Untuk mendapatkan makna yang ada didalamnya, diperlukan pemah...
Sumatera Barat sangat kaya dengan budaya-budaya khasnya, salah satunya yaitu Pasambahan. Pasambahan adalah sebuah pidato adat yang dilakukan oleh niniak mamak, sumando dan pemuda Minangkabau secara bergantian dan saling berbalas dalam suatu perhelatan seperti pernikahan, batagak pangulu dan baralek gadang. Pasambahan ini biasanya dilakukan sebelum menyantap hidangan yang telah disediakan dalam acara baralek tersebut. Bisa dianggap Pasambahan ini seperti basa basi antara niniak mamak atau yang juga disebut sipangka dengan urang sumando yang juga disebut sialek. 'Pasambahan ka makan' ini bisa berlangsung antara 45 menit sampai 90 menit, tergantung dari situasi dan kondisi. Sebelum melakukan pasambahan ka makan ini, biasanya dalam baralek pernikahan, menjelang pengantin laki-laki datang, juga diadakan serangkaian iring-iringan menggunakan alat musik rebana. Pasambahan ka makan ini juga disebut Panitahan. Pasambahan juga salah satu bentuk karya sastra minangkabau. Pasa...
Sumatera Barat sangat kaya dengan budaya-budaya khasnya, salah satunya yaitu Pasambahan. Pasambahan adalah sebuah pidato adat yang dilakukan oleh niniak mamak, sumando dan pemuda Minangkabau secara bergantian dan saling berbalas dalam suatu perhelatan seperti pernikahan, batagak pangulu dan baralek gadang. Pasambahan ini biasanya dilakukan sebelum menyantap hidangan yang telah disediakan dalam acara baralek tersebut. Bisa dianggap Pasambahan ini seperti basa basi antara niniak mamak atau yang juga disebut sipangka dengan urang sumando yang juga disebut sialek. 'Pasambahan ka makan' ini bisa berlangsung antara 45 menit sampai 90 menit, tergantung dari situasi dan kondisi. Pasambahan juga salah satu bentuk karya sastra minangkabau. Pasambahan itu mengandung makna yang dalam.Dia terhimpun didalam ungkapan ,petatah petitih ,dan mamangan. Dia terdiri atas kata-kata berkias ,beribarat,dan berumpama. Untuk mendapatkan makna yang ada didalamnya, diperlukan pemah...