Elod adalah makanan olahan dari Singkong, dimana proses pembuatannya memanfaatkan cairan limbah dari singkong yang hendak dibuat menjadi aci. Elod sendiri memiliki ciri-ciri berwarna hijau tua kecoklatan, memiliki postur padat namun lembek, dan memiliki rasa asin gurih Makanan ini terkenal di tataran Sunda, karena di daerah itu banyak bahan bakunya yaitu singkong atau ketela. Elod sendiri sebenarnya limbah dari pembuatan tepung tapioka. Beberapa pabrik yang belum tahu atau tidak memanfaatkan elod ini kebanyakan mereka membuangnya. Kita lanjut pada pengolahan elodnya. Sampai menjadi kerupuk ada beberapa tahapan yang harus dilalui, adapun tahapannya adalah sebagai berikut : Persiapan, setelah kita mendapatkan elod yang di tampung dalam ember (adonan elod berbentuk cairan) kita harus membersihkannya terlebih dahu. Adapun caranya yaitu dengan cara menembahkan air bersih secukupnya kemudian diaduk dan didiamkan beberapa jam sampai air dan cairan elod itu terpisah, biasanya kot...
Toggle navigation Tradisi Ciptagelar di Sukabumi Mampu Pertahankan Kampung Adat Oleh: Ahmad Rayadie 24 Maret, 2017 - 19:12 JAWA BARAT Abah Ugi/AHMAD RAYADIE/PR SEBAGAI wilayah yang masih memegang teguh adat istiadat leluhur, Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar, berada di Kampung Sukamulya, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi memiliki berbagai keistimewaan. Kampung Gede adalah sebuah kampung adat karena eksistensinya masih dilingkupi oleh tradisi atau aturan adat warisan leluhur. Berdasarkan data yang diperoleh, di Kasepuhan Ciptagelar jumlah warga kasepuhan sebanyak 15.795 jiwa atau 3.833 KK. Sementara warga kasepuhan yang berada di Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar sebanyak 338 jiwa terhimpun dalam 76 KK. Secara geografis Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar memiliki wilayah administrasi mencakup tiga wilayah. Wilayahnya meliputi, Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi Kampung adat yang mempunyai ciri khas. Tidak hanya bentuk rumah, tapi t...
Ta'arufan Bojo adalah salah satu tradisi masyarakat Blok Jatisari, Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Tradisi ini dilakukan jika ada warga desanya yang menikah dan pasangannya bukan berasal dari daerah tersebut. Tujuan tradisi ini adalah agar para warga mengenal warga baru didesanya begitupun sebaliknya. Dalam tradisi ini, kedua mempelai pengantin akan diarak oleh sebagian keluarga, sanak saudara, dan tetangga untuk berkeliling desa sambil diiringi musik rebana atau hadrah. Tak lupa pula salah seorang dari pengiring akan memperkenalkan mereka kepada warga menggunakan mikrofon dengan menyebutkan bahwa salah seorang warganya telah memiliki suami/istri kemudian meyebutkan nama dan asal daerah warga barunya itu.
Mitos Kelahiran Di Tanah Sunda Di tanah sunda dari jaman nenek moyang sampai sekarang masyarakat masih saja mempercayai mitos yang ada . salah satunya adalah ibu hamil yang sering membawa gunting lipat , peniti ketika dia pergi ataupun mereka dilarang keluar rumah saat maghrib datang . mitosnya , benda benda ini dapat menjaga bayi didalam kandungan dan ibu nya agar tidak diganggu oleh setan atau roh roh jahat lainnya . pasalnya ibu hamil selalu menjadi daya tarik untuk diganggu oleh mereka . banyak ibu hamil yang kehilangan bayinya ketika berumur 4 bulan . padahal awalnya mereka dinyatakan mengandung namun pada saat 4 bulan , kandungan mereka dinyatakan hilang begitu saja . Biasanya gunting lipat diselipkan dibagian tertentu . dan peniti selalu dipakai dibaju . mereka percaya bahwa benda itu dapat menja bayi mereka agar tidak diambil oleh roh jahat . banyak orang yang percaya akan hal ini . memang terdengar aneh , namun semuanya tergntung kepercayaan kita . Setelah bayi...
Seni budaya menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan Ciletuh-Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebagai kawasan Geopark dunia. Sudah seharusnya Ciletuh memiliki garapan musik yang kelak bisa menjadi identitas kawasan ini. Melihat kondisi ini sejumlah komunitas seni budaya yang bermitra dengan Paguyuban Alam Pakidulan (PAPSI), pun melahirkan garapan musik yang diberi nama Sawarga. Sawarga sendiri merupakan garapan musik hasil eksplorasi para seniman terhadap hampir seluruh seni musik tradisi yang ada di kawasan ini, meramunya dalam sebuah komposisi nada yang harmonis, hingga meski berakar kuat pada tradisi karya musik tesebut, tetap bisa dinikmati oleh bangsa asing sekalipun. Jenis musik yang diusung Sawarga, merupakan progresif kontemporer. Menurut Agus Ridwan, selaku Produser Sawarga, untuk detil musik dipercayakan kepada Chanra Hardy Nugraha (29 tahun), seniman yang penah besar di Kecamatan Waluran, sementara buat manajerial dipegang Noer Ramlan (39 tahu...
Sebuah tradisi yang sangat unik karena jarang dilakukan pada zaman sekarang, apalagi di kota-kota besar. Kesibukan yang padat, tergesernya budaya lama dengan budaya baru serta berjalannya waktu membuat tradisi ini hilang dengan sendirinya. Budaya Ngabungbang berasal dari suku Sunda, Jawa Barat. Kita akan flashback bagaimana tradisi ini dilaksanakan. Pada zaman dahulu ketika bulan purnama muncul, penduduk desa duduk di halaman rumahnya masing-masing. Mereka bersantai sambil melihat bulan. Biasanya hal ini dilakukan setelah shalat Isya. Anak-anak bermain dengan gembira, muda-mudi yang bersenda gurau, dan orang tua yang berbincang-bincang. Bisa juga sambil menyantap makanan. Mereka yang melakukan tradisi ini merasa rileks dan enjoy. Jika kantuk sudah datang maka mereka akan menyelesaikan kegiatan tersebut dan pergi tidur. Agar budaya ini dapat dikenal lagi maka kita harus lestarikan.
Senjata merupakan keharusan bagi setiap suku yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah senjata tradisional khas suku Baduy yaitu Bedog dan Beliung. Karena suku ini suka sekali berkelana dari satu pulau ke pulau lain, dari satu hutan ke hutan yang lain, tentu saja mereka perlu membawa dan menggunakan senjata tersebut untuk menyerang ataupun mempertahankan diri mereka dari ancaman dengan menggunakan Bedog dan Beliung. Bedog atau dalam bahasa Indonesia bisa disebut juga dengan golok terdiri dari dua macam, yaitu bedog polos dan bedog pamor. Bedog polos dibuat menggunakan besi baja per pegas bekas dari kendaraan bermotor yang ditempa berulang-ulang. Bedog ini digunakan oleh orang Baduy untuk menebang pohon, mengambil bambu, dan keperluan lainnya. sedangkan Bedog Pamor Proses pembuatannya lebih lama dan memerlukan pencampuran besi dan baja yang khusus. Bedog pamor memiliki urat-urat atau motif gambar yang menyerupai urat kayu dari pangkal hingga ujung b...
ADU MUNCANG Adu muncang merupakan permainan tradisional yang pernah populer selama setahun di Kampung Kerenceng, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung,Jawa Barat. Tujuan utama permainanini adalah mendapatkan muncang yang bisa menang melawan muncang milik orang lain. Syarat utama permainan ini hanya satu, yaitu Pohon Muncang yang sedang berbuah. Pada awalnya setiap orang akan membuat ketapel masing-masing dari bekas batang tumbuhan dan kulit sepatu sebagai dudukan batu di ketapel. Setelah itu semua orang akan berkumpul ditempat pohon muncang yang sudah berbuah tadi. Setelah itu mereka berburu muncang, menjatuhkannya dengan batu yang dilontarkan lewat ketapel yang telah mereka buat tadi. Setelah memilah-milah dan mendapatkan muncang yang mereka rasa bagus, mereka langsung mempertandingkannya. Tiap pertandingan berisi 2 orang pemain. Muncang yang menjadi jagoan mereka akan diletakan di bawah sebuah papan yang umumnya berbentuk persegi, kemudian akan ada orang...
Bandung Barat memang sudah dikenal dengan banyaknya tempat wisata yang menarik dan bagus untuk dijadikan spot foto, tidak hanya itu Bandung Barat juga memiliki banyak budaya yang harus dilestarikan dan ditingkatkan. Oleh karena itu, sekarang Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memiliki tarian penyambutan dan persembahan khas Bandung Barat yang rencananya akan segera dipatenkan, yaitu Tari Dayang Sumbi. Tari Dayang Sumbi merupakan tarian khas Bandung Barat yang dipadukan dari berbagai tarian tradisional Jawa Barat dan diharapkan dapat menjadi salah satu ikon Kabupaten Bandung Barat. Tari ini berdurasi sekitar tujuh menit serta diiringi dengan musik tradisional Sunda. Pertunjukannya dibagi menjadi dua sesi yaitu tari penyambutan dan tari persembahan. Pada sesi pertama, ada 10 orang penari yang terdiri dari enam orang perempuan dan empat orang laki-laki. Sedangkan pada sesi kedua, hanya terdiri dari tujuh orang penari perempuan. Makna yang terkandung dari tari ini adalah untuk m...